
Lisa tidak bisa mengatakan ini adalah jodoh pertemuan dengan Khay, lebih tepatnya bersiap menghadapi Mr K yang cemburuan, Lisa tersenyum melihat Khay, gaya pakaian militer sangat suka dikenakannya dan sangat cocok dipakainya.
"kemana sekertaris kamu??" tanya Khay sambil menemani Lisa berjalan disekitar sungai Thames.
"masih sibuk dengan beberapa pekerjaan" Lisa melirik ketika melewati Frans dan Angel yang masih berdebat dengan pekerjaan.
Khay juga melihat kearah mereka sambil mengangguk. "pantas kamu jarang ikut rapat, rupanya sekertaris yang kamu miliki sangat berkompeten dengan pekerjaannya.
Lisa tersenyum dan tidak menjawab perkataan Khay. Bagaimana bisa dibilang kompeten, ini adalah hari pertama sekertaris nya bekerja dan yang mengurus semua pekerjaan dengan One Future Ltd selama ini adalah Kevin dan Frans. Mereka sengaja menggunakan namakan Lisa agar sifat asli sang CEO tidak terbongkar ke relasi bisnisnya. Apalagi Sabrina adalah teman lama dan rekan bisnis yang sudah cukup lama bekerja sama dengan Sun Group.
"apa Sabrina ikut bersama kakak senior kemari??"
"ya... sepertinya ia sibuk berbelanja dengan asisten pribadinya." jawab Khay
"kenapa kakak tidak menemaninya??"
"aku tidak terlalu suka belanja dan mengikuti kegiatan wanita."
Lisa mengangguk pelan sambil menikmati udara segar yang berhembus ke wajahnya. Sangat beruntung Sabrina memiliki tunangan seperti ini, sangat jauh berbeda dengan Kevin yang selalu mengikutinya kemana pun ia pergi. Bahkan saat dinas keluar kota atau keluar negeri, wajah Kevin akan ada dimana-mana. Lisa merinding kalau mengingat hal ini. Bagaimana bisa ia menikah dengan pria seperti ini, apakah ini keberuntungan atau nasib yang harus diterima ia pun tidak cukup paham.
"aku tidak melihat Kevin, kemana ia?"
"hari ini dia ada urusan dengan keluarganya, jadi aku sendiri bersama rekan kerja." kata Lisa sambil melirik kearah 3 pengawalnya dan melihat kebelakang. Frans dan Angel sudah tidak terlihat lagi.
"maukah kamu makan siang bersama denganku??"
"tidak usah kak,,,,anggota ku cukup banyak. Aku tidak mau menyusahkan mu." Lisa menolak dengan sopan. Sebenarnya menggunakan nama anggota tidak cukup baik, tapi mau bagaimana lagi. Kalau Kevin melihat mereka bersama, mendengarkan ia marah selama beberapa jam cukup membuat telinga sakit.
"tidak masalah, berapa orang anggota mu.... "tanya Khay
__ADS_1
"tidak pasti, yang sedang mengikuti dan terlihat oleh kakak sekarang hanya 3 orang. Berbeda dengan yang sedang mendengarkan pembicaraan kita sekarang, yang sedang mengikuti dari jarak menengah, ada juga yang sedang mengikuti jarak jauh. Bahkan itu belum termasuk dengan yang sedang melacak posisi. " Jelas Lisa
"sebanyak itu??" tanya Khay tidak percaya
"bukankah yang sebagian pengawal ku pernah kakak lihat ketika kita berada di restoran??" kata Lisa berusaha mengingatkan Khay peristiwa beberapa waktu yang lalu.
Khay mengangguk sambil melihat ujung sepatunya. Tentu saja ia masing mengingat kejadian itu, hanya untuk bicara empat mata dengan Lisa 10 orang pengawal berjaga disekitarnya. Benar-benar terasa seperti seorang tahanan.
"kamu baik-baik saja dengan semua itu??" tanya Khay
"tentu saja, mereka semua sangat baik kepadaku. Tidak ada orang yang berani menegurku, jangankan menegur mencoba menganggu saja tidak ada. Mungkin karena wajah mereka yang cukup seram menurutku." Lisa menahan senyum sambil melirik A yang terlihat meliriknya walau ia mengenakan kacamata berwarna gelap.
