
Ketika bibir Lisa menempel dibibir Kevin, mata Kevin terbuka. Mata mereka saling bertatapan, sejenak Lisa membeku dan merasa kebodohannya terbongkar. 'Benar-benar sial' batin Lisa.
Lisa mengangkat selimutnya dan menutup wajahnya yang memerah. Kevin masih tidak memiliki reaksi apapun dihadapan Lisa, Ia hanya memandangi Lisa dengan tatapan mata dingin.
"maaf...."kata Lisa pelan dari dalam selimut
Kevin tidak suka dengan perkataan Lisa, mencium suami sendiri bukanlah suatu kesalahan. Kevin melepaskan tangannya dari leher dan pinggang Lisa. Kevin membalikkan badan dan memunggungi Lisa. Lisa menyesali semuanya, tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya sekarang.
Secara naluri, Lisa memeluk Kevin dari belakang dan menempelkan wajahnya dipunggung Kevin. Tubuhnya masih terasa hangat seperti biasa. Kevin melihat tangan Lisa ada diperutnya. Rasanya Kevin ingin berbalik dan memeluknya kembali. Kevin memendam semua perasaannya. Ia ingin Lisa menceritakan sendiri apa yang ada dipikirannya dan apa yang diinginkannya dalam hubungan pernikahan ini. Kevin tidak suka menerka-nerka apa yang ada dipikiran Lisa saat ini.
14 jam lamanya penerbangan ke Amsterdam-Belanda. Langit masih terang tapi mata Lisa serasa mengantuk. Kevin memang tidak ada berbicara sepatah katapun sejak dalam pesawat. Turun dari pesawat Kevin tetap menggenggam tangan Lisa. Kevin mengendari sendiri mobil SUV menuju hotel, sepertinya Kevin sudah sangat familiar dengan jalanan dikota Amsterdam. Cindy dan Leo nampak sangat menikmati perjalanan mereka. Kevin sangat dingin dan Lisa hanya bisa memandang wajah Kevin dari kaca jendelanya sambil menikmati pemandangan kota Amsterdam.
Hampir 1 jam mereka sampai disebuah hotel dengan kesan bangunan Eropa dekat dengan sungai Amstel. Dari dalam kamar pemandangan sungai Amstel dan bangunan khas Eropa sangat memanjakan mata. Cindy dan Leo begitu sampai ke hotel langsung membuat daftar perjalanan mereka. Lisa hanya menunduk memandangi sepatu kets berwarna putih yang tadi dipakaikan Kevin didalam pesawat.
Staf hotel menyambut Kevin dengan sangat baik. Lisa mulai berpikir, apa kekuatan pria ini. Dimana pun ia berada selalu mendapat perhatian banyak orang. Semua orang selalu menyambutnya dengan sangat baik. 'apa ini salah satu usaha dari Sun Group' pikir Lisa. Kalau dulu ia tidak akan ragu menanyakan kepada Kevin. Saat ini suasana hati mereka sangat kaku untuk berbicara. Hanya bisa menebak-nebak dalam hati saja.
Dilantai 10, mereka menginap. Kevin memang selalu menyukai angka 10. Pemandangan yang luar biasa. Lisa tersenyum senang melihat pemandangan yang indah dari kota ini. Kevin sibuk dengan ponsel dan laptopnya. Lisa masuk kekamar mandi dan membersihkan dirinya. Lisa sudah terbiasa dengan semuanya. Kevin akan tetap sibuk walau ia sedang berlibur.
Lisa merasa perutnya lapar, ia melihat Kevin masih sibuk bekerja. Lisa tidak ingin mengganggunya bekerja. Lisa mengenakan jaket tebalnya dan keluar dari kamar hotel. 5 orang pengawal Lisa sudah berdiri dengan tegak didepan kamar hotel. Didalam pesawat Lisa tidak melihat pada pengawalnya ikut, kenapa sekarang mereka ada disini?? pikir Lisa
__ADS_1
Lisa berjalan dan mereka berlima ikut berjalan dibelakang Lisa. Beberapa tamu hotel terlihat berbisik melihat kearah Lisa dan para pengawalnya. Lisa sudah biasa dengan hal itu, ia hanya diam sambil memasang handfree bluetooth di telinganya dan memutar lagu Celine Dion.
