Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
luar biasa


__ADS_3

Kevin berjalan mondar mandir didalam kamar sambil menerima telepon dari Caroline. Suasana redup dalam kamar karena matahari sudah terbenam menambah tenang suasana malam. Lisa masih belum bangun ketika Kevin menerima telepon.


"bagaimana keadaan Lisa" tanya Caroline


"panasnya sudah mulai turun tapi masih bertahan di 38." jelas Kevin


"sudah makan??"


"belum, Lisa masih tidur aku tidak tega membangunkannya"


"apakah mami perlu kirimkan makan malam untuk kalian??"


"sebaiknya jangan, Selera makannya sedang sangat baik belakangan ini. Aku takut nanti tidak sesuai dengan seleranya." Kevin membalikkan badan melihat kearah Lisa ditempat tidur.   Kevin memegang dadanya. Jantungnya berdetak dengan kencang melihat Lisa duduk ditempat tidur sambil memandanginya dengan tatapan mata kosong.


"sayang,,, kamu mengagetkanku..." protes Kevin.


Lisa mengerutkan keningnya merasa dirinya tidak ada niat mengagetkan Kevin. "aku lapar..."


Kevin menahan senyumnya. "mari kita makan kebawah." ajak Kevin


"kamu keluar dulu" perintah Lisa


"kenapa??"


"aku harus memakai pakaian ku." jelas Lisa


Kevin tersenyum nakal... "bagaimana kalau kita makan diruangan saja."


"Mr K, menjauh dariku". Kata Lisa sambil melemparkan bantal kearah Kevin.


Lisa akan menjadi sangat sensitif ketika lapar, lebih baik jangan membuatnya marah. Kevin mengedipkan sebelah matanya sambil mengambil bantal dari lantai.


"aku tunggu diluar." kata Kevin


Setelah pintu kamar tertutup Lisa dengan gerakan kilat memakai pakaian, kurang dari 1 menit sudah berpakaian...


Kevin bahkan belum selesai mengancing kemejanya "Sayang... kamu luar biasa..." Kevin mengacungkan jempolnya kepada Lisa sambil menganggukkan kepalanya


"cepat..." kata Lisa sambil menarik tangan Kevin yang belum selesai mengancing bajunya

__ADS_1


Lisa memakai mantel tanpa mengancingnya kemudian memberikan Kevin mantelnya dan menariknya keluar kamar. Kevin menahan Lisa sambil menggelengkan kepalanya


"pantas saja berpakaian dengan kekuatan cahaya...kamu sangat berbahaya jika dilihat pria lain." Lisa memakai kemeja putih, sangat terlihat kalau ia tidak mengenakan pakaian dalam sama sekali.


"ganti pakaian.." perintah Kevin


Lisa cemberut melihat Kevin, ia menyandarkan kepalanya di dadanya berharap belas kasihan. "aku lapar..."


Kevin menghela nafas panjang. Kemudian memakaikan mantel Lisa dan mengancingnya dengan sempurna. "Jangan buka mantel mu" kata Kevin dengan tegas.


Lisa mengangguk manja,,,,, Kevin dan Lisa keluar kamar, dan menuju restoran dilantai dasar. Ketika keluar dari dalam lift mendadak mereka berdua menjadi sorotan mata banyak orang. Lisa melihat pakaiannya, bagaimana pun ia teringat perkataan Kevin tadi sebelum keluar kamar. Tapi tidak ada yang salah.


Lisa berusaha mengabaikan pandangan yang tertuju kepada mereka. Ketika duduk di meja makan... Lisa baru menyadari kesalahan ada dimana. Lisa melipat kedua tangannya kemudian menatap Kevin dengan sinis.


"apa ada yang salah??" tanya Kevin


"kamu menyuruhku menutup rapat tubuhku, kamu sendiri keluar seperti itu. Mau menunjukkan tubuhmu yang bagus itu kesemua wanita? menjijikkan sekali"  kata Lisa sambil mengalihkan pandangannya


Kevin menyadari kesalahannya langsung mengancing bajunya. "maaf, tadi kamu yang menarikku..."


"tidak mau mendengar alasan, aku lapar. Jadi jangan buat masalah."


Bersama Lisa, ketika sedang lapar untuk menang saja tidak akan mungkin, seri apalagi kalau kekalahan sudah pasti didepan mata. Jadi sebaiknya jangan menyela dan membuatnya marah.


Kevin berdiri mengikuti Lisa mengambil piring, Kevin mulai memilih makannya.


