
Lisa menawarkan perubahan posisi kepada Valen, ia tidak ingin Valen merasa tertekan bekerja bersama dengan Khay dan keluarganya. Valen dengan cepat menolak saran Lisa. Ia sudah dewasa dan juga berpendidikan. Sungguh sangat memalukan hanya karena masalah pribadi membuat dirinya mundur begitu saja dari pekerjaan ini. Orang pasti akan berpikiran negatif terhadap keputusannya.
Lisa mengacungkan jempol dengan keputusan Valen, wanita muda ini memang memiliki semangat yang kuat dan sangat bertanggung jawab. Sikapnya yang selalu ceria membuat semua orang senang berada didekatnya. Ketika ia hadir, suasana akan langsung berubah menjadi lebih gembira.
Kevin lebih memilih menyerahkan semua urusan tersebut kepada Lisa, ia sudah memiliki banyak urusan yang harus dipikirkan. Kevin hanya memperhatikan Valen dan Rajak yang datang kekantor untuk membahas masalah bisnis dengan Lisa dan Khay. Semuanya tampak sangat wajar dan profesionalisme. Tidak ada sama sekali terlihat masalah pribadi diantara keduanya.
****
Hari ulang tahun pernikahan Santoso dan Caroline berlangsung hari ini, Cuaca sangat mendukung hari ini, konsep acara kebun yang dibuat mereka sangat sukses. Kali ini yang datang hanya dikalangan terbatas keluarga dan relasi bisnis yang benar-benar berhubungan dengan Sun Group. Pejabat negara juga terlihat menghadiri acara ini. Lisa memakai baju baby doll berwana putih dengan panjang sampai lutut. Baju berbahan katun dengan motif mawar di bagian rok bawah memberi kesan cerah diwajah Lisa. Kevin pun hanya mengenakan pakaian kemeja putih tanpa setelan jas dan dasi yang biasa dikenakannya. Dengan celana jeans panjang yang dikenakannya memberi kesan santai yang sangat jarang ditunjukkannya kepada banyak orang.
Acara kali ini sangat santai,semua tamu berpakaian santai dan tidak terlihat gaun mewah dan setelah jas bermerek seperti acara sebelumnya. Lisa lebih suka acara yang seperti ini. Sangat jauh dibawah tekanan yang harus dihadapinya jika menghadiri acara Kevin. Walau Lisa sudah menjadi nyonya Kevin Santoso, ia tetap seseorang wanita biasa yang sederhana dan tidak suka dengan kehidupan mewah.
Untuk masalah keamanan, kali ini benar-benar luar biasa. Lisa dikelilingi 6 orang pengawal yang ada didepan, samping dan belakang. Jika ada yang berbicara dengannya harus mengambil jarak aman. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Hanya keluarga yang bisa dengan leluasa bercengkrama dengan Lisa. Lisa pun tidak diijinkan membaur dengan tamu. Lisa memiliki sudut tempatnya sendiri yang bisa dilihat banyak orang, yang ingin menyapanya bisa melambaikan tangan atau sekedar memberikan senyuman kepada nya.
Awalnya Lisa merasa aneh karen dirinya seperti terasingkan, ternyata tidak. Keluarga yang datang bisa membaur kepadanya hanya kenalan tidak diperbolehkan mendekatinya. Kevin seperti biasa terlihat sangat tampan, tampilan nya yang santai membuatnya terlihat bercahaya diantara kerumunan orang disekitarnya. Setiap beberapa menit sekali Kevin selalu melihat kearah Lisa, memastikan istrinya dalam kondisi baik. Setelah itu dia kembali membaur dengan tamu.
Penampilan Caroline yang berpakaian sama dengan Lisa juga terlihat sangat cantik dengan head piece bunga di kepala nya. Caroline terlihat seperti anak gadis, ditambah lagi postur tubuhnya yang langsing. Jika tidak ada Santoso yang selalu ada disampingnya, Lisa bisa menjamin ada banyak barisan pria yang bersedia menikahinya,
Santoso berpakaian sama dengan Kevin, kemeja lengan panjang yang digulung sembarang dan celana jeans berwarna biru dongker. Pria ini juga masih terlihat gagah, diusianya yang sudah menginjak usia 50 tahunan.
