
Lisa tidak bisa melihat apa yang terjadi, karena pengawalnya berdiri tepat didepan pintu mobil Lisa. Ia dikunci didalam mobil. Lisa sangat kesal, kenapa pengawalnya hanya menonton dan bukan menolong. Sebenarnya mereka digaji untuk apa... Batin Lisa berkelahi dengan dirinya sendiri.
Satu sisi ia menyalahkan dirinya sendiri kenapa tadi tidak mengabaikan mereka yang berbicara kepadanya. Disisi lain Lisa tidak pernah tahu Kevin apakah bisa bela diri atau tidak. Bagaimana jika pria ini babak belur karena berkelahi. Bagaimana jika mereka menggunakan rekaman kamera pengawas untuk menjatuhkan Kevin sebagai seorang pengusaha.
Lisa mengetuk kaca pintu mobil, tapi A tidak merespon dirinya. Ia hanya menoleh kebelakang kemudian berdiri tegak lagi menutupi penampakan Lisa dari kejadian didepannya. "menyingkir dari hadapan ku" teriak Lisa.
Lisa mencari-cari apa yang bisa digunakan untuk memecahkan kaca mobilnya. Semua pengawal mengelilingi mobilnya. Hanya bagian depan yang mungkin bisa dipecahkan kacanya. Lisa membuka semua tempat penyimpanan didalam mobil, tidak ada benda keras yang bisa digunakan. Lisa melihat ada kunci mobil masih melekat di mobil. Lisa tidak pernah membawa mobil sebelumnya. Tapi ia ingat urutan Kevin ketika membawa mobil dan pernah melihat Kevin membawa mobil semalam.
'Semoga tidak salah.' batin Lisa.
Posisi perseneling N. Rem tangan terlihat kebawah, mesin mobil hidup. Hanya ini yang bisa dilakukannya untuk menyelamatkan Kevin. Lisa berpindah ke posisi pengemudi, memasang sabuk pengaman, menarik rem tangan kemudian menginjak pedal gas. Lisa menginjak gas perlahan membuat mobil bergerak. Lisa melihat tembok didepannya, dengan penuh semangat Lisa menginjak gas dan membenturkan mobil ke tembok tidak jauh dari mobilnya.
Lisa bergerak cepat bersamaan dengan perkelahian akan dimulai. Suara benturan yang kuat mengejutkan Kevin. Kevin tidak menyangka hal tersebut akan terjadi.
"Lisa..." teriak Kevin
"urus mereka" kata Kevin kepada pengawalnya dan berlari kearah mobil yang mulai keluar asap. Petugas keamanan hotel segera membawa tabung pemadam api karena terlihat ada asap di depan mobil. Kevin berlari seperti orang gila dan membuka pintu mobil. Melihat Lisa tersenyum didepan air bag yang terbuka menahan tubuhnya dari benturan.
Nafas Lisa tidak beraturan "syukurlah,,, kamu baik-baik saja." Lisa keluar dari mobil sambil tersenyum di bibirnya.
Kevin sangat panik menggendong Lisa keluar dari dalam mobil. Andi langsung menghentikan mobil Kevin yang dibawanya tepat dihadapan mereka .
"kerumah sakit" kata Kevin kepada Andi
"tidak, kekantor saja." sanggah Lisa
"sayang, kamu perlu diperiksa."
__ADS_1
"tidak ada masalah dengan ku,kamu tenang saja." Lisa berusaha menenangkan hati Kevin.
"kerumah sakit sekarang." tiga kata yang diucapkan Kevin penuh penekanan.
"TIDAK. kekantor" Lisa juga tidak kalah keras kepala.
Pak Andi melihat kearah spion perkataan mana yang harus didengarnya. Dia sangat bingung. Kedua bosnya saling menunjukkan kekuatannya masing-masing.
Kevin menatap Andi dengan tajam, ia tidak bisa menghindar dari bos utama ini. Kekuatan dalam membuat orang tertekan sangat kuat. Lisa sadar tidak bisa melawan Kevin dengan kekerasan. Satu-satu cara untuk mengatasi Kevin adalah dengan kelembutan.
Lisa menatap Kevin sambil cemberut. Kevin menatap Lisa seperti tanpa perasaan. Lisa
Lisa mendekati Kevin, duduk di pangkuannya. Kedua tangannya melingkar dileher Kevin. Kepala Lisa bersandar di dada Kevin. Detak jantung pria ini meningkat, Lisa bisa merasakannya. Sepertinya Kevin memang sedang marah. Tangan Kevin hanya diam disisi samping kakinya. Lisa melihat Kevin terlalu cuek padanya.
