
Kevin menatap Lisa, Lisa memang tidak melihat langsung Kevin sedang memandangnya. Sudut mata Lisa memberi tahu kalau Kevin sedang melihat kearahnya. Lisa segera berbalik arah. Kevin menariknya dan menahan Lisa. Lengan Kevin melingkar di pinggang Lisa. Lisa membuang pandangannya kearah Leo dan Cindy yang sedang berciuman.
Kevin berbisik ditelinga Lisa "aku merindukanmu,,," hati Lisa bergetar mendengar perkataan Kevin. Sebenarnya Lisa bukannya tidak memiliki perasaan kepada Kevin. Ia juga mengalami perasaan yang sama. Hanya saja sifat Lisa yang susah bangkit dari keterpurukannya pasca keguguran. Lisa sangat takut memulai lagi. Sadar dirinya tidak bisa memberikan apa yang diinginkan Kevin hanya ada dua solusi itu yang terlintas dipikiran Lisa.
Sebagai wanita tentu saja tidak ada yang menginginkan perpisahan atau memberikan suaminya memiliki wanita lain dalam pernikahan. Bagaimana pun Kevin adalah pria normal yang menginginkan hubungan pria dan wanita, Lisa sudah banyak mengecewakannya. Bukan tidak berusaha, perasaan takut kehilangan benar-benar di depan mata Lisa ketika ia akan melakukan hubungan tersebut.
Lisa mendorong Kevin, pria ini sedang mencari kesempatan dalam kesempitan. Ia tahu Lisa tidak akan berani mempermalukan Kevin didepan umum. Beberapa kali di acara kantor ataupun di acara keluarga Lisa dan Kevin tetap terlihat mesra. Saling merangkul, memberi ciuman di pipi, bersandar dengan mesra di dada Kevin selalu dilakukan didepan umum. Tapi setelah mereka berdua, Lisa akan menjauh dari Kevin. Masuk kedalam kamar dan langsung mengunci pintu. Lisa tidak akan memperdulikan Kevin mengetuk pintu. Tidak peduli Kevin mengemis meminta Lisa membukakan pintu kamar untuknya. Lisa tidak akan memperdulikan semua itu.
Lisa pergi ke kantor pagi-pagi sekali, terkadang ia juga pergi sangat siang untuk menghindari Kevin. Dikantor Lisa pun selalu berusaha menghindari Kevin. Kevin tidak habis pikir kenapa Lisa begitu tega kepadanya.
"Lucy ada disini, dia sangat menyukaimu. Kenapa tidak mencoba mendekatinya?" Lisa berbisik kepada Kevin sambil membenarkan kerah jas Kevin.
"Lisa, aku bisa gila karena kamu." Kevin mengangkat tubuh Lisa,
Lisa terkejut dengan perbuatan Kevin "apa yang kamu lakukan, turunkan aku."
Kevin tersenyum jahat kepada Lisa. "paman dan bibi selamat atas penikahannya. Tapi maaf kami harus pergi berbulan madu sekarang. Apa kalian mau ikut??" kata Kevin sambil menaikkan alis matanya.
Leo pun nakal. "ok." jawabnya sambil menggendong Cindy.
"maaf para tamu, silahkan menikmati hidangan yang kami sediakan. Kami pamit dahulu." Leo bicara sambil menggendong Cindy
"apa yang kamu lakukan?? Acara belum selesai. Apa nanti kata orang?" kata Cindy
"aku sudah tidak tahan." jawab Leo sambil mengedipkan matanya
"kamu ini, mesum sekali..."
__ADS_1
"kiat sudah 6 bulan lebih menjalani hubungan jarak jauh. Tolong pahami aku." Kevin berbicara dengan wajah memelas.
Cindy tidak bisa berbuat apapun. Begitu Kevin dan Lisa sampai di bandara Rita sudah membawa dua tas pakaian mereka. Tidak jauh berbeda dengan Kevin dan Lisa, Cindy dan Leo sudah ditunggu asisten Leo dengan tas pakaian mereka. Rita menyerahkan jaket tebal kepada Kevin. Lisa masih berusaha memahami keadaanya saat ini.
"kita kemana??" tanya Lisa.
"berbulan madu.." jawab Leo santai
"tapi,,,,," Lisa ditarik oleh Kevin kedalam pelukannya.
"pesawat private kita sudah menunggu, ayo segera berangkat." Kevin mencium pipi Lisa sambil melingkarkan tangannya di pinggang Lisa.