"aku mendengar kabar mengejutkan beberapa bulan yang lalu. Katanya kamu keguguran."
Lisa menatap kearah sungai sambil menahan senyum, "ya...semua itu sudah berlalu. Sekarang aku baik-baik saja."
"tidak masalah, kita hanya rekan bisnis. Aku menerima ribuan email dan pesan turut berduka cita pada waktu itu. Aku bahkan tidak mengecek nama yang mengirim pesan satu persatu."
"apakah kita tidak.....bisa....." Khay gugup ingin bicara sesuatu dengan Lisa
"aku pastikan tidak bisa" suara yang dingin dan tegas dari arah belakang Lisa dan Khay membuat mereka menghentikan langkah kakinya dan melihat asal suara yang sangat familiar itu.
"terima kasih sudah menemani istriku jalan-jalan. Aku rasa sudah waktunya anda kembali kepada tunangan anda." kata Kevin langsung melihat kearah Sabrina yang berjalan disampingnya.
Sabrina mengerutkan keningnya, dari peristiwa beberapa bulan yang lalu. Melihat tunangannya berjala disebelah istri rekan bisnisnya dan dikawal oleh pengawal Kevin dan Lisa sudah membuat Sabrina curiga. Tapi pada saat itu dia tidak menanyakan apapun kepada Khay apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu.
Melihat wajah Khay yang terlihat senang berjalan dengan seorang wanita, hati Sabrina sudah kesal karenanya. Jika wanita ini bukan istri rekan bisnisnya, ia tidak bisa pastikan apa yang akan terjadi dengan mereka sekarang. Syukurnya ia melihat wajah Lisa ketika berinteraksi dengan Khay biasa saja, tidak seperti Khay yang sangat menyukai wanita disebelahnya. Senyum diwajah Khay selalu berkembang. Kali ini sudah waktunya menayangkan hubungan mereka apa sebenarnya. pikir Sabrina.
Lisa melihat Kevin yang kesal dihadapannya, langsung bertingkah seperti anak kucing yang bertemu induknya. Lisa mendekati Kevin dan mengalungkan lengannya dileher prianya. Kevin menatap tajam Lisa.
__ADS_1
Lisa memeluk Kevin dan tidak berkata apapun, ia yakin Kevin pasti mendengar pembicaraan mereka berdua tadi. Ia tidak perlu menjelaskan apapun kepada nya.
"ada yang harus kita bicarakan sekarang" kata Sabrina kepada Khay. Sabrina tampak tidak senang dengan kelakukan tunangannya.
Khay mengikuti Sabrina dari belakang. Lisa masih menyandarkan kepalanya di dada Kevin sambil mendengarkan detak jantung Kevin yang berdegup kencang.
"aku sibuk ternyata kamu lebih sibuk" sindir Kevin.
Lisa mengangguk...."aku tahu kamu kesal. Tapi telingaku sangat lelah mendengar kedua orang itu berdebat."
Tidak jauh dari mereka berdua Sabrina dan Khay berdiri bersebalahan.
"siapa wanita itu dalam hidupmu...." tanya Sabrina langsung ke inti masalah.
"seseorang dari masa lalu. Aku kira setelah lama tidak melihatnya aku sudah melupakannya, ternyata tidak aku masih mencintainya." jawab Khay jujur
Sabrina menghentakkan sepatu high heels nya ke tanah. Kenapa pria ini tidak bisa berbohong kepada dirinya. Apa salahnya sedikit berbohong untuk menyenangkan hatinya. Kata-kata Khay benar-benar menyakiti hatinya. Sudah lama bersama selama ini apa tidak ada arti hubungan mereka selama ini. Apakah kata cinta yang selama ini terucap hanya sekedar pemanis dalam hubungan saja.
"siapa aku bagimu ..." tanya Sabrina.
"kau adalah tunanganku."
"apakah hanya itu...." Sabrina tidak puas dengan jawaban Khay. Isi pikirannya benar-benar sama dengan apa yang didengarnya.
Khay menundukkan pandangannya, ia melihat ujung sepatunya. Hati Khay sedang berpikir apakah memang ada rasa cinta dihatinya untuk Sabrina.
"aku akan menanyakannya langsung kepada nya." Sabrina membalikkan badannya dan berjalan kearah Lisa dengan cepat yang masih memeluk Kevin.
"Lisa.....
__ADS_1