
Lisa melakukan perawatan tubuh yang tidak pernah dilakukannya sebelumnya. 3 jam yang rencananya dihabiskan waktu hanya untuk pangkas rambut ternyata dihabiskan untuk make over penampilan Lisa oleh sang pemilik salon. Lisa berputar-putar didepan kaca melihat penampilan barunya. Ia sangat menyukainya, lebih terlihat segar dan berenergi.
Pemilik salon pun sangat merasa puas atas kerja kerasnya merubah gaya rambut dan penampilan Lisa. Pemilik salon memberikan tagihan kepada Lisa dengan tangan gemulainya. Lisa menerima dengan senyuman manis berubah jadi senyuman terpaksa. Angka yang tertera pada tagihan mencapai puluhan juta rupiah. Perawatan wajah, kuku, pijat dan lulur tubuh yang dikeluarkan mencapai angka yang fantastis. Dengan berat hati Lisa mengeluarkan kartu atmnya. Berat rasa hati Lisa mengeluarkan atm miliknya,
Lisa melihat atm berwarna hitam yang pernah diberikan Kevin kepadanya, ia belum pernah memakai kartu itu. Dengan senyuman licik, Lisa memberikan atm tersebut kepada kasir. Hati Lisa sedih, mengeluarkan angka yang cukup besar hanya untuk dirinya sendiri. Benar-benar buang-buang uang. Padahal dengan uang segitu ia bisa membeli sepetak tanah untuk dirinya.
Sementara di kantor, Kevin menerima pesan dari bank yang atm digunakan Lisa. Kevin hanya tersenyum tipis, pengeluaran pertama istrinya dengan atm yang diberikannya untuk pergi ke salon. Kevin meletakkan ponselnya dan menuju keruangan rapat. Hari ini ada tender pembagunan rumah. Growth Ltd ingin mendirikan usaha baru dalam bidang perumahan menengah kebawah. Para peserta tender sudah berkumpul diruangan rapat. Hanya Lisa yang belum hadir didalam ruangan rapat.
Lisa sampai di kantor, dihalangi oleh petugas keamanan yang tidak tanda dengan perubahan fisik Lisa. Ia memotong rambutnya sebahu, pakaian cheongsam berwarna putih dengan motif bunga berwarna keemasan dikenakan Lisa karena desakan pemilik Salon yang menghubungi Caroline untuk membujuk Lisa mengganti pakaiannya membuat Lisa terpaksa mengganti dengan model seperti ini. Celana panjang karet ketat berwarna kulit dikenakan Lisa karena ia tidak suka mengenakan rok. Sekilas yang melihatnya menyangka itu adalah kulit Lisa, ternyata setelah diamati dengan teliti Lisa mengenakan celana panjang.
Wajah Lisa juga mengenakan make up minimalis, sangat cantik. Warna bibir merah jambu, eye shadow berwarna merah muda, eyeliner tipis pada mata atas dan bawah membuat tampilan Lisa sangat cantik dan elegan. Anting menjuntai ditelinga Lisa semakin mempertegas kalau wanita ini berasal dari kalangan menengah keatas.
Petugas keamanan melihat foto identitas karyawan Lisa dan wajahnya "maaf bu, saya tidak mengenali anda dengan baik. Karena anda terlihat sangat berbeda." kata petugas keamanan yang melihat Lisa dari ujung kaki hingga unjung rambut. Lisa hanya tersenyum sambil melihat jam tangannya "saya permisi dulu, sudah ditunggu dalam ruangan rapat." kata Lisa undur diri dari hadapan petugas keamanan.
__ADS_1
Beberapa kali ponsel Lisa berdering dari Angel yang menunggu Lisa dengan gugup di depan ruangan rapat. Kevin sudah masuk kedalam ruangan, sebelum masuk kedalam ruangan Kevin berkata kepadanya "pastikan bos kamu tepat waktu, kalau tidak kamu akan menerima hukumannya." Angel sangat takut dengan ancam Kevin yang selalu terlihat dingin melihat wajah setiap orang.
Angel sibuk memeriksa berkas yang akan dilihat Lisa dalam rapat, suara Lisa terdengar disebelah Angel "maaf terlambat, ayo kita masuk." kata Lisa sambil membuka pintu ruangan rapat.
