Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
kursi kesakitan Lisa


__ADS_3

"cuci tangan" perintah Kevin.


Dengan wajah cemberut Lisa mengikuti perintah Kevin. Selesai mencuci tangan, Kevin mengeringkan tangan Lisa dengan tisu.


"cepat.." Kevin menarik tangan Lisa tanpa banyak bicara mereka meninggalkan toilet dan masuk kedalam pesawat. Lisa duduk didepan Kevin. Disebelah mereka ada Leo dan Cindy yang sedang melihat Lisa dengan tatapan mata tajam.


"maaf..." wajah cemberut Lisa. Matanya berkaca-kaca.


"kamu membuat malu keluarga kita, kalau ada masalah kenapa tidak bicara denganku."  kata Leo


Lisa hanya menunduk, bagaimana pun ini adalah masalah pribadinya,mana mungkin menyusahkan keluarga besarnya.


Lisa menggeleng pelan sambil berkata.  "semuanya salahku."


"Kevin,karena  semua  adalah kesalahan Lisa mohon belas kasih untuk melepaskannya dari kehidupanmu."


"kenapa kamu berkata seperti itu??" bentak Lisa kepada Leo

__ADS_1


Leo ingin membalas perkataan Lisa, Kevin menaikkan tangan,memberi kode agar mereka dia diam.  Selama ini Kevin sudah memendam semuanya. Kali ini ia akan mengungkapkan semuanya. Kevin berusaha keras memahami Lisa saat ini beberapa jam yang lalu ia menyarankan agar Kevin mendekati Lucy sekarang ketika Leo menyarankan untuk berpisah Lisa tidak menerima perkataan Leo. Apa yang diinginkan wanita ini sebenarnya.


Biasanya Kevin selalu memahami isi hati wanita ini, belakangan ini ia malah tidak paham dengan semua perkataan dan perbuatan Lisa kepadanya. Kevin melipat kedua tangannya di dadanya sambil memandang Lisa. Lisa hanya bisa menunduk, ia tidak berani memandang wajah Kevin sekarang. Tidak hanya sekarang, selama 6 bulan terakhir batin Lisa juga berperang dengan hebat.


Tidak ada satu wanita pun yang bersedia membagi cinta suaminya dengan wanita lain. Tapi Lisa paham bagaimana Kevin, ia tidak mungkin memendam keinginannya berhubungan wanita. Beberapa kali selama sebulan terakhir setiap malam Kevin berendam dikamar mandi untuk meredakan suhu panas dalam tubuhnya. Karena tidak tahan melihat semuanya, Lisa memutuskan untuk pindah ke lantai 1. Hatinya sedih karena tidak bisa melayani suaminya dengan baik. Membiarkan dirinya menderita sendiri.


Tidak ada satu katapun keluar dari mulut Kevin, Ia hanya terdiam sambil menatap Lisa. Tidak ingat kapan Lisa tertidur, tapi ia merasa suhu semakin dingin. Lisa membuka matanya dan melihat tubuhnya sudah mengenakan selimut. Kevin tertidur tanpa selimut, Lisa membuka sabuk pengamannya dan memakaikan selimut kepada Kevin. Lisa tidak memperhatikan kalau Kevin sudah membuka matanya sambil menatap Lisa.


Lisa mundur dua langkah dan buru-buru duduk kembali ketempat duduknya. Karena gugup Lisa sampai lupa cara memakai sabuk pengaman. Kevin bangkit dari tempat duduknya dan memasangkan sabuk pengaman Lisa kemudian duduk kembali.  Lisa jadi salah tingkah dengan perlakuan  Kevin yang lembut terhadap dirinya. Lisa memalingkan wajah melihat kearah luar jendela pesawat untuk menghindari tatapan wajah Kevin yang terlalu dekat dengan wajahnya.


Sudah hampir setahun menikah dan hidup bersama kali ini perasaan Lisa kembali seperti awal mereka bertemu. Sedikit perhatian dari Kevin sudah membuat jantung Lisa berdetak kencang.


Suhu pesawat tambah dingin, Lisa melihat keluar jendela sudah gelap. Sebenarnya kemana Kevin membawanya? Lidah Lisa terlalu kaku untuk bertanya kepadanya. Lisa melihat Cindy dan Leo saling berpelukan. Lisa cemberut melihat mereka, ada rasa iri dihatinya. Pria yang disukainya ada dihadapannya tapi tidak ada yang dilakukannya.


