Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
berita bahagia


__ADS_3

Perawat yang sedang melepas infus Lisa berkata "perkataan anda membuat saya merinding"


"ibu tidak perlu khawatir, sekarang tingkat kematian karena kelahiran sudah sangat menurun. Apabila orang disekitarnya cepat tanggap. Melihat suami ibu, seharusnya semua akan berjalan lancar." Dokter kandungan itu memberi semangat kepada Lisa


Lisa tersenyum, tapi tidak dengan Kevin. Perkataan Lisa membuat dirinya takut. Ia tidak cukup punya keberanian menanggapi semuanya. Walau hanya ucapan semata, tapi bagi dirinya yang pernah melihat Lisa akan  meninggal dunia. Hal itu terdengar bukan sebuah perkataan semata, lebih mendekati kata perpisahan bagi Kevin.


Selesai pemeriksaan Kevin berbicara sebentar dengan direktur rumah sakit dan kemudian berjalan bersama Lisa keluar rumah sakit. Sebuah mobil mpv premium dengan merek terkenal sudah terparkir didepan pintu rumah sakit. Kursinya masih dilapisi plastik. Lisa enggan naik kedalam karena tempat duduk yang masih tertutup dengan plastik.


"kenapa???" tanya Kevin


"mobilnya bagus, tapi tidak dengan plastiknya" komplain Lisa


Kevin melepas plastik yang membungkus tempat duduk. Lisa memperhatikan Kevin, ini baru pertama kali ketika ada sesuatu yang tidak dimintanya untuk dilakukan dia melakukan sendiri. Biasanya hal seperti ini, dia akan meminta andy atau pengawalnya yang melakukannya. Suatu hal yang luar biasa dia melakukan sendiri dan membuang sampahnya ke tempat sampah sendiri tanpa banyak bicara. Pengawal dan Andi tampak sungkan dengan perbuatan Kevin. Kevin seperti tidak ada masalah dengan hal itu.


****


Kevin sejak Lisa mengatakan hal itu menjadi sangat pendiam dan lebih tertutup. Sesuai dengan saran dokter kandungan Lisa harus banyak jalan pagi untuk memperkuat stamina saat melahirkan. Lisa mengikuti instruksi dokter walau ia sendiri malas melakukan olahraga pagi. Kevin selalu menemani Lisa berjalan pagi disekitar apartemen.

__ADS_1


Belakangan ini Kevin hanya diam mendengar Lisa bercerita tentang banyak hal. Pekerjaan, kuliah dan tugas dari kampus. Kevin hanya mendengarkan saja, tanpa memberi komentar. Jika Lisa menanyakan sesuatu Kevin akan menjawabnya, jika Lisa tidak bertanya maka Kevin juga hanya diam dan mendengar semua perkataan Lisa.


Usia kandungan Lisa sudah masuk 9 bulan, Kevin sudah memintanya untuk cuti. Bukan Lisa namanya kalau dengan mudah menyetujui semua perkataan Kevin. Hari ini adalah hari yang penting, perusahaan Bintang milik Lisa akan mendirikan pabrik tekstil tidak jauh dari tempat panti asuhan Lisa sekarang. Lisa sangat senang, dalam beberapa bulan, usahanya maju dibawah pimpinan Rajak. Lisa sangat puas dengan kerja semua orang. Karyawan Lisa yang awalnya hanya 3 orang. Sekarang sudah 20 orang, dan akan terus bertambah karena ada usaha tambahan yang akan dijalankan.


Tentu saja Lisa tidak sendiri. Dukungan dari Kevin dan nama Sun Group yang digandeng perusahaan bintang dan bintang fondation


ation membuat usaha Lisa lebih cepat berkembang dan maju. Khay berperan dalam urusan membantu distribusi produk yang dihasilkan perusahaan bintang di Sun Group Ltd.


Rapat kali ini dihadiri semua orang. Rajak, Khay, Valen, Kevin, Utomo yang dipercaya lagi sebagai perusahaan yang akan membangun pabrik tekstil. Rajak menyampaikan materi dan memberikan informasi terkait bahan baku yang nanti akan digunakan adalah dari salah satu perusahaan Sun Group Ltd.  Lisa dan Kevin memang suami istri, Lisa juga memiliki saham pada Sun Group Ltd tapi bagaimana pun juga usaha adalah usaha. Semua hal harus dibahas secara profesionalisme.


