Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
hal tak terduga


__ADS_3

Semua kotak kado dibungkus dengan warna merah muda, membuat suasana ruangan menjadi romantis.


"sepertinya mereka membelinya ditempat yang sama." kata Lisa sambil bercanda kepada Kevin


"memang ia, mereka biasanya janjian untuk membeli kado pernikahan." kata Kevin dengan jujur,


"oowh,,, aku rasa mendengar perkataan mu, hatiku bukan jadi senang. Tapi malam menjadi terbebani ya..." keluh Lisa


Kevin tersenyum melihat Lisa yang merasa serba salah dengan jawaban darinya. Kevin sadar, kalau dia tidak jujur Lisa akan dengan cepat menyadarinya. Tapi kalau jujur ia malah merasa menjadi beban. Memang wanita selalu benar dan tidak pernah salah. pikir Kevin


"boleh aku buka semua kado ini??" tanya Lisa dengan semangat dan mata berkilauan.


"tentu saja, ini hadiah untuk pernikahan kita. Apakah kamu tidak ada niat mengadakan acara pernikahan kita??" tanya Kevin. Bagaimana pun seorang wanita pasti menginginkan acara pernikahan yang akan diadakan sekali dalam seumur hidup.


Lisa menggelengkan kepalanya. "bukan kah semua orang sudah tahu aku sudah menikah?" kata Lisa sambil memamerkan cincin berbentuk bunga dijari manisnya kepada Kevin.


"kamu sudah puas walau hanya itu??"


"tentu tidak Mr K. Kau cukup kaya, apa kamu mungkin hanya memberikanku cincin seperti ini? Kamu tidak ada niat membelikan aku rumah mewah atau mobil mewah? Aku butuh uang untuk bertahan hidup." kata Lisa sambil membuka kado satu persatu


Kevin melihat kearah kado yang dibuka Lisa sambil memegang dagu dengan satu tangannya "aku kira kamu berbeda dengan wanita lain. ternyata sama saja." kata Kevin sambil melamun


Lisa tertawa melihat Kevin yang seperti itu. "kamu ingin mundur sekarang??" tanya Lisa


"sudah terlambat untuk mundur." jawab Kevin.


Lisa kesal dan melemparkan kotak kado kosong kepada Kevin. Lisa menarik otot bibir kirinya sambil melihat Kevin dengan tajam, kotak-kotak kosong dibuang Lisa secara sembarang untuk menunjukkan kekesalannya. "tidak ada kata terlambat dalam hidup selama masih mau berusaha" sindir Lisa

__ADS_1


Kevin berdiri dan berjalan kearah meja untuk mengambil air minum. Kemudian ia duduk dibelakang Lisa dan memberikan gelas berisi air hangat . "minumlah.... biar suasana hati lebih tenang."


Lisa tidak percaya dengan apa yang didengarnya, jelas-jelas Kevin yang memulai membuatnya kesal. Kenapa sekarang seolah-olah dia tidak merasa melakukan kesalahan apapun??


"Hei Mr K... kamu benar-benar...." Lisa tidak melanjutkan ucapannya dengan cepat meneguk air minum yang diberikan Kevin dan menyerahkan gelas kosong kepadanya.


Kevin memeluk Lisa dari belakang sambil berkata, "istri marah harus diberi banyak kesenangan."


Lisa sikut Kevin pelan "pergi sana,,,, sudah membuat istri marah masih berani menunjukkan muka??" protes Lisa dengan wajah cemberut.


Kevin berpura-pura kesakitan dengan sikutan Lisa. Ia meringis kesakitan meminta perhatian dari Lisa.


Lisa mencibirnya "tidak akan berpengaruh padaku. Lanjutkan saja sandiwaranya, besok sudah jadi artis papan atas."


Lisa berdiri mau mengambil tumpukan kado yang lain, Kevin buru-buru menghentikan Lisa "istri duduk saja, biar suami yang bekerja." kata Kevin sambil tersenyum manis. Ada 50 lebih kado setelah dibuka Lisa kebanyakan mereka memberikan perhiasan dan gaun untuk Lisa. Ada juga yang memberikan jepitan dasi dan jas untuk Kevin.


