
Ini adalah senin penuh kebebasan bagi Lisa walau hanya sesaat, karena ini pertama kalinya Kevin tidak ikut masuk kelas pada saat kuliah berjalan. Kevin sibuk melakukan video konferensi dengan Khay dan cabang di Inggris. Hari ini adalah hari terakhir Khay akan menyelesaikan tugasnya di Inggris,selebihnya akan ditangani oleh Patrick. Kevin mempercayakan kepada Patrick untuk Game ini. Memang terlalu dini, mengingat Patrick belum begitu lama sadar dari tidur panjangnya. Melihat perkembangan Patrick dalam pelajaran dan membantu papanya dalam menjalan usaha Kevin merasa bisa mempercayakan pengembangan Game di Eropa kepada Patrick.
Tentu saja Sun Group tidak akan meninggalkannya sendiri, akan ada asisten pribadi yang membantunya lebih berkembang. Tidak hanya dalam ilmu pengetahuan tapi juga dalam hal menjalankan bisnis. Kevin percaya Patrick bisa dipercaya untuk menjalankan semua ini. Bukan tanpa alasan Kevin memberikan kepercayaan terbesarnya terhadap proyek pertama Lisa, ikatan masa lalu yang kuat diantara mereka adalah salah satu pertimbangannya.
Lisa keluar dari ruangan kuliah jam 10 pagi dan Kevin terlihat masih sibuk dengan video konferensi nya. Ia memilih tidak ikut campur dan hanya memberikan kode kepada Kevin kalau ia sudah selesai dan harus segera kembali kekantor karena hari ini jadwal Angel mengunjungi proyek perumahan yang sedang ditangani Lisa. Kevin melihat Lisa melambaikan tangan kepadanya dan menunjuk kearah parkiran. Kevin hanya mengangguk dan berjalan mengikuti arah Lisa berjalan.
Lisa melihat kearah luar jendela, karena Kevin terlihat masih sangat sibuk dengan urusannya. Dan itu berlangsung sampai ke kantor. Lisa dan Kevin masuk keruangan kantor masing-masing. Lisa mulai kesibukan mengurus perumahan begitu juga Kevin yang sibuk dengan usaha di Eropanya.
Seharian mereka sangat sedikit berbicara, karena masing-masing memiliki kesibukan sendiri.
*******
Sesuai dengan kesepakatan, Rajak dan Fatina datang kekantor Growth Ltd. Angel menunggu mereka dilobi. Begitu sampai bertepatan dengan jam makan siang. Lisa menjamu mereka dengan makanan yang memang sudah persiapkan Lisa sebelumnya. Lisa sangat senang melihat Fatina, ia memeluk Fatina sebagai sambutan atas kedatangannya. Belum memulai makan Kevin masuk kedalam ruangan Lisa bersama Khay.
Lisa terkejut karena Khay terlihat masih melakukan video konferensi dengan Kevin. Lisa menunjuk Khay dengan tidak percaya
"kakak senior??" tanya Lisa memastikan pengelihatannya
Khay tersenyum kepada Lisa dan dia pun terkejut melihat kedua orang tuanya ada diruangan Lisa.
"ayah dan ibu kenapa ada disini??" tanya Khay penuh tanda tanya
"Lisa dan Kevin meminta ayah membantu menjalankan usaha yang akan dijalankan Lisa di desa bunga." jawab Rajak
__ADS_1
Khay dengan tatapan masih tidak percaya melihat kearah Lisa dan Kevin secara bergantian.
"ayah sangat hebat dalam berbisnis. Idenya benar-benar masuk di pikiranku. Sungguh sangat disayangkan orang sehebat ayah tidak dimanfaatkan potensi bisnis yang dimilikinya. Apalagi untuk banyak orang." jelas Lisa
"ayah,,,, kamu memanggil ayah kepada ayah..ku??" Khay penuh dengan kejutan di pagi ini. Begitu sampai dari Inggris, ia istirahat sejenak kemudian kekantor dan menemukan kedua orang tuanya. Dan kali ini seseorang wanita yang dulu dicintainya dengan sangat fasih mengatakan ayah kepada ayahnya. Benar-benar tidak terduga, dalam waktu singkat Lisa sudah disambut dengan baik oleh kedua orang tuanya.