Didalam ruangan sudah hadir 8 perusahaan yang sudah memenangkan uji coba tahap pertama. Hari ini adalah jadwal persentase dari masing-masing perusahaan dalam menjelaskan proyek yang akan dikerjakan apabila terpilih menjadi perusahaan konstruksi dari Growth Ltd.
Angel melihat kaki Lisa dan memperhatikan lebih teliti terus naik keatas, bos wanitanya sudah berubah penampilan hanya dalam waktu 3 jam. Tubuhnya yang biasa wangi kali ini ada tercium wangi aromaterapi,rambutnya sudah pendek dan baju yang dikenakan benar-benar terlihat mewah. "anda sangat cantik bu..."kata Angel yang berjalan dibelakang Lisa.
Tidak jauh berbeda dengan Angel, begitu Lisa membuka pintu, Kevin menoleh sekilas, merasa tidak puas ia menoleh sekali lagi. Tangan kanan Kevin mengusap dagu sambil tersenyum melihat Lisa. Istrinya berubah penampilan, menjadi sangat cantik. Baju yang dikenakan Lisa sangat cocok dengan bentuk tubuhnya. Kevin tidak berhenti melihat kearah Lisa yang berjalan disebelah Kevin. Naluri Kevin langsung berdiri dan menggeser kan kursi untuk Lisa dan mendorong kembali ke posisi nyaman istrinya.
Kevin mengedipkan matanya dan kemudian mulai fokus dengan berkas yang ada di mejanya.
Kevin dan Lisa menjadi pusat perhatian banyak mata. Mereka sangat terlihat romantis di setiap saat. Frans membuka rapat dengan segera. Satu persatu perusahaan memberikan persentasenya. Arah proyektor berada di arah kanan Kevin, sangat kebetulan. Kevin bisa melihat kearah proyektor sambil mencuri pandang kearah Lisa.
__ADS_1
Lisa beberapa kali menyelipkan rambutnya dibalik telinga. Kevin berkali-kali juga berusaha menahan keinginannya untuk memeluk istrinya. Lisa tiba-tiba melihat kearah Kevin dengan wajah cemberut. Kevin memperhatikan bibir Lisa yang terlihat sangat menarik hari ini. Pantulan dari cahaya proyektor dan suasana ruangan yang redup membuat Lisa sangat berkilau dimata Kevin
Lisa mengusap perutnya, ia belum makan siang sedangkan rapat sudah dimulai. Wajah sedih Lisa membuatnya paham kalau istrinya kelaparan sekarang. Kevin mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan kepada sekertaris nya agar membelikan makanan untuk Lisa dan peserta rapat lainnya.
Kevin ingat tadi ada menyimpan permen coklat, ia mengeluarkannya dari saku jas, membuka kemasan dan menyuapkannya kepada Lisa. Lisa tersenyum senang dan berbisik "ini tidak membuatku kenyang."
Kevin mengeluarkan 5 permen coklat dalam saku jasnya dan memberikan semua kepada Lisa. "Makan ini dulu sambil menunggu makanan datang." bisik Kevin.
Lisa mengangguk, dalam waktu singkat permen yang diberikan Kevin sudah habis oleh Lisa. Lisa tersenyum memamerkan barisan depan gigi depannya yang rapi sambil menyerahkan bungkus permen coklat yang diberikan Kevin tadi. Lisa masih memegang perutnya sambil melihat kearah Kevin. Lambungnya perlu mendapatkan asupan nutrisi agar bisa mengikuti rapat dengan baik.
Kevin melihat bungkus permen sambil melihat Lisa bergantian. wanitanya jika dalam urusan makan memang tidak ada yang bisa menyainginya' batin Kevin.
Sekertaris Kevin datang bersama staf pembantu kantor membagikan makanan ringan dan kopi kepada semuanya. Dimeja Lisa ada kotak bento untuk makan siang. Lisa tersenyum senang, prianya selalu tahu ia ingin makan apa saja. Tanpa menunggu, Lisa membuka kotak makannya dan makan sambil mendengarkan presentase yang sedang berlangsung.
__ADS_1
Konsentrasi Lisa kembali maksimal, wanita ini tidak bisa dalam kondisi lapar ketika melakukan aktivitas. Seketika ia bisa menjadi orang bodoh yang tidak mengerti apapun.
Selesai makan, Angel membersihkan kembali meja Lisa. Mata Lisa mulai menjelajah ke seluruh ruangan, pangan Lisa terhenti pada seorang pria yang tidak asing baginya.