Lisa menuju ke restoran hotel, ia melihat daftar menu bertuliskan bahasa yang tidak dipahaminya. Lisa membuka google dan berusaha mencari makanan apa yang diinginkannya, tapi sepertinya terlalu lama. Perutnya tidak bisa diajak menunggu saat ini. Lisa meminta para pengawalnya duduk menemaninya makan. Mereka yang berdiri disekitar Lisa membuatnya menjadi pusat perhatian. Lisa tidak suka itu.
"apakah ada yang mengerti tulisan dibuku ini??" tanya Lisa dengan lugu. Suara perut Lisa terdengar sangat kuat, seluruh pengawalnya mendengar suara perut Lisa yang menjerit minta diberikan makanan. E menjelaskan semua tulisan yang ada dibuku menu kepada Lisa. Lisa menatapnya dengan kagum.
"anggota Mr K memang luar biasa" puji Lisa.
Setelah memesan menu yang diinginkannya Lisa menunggu dengan tidak sabar sambil memegang garpu dan sendok ditangannya. Makanan yang ditunggu akhirnya datang juga, meraka makan bersama dan Lisa memesan makanan untuk Kevin yang masih sibuk bekerja. Lisa menenteng makanan untuk Kevin sambil menunggu pintu lift terbuka.
Kevin terlihat bernafas lega melihat Lisa didepan pintu lift. Tidak ada bicara satu katapun, Kevin menarik tangan Lisa masuk kedalam lift. Sebenarnya Lisa dan pengawalnya sudah meninggalkan pesan kepada Kevin kalau mereka makan di restoran hotel.
Lisa melirik kearah Kevin, nafasnya naik turun. Sepertinya ia baru berlari mencari dirinya, Lisa merasa sangat bersalah lagi kepada Kevin.
"maaf.. membuat kamu khawatir" kata Lisa dengan suara pelan sambil menundukkan kepalannya.
Kevin tetap tidak ada bicara sama sekali. Lisa menjadi sangat frustasi dengan Kevin. Biasanya ia akan memarahi setiap kali Lisa membuat kesalahan, tapi didiamkan seperti ini memang benar-benar membuat Lisa semakin tidak enak hati.
Sampai dikamar hotel, Lisa meletakkan makanan yang tadi dibelinya direstoran hotel.
__ADS_1
"makanlah... aku...." Lisa menunjuk kearah kamar tidur. Hotel yang mejadi pilihan Kevin selalu memiliki ruangan yang sangat besar. Kamar dan ruang tamu selalu terpisah. Kevin tidak ingin menganggu Lisa yang tidur ketika ia sedang bekerja.
Lisa berjalan dengan lesu menuju kamar. Lisa menyikat gigi sambil melamun, ia tidak mau terus-terusan seperti ini.
Kevin berdiri didepan pintu kamar mandi yang terbuka, ia melihat Lisa melamun sambil menyikat giginya. Bayangan Kevin di kaca tidak terlihat oleh Lisa.
"ehem.."
Lisa terkejut dengan suara Kevin, ia melihat kaca. Kevin sudah berdiri dibelakangnya sambil memegang handuk mandi. Lisa sadar, sudah membuat pria ini menunggu terlalu lama
"maaf..." kata Lisa. Buru-buru lisa berkumur dan keluar dari kamar mandi.
Lisa masuk kedalam kamar dan melihat pemandangan sungai Amstel menjelang senja sangat cantik. Warna jingga terpantul dari sungai, suasana romantis langsung tersebar ke udara. Mungkin alangkah baiknya jika mereka berdua ada disini dalam kondisi tidak seperti ini.
Lisa membuka ponselnya dan melihat unggahan status Leo dan Cindy yang sedang berada si sungai Amstel sambil berperahu membuat Lisa iri. Rasanya ingin ikut dengan Leo dan Cindy menghabiskan senja di sungai Amstel. Tapi pasti ia hanya akan menjadi nyamuk yang menganggu bulan madu mereka.
Lisa melihat galeri ponselnya, foto pernikahan Kevin dan Lisa. Tidak pernah ia merasakan perasaan seperti ini. Air mata Lisa tidak sengaja jatuh dilayar ponselnya.
Sepasang mata memandang Lisa yang sedang bersedih. Kevin menutup pintu kamar dengan kuat. Membuat Lisa terkejut dan dengan segera menghapus air matanya.
__ADS_1