Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
mitos


__ADS_3

Lisa terdiam sejenak, Mei memiringkan kepalanya melihat Lisa yang terlihat kaget dengan perkataannya. Mei menepuk pelan sambil menggosok lengannya "kamu tidak apa-apa??" tanya Mei


Lisa kembali tersadar dari lamunannya, sambil tersenyum paksa Lisa menjawab "tidak apa-apa.''


"kamu jangan pikirkan apa yang aku katakan, itu hanya mitos yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah." hibur Mei


Kedua pengawal Lisa mendatangi Lisa karena ia belum kembali kedalam mobil setelah 30 menit selesai jam pelajaran. Santi menunjuk kearah pengawal Lisa "siapa mereka??"


"ooh...mereka kakak laki-laki yang selalu menjagaku. Bukan begitu kakak??" tanya Lisa kepada A dan B sambil menaikkan alisnya


Mereka berdua hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya melihat kearah Mei dan Santi.


"mereka tampan sekali, apakah kakak laki-lakimu sudah menikah??" tanya Santi.


Lisa belum menjawab Mei menyenggol Santi dengan siku tangannya dan melihatnya dengan dingin. "kamu ini, selalu suka dengan pria tampan. Abaikan saja dia, kamu pergi saja dulu." kata Mei sambil menarik lengan Santi menyingkir dari pandangan Lisa.


Lisa bertolak pinggang melihat kearah A dan B. Kedua pria ini lumayan tampan, sudah hampir setahun bersama , waktu mereka hampir 24 jam bersama Lisa dan Kevin. Apakah mereka punya keluarga?? jangan-jangan nasib mereka hampir sama dengan Lisa yang sudah tidak memiliki keluarga lagi. Lisa memainkan alisnya melihat kearah A dan B. Mereka paham apa yang ingin Lisa tanyakan.


"tuan Kevin sudah menunggu anda di kantor," kata A mengalihkan topik pembicaraan yang akan dibahas oleh Lisa


"kamu sengaja kan???" sanggah Lisa


A melihat kearah samping, berpura-pura mendengarkan sesuatu dari handfree yang dikenakannya. Lisa melihat kearah B, ia juga melakukan hal yang sama dengan A.

__ADS_1


"Kalian berdua tidak asik." protes Lisa sambil berjalan ditengah-tengah mereka. Beberapa mata memandang kearah Lisa, di kampus berjalan bersama kedua orang berbadan tegap. Arkana berdiri didepan kelas dan melihat kearah Lisa yang berjalan bersama kedua orang berbadan tegap dan memakai jaket berbahan katun berwana hitam.


Jauh-jauh hari Lisa berpesan kepada Kevin agar pengawalnya menyesuaikan pakaian yang digunakan. Jangan memakai bahan kulit agar tidak terlalu mencolok sebagai seorang pengawal. Selama menemani Lisa di kampus harus memakai pakaian seperti anak kuliah pada umumnya. Dan hasilnya, satu harian Lisa berbelanja dengan A dan B ke toko pakaian,  hanya demi memastikan mereka tidak mengenakan pakaian yang biasa digunakan sehari-hari menjaga Lisa dan Kevin. Kevin hanya bisa mengangguk, menyetujui apapun keinginan istrinya.


Lisa masuk kedalam mobil, A mengemudikan mobil dan B duduk di bangku sebelah A. Lisa memandang keluar jendela sambil menaikkan cincin pernikahannya. Selama menikah dengan Kevin memang terlalu banyak masalah menimpanya. Hampir satu tahun menikah, masalah yang tidak pernah terduga-duga dialami Lisa dan menyisakan pertanyaan 'kenapa harus terjadi kepadaku.' Lisa melihat cincinnya dan motif ukiran mengelilingi  cincinnya.


"kalian percaya...katanya kalau cincin pernikahan tidak polos, maka pernikahannya akan banyak masalah." kata Lisa kepada dua pengawalnya


"aku pernah mendengar masalah itu, tapi aku rasa itu hanya mitos." jawab B.


Layar monitor  yang menempel dikursi depannya hidup, wajah Kevin muncul dihadapannya. "kamu janji jam 11 sampai kantor, ini sudah hampir jam 11 kamu belum sampai." Kevin mulai mengomel seperti anak kecil yang tidak diberikan mainan oleh orang tuanya.