"aku tidak mau itu"protes Lisa


Kevin bingung dengan istrinya.. bukankah mereka sama-sama memiliki piring makan masing-masing?? Lisa mengembalikan makanan yang diambil Kevin


"kamu ikuti aku mau makan apa."Kevin menaikkan alisnya, wanitanya selalu benar. Yang salah adalah dirinya yang kurang memahami keinginan istrinya. Lisa sudah mengisi penuh piring makannya dan juga piring makan Kevin


"apakah semua ini habis dimakan??? atau aku perlu membantu menghabiskan semua ini?" tanya Kevin dengan ragu


"ini makanan aku, kamu ambil sendri. Jangan ganggu aku.


Pengawal yang berdiri dibelakang Lisa dan Kevin menahan tawa. Bos wanitanya tidak pernah berubah. Makan baginya adalah hal yang penting.


Kevin berdiri sambil melihat kearah meja makan 3 piring penuh dengan makanan. Seharusnya menu yang diambil Lisa cukup untuk 5 orang. Sendiri menghabiskan semua itu apa dia sanggup? Pikir Kevin sambil memiringkan kepalanya.  hampir 5 bulan tidak melihat secara langsung kebiasaan  Lisa makan, membuat Kevin  sedikit terkejut.

__ADS_1


Kevin kembali kemeja makan dan sudah habis 2 piring penuh dimeja makan. 1 piring tersisa hanya tinggal sedikit.  Kevin merasa tidak lama meninggalkan meja, kenapa bisa cepat sekali habis?? Kevin berbisik kepada E dengan bahasa Belanda. 'apa ada orang lain yang datang kemeja Lisa selama ia tidak ada?" E menjawab tidak ada.'


Kevin merasa kagum dengan kecepatan makan istrinya yang benar-benar luar biasa.  Kevin duduk dan piring Lisa sudah habis. Lisa tersenyum senang, perutnya sudah terasa kenyang.


"kamu makan lah.. aku akan menunggu." Lisa merebahkan kepalanya dimeja. Hari ini kecepatan makan Lisa memang luar biasa. Sebenarnya bukan tanpa alasan, kepala Lisa masih terasa berat. Ia berpikir apabila bisa dengan cepat selesai makan, maka ia bisa kembali beristirahat.


Kevin makan lebih cepat karena melihat Lisa yang sudah terbaring lemah. Hanya dua suapan hati Kevin tidak tenang melihat istrinya yang masih sakit. Kevin meminta E untuk memesan makanan untuknya, kemudian menggendong Lisa yang sudah tertidur.


"Lisa, jangan tidur sekarang, kamu harus minum obat baru tidur."


"mmmh." jawab Lisa singkat.


Sampai diruangan hotel. Kevin membaringkan Lisa disofa dan mengambil obat untuknya. "Minum obat..." kata Kevin.


Lisa duduk dengan malas, kemudian menerima obat dari tangan Kevin dan meminumnya. "aku mau mandi.." kata Lisa sambil kembali berbaring di sofa.


"baiklah...aku akan siapkan air hangat untukmu."


"hmmm"


Kevin membiarkan Lisa berbaring sementara ia menyiapkan air mandi hangat untuk Lisa. Setelah selesai, Kevin membangunkan Lisa "air mandi sudah selesai."


Lisa mendengar perkataan Kevin kembali duduk dan membuka jaket panjangnya.  Dan berjalan dengan malas kearah kamar mandi. Sambil berjalan Lisa membuka pakaiannya, seolah tidak ada orang diruangan itu. Kevin memijat kepalanya, satu hari ini dia sudah sangat sulit menahan keinginannya kepada Lisa. Wanita ini benar-benar memancing di air keruh.


Kevin mengambil baju yang terletak di lantai. "jangan kunci pintu ya..." kata Kevin.


Lisa menoleh kearah Kevin sambil menjawab singkat "mmh"


'inilah alasannya aku tidka pernah mau menerima tamu dari mana pun ketika kamu ada dirumah. Kau bisa membuat para kaum pria sakit kepala karenanya.' ucap Kevin dengan suara pelan.


Tidak lama suara pintu kamar berbunyi bel, dan itu dari pelayan hotel yang membawa makan malam untuk Kevin. Kevin makan dengan cepat, tapi kemudian Caroline datang mengantar gaun dan perhiasan untuk Lisa.


"ini perhiasan dan gaun yang akan dikenakan Lisa besok. Pastika ia datang kalau kondisi tubuhnya sudah baik ya..."


Kevin mengangguk.


"kamu tidak mengajak mami masuk??"


"boleh, kalau mami mau proyek memiliki cucu tertunda." ancam Kevin

__ADS_1


Caroline menarik otot wajahnya sambil menatap tajam Kevin. "kamu ini begitu perhitungan dengan mami. Sudahlah, mami pergi dulu." Caroline berlalu sambil melambaikan tangannya kearah Kevin.


Kevin merasakan ada sesuatu yang dilupakannya, ia melihat jaket Lisa yang tergantung didekat pintu masuk...membesarkan matanya......


__ADS_2