Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
ingin seperti mereka


__ADS_3

Acara peringatan pernikahan Santoso dan Caroline berakhir dengan sangat baik dan lancar. Keamanan yang cukup ketat membuat Lisa merasa aman berada di lokasi acara dari awal sampai berakhirnya acara. Lisa tidur lebih cepat karena kelelahan walau tidak banyak bergerak tapi Lisa merasa kelelahan karena seharian duduk dan menyapa tamu dari jauh. Senyum tidak berhenti disebarkan kesemua tamu. Bagaimana pun ia adalah menantu SunĀ  Group, semua orang sebenarnya ingin menyapa dirinya. Tapi karena alasan keamanan, Lisa tidak diijinkan berbaur dengan tamu.


Minggu tersibuk Lisa akhirnya tiba. Pembangunan panti asuhan sudah mulai berjalan. Valen pun sudah mulai bekerja. Ia tinggal dirumah Lisa didesa bunga seminggu sekali, karena ia harus melakukan pengecekkan pengiriman barang dari kebun ke tempat penampung. Valen lebih sering berpergian dengan Rajak untuk urusan jual beli. Lisa hanya memiliki 4 karyawan untuk usahanya yang dinamakan 'bintang'. Sesuai dengan nama anak mereka yang sudah tiada.


Kevin ikut membantu membuat ijin legalitas usaha yang didirikan Lisa. Lisa hanya mengontrol semuanya dari kantor Growth Ltd. Setiap hari Valen dan Rajak mengirimkan laporan kerja kepada Lisa via email. Untuk masalah yang perlu koordinasi mereka akan melakukan video konferensi.


Kehamilan Lisa sudah masuk bulan ke 7. Usaha yang 'bintang' dan pembangunan 'bintang foundation' sudah hampir selesai. Pembangunan tidak secepat yang harapkan karena masalah biaya. Lisa menolak bantuan dari Kevin untuk pembangunanĀ 'bintang foundation'.


Karena mengandung bayi kembar, badan Lisa naik 3 kali lipat. Perut Lisa sangat besar sekarang. Kevin yang menjaganya sangat berhati-hati kepada Lisa dan gerakan yang dilakukan. Pemeriksaan rutin setiap bulan tidak pernah dilewatkan keduanya. Kuliah dan bekerja secara rutin dilakukan oleh Lisa.


Hari ini matahari bersinar tidak terlalu panas, udara juga tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas. Udara sangat bersahabat hari ini. Lisa meminta Kevin untuk menemaninya berjalan-jalan di taman, tapi pria ini sepertinya sangat sibuk dengan tumpukan dokumen yang ada di mejanya. Lisa menulis notes kepada Kevin dan memberitahunya kalau dia akan berjalan-jalan di taman kota sebentar.


Lisa keluar dan penjagaan seadanya, dia hanya pergi dengan 6 pengawal pribadinya. Keluar dari mobil, udara segar dari pepohonan langsung memanjakan hidungnya. Lisa berjalan sejenak mengelilingi taman kota, melihat anak-anak bermain dengan kedua orang tuanya. Lisa duduk disalah satu kursi taman sambil menikmati udara yang segar hari ini.

__ADS_1


Lisa melihat beberapa keluarga terlihat senang bermain bersama keluarganya di taman seperti ini. Sepertinya akan sangat menyenangkan jika ia sudah melahirkan mereka memiliki rumah yang ada taman didepan rumahnya. Sehingga anak-anak bisa bermain dengan tenang sama seperti anak-anak yang lain. Lisa ingin mengirimkan pesan kepada Kevin tentang idenya, tapi baru disadarinya ia tidak membawa ponsel. Bahkan dompet pun tidak.


'sudah lah, aku akan memberitahukan kepadanya setelah kembali dari sini' pikir Lisa. Udara sangat nyaman menyapu tubuh Lisa membuatnya mengantuk dan tertidur di taman kota.


