
Suasana rumah hampir sama dengan rumah didesa bunga. Tangga besar dengan model melingkar berada di ujung ruang tamu. Nuansa coklat muda terlihat di ruang tamu. Lampu hias besar menggantung ditengah ruangan. Ruang tamu berada di sebelah kanan ruangan. Disebelah kiri bangunan, pintu kaca membentang lebar, taman dan kolam renang ada di sisi kiri bangunan.
Lisa terpukau dengan kemewahan dan keasrian rumah yang dibangun oleh Kevin.
"kamar kita ada di lantai 2. Kamar Veily ada di sebelah kiri kamar kita dan kamar Kelly ada di sebelah kanan. Didepan kamar mami dan papa. Sepertinya mereka akan sering datang kemari. " jelas Kevin sambil menggendong Lisa ke lantai 2.
Wajah Lisa tidak berhenti tersenyum melihat keindahan rumah baru mereka. Suasana yang tenang sesuai dengan keinginan Lisa.
"bagaimana dengan apartemen.... " tanya Lisa
"pengawal kita masih disana. hanya sebagian yang bisa tinggal disini. " jelas Kevin
"rumah ini atas nama kamu. " sambung Kevin lagi.
"kamu memberikan semuanya atas namaku, apa kamu tidak takut aku akan membuangmu keluar dari rumah ini.... " tanya Lisa
Kevin membuka pintu kamar dan membawa Lisa masuk kedalam kamar. Lisa kagum dengan ruangan kamar yang mewah, nuansa warna emas. "Ini sangat luar biasa, aku sangat menyukai nya. " kata Lisa sambil mencium pipi Kevin.
Kevin tersenyum puas karena istrinya sangat menyukai rumah baru mereka. Kevin meletakkan Lisa di tempat tidur.
"kamu istrahat dahulu, aku akan periksa anak-anak kita. " Kevin meninggalkan Lisa dengan memakaikan nya selimut.
__ADS_1
Caroline masuk dari pintu penghubung kamar Lisa dengan Veily.
"lihat dia lucu sekali. Sangat mirip dengan Kevin. Lihat senyuman nya.... ada lesung pipi. Mami mau tidurkan Veily dulu ya sayang. Kamu istirahat saja dulu. "
Caroline belum berdiri dari tempat tidur, Kevin dan Santoso masuk kedalam kamar Lisa dengan membawa Kelly.
"lihat dia, lucu sekali.. sangat mirip dengan kamu sayang. " kata Kevin.
Lisa melihat Caroline dan Kevin secara bergantian, dari cara bicara dan perkataan semua sama. Benar-benar ibu dan anak yang kompak. Pikir Lisa.
Lisa melihat kedua anaknya kemudian mencium pipi keduanya secara bergantian sebelum mereka dibawa keruangan masing-masing.
*****
Setiap siang, Nancy datang berkunjung kerumah hanya untuk bermain dengan si kembar. Ketika sudah sore, ia akan kembali kerumah. Beberapa kali Nancy juga menginap dirumah Lisa, apabila ia merasa sangat merindukan si kembar dan tidur bersama mereka.
Tidak jauh dengan Nancy, Caroline juga belum ada niat untuk kembali ke Paris. Kedua bayi ini sangat menggemaskan untuk dilewatkan. Caroline pernah melewatkan waktu yang cukup lama untuk mengasuh Kevin karena komanya. Ia ingin menebus semua waktu yang terlewat itu dengan cucunya. Susanto bukan lagi menjadi prioritas dalam hidupnya.
Susanto berusaha keras merubah pusat Sun Group agar pindah ke negara ini. Ia susah berpisah dari istrinya dan kedua kembar yang selalu menggodanya untuk cepat pulang ke negaranya.
Cindy pun sudah melahirkan bayi perempuan yang lucu. Wajahnya hampir mirip dengan Kelly, wajah oriental sangat terlihat jelas diwajahnya. Cindy dan Leo yang masih berada di Paris membuat Lisa tidak bisa mengunjungi mereka. Lisa masih belum genap 3 bulan melahirkan. Hanya melalui video call mereka berkomunikasi.
__ADS_1
Lisa merasa sangat tertolong dengan kehadiran seluruh keluarganya. Mereka membantu Lisa selama hampir 24jam.
Waktu berjalan dengan cepat, Lisa hampir menyelesaikan kuliahnya. Anak-anak mereka sudah bisa berjalan. Suasana rumah menjadi sangat ramai. Perkelahian antar saudara tidak bisa dihindari. Sering berkelahi untuk berebut mainan.
Padahal masing-masing mereka memiliki mainan sendiri, tapi tetap saja berkelahi. Hal menarik bagi Lisa dan Carilone adalah ketika Kelly dan Veily menunggu Kevin pulang kerja.
Ketika Kevin pulang tepat waktu, mereka berdua akan berlari kearah Kevin dengan senang. Tapi, jika Kevin pulang terlambat. Dengan wajah kesal Veily akan tetap menunggu Kevin, dan ia tidak akan mau bicara dengan Kevin sampai besok pagi. Berbeda dengan kembarannya Kelly, ia akan tetap berlari kearah Kevin kemudian berkata 'jangan ulangi besok ya papa K' dengan jari telunjuk yang di acungkan kearah Kevin.
Kevin sejak mempunyai anak, sangat menghindari lembur dan dinas keluar kota maupun keluar negeri. Sangat sulit baginya jauh dari istri dan kedua anaknya. Melihat Lisa yang kuliah dan bekerja sambil menjaga anak membuat Kevin merasa tidak tega.
Berkali-kali Kevin membujuk agar Lisa melepaskan pekerjaannya dan fokus dengan kedua anak mereka. Setiap kali membahas masalah ini mereka pasti akan bertengkar.
Lisa tidak mau melepaskan semuanya, karena bagaimana pun ia ingin terus menambah ilmu dari pekerjaan nya dan juga dari perkuliahan yang dijalani nya saat ini.
Sebenarnya dalam hati Lisa ada pertimbangan yang tidak bisa diucapkan kepada Kevin. Pengalamannya yang lalu membuat dirinya takut. Jika ia tidak bekerja dan mempunyai usaha sendiri, bagaimana dengan kedua anak mereka. Bagaimana Lisa bisa menghidupi dan menyekolahkan anak mereka.
Memang harta yang dimiliki Kevin sangat banyak. Tapi tidak ada yang bisa memberikan jaminan kalau semua yang dimiliki Kevin akan bertahan selamanya. Bagaimana jika usaha Kevin bermasalah. Setidaknya ada Lisa yang menyokong kehidupan mereka.
Lisa pun sadar dengan hal ini. Tanpa memberitahu Kevin, Lisa meminta kepada Rajak untuk memiliki pangsa pasar sendiri. Tidak bergantung kepada Sun Group.
Rajak awalnya bingung dengan sikap Lisa, tetapi belakangan ia sadar dan perlahan-lahan mulai membuka pasar baru yang tidak ada hubungannya dengan Sun Group. Rajak dan Lisa juga sadar, untuk berdiri sendiri tidaklah mudah. Sun Group sudah memiliki cakar yang kuat. Pasar mereka sangat luas, jika bergabung secara keseluruhan dengan mereka pasti perusahaan Bintang akan cepat maju.
__ADS_1
Melihat efek jangka panjang bagi Lisa dan Rajak sepertinya tidak ada kata tidak mungkin.. Lebih baik mencoba dari pada tidak sama sekali. Mereka masih bergantung dengan Sun Group walau hanya 20℅