Lisa melepaskan tangan Kevin perlahan-lahan agar Leo tidak curiga dengan masalah mereka. Usaha Lisa sia-sia, rangkulan Kevin sangat erat sulit untuk dilepaskan. "jangan mempersulit," bisik Lisa
Kevin hanya mengedipkan mata kanannya kearah Lisa, "aku mencintaimu " bisik Kevin.
Lagi-lagi Kevin mengedipkan mata kanannya kearah Lisa sambil berbisik "aku mencintaimu "
"KEVIN.." teriak Lisa kesal
Leo dan Cindy berhenti melihat kearah Lisa dan Kevin.
"apa ada yang salah keponakan ku? Apa dia menindas mu" tanya Leo
Lisa lupa Leo ada didepan mereka. "tidak,,,,tidak ada apa-apa" jawab Lisa dengan senyum terpaksa.
Kevin mengedipkan mata kanannya kearah Lisa sambil berbisik "aku mencintaimu "
__ADS_1
Pria ini benar-benar membuat Lisa menjadi gila. Menahan perasaan saja sudah sulit dilakukan Lisa. Ditambah lagi bisikan Kevin yang selalu di rindukan telinga Lisa berkali-kali diucapkan Kevin hampir membuat goyah benteng pertahanan Lisa.
Lisa membantu Cindy mengganti gaun pernikahannya di toilet bandara dan kemudian menyerahkannya kepada asisten Leo. Lisa tetap menggunakan gaun, karena tidak ada baju ganti yang disediakan Rita. Hanya jaket tebal yang dipegang Kevin. Lisa melepaskan head piece dikepalanya dan membiarkan rambutnya tergerai.
"pria itu benar-benar membuatku gila" kata Lisa
Cindy tertawa sambil berkata"kamu sudah mempermainkan hatinya selama ini, tentu saja dia akan berubah jadi serigala kembali. Padahal kamu sudah merubahnya menjadi seekor anak kucing yang lucu." Cindy menghapus make up diwajahnya sambil melihat kaca dikamar mandi.
"aku tidak melakukan apapun. Apakah kamu ada menceritakan masalahku pada paman??" tanya Lisa sambil melepas head piece di rambut Cindy.
Lisa berdiri melihat bayangan dirinya dan Cindy dikaca kamar mandi. "tidak" jawab Cindy singkat sambil membasuh wajahnya dengan air.
"baguslah.." Lisa melihat kearah sekitar kamar mandi.
"aku harus kabur dari sini.." Lisa bicara dengan santai tanpa beban
"kamu pikir bisa kabur semudah itu? Kamu sudah terlalu banyak buat masalah dengan Mr K, Jangan tambah lagi." Cindy mengelap wajahnya dengan tisu wajah.
"kita tidak akan tahu kalau belum mencoba" Lisa menepuk pundak Cindy sambil melihat fentilasi udara dikamar mandi.
"Lisa jangan berbuat hal gila, kamu bisa menyusahkan aku."
Lisa mengedipkan matanya. Lisa berdiri diatas toilet dan membuka salah satu plafon yang berada disudut ruangan kamar mandi. Seorang wanita yang masuk kedalam kamar mandi menjerit melihat kaki Lisa bergantung di plafon sedangkan kepalanya sudah melihat kedalam langit-langit kamar mandi. Cindy hanya jadi penonton setia sambil melambaikan tangan kearah Leo dan Kevin.
Suasana gelap dan berdebu. Lisa akan mengangkat kakinya agar masuk seluruhnya kedalam langit-langit kamar mandi dan mencari jalan keluar untuk kabur dari Kevin. Lisa tidak bisa mengangkat kakinya. Lisa melihat Kevin memegang kakinya dengan wajah dingin tanpa perasaan. Akhirnya setelah hampir setahun bersama, Lisa melihat Kevin melihatnya dengan tatapan seperti itu. Hati Lisa jadi gelisah dan takut.
Benar kata Cindy jangan membuat anak kucing berubah menjadi serigala yang menakutkan. Terlambat untuk menyesali semuanya, tidak ada jalan keluar lagi selain menerima nasib
__ADS_1
Lisa turun dari plafon dan tidak berkata apa-apa. Cindy menggeleng-gelengkan kepalanya dan sambil menarik nafas panjang. Leo memijat dahinya, berusaha memahami kegilaan apa lagi yang dilakukan keponakannya. Lisa mencuri pandang kearah Cindy dan Leo yang terlihat menyesali perbuatan Lisa yang membuatnya menjadi pusat perhatian. Sedangkan wajah Kevin sangat dingin. Lisa merinding melihat Kevin yang seperti ini