
Kevin mendudukkan Lisa ditempat tidur. "tenang lah" kata Kevin kesal
Lisa terdiam, ternyata apa yang dipikirkannya tidak seperti kenyataannya. Kevin menunjukkan alas bedak kepada Lisa. Lisa mengenali merek yang dipegang Kevin.
"dari mana kamu mendapatkan ini..."
"di tasmu. Ini dari Sebastian??"
Lisa mengangguk. Lisa tidak paham apa yang mau dilakukan Kevin. Ia tidak pernah menggunakan alat make up begitu lengkap sebelumnya.
Kevin menyamarkan bukti cintanya ditubuh Lisa menggunakan alas bedak itu. Lisa melihat dari kaca bedak dan merasa takjub dengan perbuatan Kevin
"dari mana kamu tahu hal seperi ini." tanya Lisa penasaran. Dengan cepat Lisa menutup bedaknya dan melihat Kevin dengan penuh curiga
"sudah berapa wanita yang kamu buat seperti ini??" tanya Lisa
"aku menceritakan kesalahan yang aku buat kepada mami dan dia memberikan solusi seperti ini." Jawab Kevin dengan polos.
"benarkah??" tanya Lisa pura-pura tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kevin.
"tentu saja, aku tidak pernah mengetahui peralatan kosmetik seperti ini,"
"cara kamu memakaikan kepadaku seperti sudah terlatih."
Kevin menatap tajam Lisa, Lisa merasa terancam dengan pandangan mata Kevin. Tapi ia harus terlihat tetap tenang, jika gugup pria ini akan mengintimidasinya sampai ia lelah. Dengan sisa tenaga yang dimilikinya Lisa menantang Kevin "apa..."
Kevin tersenyum melihat keberanian istrinya yang saat ini ia tahu tenaga yang dimilikinya sudah berkurang 80 persen. Kevin mengedipkan mata kanannya kepada Lisa. Secara spontan Lisa merinding didepan Kevin.
__ADS_1
'pria ini apa tidak ada kata lelah di otak dan tubuhnya' pikir Lisa. Dengan cepat Lisa merebut alas bedak ditangan Kevin dan membawanya kedepan cermin. Kevin menahan tawanya melihat istrinya yang tersipu malu.Sangat mudah membuat Lisa malu seperti ini bagi Kevin.
Lisa memakai pakaiannya dengan cepat dan kemudian duduk dimeja rias. Lisa melihat kearah lehernya, semuanya sudah tertutup dengan sempurna. Kevin berdiri dibelakangnya, tersenyum manis. Ia sudah selesai mandi, rambutnya masih basah, dengan telanjang dada Kevin mengeringkan rambutnya dibelakang Lisa sambil melihat kearah kaca. Pandangannya tertuju pada Lisa. Lisa melihat kearah Kevin dan mulai merasa ancaman ada didekatnya. Lisa berusaha mengabaikan Kevin. Ia menggunakan make up yang diberikan Sebastian. Kevin yang tadi tersenyum memandang Lisa, kali ini begitu Lisa menggunakan pelembab, bedak, eyeliner, eye shadow dan lipstik berwarna merah muda tampilan Lisa berubah menjadi lebih cantik. Kevin tidak senang melihat istrinya cantik, apalagi hari ini ada rapat dengan beberapa orang yang ada prianya.
"kenapa?? mau coba?? " tanya Lisa sambil menunjukkan lipstiknya kepada Kevin untuk menggodanya.
Kevin dengan cepat membungkuk dan memberikan ciuman kepada Lisa. Lisa memukul dada Kevin. Ia sudah mandi dan berdandan secantik ini. Pria ini merusak penampilannya, benar-benar tidak bisa dimaafkan. Kevin melepaskan ciumannya, Lisa dengan susah payah mengatur nafasnya kembali normal.
"ada aroma strawberry, aku mau coba lagi" goda Kevin
Dengan cepat Lisa menutup bibirnya, pria ini benar-benar berbahaya. Lisa memasukkan alat make up nya kedalam tas dan keluar dari dalam kamar. Lisa buru-buru mengambil semua peralatannya dan keluar dari dalam kamar hotel dan memilih menunggu Kevin dilobi hotel.
Lisa memperbaiki Lipstik dibibir nya ketika didalam lift. Kevin yang tidak menemukan Lisa diruangan hotel merasa kesal. Kevin mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Lisa "dimana..." pertanyaan itu langsung keluar dari mulut Kevin ketika panggilan tersambung.
"tentu saja menunggu kamu dilobi."
