Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
perayaan


__ADS_3

Tiga bulan yang penuh perjuangan terbayar sudah. Permainan yang dikerjakan proyeknya oleh Lisa sukses besar dipasar. 1 bulan setelah peluncurannya, permainan itu berhasil menjadi permainan yang paling banyak diunduh oleh pelanggan. Lisa sangat senang semua kerja kerasnya dengan tim terbayar sudah.


Hari ini Sun Group mengadakan acara makan malam bersama seluruh karyawan dan mengundang relasi bisnis. Selain merayakan kesuksesan produk baru yang diluncurkan oleh menantu Sun Group juga memperkenalkan Lisa kepada rekan bisnis Sun Group. Lisa mendapat sambutan yang luar biasa, ia dikelilingi para pengusaha yang ingin menjalin kerja sama dengan Sun Group.


Bagi Lisa ini adalah pengalaman yang luar biasa. Mendapatkan kepercayaan yang besar dari keluarga dan suaminya. Dukungan tim yang terus mengalir, walau Lisa sering bekerja dirumah karena kesehatan Kevin dan kesehatan dirinya. Tapi mereka tetap berhubungan satu sama lain. Melakukan panggilan video, melakukan pengujian pada tipe ponsel untuk permainan yang akan dikeluarkan, bahkan sampai keluar melakukan uji coba kepada banyak orang semua dilakukan Lisa dan tim tanpa mengenal lelah.


Leo merangkul Lisa sambil berkata "akhirnya aku bisa melihatmu mekar, seperti bunga mawar yang mekar sempurna. Terlihat sangat cantik. "


"baru kali ini mulutmu mengeluarkan kata-kata yang berguna" sindir Lisa


Leo tertawa terbahak-bahak mendengar Lisa berbicara. "kamu terlalu berpikiran negatif tentangku. Cindy sudah membuatku menjadi seorang pria yang luar biasa. Bukankah sekarang aku terlihat lebih berkarisma???"


Lisa mengambil air mineral dari pelayan yang membawa minuman "kamu masih baru bangun tidur, kesadaran kamu baru 1%. Minum air putih baik untuk kesehatan tubuh dan aliran oksigen ke otak." Lisa memberikan air mineral itu kepada Leo.


Leo menerima air mineral itu sambil menarik sudut bibirnya "suami kamu sibuk sekali dari tadi. Kamu tidak mengikutinya??"


Lisa menunjukkan perutnya yang membesar "kamu tidak lihat?? aku tidak boleh terlalu lelah. Aku harus menjaga kandunganku dengan baik."


Leo memegang dagunya "sepertinya kamu tambah gemuk sekarang. Setelah melahirkan aku rasa berat badanmu akan naik 10 kali lipat." Leo mengangguk penuh keyakinan


Lisa memukul lengah Leo "jaga ucapan kamu. Aku tidak tambah gemuk. Kevin mengatakan aku tidak gemuk. Aku sexy katanya." Lisa bicara sambil tersenyum bangga


"pria itu hanya ingin menghibur istrinya. Jadi jangan  terlalu mempercayainya."


Lisa mencubit punggung Leo. Leo meringis kesakitan "sejak hamil kamu menjadi sangat kejam kepadaku."


"dari dulu aku memang selalu kejam dengan raja kegelapan seperti kamu." kata Lisa kesal.

__ADS_1


"sudah...sudah...jangan kesal kepadaku. Aku tidak mau bayimu nanti akan mirip denganku." kata Leo dengan bangga.


Senyum Lisa berubah jadi kesal "dia anak aku dan Kevin. Tentu saja ia akan mirip dengan ku dan suamiku. Kalau mau mirip denganmu, segera menikah dengan Cindy."


Lisa memberi kode kepada pengawalnya agar memberikannya bangku karena Lisa sudah lelah berdiri.  B membawakan kursi kepada Lisa, dan ia duduk disebelah meja bagian kue. Berbagai jenis kue tersusun sangat rapi dan bentuknya yang sangat menggugah selera membuat Lisa tidak bisa berhenti makan.


"Sebentar lagi dari rubah kamu akan menjadi babi." kata Leo


"biar saja, kalau aku jadi babi. Makan kamu juga akan jadi babi air." jawab Lisa asal


Leo tertawa terbahak-bahak "bagaimana bentuk babi air?"


