
Rajak dan Fatina memperhatikan Kevin dan Lisa berbicara kemudian perhatian mereka. Secara bersamaan Rajak dan Fatina melihat kearah Valen dan Khay. Valen tersenyum sambil menganggukkan kepada melihat kearah Rajak dan Fatina tanpa merasa beban apapun. Khay hanya menunduk karena menyadari posisinya tersudut sekarang.
Kevin mengakhiri debat bersama Lisa yang sudah membuat semua orang diruangan memperhatikan mereka berdua. Rapat mengabiskan waktu 3 jam. Valen sebagai admin yang akan mencatat pengeluaran barang dan pembelian. Rajak yang akan menjalan usaha di panti asuhan, Fatina akan membantu mengawasi perawat yang menjaga anak-anak. Tugas Khay adalah membantu Rajak dalam memasarkan produk dari panti asuhan ke perusahaan retail Sun Group. Utomo juga memberikan penjabaran yang sangat baik mengenai bangunan yang akan didirikan . Lisa sangat tertarik dengan semua usulan yang sebelumnya disampaikan oleh Rajak dan Kevin bisa dituangkan dalam gambar rancangan yang sangat bagus.
Lisa penuh keyakinan, semua hal sudah ditangani oleh orang yang tepat, suah pasti hasilnya akan sangat baik dan memuaskan.
Selesai rapat, Utomo lebih dahulu meninggalkan ruangan rapat karena urusan pembangunan akan dimulai besok. Khay memulai pembicaraan dengan Lisa dan Kevin
"maaf sebelumnya... kenapa kalian memilih kedua orang tuaku?" tanya Khay.
"semua orang yang terlibat disini adalah orang pilihan Lisa. Aku yakin dia akan memilih orang yang tepat untuk proyeknya. Bukan begitu sayang..." Kevin menatap Lisa sambil meletakkan tangan kanannya di ujung sandaran kursi Lisa
"Percayalah, ayah orang yang sangat hebat. Sungguh sangat disayangkan kalau kemapuan hebatnya dibiarkan tidur." kata Lisa
"kakak ipar, mereka..... orang tua... kakak Khay..." Valen tidak percaya dengan apa yang suah didengarkannya. Valen berbicara sambil menunjuk Fatina dan Rajak secara bergantian. Bisa dengan bekerja sama dengan calon mertua merupakan kesenangan tersendiri baginya.
"kalian ada hubungan apa??" tanya Fatina menunjuk Lisa dan Valen
"Frans asisten pribadiku. Keluarganya juga sangat akrab dengan ku. Valen adalah adik Frans." jelas Kevin kepada Fatina.
Fatina mengangguk dan bertanya lagi kepada Valen "hubungan kamu dengan Khay apa??"
"Ti...."Khay akan bicara
__ADS_1
"aku sangat menyukai kak Khay, tapi dia tidak menerima cintaku bu." Valen menjadi murung ketika menjelaskannya. Suara Khay kalah kuat dibandingkan suara Valen.
Wajah Khay memerah mendengar perkataan Valen dan kemudian menunduk karena dirinya sendiri tidak tahu harus menjawab apa.
"ayah tahu, kamu mengalami masalah yang tidak menyenangkan dengan Sabrina, jangan jadikan itu alasan kamu untuk maju kedepan. Lakukan apa yang menurutmu baik nak. Kami akan mendukungmu." kata Rajak.
"kamu sudah bekerja dengan sangat keras demi kami, kali ini kami akan bekerja demi diri kami sendiri. Jadi mulailah bagun kehidupanmu kembali anak ku." Fatina berkata sambil mengusap pundak Khay.
Banyak hal yang memang dilewatkan Khay, cinta pertamanya kepada Lisa. Jika boleh jujur rasa itu masih ada. Melihatnya setiap hari bertambah cantik bersama Kevin menandakan hidupnya sangat baik. Hal yang memalukan adalah ketika rasa cinta itu masih ada, hidupnya terombang-ambing karena perbuatan Sabrina. Kevin menolongnya dengan syarat agar tidak berdekatan dengan istrinya dan jangan pernah membahas masalah pribadi kepada Lisa lagi.
