Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
Mr K mencari masalah


__ADS_3

Lisa terbangun karena sinar matahari menyinari wajahnya, memaksanya membuka mata. Ketika dilihat cahaya matahari sudah terang dan jam didinding menunjukkan jam 9 pagi Lisa langsung duduk, membuka selimut dan berlari kekamar mandi. Sepasang mata mengintai Lisa, menunggu dengan sabar sambil bisa menangkapnya sebagai mangsa.


Begitu melihat pantulan dirinya dikamar mandi Lisa menjadi histeris "MR K... awas kamu,,,,"


Lisa dengan cepat menyelesaikan mandinya, dia yang mengatur masalah karyawan rasanya sangat tidak pantas malah dia yang sering datang terlambat. Lisa masih melingkarkan handuknya di tubuh dan dirambut nya. Kevin masih dengan santai memegang tab nya seperti tidak ada kejadian sama sekali. Lisa berlari kearah tempat tidur dan melemparkan bantal kearahnya.


"kamuuu...." kata Lisa membesar, walau tidak sebesar kekesalannya kepada Kevin


Kevin menangkap bantal yang dilempar Lisa dengan sangat sempurna. Kevin memperbaiki kacamata berbingkai emas diwajahnya.. "kenapa..." tanya Kevin merasa tidak membuat satu kesalahan apapun kepada Lisa.


"lihat ini..." Lisa menunjukkan bercak merah dileher dan dadanya. Lisa bisa dengan mudah menutupi bercak merah di dadanya, tapi leher? Tadi malam ia sudah memeriksa di lemari tidak ada baju berkerah panjang yang menutupi lehernya. Semua baju dress dengan kerah V dan bulat.


Kevin meletakkan bantal ditempat tidur dan tab di tempat duduknya. Kemudian ia berjalan kearah Lisa, memastikan sebesar apa kesalahan yang dibuatnya. Lisa menunjukkan leher dan dadanya dengan semangat sambil terus mengomel kepada Kevin. Dia tidak ada solusi untuk mengatasi masalah ini. Hari ini ada rapat lanjutan untuk tender perumahan yang akan dibangun oleh perusahaan.  Mau letak dimana wajahnya, melihat suaminya menanam begitu banyak bukti cinta ditubuhnya.


"Bagaimana ini...kamu benar-benar...." Lisa mengepalkan tangannya seolah akan memukul Kevin tapi tidak jadi.


"maaf..." kata Kevin memeluk Lisa. Lisa mendorong tubuh Kevin, pria ini benar-benar membuatnya marah masih berani memeluknya seperti ini. Lisa memukul dada Kevin yang sudah mengenakan jas berwarna hitam tapi pria ini tidak bergerak. Firasat Lisa menjadi tidak enak. Lisa memaksa melihat wajah Kevin, wajah pria ini kemerahan. Bagian tubuh bawahnya mengeras.


Lisa menggelengkan kepala "tidak....tidak.... aku sudah terlambat kekantor. Kita ada rapat jam siang ini. Jangan membuat masalah." kata Lisa antara memohon  dan marah.


"sekarang masih pagi, masih sempat." Satu gerakan cepat Kevin kembali menggendong Lisa ketempat tidur, membuang kaca matanya sembarang. Dengan gerakan cepat Kevin bisa membuka pakaian Lisa sedangkan dengan pakaiannya? Ia sudah kehabisan kesabaran. Dengan kasar Kevin membuka jas, kemeja dan dasinya.


Lisa memohon kepada Kevin agar melepaskannya pagi ini, ia berjanji akan memberikannya jatah pada malam hari. Kevin menerima perkataan Lisa ditelinga kanan dan membuangnya ditelinga kiri. Tidak ada yang diinginkan pikiran dan tubuhnya saat ini selain istrinya. Janji Kevin tidak akan lama hanya sebuah isapan jempol belaka. Kevin mungkin selesai lebih cepat. Tapi Lisa masih tertidur karena lelah di pelukannya.


Kevin tersenyum puas melihat Lisa tertidur dipelukannya, jam 11 siang sudah. Ponsel Kevin berdering dari tadi. Ada rapat yang harusnya di pagi hari. Jadwalnya tertunda sudah selama 4 jam. Tapi Lisa tidak mungkin dibiarkan sendirian saja. Kevin menjawab panggilan Frans "ya...."