Lisa menarik otot bibirnya dan menarik nafas panjang. "Mr K, aku adalah makhluk sosial. Aku sudah pernah mengatakannya, berhentilah mengeluh untuk hal yang tidak penting."


"aku, kenapa?"


"apa tukang perhiasannya ada berpesan sesuatu kepadamu??" tanya Lisa


"Kevin memutar bola matanya berusaha mengingat kejadian yang lalu " tidak, hanya dia berkata biasanya orang suka dengan cincin pernikahan yang polos dan jarang yang meminta ukiran pada cincinnya. Hanya itu." Jelas Kevin


"ooh,,, oke..." jawab Lisa singkat, membahas masalah mitos dengan Kevin sama dengan menyuruhnya mengangkat rumah kepuncak gunung. Sangat mustahil dan tidak akan mungkin terjadi. Ia akan mematahkan perkataan Lisa dan menghancurkan setiap perkataannya mejadi berkeping-keping. seperti debu yang berterbangan di udara.


"ada masalah??" tanya Kevin

__ADS_1


"tidak ada, kamu lanjut saja bekerja aku singgah ke toko buku sebentar yang ada didekat kantor kita." kata Lisa sambil menutup panggilan dari Kevin.


"nanti berhenti di toko buku dekat kantor ya..." kata Lisa kepada kedua pengawalnya


"baik bu..." jawab A


"kalian sudah menikah??" tanya Lisa sambil melihat keluar jendela. Pikiran Lisa masih melayang mengenai mitos cincin.


"maaf bu, kami tidak diperbolehkan membahas masalah pribadi kepada atasan kami." jawab A.


Lisa memajukan bibirnya sambil mengangguk perlahan. Bukan cuma sekali Lisa mencoba mengorek informasi tentang kehidupan pribadi mereka, selalu tidak berhasil. Kehidupan mereka hampir 90 persen bersama dengan Lisa dan Kevin apakah mereka tidak bosan?? Lisa melihat kearah depan, jarak dari kampus ke kantor memerlukan waktu 40 menit. "bangunkan aku jika sudah sampai," kata Lisa sambil memejamkan matanya.


Lisa tidak tahu berapa lama ia tertidur, suara A membangunkannya dan ketika membuka mata sudah sampai di toko buku yang ingin dikunjunginya. Lisa segera turun dari dalam mobil sambil memegang dompet dan ponselnya.


Lisa bingung karena beberapa kali ada perempuan yang masuk kedalam toko buku dengan terburu-buru dan menabrak dirinya. Lisa memperhatikan sekitar, kenapa bisa banyak sekali orang sekarang? Lisa melihat jam tangannya, sekarang hampir jam 12 siang. Lisa melihat kearah A "apa ada didalam?" tanya Lisa


A terlihat bicara dengan seseorang kemudian menjawab "tidak ada acara apa pun didalam nona. Hanya....." perkataannya terputus sambil menunjuk kearah lantai 2. Ada seorang pria yang melambaikan tangannya kearah Lisa. Senyuman manisnya merekah di bibir merahnya, wajah yang sangat familiar terpampang dihadapan Lisa. Ketika Kevin tersenyum sejenak ada suasana riuh disekitar Lisa. Lisa menoleh ke sekitarnya, semua pandangan wanita ini tertuju kepada Kevin. Lambaian tangan dan senyumannya membuat para wanita lain merasa mereka adalah objek yang dituju pria tampan satu itu.


"apa yang dilakukan pria itu disni?? membuat kerusuhan??" kata Lisa kesal.


Lisa mengurungkan niatnya masuk kedalam toko buku, langkahnya terhenti. Ia harus mendapatkan buku yang dikatakan dosennya tadi. Lisa menarik nafas panjang dan membuangnya dari mulutnya. Kali ini ia harus bersabar. Jika ia tidak mendapatkan buku itu, mata pelajaran kali ini akan terancam.


Lisa memberikan dompet dan ponselnya kepada B "bantu pegang. Aku sangat kesal sekarang, ponsel dan dompetku sangat mahal kalau aku lemparkan kepada orang diatas sana yang sedang mencari perhatian wanita lain." kata Lisa dengan marah sambil mengikat rambutnya keatas.

__ADS_1


"nona....."kata A


__ADS_2