Sabrina bukan apa-apa dibandingkan Kevin. Sudah ditolong seperti ini tentu saja ia harus membalas kebaikan Kevin. Melihat kedua orang tuanya sangat semangat bekerja bersama Lisa membuat Khay sadar akan sesuatu. Lisa memang jauh lebih baik dibandingkan Sabrina. Wanita ini menolong dengan tulus dan tanpa syarat. Jika saat itu ia memutuskan untuk tetap bersama Lisa sudah pasti sekarang ia hidup bahagia dengannya.
Tidak boleh, mereka berdua sudah sangat baik dengan dirinya dan keluarganya. Ia harus membalas budi kepada mereka. Khay menggelengkan kepalanya secara tiba-tiba ketika memikirkan hal itu. Dalam diam Khay tiba-tiba ia bersuara
"kau punya aku,, kita akan berusaha membangun hidup kita bersama-sama." Valen sangat berapi-api untuk bersama dengan Khay.
"kamu menyukainya??" tanya Rajak.
Kevin dan Lisa saling bertukar pandangan. Kemudian mereka melihat kearah Khay, situasi seperti ini sangat mirip dengan sidang keluarga. Seperti ada wanita yang sedang hami sedang meminta pertanggung jawaban kehamilan kepada keluarga pria. Dimana semua orang ingin memastikan jawaban Khay apakan ia pria yang melakukan hal tersebut atau tidak.
Suasana hening seketika mendadak berubah. Khay mengangguk perlahan, dari caranya mengangguk sebenarnya belum bisa dipastikan apakah ia memang tertarik dengan Valen atau hanya sebagai pelampiasan perasaannya dari Lisa?? Hanya Khay yang tahu jawabannya.
Valen menutup kedua mulutnya yang membentuk huruf O dengan kedua tangannya, ia tidak percaya ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Valen langsung berdiri dan memberi salam kepada Fatina dan Rajak.
__ADS_1
"bapak dan ibu, kali ini saya akan perkenalkan diri saya secara resmi. Nama saya Valen. Umur saya 23 tahun dan sekarang saya sedang menyelesaikan kuliah S2 saya. Mohon terima saya di keluarga ini.." Kata Valen sambil membungkukkan badannya.
Lisa menyandarkan kepadanya di dada Kevin sambil berbisik "memang Valen sangat luar biasa. Memperjuangkan cintanya sampai seperti ini. Aku sangat salut dengan keberaniannya."
Kevin mencium kening Lisa sambil memperhatikan tingkah Valen. Wanita ini sudah dikenalnya sejak 5 sampai 6 tahun terakhir ini. Ia memang selalu terlihat bersemangat mengerjakan apapun. Tapi sungguh sulit dipercaya ia akan mencari cinta dengan cara yang sangat agresif seperti ini.
"kami sebagai orang tua hanya bisa mendukung apa yang menurut kalian hal baik untuk dilakukan. " Fatina berbicara dengan sangat bijak sebagai orang tua membuat suasana ruangan tiba-tiba menjadi sangat hening.
"malam ini ibu dan ayah menginap saja di hotel. Aku akan bantu reservasi." kata Khay memecah kesunyian diruangan rapat.
"tidak,,, ayah dan ibu akan menginap dirumah kami. Bukan begitu suami?" tanya Lisa kepada Kevin.
Kevin mengangguk tanpa berbicara apapun. Semua yang dikatakan Lisa selama hal tersebut baik maka ia akan selalu mendukungnya.
"bagaimana jika aku juga menginap dirumah kakak ipar....." tanya Valen penuh semangat
Khay mengerutkan keningnya melihat Valen "tinggal bersama kakakmu sana..."
"kakak ipar... bujuk kak Kevin agar dia memberikan ku ijin." bujuk Valen
"kamu ini, Frans masih belum menyetujui hubungan kalian berdua. Kau mau aku jadi bulan-bulanan Frans??" Kevin berbicara terlalu jujur membuat Rajak dan Fatina terkejut mendengarkannya
Lisa memukul pelan lengan Kevin. Pria ini sudah membuat kedua orang tua terkejut bukan main, mereka kira masalah mereka bukan hanya karena Khay yang belum bisa melupakan Sabrina tapi juga restu dari keluarga Valen.
__ADS_1