Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
Keluarga baru


__ADS_3

Sinar matahari pagi menunjukkan keindahannya. Ditempat kuburan yang sama, Merry disemayamkan ditempat suaminya, Randy. Lisa memandang batu nisan yang terukir 2 nama sekaligus mama dan papanya.


"sekarang kalian sudah bersama, berbahagialah. Lisa disini bersama orang-orang yang menyayangi Lisa. Tetap lihat Lisa dari atas sana."


Caroline memeluk pinggang Lisa sambil berkata "sekarang aku yang akan menjaganya. Kamu jangan takut dia akan selalu menjadi prioritas utama dalam hidup kami."


"Randy, tanggung jawab sebagai seorang papa Lisa yang gagal aku penuhi sejak hari kematian mu. Aku akan menebus kesalahan padamu dan Merry. Aku harap kalian memaafkan kesalahan yang aku buat "


Ketika jenazah dimasukkan kedalam kuburan Lisa mendadak histeris.


"mama.... tidak ..." rasa ikhlas Lisa mendadak hilang dari dalam dirinya.


Kevin memeluk Lisa. "relakan mama. Mama sudah tidak merasakan sakit lagi, biarkan dia tenang."


"kamu bilang akan lakukan sesuatu apapun untukku. Aku minta kembalikanlah mamaku. Aku mohon...."


Kevin menggeleng kan kepalanya. "maaf aku tidak bisa."


Tanah mulai dimasukkan menutupi peti mati Lisa hendak berlari kesana.


"Hentikan...." ujar Kevin


"kamu minggir!" Teriak Lisa dengan suara parau.


"gunakan otakmu untuk berpikir, jika itu tidak berfungsi gunakan hatimu. Jika hati dan otakmu sudah kehilangan kemampuannya mempertimbangkan masalah berarti ada yang salah dalam hidupmu. Itu artinya tidak ada bedanya kamu hidup di dunia ini." Bentak Kevin.


Kata-kata itu berputar di hati Lisa. Itu kata-kata yang sering diucapkan mamanya. Tamparan dari kata itu membuat Lisa kehilangan kesadaran. Kevin menggendong Lisa dan membawanya kembali pulang ke rumah.


Lisa terbangun, ia terbaring ditempat tidur mamanya. Ada infus dipasang ditangannya. Nafasnya terasa berat dan panas. Lisa memegang keningnya. 'sepertinya aku demam' pikirnya. Kepala Lisa terasa berat.


Kevin masuk kedalam kamar. "kamu sudah bangun. Mau makan sesuatu..." ujar Kevin.


Lisa mengingat kejadian di pemakaman.


Lisa memandang Kevin. Kevin paham apa yang ada dipikiran istrinya.


"mama sudah dikuburkan. Besok kalau kamu sudah sehat kita akan menjenguk mama."


Lisa membuang pandangannya dari Kevin, dari sudut mata air mata Lisa mengalir perlahan.


"cepatlah sembuh. Jika kau ingin memukuli ku silahkan." ujar Kevin pasrah.

__ADS_1


Caroline masuk kedalam kamar dengan membawa cake cokelat. "mami dengar ada suara dari dalam kamar, ayo kita makan cake dulu. Ini makanan kesukaan kamu kan...."


Cake cokelat dengan hiasan buah strawberry diatasnya. Lisa duduk, strawberry ini mengingatkan kejadian pagi itu.


"aku tidak mau melihat strawberry ada di cake itu." ujar Lisa


"baiklah...mama buang" jawab Caroline sambil memasukkan strawberry itu ke mulut Kevin dengan paksa.


"sudah tidak ada lagi." sementara dimulut Kevin penuh dengan 3 strawberry.


Lisa memakan cake itu, sambil menangis pelan. Otaknya memerintahkan untuk berhenti menangis. Tapi anggota tubuhnya tidak mau mendengarkan perintah nya.


Caroline menghapus air mata Lisa, Santoso masuk dengan membawa air mineral dan susu hangat.


Santoso duduk ditempat tidur.


"bagaimana cake buatan mami, apakah enak..." tanya Santoso.


Lisa mengangguk. Mulutnya penuh dengan suapan cake. Kevin memperhatikan kedua orang tua itu nampaknya sangat memanjakan istrinya.


"apa kalian tidak ada niat menyuapkan aku cake atau memberikan susu hangat sebelum aku tidur?" tanya Kevin


"baiklah..." ujar Kevin naik ketempat tidur.


