
Selama hamil, Kevin ikut menjalani perkuliahan. Lisa baru mengetahui ternyata Kevin adalah salah satu donatur di kampus tempat Lisa belajar kali ini. Dosen yang mengajar Lisa juga kenal dengan Kevin, tidak sulit baginya masuk kedalam ruangan kampus untuk ikut belajar bersama Lisa.
Awal Kevin masuk kedalam kelas membuat kelas sangat ribut. Ketampanan pria ini sulit untuk ditolak. Kevin menjadi buah bibir mahasiswa, banyak yang berusaha mendapatkan kontaknya bahkan ingin berbicara padanya. Tapi Kevin tetaplah Kevin,orang yang sangat dingin dan terkesan tidak memiliki perasaan. Semua yang berbicara kepadanya selalu diabaikan, bahkan terkadang ia menunjukkan tangannya memberi isyarat kalau ia tidak mau berbicara kepada orang tersebut.
Selain Kevin yang menjadi madu kampus, Lisa juga baru mengetahui kalau Kevin sudah mendapatkan gelar Doktor dan kabar baiknya pula Kevin dan dosen Lisa dulu pernah satu kampus ketika di London. Setiap selesai mata kuliah Kevin akan membawa Lisa untuk menyapa dosennya kemudian kembali kekantor.
Lisa tidak menyangka Kevin benar-benar menepati janjinya untuk menemani Lisa kemana pun ia pergi dan tidak membiarkan orang yang tidak dikenal mendekati Lisa. Setiap keluar dari ruangan kerja, berbelanja bahkan ke toko buku. Pengawal Lisa akan berada disekelilingnya. Kali ini dia benar-benar merasa seperti istri mafia. Belakangan ini karena merasa terintimidasi dengan pengawasan yang sangat ketat, Lisa sering memakai topi pet dan masker wajah untuk menutupi identitasnya.
Sangat memalukan dijaga seperti ini, terkadang Lisa merasa seperti istri mafia. Tapi terkadang ia merasa seperti seorang penjahat yang akan masuk kedalam penjara. Tidak ada cara lain untuk masalah ini selain terima nasib dengan ikhlas
Selama kehamilan nya, Caroline selalu mengirimkan vitamin untuk Lisa. Sedangkan Nancy seminggu sekali datang kerumah untuk membawakan makanan pesanan Lisa. Apapun yang Lisa katakan ingin dimakan untuk beberapa hari kedepan akan disiapkan oleh Nancy dan bibi Rita hanya tinggal memasaknya atau kadang menghangat nya di microwave.
Kehamilan Lisa masuk ke usia 3 bulan, badan Lisa naik dengan drastis. 10kg sudah naik berat badannya. Lisa berdiri di timbangan, dan masih berharap ia salah melihat angka yang ada di timbangan berat badan tersebut. Kevin masuk kedalam kamar dan masih melihat Lisa berdiri diatas timbangan.
"apakah ada yang salah...." tanya Kevin sambil melihat timbangannya yang menunjukkan angka 65kg.
"apakah aku terlihat gendut." tanya Lisa murung.
"kamu sedang hamil anak kembar wajar saja berat badan naik drastis. Dimata ku kamu sangat cantik." puji Kevin sambil mencium pipi Lisa
"aku tahu kamu hanya berusaha menghiburku." kata Lisa dengan bibir mengerucut.
__ADS_1
"aku tidak bohong, kamu benar-benar cantik. Apakah hari ini kamu jadi ketempat Sebastian...' tanya Kevin mengalihkan perhatian Lisa.
"ya.... aku mau merapikan rambut dan aku ingin spa hamil." kata Lisa dengan senyum manja.
"baiklah...mari kita pergi." kata Kevin sambil menggenggam tangan Lisa. Sejak Lisa hamil kamar mereka diubah. Lantai 1 menjadi kamar Lisa dan Kevin karena Lisa tidak boleh kelelahan.
Sampai di salon Sebastian, Lisa tidak menemukan satu orang pun didalam tempat sebesar ini. Tidak mungkin Sebastian kehilangan pelanggan, batin Lisa. Kevin berdiri dibelakang Lisa.
"halo cantik, kamu sudah sampai...." Sebastian menyapa Lisa dengan gaya gemulai nya.
Lisa mengangguk sambil tersenyum, walau ini adalah kedua kalinya mereka bertemu. Jujur Lisa tidak terbiasa dengan sikap Sebastian yang feminim seperti ini.
"kenapa tidak ada orang...." tanya Lisa
Lisa dan Kevin menatap tajam kearah Sebastian. Ia langsung membeku melihat sikap kembar suami istri ini. Ia pun dengan cepat mengklarifikasi perkataan nya " aku hanya bercanda." sambil tertawa, ia mentertawakan kebodohannya bermain-main dengan orang sekelas Kevin dan Lisa yang tidak mengenal kata bercanda dengan perkataan tabu seperti itu.
*****
Lisa sangat senang, pada kehamilan kali ini semua orang sangat memperhatikan dirinya. Tengah malam sekalipun ketika ia menginginkan sesuatu semua keluarganya selalu siap memberikan apapun itu. Kevin termasuk salah satu yang paling banyak direpotkan Lisa.
Ketika Kevin sedang ada rapat, Lisa yang diam-diam keluar dari ruangan kerjanya langsung dihadang oleh Kevin. Pria ini benar-benar tidak membiarkan dirinya jauh dari dirinya. Ketika Kevin menunjukkan wajah marahnya kepada Lisa karena mencoba menjauh dari jangkauannya. Lisa hanya mengeluarkan jurus manja.
__ADS_1
Lisa akan memeluk Kevin dan bermanja-manja di pelukan Kevin. Kevin yang kesal akan langsung meredam emosi nya. Ia tidak tega memarahi istrinya yang keras kepala ini.
"kenapa...." kata Kevin kesal.
Lisa hanya menggelengkan kepalanya. Ia engan mengatakan ketika ia berdiri di lemari pakaiannya pagi ini Hampir seluruh pakaiannya sudah ketat. Lisa juga tahu jadwal Kevin hari ini sangat padat. Ia tidak hanya harus menemani Lisa kuliah, video konferensi tidak berhenti dilakukannya belakangan ini. Lisa tidak ingin menganggu Kevin dengan dirinya.
Lisa hanya bisa berdiam diri dan Kevin membawanya masuk keruangan nya yang sedang melakukan video konferensi.
Tanpa merasa tubuhnya sudah mulai berat sekarang, Lisa duduk dipangkuan Kevin yang sedang melanjutkan video konferensi yang tadi terhenti sejenak. Lisa melingkarkan tangannya dileher Kevin kemudian melihat layar laptop. Beberapa peserta ada yang terlihat segan melihat Lisa yang sedang berada di pelukan Kevin.
Kevin merasa tidak terganggu. Tapi bagi mereka yang melihat merasa sangat terganggu. Dengan cepat Kevin menyelesaikan rapatnya karena sang istri sedang minta perhatian dari dirinya.
"apa kamu perlu sesuatu sayang...." tanya Kevin
Lisa mengangguk. "bajuku sudah sempit semuanya. Aku mau baju baru." kata Lisa sambil meletakkan kepala nya di dada Kevin.
"baiklah..ayo kita ke toko baju."
Lisa menggeleng... "kamu sedang sibuk, tidak usah ikut. Aku dengan pengawal saja."
"tidak sedang melakukan negosiasi. Ini perintah."
__ADS_1
Lisa menarik ujung bibirnya, pria ini sekarang lebih tegas dan keras kepala seperti batu.