Lisa menarik kedua tangan Kevin dan melingkarkan di tubuhnya. Kevin menjatuhkan lagi tangannya, terlihat jelas ia tidak ingin memeluk Lisa karena ia tidak patuh. Lisa menekan tombol didepannya dan menutup ruangan antara mereka dengan supir. Setelah tertutup Lisa mencium pipi Kevin. Pria ini tetap tidak bereaksi sama sekali. Lisa mencium pipi sebelah Kevin lagi. Kevin melihat kearah Lisa masih dengan tatapan tidak peduli.
Lisa tidak mau kalah dengan keadaan, ia bergerak lebih agresif dengan mencium bibir Kevin. "maafkan aku..." kata Lisa sambil menunjukkan wajah sedih. Kevin menatap Lisa dengan tanpa ekspresi. Hati takut bercampur sedih, pria ini kenapa menatapnya seperti ini. Apa dia sudah tidak mencintai dirinya lagi?? Pikir Lisa.
"kamu tahu, jantungku terasa berhenti berdetak melihatmu melakukan hal tadi." kata Kevin tanpa ekspresi.
Lisa memegang dasi Kevin dan mempermainkan ujung dasi dengan wajah cemberut.
"aku tidak mau kamu terluka. Bagaimana jika karena kamu berkelahi ada banyak berita buruk tentangmu..."
"itu tidak akan mungkin, hotel itu milik Sun Group, jika ada berita miring tentangku akan sangat mudah bagiku memblokir berita itu."
Lisa memegang ujung dasi Kevin "tetap saja aku tidak bisa membiarkan orang yang aku cintai terluka."
__ADS_1
Kata kunci berhasil diucapkan LIsa dengan sempurna. "Pak, kita kekantor." kata Kevin kepada Andi.
Lisa sangat senang. Ia memeluk leher Kevin "terima kasih, aku mencintaimu." Lisa mencium pipi Kevin dan bermanja dengan prianya.
"aku tidak mau kamu membawa mobil lagi. sangat berbahaya." kata Kevin kesal
Lisa mengangguk
"jangan bicara dengan pria asing lagi."
Lisa mengangguk lagi.
"jangan pergi tanpa aku."
Lisa mengangguk lagi lebih kuat.
Lisa masih berada dipangkuan Kevin dan menyandarkan kepalanya di dada Kevin ketika mereka sampai di kantor. Pak Andi membuka pintu. Lisa yang terlihat sedang bermanja dengan Kevin terlihat oleh karyawannya, karena kebetulan sekarang adalah jam istirahat siang.
Kevin turun dari dalam mobil sambil menggendong Lisa. "hubungi dokter untuk memeriksa Lisa sekarang." perintah Kevin kepada Frans yang menunggunya didepan pintu kantor.
Frans melihat Lisa yang tertidur di pelukan Kevin merasa tidak tega melihatnya. Bagaimana mungkin bosnya rela menyuruh kakak iparnya bekerja dalam kondisi sakit. Ternyata bosnya benar-benar berhati dingin. Frans menghubungi salah satu dokter langganan Kevin dan memintanya datang kekantor.
Lisa terlalu malu membuka matanya, ia lebih memilih membenamkan wajahnya dalam pelukan Kevin. Lisa sudah bisa merasa ada banyak tatapan mata yang mengarah kepadanya sekarang. Ia yang jelas-jelas memastikan peraturan di kantor hubungan Kevin dan Lisa murni sebagai atasan dan bawahan. Kali ini lagi-lagi ia mematahkan sendiri aturan yang dibuatnya.
Sampai diruangan Kevin ingin membaringkan Lisa tapi ia menolak. Lisa memilih berada dipangkuan Kevin sebentar lagi baru melepaskannya.
Dokter datang dan Lisa masih duduk dipangkuan Kevin. Kevin menjelaskan peristiwa yang baru dialami Lisa. Frans menutup mulutnya, ia tidak percaya Lisa baru mengalami kecelakaan mobil.
__ADS_1
Lisa enggan turun dari pangkuan Kevin. Setelah memeriksa keadaan Lisa, tidak ada masalah yang serius. Lisa hanya mengalami penurunan kadar gula dalam darah. Kevin baru ingat Lisa belum makan dari pagi. Dan memberi kode kepada Frans agar membeli makan siang untuk dirinya dan Lisa.
Frans segera melaksanakan perintah Kevin dengan cepat agar sang kakak ipar kembali sembuh.