Lisa merasa menjadi es batu saat ini, suhu udara yang dingin ditambah tatapan dingin dari Kevin. Lisa melihat Kevin tertidur, Lisa membuka sabuk pengamannya. Ini adalah saat yang tepat untuk berpindah tempat. Lisa berjalan perlahan-lahat, tangan Kevin memegang tangannya. Lisa terkejut. Otaknya langsung berpikir dengan cepat mencari alasan


"aku mau kekamar mandi.."jelas Lisa

__ADS_1


Tanpa bicara, Kevin membuka sabuk pengamannya dan menemani Lisa ke kamar mandi. Kevin melipat tangannya menunggu didepan pintu.


Lisa berpikir kalau ia sudah bebas dari Kevin, begitu membuka pintu Kevin sudah berdiri didepan pintu kamar mandi sambil melipat kedua tangannya. 'kenapa susah sekali lepas dari pria ini' batin Lisa.


Udara semakin dingin, Lisa tidak suka dengan udara dingin menusuk ke tulang seperti ini. Lisa melihat pengantin baru sepertinya tidak ada masalah dengan suhu udara. Kevin pun demikian, hanya Lisa yang mengalami gangguan kedinginan saat ini. Kevin membuka bagasi atas tempat duduknya dan mengeluarkan jaket tebal dan memakaikan kepada Lisa. Mengancingkan nya dan memasangkan sarung tangan rajut.


Lisa duduk kembali di bangkunya , Kevin mengangkat kaki Lisa dan melepaskan sepatu high hells Lisa. Memakaikan kaus kaki dan sepatu kets yang sudah disiapkan Kevin. Lisa menarik kakinya, hatinya merasa tidak enak kepada Kevin yang terlalu bersikap manis kepadanya. Kevin menarik kembali kaki Lisa dan menyelesaikan tugasnya.


Tubuhnya merasa lebih hangat, pipi dan telinganya masih terasa dingin. Lisa meletakkan kedua telapak tangan kewajahnya. Kevin masih memperhatikan Lisa dengan tatapan dinginnya. Lisa melihat kearah luar jendela sambil menghangatkan pipinya.


Kevin menaikkan pegangan tangan kanannya, menggeser bangku disebelahnya dalam waktu singkat merubahnya seperti tempat tidur.  Kevin menepuk kursi disebelahnya. Lisa menggelengkan kepalanya. Ia menyelimuti seluruh tubuhnya. Lebih baik disini kedinginan dari pada berada disebelahnya, pikir Lisa.


Kevin mengangkat tubuh Lisa dan memindahkannya tanpa bicara satu kata pun. Lisa masih menutupi wajahnya dengan selimut jadi tidak bisa melihat wajah Kevin sekarang. Lisa mundur  kebelakang untuk mengindari wajahnya menempel di dada Kevin.


Kevin merangkulnya lagi membuat tubuh Lisa bergerak kearahnya. Kevin membuka selimut yang menutupi wajah Lisa. Tanpa bicara sepatah katapun, Kevin memejamkan matanya, Lisa bisa merasakan detak jantung Kevin sangat cepat. Aroma tubuh Kevin masih seperti biasa, aroma sabun sangat kuat ditubuhnya. Lisa sangat menyukai aroma tubuh Kevin.


Kevin baru merasa tenang ketika Lisa ada diperlukannya, selama berbulan-bulan ia mengalami maslah insomnia. Tanpa wanita ini penyakit sulit tidur Kevin kembali kambuh. Kini Lisa ada didalam pelukannya rasa aman dalam hati dan pikiran Kevin kembali tumbuh. Perlahan-lahan  Kevin mulai tertidur dengan lelap. Berbeda dengan Lisa yang jantungnya semakin berdegup kencang selama di tubuh pria ini. Pria yang sangat dirindukannya.

__ADS_1


Nafas Kevin mulai teratur, perlahan-lahan Lisa melepaskan pelukan Kevin. Usaha yang sia-sia, satu gerakan dari Lisa membuat Kevin memiringkan tubuhnya. Kevin sekarang menghadap ke Lisa. Nafas Kevin berhembus dengan lembut diwajah Lisa. Lisa memperhatikan wajah Kevin, sudah 5 bulan ini Lisa tidak pernah memperhatikan Kevin. Wajahnya semakin tirus. Lisa mencium bibir Kevin perlahan sambil berkata 'aku merindukanmu.'


__ADS_2