Setelah selesai rapat, dan bagian divisi Sun Group dan Utomo sudah undur diri. Hanya tinggal Lisa, Kevin, Khay, Rajak dan Valen diruangan rapat. Lisa berbicara santai dengan Rajak terkait dengan anak-anak panti asuhan yang saat ini sudah menampung 30 orang anak dari berbagai umur.


"ibu mu ada 10 orang yang membantu dengan berbagai kebutuhan masing-masing. Untuk saat ini sudah cukup untuk yang menjalankan aktivitas sehari-hari. Hanya saja mungkin akan ada penambahan orang, khusus yang menjaga bayi pada malam hari. Karena mereka sering terbangun pada jam tersebut. Akan sangat kewalahan jika karyawan kita bekerja selama 24 jam."


Lisa mengangguk paham dengan penjelasan Rajak "lakukan yang terbaik. Tambah saja orangnya jika memang diperlukan. Tidak mudah memang menjaga anak bayi." Lisa berbicara seolah sudah pernah memiliki bayi. Padahal bayi dalam rahimnya saja belum dilahirkan.


Lisa menarik nafas panjang. " valen, bagaimana dengan pekerjaanmu."

__ADS_1


"tenang saja kakak ipar, semua laporan penjualan dan keuntungan perusahaan setiap minggu selalu aku kirim ke kakak ipar. Kalau laporan harian aku selalu laporkan ke ayah. Semuanya aman kak... kakak ipar tidak perlu khawatir." jelas Valen


Khay menatap Valen dengan tatapan tidak percaya. Wanita ini bisa dengan begitu udah akrab dengan orang tuanya. Terlepas dari hubungan yang dimiliki kedua keluarganya, setidaknya ayahnya tidak begitu cepat akrab dengan orang lain. Hanya dengan Lisa dan Valen ayahnya bisa dengan cepat membaur dengan temannya.


Valen menyadari  Khay memperhatikannya, sejak kejadian di acara peringatan pernikahan itu sampai sekarang, Valen selalu menghindari Khay setiap kali harus berurusan dengannya. Untungnya setiap kali harus ke perusahaan Growth Ltd, Rajak selalu ikut menemaninya sedangkan kalau urusan dengan pembayaran dan lainnya biasanya hanya Valen dan divisi terkait yang saling berhubungan. Hanya Rajak yang terlihat sering berhubungan Khay untuk urusan perusahaan.


"ada yang harus aku bicarakan kepada semuanya yang ada disini. Aku rasa ayah dan Valen tidak lagi menduduki posisi sekarang." Lisa bicara dengan keyakinan akan mencabut mereka berdua dari posisinya masing-masing.


Kevin tidak percaya dengan apa yang didengarnya, dengan cepat ia memutar kursinya kearah Lisa. Apa benar istrinya mengatakan semua ini tanpa penyesalan. Mengingat Lisa lah orang yang menjadikan Rajak dan Valen dalam perusahaan ini.


Tidak hanya Kevin, Rajak dan Valen juga terkejut dengan apa yang didengarnya. Valen yang awalnya bersandar dikursi langsung maju dan meletakkan kedua tangannya diatas meja sambil menatap Lisa yang ada dihadapannya. "kakak ipar, apakah kami ada berbuat kesalahan???" Valen merasa sudah sangat nyaman dengan pekerjaannya. Ini adalah pertama kali baginya bekerja dan ternyata sangat menyenangkan. Lisa akan mengganti posisinya benar-benar sulit dipercaya oleh dirinya.


"tidak ada yang salah, kalian bekerja sangat bagus. Aku akan mengganti jabatan kalian. Ayah akan menjadi Direktur perusahaan Bintang. Valen kamu akan menjadi wakil Direkturnya. Aku minta lakukan rekrut karyawan lagi untuk posisi yang dibutuhkan perusahaan. Jadi kedepannya kita akan berkembang menjadi yang lebih baik lagi."  jelas Lisa


"kamu tidak memecat kami nak.." tanya Rajak


"mana berani aku memecat orang yang sangat penting di perusahaan ku. Gaji akan aku naikkan dua kali lipat untuk ayah dan Valen. Kedepannya mohon kerja sama nya. Mungkin aku akan vakum selama beberapa bulan. Tapi aku akan tetap berhubungan dengan kalian semua untuk memastikan semua berjalan dengan lancar." Lisa merubah wajah seriusnya menjadi senyum kepada mereka semua.

__ADS_1


Rajak dan Valen saling bertatapan sambil tersenyum puas.


__ADS_2