Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
Leo dan Cindy


__ADS_3

Lisa dari pagi sudah sibuk dengan dokumen yang harus dibaca untuk diserahkan kepada Kevin. Leo masuk kedalam ruangan Lisa setelah mengetuk pintu. Walau Lisa belum memberi izin, pria ini masuk tanpa persetujuan dari Lisa. Ya, seperti itu lah Leo.


"aku lapar, apakah ada sesuatu didalam kulkas mu...." tanya Leo. Lagi-lagi tanpa persetujuan dari Lisa, Leo membuka kulkas yang ada diruangan Lisa.


"waah... luar biasa, bahkan kulkas dirumah ku tidak selengkap ini." Leo mengambil kue dan keripik kentang dari kulkas Lisa tanpa merasa bersalah.


"kamu kenapa sibuk sekali?? Aku yang rapat dari pagi saja tidak seperti kamu sibuknya."


Lisa menurunkan kacamata nya. Melihat Leo dengan tatapan tajam. "aku ada urusan siang ini, jadi harus cepat selesaikan laporan. "


Mata Leo berbinar-binar senang. "apakah aku boleh ikut??? "


"tidak. bukan kah kamu ada rapat jam 3 sore ini...."


"yaa.... sekarang masih jam 11. Masih ada 3jam lebih lagi waktu bebas ku. " Leo mencoba membela diri.


"kamu tidak akan suka dengan tempat tujuan ku. Sebaiknya tidak usah ikut". jelas Lisa.


Leo terlihat mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang. "Kevin, aku akan pergi menemani Lisa pergi. Apakah kau mengizinkan nya???"


Lisa mengerutkan keningnya, bagaimana mungkin Leo menjadi sangat akrab dengan Kevin hanya dalam waktu singkat. Lisa merebut ponsel Leo. Ia curiga kalau Leo membohongi nya dengan pura-pura menghubungi Kevin. Lisa melihat layar ponsel Leo memang nomor Kevin.


"Halo ... Kevin."


"ya sayang.. ini aku." jawab Kevin santai.


Lisa melihat layar ponsel Leo dan melihat Leo bergantian. Ada apa ini....kenapa melihat kejadian ini perasaan Lisa jadi tidak tenang. Lisa mengaktifkan speaker ponsel Leo.


"sejak kapan kalian berdua sangat akrab?? "tanya Lisa penasaran.


"semalam ada kejadian yang tidak mengenakkan. Aku hanya takut ada hal yang tidak diinginkan terjadi kepadamu. Jadi aku minta Leo menjagamu. " jelas Kevin

__ADS_1


"aku tidak percaya. Kamu akan mempercayai pengawal mu dari pada orang dihadapan ku ini. Bukan itu dirimu yang sebenarnya.... Apa terjadi sesuatu...Apa Leo melakukan sesuatu kepada mu...." tanya Lisa penasaran.


Kevin tersenyum mendengar istrinya berbicara. "tidak sayang. Kamu tetap akan pergi dengan pengawal kita. Dia hanya sebagai tameng. Apabila ada yang melakukan hal jahat kepadamu, kamu berikan saja dia."


Lisa mengangguk puas. Ini baru Kevin. Tidak mungkin Kevin melakukan sesuatu tanpa ada alasannya. "baiklah, kami makan siang dahulu baru pergi ke dokter."


"ok. Aku juga mau tidur. Love you honey"


Leo membesarkan matanya. "asam kalian berdua. Tega sekali menebarkan aroma cinta didepan orang jomblo seperti aku." Leo merebut ponselnya dari Lisa dan langsung mematikan sambungan teleponnya.


"status jomblo kamu hanya hitungan hari, besok juga sudah berganti dengan wanita lain." kata Lisa acuh tak acuh kepada Leo.


"aku peringatkan, kamu yang meminta ikut ya. Kamu harus temani aku sampai bertemu dokterku" Lisa berusaha memperingatkan Leo agar tidak main-main dengan keputusannya kali ini.


"suami-istri sama-sama suka menyakiti orang. Yang satu manusia serigala yang satu lagi wanita rubah. Kamu tenang saja. Aku tidak mungkin lari." Leo menggelengkan kepalanya sambil memukul dadanya dengan sombong.