Lisa berada ditempat yang lebih tinggi, ditempat ini Lisa melihat orang yang datang ke acara ini. Termasuk melihat pemandangan yang unik menurutnya. Valen terlihat membaur dengan beberapa relasi Sun Group bagian retail yang terkait dengan pemasaran hasil kebun dari panti asuhan Lisa. Mereka semua pria, hanya Valen wanita. Dari cara mereka berbicara sepertinya sangat seru, mereka berbicara dan tertawa seperti sahabat yang sudah lama tidak bertemu. Sementara disudut ruangan Khay terlihat memperhatikan Valen dengan tatapan tidak senang.
Lisa tersenyum tipis, ternyata pria ini ada perasaan dengan Valen. Ini merupakan awal yang baik bagi mereka berdua. Mereka terlihat saling bertukar nomor telepon dan wajah Khay lebih terlihat tertekan dibandingkan tadi. Lisa tidak sabar untuk menceritakan ini dengan Kevin. Lisa mengeluarkan ponselnya dari dalam tas yang di sandangnya.
__ADS_1
"suami.... kamu Lihat kearah jam 3🤭🤭"
Kevin merasa ponselnya bergetar segera mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan melihat pesan dari Lisa. Belum membukanya,Kevin melihat kearah Lisa. Lisa menunjuk ponselnya. Agar Kevin membaca pesan darinya.
Kevin membuka ponsel lipatnya dan membaca pesan dari Lisa kemudian melihat kearah kanannya ia menemukan Khay. Perasaan Kevin tidak enak dengan hal ini.
"kenapa??"
"kamu sekarang lihat kearah mana dia memandang. 🤭🤭"
Kevin melihat arah pandangan Khay ke Valen dan anggota Kevin.
"kenapa...?
"😒🤯😠😠 "
"sayang.." balas Kevin lagi
Lisa melipat ponselnya dan memasukkannya kedalam tas, ia malas menceritakan kesenangannya kepada Kevin. pria ini benar-benar tidak peka dan sangat menyebalkan. Lisa membuang wajahnya dari Kevin yang terus melihatnya. Lisa mengambil jus jeruk yang ada dimeja depannya.
Kevin mendatangi Lisa dan berdiri dibelakangnya. Lisa tahu Kevin mendatangi dirinya, tapi ia menganggap tidak ada Kevin sama sekali.
Kevin duduk disebelah Lisa
__ADS_1
"sayang kamu marah....??"
Lisa hanya diam seolah tidak mendengar apapun dari mulut Kevin. Matanya masih memandangi Valen dan Khay secara bergantian.
Kevin berusaha memahami apa maksud pembicaraan Lisa dengan memperhatikan arah pandang Lisa. Ternyata baru ia sadari Khay terlihat kesal melihat Valen yang sedang berbicara dengan pria lain. Secara garis besar Kevin sudah bisa menebak arah pembicaraan pesan Lisa tadi
Kevin mencium pipi Lisa secara tiba-tiba membuat Lisa terkejut "kamu ini,,,," mata Lisa membesar melihat Kevin
"aku minta maaf sayang,,, " wajah tidak berdosa di tunjukkan Kevin kepada Lisa.
Lisa membuang pandangannya kearah lain. Terlalu membuang waktu dan emosi jika melihat kearah Kevin sekarang.
Kevin tidak menyerah, ia mendekatkan kursinya dan memeluk Lisa. Lisa berusaha melepaskan tangan Kelin yang melingkar di dadanya. "pergi sana, apa kamu tidak malu dilihat orang banyak..."
"kamu istriku, kenapa aku harus malu...maafkan aku. Aku salah karena mengabaikan mu." Kevin menunjukkan wajah sedih kepada Lisa
Lisa menahan tawa, pria ini sangat Lucu dengan wajah seperti ini...
"kenapa kamu selalu membuatku kesal??" tanya Lisa kepada Kevin
"aku kira kamu membahas masalah Khay karena masih memiliki perasaan kepadanya. Maafkan aku salah..."
Lisa mencubit lengan Kevin "kamu ini... " Lisa membesarkan matanya melihat kearah Kevin
__ADS_1
Kevin bersandar manja dipundak istrinya, ia tidak sadar tingkah manjanya benar-benar tidak biasa ditunjukkan Kevin yang terkenal berhati dingin. Terjawab sudah pertanyaan, bagaimana Kevin memperlakukan istrinya...