Kevin yang sudah siap membaca dan menandatangi dokumen di mejanya merasa aneh karena tidak ada Lisa yang biasanya sudah sibuk mengajaknya makan siang jam 1 begini. Kevin membuka pintu penghubung ruangan mereka dan tidak menemukan Lisa. Ponsel ada dimeja, tasnya pun masih ada diruangan. Mungkin Lisa sedang kekamar mandi, pikir Kevin. Kevin duduk dan menunggu Lisa, lebih dari 5 menit belum kembali. Kevin menanyakan kepada Angel kemana Lisa. Angel yang baru kembali dari mengunjungi perumahan yang dibangun oleh Home Run Ltd tidak mengetahui keberadaan Lisa. Ia tidak ada memberikan informasi keberadaannya sebelumnya.


Kevin mulai panik, ia kembali masuk keruangan nya dan melihat ada kertas catatan berwarna kuning jatuh dilantai. Kevin mengambilnya dan melihat tulisan tangan Lisa ada di klertas itu.


Kevin langsung mengambil ponselnya dan menghubungi pengawal pribadi Lisa. Menanyakan apakah Lisa masih berada di taman atau tidak. Pengawal mengatakan Lisa masih berada ditempat itu dan sedang tertidur. Kevin dengan cepat menuju ke taman kota dengan mobil yang dikendarai Andi. Hanya butuh waktu 5 menit sampai ke lokasi.


Kevin segera turun dari dalam mobil dan berlari mencari keberadaan Lisa. Jantung Kevin berdetak kencang sejak mengetahui Lisa pergi tanpa dirinya. Walau ada pengawal disampingnya, Kevin merasa hal itu tidak cukup untuk membuatnya tenang. A terlihat menyangga kepala Lisa dengan kedua tangannya, Kevin yang melihatnya antara senang dan prihatin.


Senang karena melihat Lisa dalam keadaan baik-baik saja. Tapi prihatin melihat A yang menjaga Lisa agar tetap tertidur dengan pulas dengan menyangga kepalanya. Posisi membungkuk sambil memegang kepala Lisa dengan kedua tangannya dari arah belakang memang terlihat tidaklah mudah. Kram pada tangan dan punggung sudah pasti dirasakannya.

__ADS_1


Kevin segera berlari kearah kursi Lisa dan perlahan duduk disebelah Lisa, A melepaskan melepaskan tangannya perlahan-lahan dan membiarkan lisa bersandar di pundak Kevin. Kevin bergeser perlahan dan merebahkan kepala Lisa dipangkuan nya. Angin yang segar bertiup membuat Lisa tidak merasa apapun. Tidurnya sangat lelap. A membantu menaikkan kaki Lisa di kursi dan menutupnya dengan jas Kevin.


Lisa terbangun ketika matahari sudah akan tenggelam, Lisa membuka matanya dan melihat ia tidur dipangkuan seseorang. Lisa langsung bangkit karena takut melakukan kesalahan. Lisa bisa dengan mudah tidur dimana saja, akan sangat berbahaya jika ia tidur dipangkuan seorang pria. Kevin akan marah tidak berujung kepadanya.


Lisa segera duduk dan melihat Kevin menatapnya, dengan kemeja berwarna hitam pria ini ketika sedang diam membuat Lisa merinding. Aura dinginnya tidak pernah hilang dari dirinya walau mereka sudah lebih dari setahun menikah.


Kevin mengambil jasnya dari kaki Lisa sambil berkata "ayo kita pergi."


Kevin sudah berdiri sambil mengulurkan tangannya. Lisa melihat pengawalnya yang berdiri mematung menunggu reaksi Lisa. Sebenarnya bukan itu yang diharapkannya, ia ingin penjelasan kenapa Kevin disini, dan mengapa Kevin tidak bertanya kepadanya. Biasanya walau sudah meminta ijin untuk pergi, Kevin akan memarahinya jika pergi kemana pun tanpa dirinya.


Walau seperti tanpa masalah tapi Lisa yakin akan ada masalah nantinya. Dengan ragu Lisa menerima tangan Kevin. Suasana sangat hening ketika mereka berjalan, mata Lisa masih melihat anak-anak bermain dengan kedua orang tuanya di taman. Orangnya sudah berganti, tapi semua orang melakukan aktivitas yang sama. Ada yang sekedar jalan, berolah raga, berbicara, makan bersama semua terlihat menyenangkan dimata Lisa. Langkah kaki Lisa berhenti dan matanya terpaku kepada keadaan sekitar.


"ayo.." kata Kevin singkat membuyarkan semua kesenangan mata dan hati Lisa.

__ADS_1


__ADS_2