Sisca mengetuk pintu ruangan Lisa dan membawa makan siang untuknya. Mata Kevin tertuju pada Sisca yang memiliki tubuh proporsional dan wajah yang cantik dengan rambut pendeknya. Ia terlihat lebih energik dan menarik.


Lisa melempar pulpennya kearah perut Leo dengan pelan, tapi membuat Leo terkejut karena ia sedang sibuk menikmati kecantikan wajah Sisca. "raja kegelapan. Berhenti menganggu sekertaris ku. Apa kamu bosan hidup??""


Sisca meletakkan makan siang Lisa dimeja tamu ruangannya. " nona silahkan makan." kata Sisca.


"terimakasih". jawab Lisa


Sisca mengangguk dan meninggalkan ruangan Lisa.


"bukankah dia sangat cantik???" tanya Leo


"bukan. aku lebih cantik karena aku sudah menikah dan dia belum. Aku lebih laku keras dibandingkan dia." jawab Lisa bangga.


Leo berjalan kearah meja tamu ruangan Lisa. Makanannya benar-benar terlihat sangat enak.

__ADS_1


"berani kamu sentuh makan siang ku, kedua pengawal ku akan menyiksa kamu habis-habisan." ancam Lisa kepada Leo.


Leo menelan ludah. Pengawal Lisa terlalu berbahaya untuk dilewati orang sepertinya. "cepat kamu makan, aku akan makan kue kamu saja" jawab Leo dengan wajah sedih.


"ya sudah mari makan bersama." kata Lisa


wajah Leo berubah senang. "kamu memang sahabat terbaik." sambil mengedipkan matanya kepada.


"berhenti tebar pesona kepada ku. Aku tidak akan tergoda kepadamu." Lisa berjalan kemeja tamu dan membuka semua menu makan siang nya. Mereka berdua pun makan siang bersama. Tidak dengan tenang, tapi dengan perselisihan seperti biasa.


****


Lisa dan Leo sampai di tempat praktek dokter Cindy. Leo tiba-tiba memiliki firasat buruk tentang hal ini.


"aku rasa aku menunggu didalam mobil saja. Kamu saja yang masuk."


Lisa tersenyum licik. Lisa melihat kearah A dan B. "bawa dia kedalam" kata Lisa dengan tatapan mata lurus kearah pengawalnya.


"Lisa, kenapa kamu begitu tega kepadaku...." Leo memohon kepada Lisa, tapi terlambat.


" Sudah sampai ditujuan, kenapa harus mundur. Bukan kah tadi kamu yang sesumbar dengan perkataan mu...." Lisa sampai didepan ruangan Cindy dan mengetuk pintunya.


Leo menggelengkan kepalanya sambil memohon kepada Lisa agar melepaskan diri nya kali ini. Lisa menggeleng kan kepalanya. Lisa tidak akan merubah keputusannya kali ini.


Cindy membuka pintunya dan melihat Lisa dan pria dibelakangnya sangat tidak asing baginya. Pria yang berani berbohong kepadanya.


"kamu bawa pengawal baru?? Aku rasa dia lebih pantas menjadi pengangkut sampah di rumahmu." Cindy melirik sadis kearah Leo.


Cindy menarik tangan Lisa, dan ketika Leo akan masuk pintu ditutup dengan keras oleh Cindy. "maaf, tadi tanganku tidak sengaja menutup nya." Cindy tersenyum melihat Leo yang terkejut dan nyaris pintu mengenai wajah tampannya.


Senyum diwajah Cindy langsung berubah menjadi dingin hanya dalam hitungan detik. "silahkan masuk" kata Cindy singkat.

__ADS_1


Leo lagi-lagi menelan ludahnya sendiri. Tidak ada gunanya kabur. Dan tidak ada jalan untuk kabur. Pengawal Lisa ada 6 orang yang semuanya berbadan dengan otot besar seperi badan pegulat WWE. Melihatnya saja Leo merinding, apalagi harus berurusan dengan mereka.


Dengan ragu, Leo membuka pintu ruangan praktek Cindy. Kedua wanita ini duduk sambil melihat kearahnya, dengan tatapan serius. Keringat Leo tiba-tiba keluar dari keningnya. Ia tidak pernah khawatir kepada para wanita seperti saat ini. Tidak ada pilihan baginya. Leo duduk dihadapan kedua wanita ini yang bersiap melakukan sidang perbuatan tidak menyenangkan kepadanya.'


__ADS_2