"biasanya seperti itu, karena keluarga yang baru masuk harus mengetahui keindahan dari keluarga kita."


"benarkah??" tanya Lisa tidak percaya


"tentu saja. Kamu sangat cantik, tentu akan lebih cantik jika memakai perhiasan seperti itu."


Lisa melihat kotak perhiasan yang terbuka didepan matanya, memang walaupun berbeda warna batu mulia pada masing-masing perhiasan tapi modelnya hampir semua sama.


"perhiasan ini pasti sangat mahal, apa kalian tidak jatuh bangkrut apabila banyak anggota keluarga yang menikah?? tanya Lisa


Kevin tertawa mendengar perkataan Lisa. "sayang..sebagian besar hadiah yang kamu terima adalah barang-barang bermerek terkenal. Tahu kah kamu, itu adalah salah satu usaha yang dimiliki  Sun Grop, tentu saja tidak akan mahal jika mereka yang membelinya. Mereka hanya tinggal menunjuk model yang mana." Harga beli untuk mereka tentu berbeda dengan orang lain yang membelinya. Jelas Kevin

__ADS_1


Lisa mengangguk paham, 'ternyata tidak seloyal yang ada di pikiranku. Mereka cukup hemat juga dan pandai mengatur pengeluaran dengan bijak. Pantas saja mereka memiliki banyak harta kekayaan. Sepertinya perlu dicontoh' batin Lisa


Dari semua kado yang paling menarik diterima Lisa adalah syal rajutan pasangan lengkap dengan sweater rajutan berwarna putih.


Lisa menempelkan jaket itu ke pipinya, benar-benar terasa lembut. Sepertinya benang yang digunakan adalah kualitas terbaik.


"kamu menyukainya?" tanya Kevin


"ya..."


"sepertinya ini dari ibunya Jennie, karena ia memiliki toko khusus barang rajutan, didalam tokonya juga ada tempat belajar membuat rajutan" jelas Kevin


Mata Lisa bersinar melihat Kevin tanpa berkata apapun. Tapi Kevin sangat paham apa yang ada dipikiran istrinya saat ini.   "baiklah kita akan pergi besok atau lusa." kata Kevin


"terima kasih.." jawab Lisa sambil membuka kado yang terakhir.  "kado ini besar sekali... aku dari tadi penasaran dengan isinya." kata Lisa.


Begitu kado dibuka aroma tidak sedap langsung tercium diruangan. Lisa berteriak histeris melihat isi kado itu. Kevin dengan cepat menutup kembali kadonya dan memeluk Lisa. Nafas Lisa naik turun tidak beraturan, air matanya mulai mengalir di pipinya sambil berkata "aku tidak takut...tidak takut..." Pengawal yang mendengar teriakan dari dalam kamar segera masuk dan Kevin menunjuk kotak kado yang ada dibelakang  Lisa agar dibawa keluar ruangan.


"aku sungguh tidak takut.." kata-kata itu keluar berulang-ulang dari mulut Lisa. Tubuhnya bergetar hebat dan pikirannya berusaha keras menenangkan hatinya.


"aku tahu kamu tidak akan takut dengan hal seperti ini. Tenanglah ada aku..." kata Kevin sambil mengusap lembut pundak Lisa.


Dalam waktu singkat semua kotak hadiah dan juga 'hadiah teror' sudah dibersihkan oleh pengawal Lisa dan Kevin. Lisa duduk bersandar di tempat tidur dan masih terus berkata "aku tidak takut.....aku tidak takut..."


Kevin menghubungi Cindy agar segera datang kekamar mereka agar bisa menenangkan Lisa. Leo dan Cindy dalam waktu singkat datang kekamar Kevin. Leo tidak habis pikir bagaimana mungkin  tingkat keamanan yang sudah sangat ketat bisa lewat hal seperti ini.


"apa saja yang kamu kerjakan, kalau memang anggota kamu tidak bisa melindungi keponakan ku. Lebih baik aku pakai orangku melindunginya. Aku sangat kecewa." Selesai bicara dengan Kevin langsung masuk kedalam ruangan dan menutup pintu kamar.

__ADS_1


Kevin merasa bersalah karena lagi-lagi dengan begitu banyak anggotanya bisa melewatkan hal seperti ini.


__ADS_2