"kenapa???" tanya Fatina..
"Lisa dan Kevin sangat baik. Kami sudah menganggap mereka seperti anak sendiri. Lihat Kevin sangat pintar memilih istri yang cantik dan pintar. Ibu harap kamu bisa menikah dengan wanita seperti Lisa." Fatina mengutarakan keinginan dalam hatinya kepada Khay.
Kevin membesarkan matanya mendengar perkataan Fatina, ia tidak suka dengan perkataan Fatina yang sudah mengatakan menginginkan calon istri Khay seperti Lisa. Lisa secara tidak sengaja melihat emosi di wajah Kevin
"ibu, aku dan Khay pernah satu kampus, kebetulan dia adalah kakak senior aku di kampus dulu. Dia termasuk orang yang sangat populer. Ibu akan sangat mudah mendapatkan menantu dengan tipe yang ibu sukai. Kalau aku sudah sangat puas dengan pria yang berdiri didepan pintu sana." kata Lisa sambil melihat kearah Kevin yang sudah langsung tersenyum mendengar pujian Lisa.
Kevin duduk disamping Lisa, dan Khay duduk disamping Fatina. "mari kita makan siang dahulu baru membahas pekerjaan" kata Lisa.
Situasi makan penuh dengan suasana kekeluargaan. Kevin seperti biasa sangat pendiam, pria ini memilih menjadi seorang pendengar yang baik. Selesai makan Lisa membawa Rajak dan Fatina ke ruang rapat. Utomo sudah menunggu mereka dari beberapa menit yang lalu.
Ketika Kevin akan memulai rapat, pintu ruangan diketuk. Kevin memberi ijin dan orang tersebut masuk kedalam ruangan. Valen masuk kedalam ruangan dengan kemeja putih dan celana panjang berbahan kain berwarna hitam. Rambutnya sudah dipotong pendek.
"selamat siang kakak ipar...." sapa Valen dengan senyum bersalah karena terlambat hampir 1 jam.
Kevin mengerutkan keningnya "kenapa kamu disini..."
__ADS_1
" aku yang memintanya datang," jelas Lisa
"tapi kenapa ..." Kevin tahu Frans tidak suka adiknya mendekati Khay. Jika Kevin tidak salah tebak pasti ia meminta Valen ikut membantu proyek Lisa
"sayang....sebentar lagi aku akan melahirkan. Aku tidak akan punya banyak waktu untuk urusan kantor dan usaha baruku. Aku perlu ditemani oleh orang-orang yang memang bisa aku percaya untuk mengelola semua nya seperti katamu. Anak-anak kita perlu mama yang menjaga mereka." jelas Lisa
Mendengar istrinya ada niat tidak bekerja lagi membuat Kevin senang. Selama ini ia memang menginginkan Lisa selalu berada dirumah dan tidak perlu bekerja. Ia lebih suka Lisa menikmati hidupnya. Pergi berbelanja, ke salon, menghabiskan waktu bersama temannya dibandingkan bekerja. Bekerja membuat Lisa semakin keras kepala menurut Kevin.
"apa fungsi Valen....." tanya Kevin
"Valen akan aku jadikan admin yang bertanggung jawab dalam hal data penjualan dan juga data pengeluaran panti asuhan."
"sayang...dia tidak pernah bekerja sebelumnya." protes Kevin
"dia hampir lulus dan mendapatkan gelas masternya. Aku yakin dia orang yang tepat "
"kenapa tidak Angel saja...."
"Angel bertanggung jawab untuk urusan kantor. Valen bertanggungjawab dengan urusan panti asuhan dan bisnis mikro yang akan kamu kerjakan "
"kamu tahu hubungan dia dan Khay... Frans tidak akan senang mereka sering bertemu."
"maka dari itu bantu lah aku menjelaskan dengan Frans. Ini adalah impian ku. Proyek ini adalah hal terakhir yang ingin aku kerjakan sebelum aku benar-benar fokus dengan anak kita dan dengan dirimu. Tolong bantu aku."
__ADS_1
Percakapan suami istri ini menjadi sorotan tajam bagi Rajak dan Fatina. Siapa Valen.... Apa hubungan Khay dan Valen....