Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
jawaban dari semuanya..


__ADS_3

Roy melipat kedua tangannya di dadanya kemudian mentap kearah Santoso "sebaiknya besok, Sun Group membuka salah satu usaha 'penyewaan dektektif' " sindir Roy.


"aku paham kamu tidak terima saat ini, tapi setidaknya dengarkan dahulu Kevin bicara." sanggah Santoso


Roy mengangguk sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


Salah satu pengawal memberikan tab kepada Cindy dan memberikan catatan kecil kepadanya


'bantu periksa kejujuran mereka' Lisa melihat catatan yang ada ditangan Cindy, ia tahu ini adalah tulisan tangan Kevin. Cindy kemudian berbisik kepada pengawal Lisa untuk memberikannya ruangan kamar untuk melihat semuanya  tanpa ada tekanan dari siapapun.


A mempersilahkan Cindy masuk kedalam kamar mereka dan membuka pintu ruangan itu. Untungnya Patrick, Roy dan Jannie duduk membelakangi Cindy, Lisa dan Caroline. Leo memperhatikan Cindy masuk kedalam ruangan kamar pengawal Lisa, ia pun mengikuti Cindy kedalam ruangan. Leo tidak bicara apapun kepada Cindy hanya membaca keadaan yang ada diruangan tersebut. Cindy duduk dikursi yang ada diruangan tersebut dan Leo berdiri dibelakang Cindy dan memperhatikan layar tab yang sedang dilihat Cindy dengan serius.


"langsung saja, kenapa kamu mencurigai kami bertiga?? Berikan penjelasanmu dimulai dengan Patrick" kata Roy yang selalu tidak menyukai basa basi dalam bicara.


"kenapa Patrick?? bagaimana pun peristiwa ini terjadi dikamarnya. Orang yang paling berpeluang melakukan kejahatan paling utama adalah dia, dia memiliki banyak ruang dan waktu untuk melakukan hal itu.. Ditambah lagi dia orang yang paling memiliki dendam kepadaku karena peristiwa 20 tahun yang lalu." jelas Kevin


Patrick terlihat terkejut dengan perkataan Kevin namun ia tidak menyanggah satu katapun. Memang benar kejadian 20 tahun sedikit banyak ada pengaruhnya dengan kehidupan Patrick yang banyak tertinggal. Hal yang harus diselesaikannya setelah sadar adalah mengejar ketertinggalannya dalam hal pendidikan. Diusia yang sudah kepala 3 bagaimanapun sudah seharusnya berada pada tingkat kemapanan, sudah memiliki karir dan istri. Semua hal itu terlewati begitu saja, tapi syukurnya keluarganya mendapat banyak suntikan dana dari Santoso. Jadi, bukan hal yang sulit dipikirkannya saat ini.


Santoso menganggukkan kepala, dan bertanya lagi. "kenapa dengan Roy???"


"Hadiah dari Roy adalah satu-satunya hadian yang tidak kami temui dalam tumpukan hadiah yang diberikan" jelas Kevin


"lantas kalian menuduh aku karena tidak menemukan hadiah itu??" protes Leo

__ADS_1


"Seperti yang aku bilang tadi, tersangka utama tetap Patrick. Karena bisa saja dia mengganti hadiah dari mu, karena dia memiliki ruang dan waktu yang cukup untuk melakukannya."


"kalau kamu sudah mendapatkan tersangkanya, kenapa tidak langsung menangkapnya dan berbelit-belit dengan aku dan Jannie diruangan ini."


Kevin tersenyum tipis "benar Patrick bisa melakukan hal itu, tapi yang aneh dalam hal ini tidak ada sidik jari lain dikotak hadiahmu selain sidik jari kau dan aku"  kata Kevin dengan santai


"dikotak hadiahmu itu yang kami temukan benda yang mengerikan, seharusnya tidak kami terima saat itu." lanjut Kevin.


"kalau dikotak itu hanya ada sidik jarimu dan sidik jariku berarti yang bisa dicurigai hanya kau dan aku. Karena sama dengan asumsi mu dengan Patrick, kamu juga memiliki ruang dan waktu untuk merubah isi kado itu menjadi teror seperti yang kamu katakan."


"benar katamu." jawab Kevin sambil menganggukkan kepalanya.