"Karena mereka berdua sangat menyayangi Lisa, maka aku juga akan menyayangi nya lebih dari yang kalian lakukan." lanjut Kevin.


"sudah besar masih saja cemburu." Santoso geleng-geleng melihat putranya.


"bolehkah malam ini aku tidur bersama mami...." tanya Lisa


"tentu saja sayang.. kamu adalah anak mami. Apapun akan mami lakukan untukmu"


Lisa tersenyum tipis.


Santoso memegang kening Lisa. "selesai makan minum susu dan istirahat lah."


Lisa mengangguk.


Suster datang memeriksa infus sekaligus menyuntikan obat kepada Lisa dan tidak lama Lisa kehilangan kesadaran.


***

__ADS_1


Sinar matahari pagi yang masuk dari jendela membangunkan Lisa. Lisa melihat tangan Caroline memeluknya. Walau dengan fisik yang berbeda, tapi Lisa bisa merasakan kehangatan kasih sayangnya. Lisa bangun dan melihat infus ditangan nya sudah dilepas. Perlahan-lahan Lisa melepaskan pelukan Caroline dan berjalan keluar kamar.


Hatinya tergerak ingin melihat rumah kaca tempat terakhir ia melihat mama nya. Begitu Lisa keluar, 4 rumah kaca sudah tidak ada lagi. Hilang seperti tidak pernah ada. Tanaman strawberry sudah tidak ada lagi.


Lisa berjalan mendekati tempat itu. Terlihat seperti baru ditanami tanaman baru. Lisa berjongkok dan melihat daun kecil baru tumbuh. 'sepertinya ini tanaman tomat' batin Lisa.


Lisa berdiri dan melihat disekitarnya sudah dikelilingi tembok yang dicat berwarna putih. Lisa melihat juga lampu sorot yang dipasang kearah kebun lengkap dengan kamera cctv. 'Seandainya semua ini dilakukan lebih cepat' pikir Lisa.


Lisa melihat mobil sedan Kevin parkir dihalaman depan rumah. Lisa melihat tangannya dibalut perban putih. Kemudian ia berjalan kearah kebun jeruk. Seharusnya jika mama masih ada, ia hari ini akan memetik jeruk. Lisa melihat keranjang yang semalam digunakan nya masih terletak di tanah. Lisa mengambil nya dan mulai menelusuri pohon jeruk, ia memilih berwarna kuning cerah.


Sementara itu, Kevin masuk kedalam kamar tidak menemukan Lisa. Kevin membangunkan Caroline.


"mi...mana Lisa???" tanya Kevin.


Caroline membuka matanya dan tidak menemukan Lisa yang tadi masih ada diperlukannya. "kemana.. kamu sudah cek kamar mandi..."


Kevin mencari ke seluruh rumah dan tidak menemukan Lisa. Pikirannya mulai memikirkan hal yang tidak-tidak. Kevin menghidupkan handphone dan menggunakan pelacak.


Kevin ke kebun belakang rumah. 4 orang pengawal nampak berdiri disekitar kebun jeruk. Kevin bergegas kesana. Caroline mengikuti Kevin.


Di kebun jeruk Kevin melihat Nita memegang keranjang jeruk yang dipetik Lisa.


"kamu disini...aku sangat panik tidak melihat kamu didalam."


Lisa diam saja tidak memperdulikan Kevin bicara


karena Lisa tidak merespon Nita menjelaskan kepada Kevin.


"maaf pak. Tadi kami melihat nona keluar dan kami mengikuti nona."


"tidak apa-apa. Kerja bagus semuanya. Terimakasih." ujar Kevin.


Caroline memeluk Lisa."putriku....kamu membuat mami kaget. Kenapa kamu tidak bangunkan mami kalau mau Kemari..."


"ada bibi Nita yang menemani, tadi mama masih tidur. Lisa takut menganggu. Jeruk nya manis. Mama mau coba...." Lisa menunjukkan jeruk yang ada ditangannya.


Caroline mengangguk. Lisa mengupas jeruk dan memberikan kepada Caroline.


Santoso berdiri disebelah Kevin sambil memperhatikan ada yang tidak wajar dengan Lisa. Sejak kembali dari pemakaman Lisa seperti selalu menghindar dari Kevin. Baik itu interaksi fisik atau pun ketika Kevin bicara Lisa seperti tidak memperdulikan nya.


Santoso pergi kembali kedalam rumah sambil menghubungi seorang psikolog kenalan keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2