Kevin bernafas lega, setidaknya Lisa tidak meninggalkan dirinya. Kevin membungkus makanan yang disiapkannya untuk Lisa tadi pagi, dan membawanya.
Lisa melambai dengan senyuman manisnya "sayang.... sudah ya...suami ku sudah datang." Kata Lisa kemudian berpamitan dengan para pria yang menyapanya.
Kevin merasa senang Lisa menyambutnya seperti itu. Kevin segera membuka sabuk pengamannya dan keluar dari dalam mobil. Lisa mengembangkan tangannya dan memeluk Kevin "lama sekali...aku sudah rindu,,," kata Lisa sambil memeluk Kevin dan bermanja kepadanya.
Kevin merasa besar kepala, wanitanya begitu mencintainya masih ada yang berani menganggu dan mendekatinya tidak bisa diampuni. Kevin menatap tajam kedua pria itu. Salah satu dari mereka tidak senang tidak cara Kevin melihatnya. Pria itu mengepalkan tangannya kearah Kevin menghadiahkan sebuah pukulan yang mengarah ke wajahnya. Dengan satu tangan sedang memeluk Lisa, satu tangan lagi menangkap kepalan tangan pria itu yang nyaris mengenai wajahnya.
Kevin memiringkan kepalanya kearah kiri sambil menaikkan alisnya "jika kamu mengenai istriku, kepala kamu tidak ada diposisi yang sama lagi." Kata Kevin sambil meremas kuat tangan pria itu dan mendorongnya kebelakang.
Lisa menengadahkan wajahnya ada dua tangan yang saling bertautan, otot tangannya menegang, terlihat sekali mereka mengeluarkan tenaga ekstra saat ini. Pengawal Lisa dan Kevin muncul disekitar mereka dengan cepat dan mengelilingi mereka.
__ADS_1
"pengecut, tidak berani melawanku...." tantang pria itu kepada Kevin
"hei cantik... suamimu tidak cukup jantan. Tinggalkan dirinya lebih cepat akan sangat bagus." Lisa melihat pria itu berbicara kepada Lisa. Lisa masih memeluk Kevin. Kemudian melihat Kevin, wajah Kevin sudah merah padam. Lisa tahu dia sangat marah ketika harga dirinya dihancurkan oleh seseorang yang tidak dikenal seperti ini.
"foto wajahnya dan cari data tentang pria ini." kata Kevin kepada pengawalnya
"baik pak. " Salah seorang dari mereka tampak berbicara dengan hand free bluetooth di telinganya.
Lisa memperhatikan semua perkembangan yang ada, suasana memanas. Jantung Kevin berdetak dengan cepat, Lisa bisa merasakan pria ini sangat kesal sekarang. Ia tidak bisa tinggal diam
"terima kasih atas sarannya" Lisa melepaskan pelukannya dan berjalan kedepan melewati pengawalnya mendekati kedua pria itu. Lengan pria itu mencengkram lengan Lisa
"tapi aku menikah dengannya tentu saja aku tahu dia sangat jantan. " lanjut Lisa sambil melihat tangan pria itu mencengkram kuat lengannya.
"MINGGIR." kata Kevin sambil menggerakkan kepala dan matanya kepada pengawal dihadapannya agar menyingkir dari hadapannya. Emosi pria ini sudah tidak bisa ditahan lagi. Kevin menggenggam kuat jari tangannya. Orang disekitarnya bisa mendengarkan suara 'krtak' tari tangan Kevin.
Perasaan Lisa tidak enak dengan hal ini. Ia memang tidak pernah melihat Kevin berkelahi, tapi nama baik dia bisa tercoret hanya karena hal ini.
"sayang, kita harus kekantor sekarang. Rapat akan segera dimulai."
"tidak akan lama sayang," kata Kevin tanpa melihat Lisa.
Lisa berdiri didepan Kevin "jangan buang-buang waktu dengan hal tidak penting ayo kita pergi,"
"hei cantik,, jangan khawatir. Suami mu nampaknya cukup berani."
Otak Lisa berpikir keras untuk mencari solusi menjauhkan Kevin dari masalah. Tapi saat ini otaknya sedang buntu karena belum makan dari pagi. Mendengar mereka berbicara seperti itu Lisa jadi kesal "berhenti memprovokasinya."
__ADS_1
"bawa nona kedalam mobil sekarang." perintah Kevin kepada pengawalnya.
Pengawal Lisa membawa Lisa menyingkir dari drop off depan lobi hotel kedalam mobil