"aku juga memiliki kesempatan untuk melakukan teror kepada Lisa, kapan lagi aku bisa melakukan hal seperti ini..." kata Kevin sambil tersenyum licik.


Lisa tersenyum mendengar perkataan Caroline, rasa takutnya mulai meredah. Rangkulan Caroline dan usapan lembut dilengan Lisa membuatnya merasa lebih tenang.


"apalagi aku mendengar kalau hanya kamu yang ada diruangan kamar mu sampai Lisa datang dan kalian membuka kado. Bukan kah begitu??" Kata Roy yang mulai menyudutkan Kevin


"benar sekali perkataanmu, tapi kamu jangan salah. Jannie yang membawa semua kotak hadiah keruangan Patrick juga mempunyai peluang. Dia bisa saja memasukkan sesuatu dalam kotak yang dibawanya dan kemudian menggantinya dengan kotak hadiahmu. Karena aku melihat ia mengenakan sarung tangan berwarna putih ketika masuk kedalam ruangan Patrick dan ketika keluar mengenakan sarung tangan dengan warna merah."


Kevin menatap tajam kearah Jannie dan Jannie pun menatap kearah Kevin dan mengatakan apapun. Ia memang mengganti sarung tangannya karena terkena tumpahan jus jeruk diruangan Parick, tapi ia mengatakan apapun hanya mengangguk.


"apa kamu ingin mengatakan sesuatu??" tanya Santoso

__ADS_1


Jannie menggelengkan kepalanya "Kevin ada CEO Sun Group. Seorang CEO tidak mungkin berbicara tanpa bukti. Dia pasti sudah melakukan analisa yang dalam mengenai hal ini. Aku lebih berpikir kita lihat saja bagaimana semuanya berakhir."


Roy tidak puas dengan perkataan Jannie dan Patrick, "kamu terima saja dengan tuduhan dia?? Ada apa dengan kalian berdua?? Apa karena dia petinggi Sun Group kalian takut dengan dia?" Roy melihat kearah Jannie dan Patrick bergantian sambil menggelengkan kepalanya.


"sebaiknya cepat katakan kepada kami siapa pelakunya. Kamu hanya mengulur waktu. Pagi ini aku ada kelas dengan mahasiswaku. Jangan membuang waktuku yang berharga."


Ponsel Kevin berdering, ia menjawab panggilan masuk... "ya... baiklah.." kemudian memberikan kode kepada E untuk membuka pintu. Kevin bangkit dari tempat duduknya dan masuk kedalam kamar tempat Cindy. Kevin menutup pintunya.


"bagaimana???" tanya Kevin


"aku sudah dapat petunjuknya, tapi aku butuh memastikan sekali lagi. Bisa kah kamu memancingnya berbicara lagi." pinta Cindy


"akan aku usahakan.."


"terima kasih, dia sangat tenang saat ini. Bahasa tubuhnya sedikit sulit diindentifikasi ."


"tidak masalah" kata Kevin sambil membuka pintu, didepan pintu J sudah didepan pintu dan terlihat berbisik dengan Kevin sambil menyerahkan dokumen.  Kevin mengangguk dan kembali kedalam kamar. Membaca setiap lembar kertas tersebut. Kening Kevin terlihat semakin berkerut, Leo memperhatikannya dan tidak bertanya. Ia memberhatikan istrinya yang sedang konsentrasi melihat layar tab dan Kevin yang sedang melihat catatan. Tidak ada salah satu dari mereka yang mau menceritakan sebenarnya apa dan siapa yang mereka curigai.


Santoso masuk kedalam ruangan bersama seorang kepala polisi. Mereka berdiskusi berempat, Leo merasa terabaikan berdiri dibelakang Cindy. Polisi tadi sempat menanyakan kepada Kevin kenapa Leo ada diruangan itu. Kevin menjelaskan kalau ia adalah suami Cindy dan paman dari istrinya yang saat ini sedang membantu mereka memecahkan masalah.


Perkataan Kevin memang sedkit menghibur Leo, tapi kata-kata tidak seindah kenyataannya. Ia menjadi satu-satunya orang yang terabaikan didalam ruangan itu. Lamunan Leo terpecah ketika menengar Kevin berkata


"memang dia tersangkanya.... sesuai dengan perkiraanku... Mari kita keluar dan ungkapkan semuanya " kata Kevin

__ADS_1


__ADS_2