__ADS_1


Frans tampak khawatir karena tidak biasanya Kevin mengabaikan panggilan darinya selama ini.


"jam 1 aku akan sampai kantor dengan Lisa. Atur ulang jadwal hari ini. Rapat membahas tender perumahan kita mulai paling jama jam 2 siang." kata Kevin sambil menutup panggilannya. Kevin melihat Lisa masih memejamkan matanya dipelukannya. Kevin mencium kening Lisa, bibir wanita kesayangannya terlihat pucat. Hati Kevin sedikit merasa bersalah melihat istrinya kelelahan seperti ini


"kamu pergi saja kekantor." kata Lisa dengan mata tertutup.


Kevin melihat Lisa bicara dengan tidak percaya "sejak kapan kamu bangun??"


"sejak ponselmu  berdering." jawab Lisa


"maaf." kata Kevin


Lisa berbalik arah menjauh dari Kevin, belum siap berbalik arah Kevin menahannya tetap dalam pelukannya. "Tidur saja dulu."


Lisa kesulitan mencubit perut Kevin yang tidak ada lemaknya  "berani kamu suruh aku tidur, dari tadi malam kamu menyiksa ku sampai pagi ini. Kamu bosan hidup??"


"jika dikalikan dengan detik, aku tidak yakin masih ada di bumi ini esok hari." Jawab Lisa pasrah


Kevin tersenyum mendengar perkataan Lisa. Sudah seperti ini wanitanya masih bisa bercanda dengan dirinya.


"kamu tidak lapar?" tanya Kevin


"menurutmu??" tanya Lisa balik


"ayo makan...." kata Kevin

__ADS_1


"menurutmu, aku masih bisa berdiri tegak sekarang." Lisa masih memejamkan matanya sambil bicara


"aku akan menyiapkan makanan." Kevin melepaskan pelukan dari Lisa. Lisa menahannya, tidak melepaskannya.


"sebentar lagi, aku masih mau tidur. Berhentilah bicara." jawab Lisa.


Lisa tidak benar-benar tidur, ia hanya mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Pukul 12 siang pas, Lisa bangkit dari tempat tidur dan berjalan kearah kamar mandi. Kevin masih duduk ditempat tidur memperhatikan istrinya berjalan kekamar mandi tanpa mengenakan busana.


Lisa melihat kearah cermin, pria ini menepati janjinya, tidak ada tambahan bukti cinta merah ditubuhnya. Tapi tetap saja masih ada bekas tadi malam masih ditubuhnya. Lisa keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melingkar ditubuhnya. Kevin memanggilnya sambil menepuk tempat tidur didepannya.


Lisa menatap curiga sambil menggeleng dengan cepat.


"sini." kata Kevin


"tidak." kata Lisa dengan tegas.


"kalau kamu tidak mau kemari, maka aku akan kesana, kamu tahu apa yang akan terjadi...."


Lisa menelan ludah dengan susah payah. Ia mendadak lupa bagaimana cara menelan dengan baik. Pria ini walau sudah bersamanya dalam waktu hampir setahun tetap saja sikap intimidasi nya sangat hebat. Lisa dalam hati mengakui susah lepas dari pria ini ketika ia sudah menunjukkan sikap dominan.


Lisa memberanikan diri mengabaikan Kevin dan berjalan kearah lemari pakaian.


"Lisa...." panggil Kevin.


'kenapa pria ini menggunakan intonasi seperti ini. Lisa sangat menyukai Kevin yang memanggilnya seperti ini, intonasi memaksa, tapi terdengar membujuk dan ada perasaan manja yang ditunjukkan dengan suara Kevin. Intonasi itu masuk kedalam telinga Lisa dengan lembut dan masuk kedalam hati dengan sangat sopan.

__ADS_1


Lisa menahan diri untuk tidak memperdulikan Kevin. Ia sibuk mencari pakaiannya didalam lemari. Sayangnya Lisa hari ini tidak terlalu waspada, sosok Kevin sudah dibelakangnya dan menggendong tubuhnya ketempat tidur lagi.


Lisa meronta- minta dilepaskan Kevin.... Sia-sia....


__ADS_2