"ya seperti kamu, Kamu lihat dikaca depan kita. Yang memakai jas hitam yang sedang melihat kearah kita." Lisa tertawa puas menjatuhkan sahabatnya.


"sayangnya aku tidak bisa menyiksa wanita hamil. Awas kalau kamu sudah melahirkan. Aku tidak akan segan-segan kepadamu." ancam Leo


Leo melihat Lisa dari atas kebawah "belakangan ini kamu terlihat sangat cantik."


Lisa tersenyum "aku sudah menikah, tidak ada niat melabuhkan perasaanku kepada orang lain. Maaf"


Leo menggaruk kepalanya "kecantikan bertambah, penyakit narsis pun mewabah."


Lisa tertawa melihat wajah Leo yang terlihat lucu. Kevin mendekati Lisa dan kemudian mencium keningnya. "kamu tidak apa-apa sayang?"


Lisa merangkul Kevin dan menyandarkan kepalanya didadanya. "aku baik-baik saja. Ada Leo yang menjagaku. Dia lebih baik daripada 1000 badut yang datang menghibur."


"kamu bilang apa??" Leo kesal dengan Lisa yang menyamakannya dengan badut.

__ADS_1


"lihatlah, aku sudah memujinya dia masih protes saja. Padahal aku sudah berbaik hati, daripada aku menyamakan mu dengan babi air." Lisa bicara cemberut sehingga terlihat lucu


Kevin tertawa melihat Lisa dan Leo yang selalu berselisih.


"kamu jangan terlalu kejam dengan paman kecilmu." kata Kevin


Lisa melihat kearah Kevin. Apa maksud kata 'paman kecil'. Lisa ingin bertanya kepada Kevin tapi Kevin harus menyambut tamu yang lain. "aku pergi kesana dulu ya sayang, nanti aku akan kembali lagi." kata Kevin sambil mencium kening Lisa.


Lisa mengangguk "baiklah,,,pergilah. " Lisa melambaikan tangannya kepada Kevin dan kemudian menatap Leo dengan serius


"kamu tahu apa maksud dari perkataan Kevin tadi???" tanya Lisa


"tahu. Yang pasti aku akan menuntut suamimu karena sudah mengatakan aku seperti paman-paman. Dia tidak tahu aku begitu populer dikalangan wanita. Semua wanita mengantri untuk menerima cintaku." Jelas Leo sambil menaikkan bahunya dan memperbaiki jas dengan angkuhnya


"benarkan seperti itu??"


Suara wanita dari belakang Leo membuat Lisa dan Leo melihat asal suara yang terdengar familiar itu. Lisa mentertawakan Leo yang wajahnya berubah menjadi asam. Cindy berdiri dibelakang Leo, mereka tidak menyadari sejak kapan Cindy sudah berdiri dibelakang Leo. Leo menyadari dirinya dalam bahaya sekarang.


"CIndy kamu terlihat sangat cantik dengan gaun biru itu...." Lisa berdiri menyambut Cindy dan memeluknya dengan hangat. "kamu mau makan sesuatu??" tanya Lisa


"baiklah aku sudah lapar, kebetulan aku perlu mengisi tenaga untuk memberi seseorang pelajaran." kata Cindy sambil membunyikan seluruh jari-jari tangannya. Leo menelan ludah menahan ketakutan apa yang akan dilakukan Cindy kepadanya.


"mari aku ajak berkeliling, aku akan beritahu makanan mana saja yang enak." Lisa dan Cindy mulai berjalan mengelilingi meja makanan. Leo masih berdiri diposisinya tadi. Ia tidak berani mengatakan sesuatu atau pun mengikuti mereka berdua. Terakhir kali ketika ia membuat Cindy marah, ia harus melawan Cindy di ring tinju. Leo tidak berani melawan Cindy. Cindy menghajarnya habis-habisan. Leo trauma dengan kejadian itu. Bagaimana pun ia harus bisa membuat sang tuan putri tidak marah lagi kepadanya.


Tangan Lisa dan Cindy sudah penuh dengan makanan. mereka kembali lagi ketempat tadi dan makan dengan tenang. Suasana sudah mencari dan terlihat Cindy sudah tidak marah lagi dengan Leo. Lisa berdiri  hendak menyerahkan piring kepada pelayan yang berkeliling mengambil piring kotor.


Tiba-tiba ada seorang wanita tua mendorong Lisa dengan sangat kuat dari belakang. Membuat Lisa kehilangan keseimbangan.

__ADS_1


__ADS_2