
Sebulan terakhir Lisa sangat sibuk dengan pekerjaan rangkapnya sebagai seorang ibu, wanita karier dan juga harus menyelesaikan skripnya. Bulan yang berat tapi ia berhasil melakukannya degan sangat baik. Lisa menjadi lulusan terbaik dalam falkultasnya. Bangga sudah tentu. Tidak mudah kuliah ketika hamil dan menyusun skripsi dengan kondisi ibu muda.
Lisa dipanggil menaiki podium untuk kelulusannya, perasaannya senag, sedih dan sangta terharu. Keinginannya bertahun-tahun lalu perlahan-lahan menjadi kenyataan. Kevin duduk menyaksikan istrinya di wisuda, rasa bangga sudah pasti ada didalam hatinya. Kevin paling paham dengan hal ini, wanita kesayangannya terlalu memaksakan dirinya untuk menjadi seseorang yang sangat diinginkannya selama ini. Melihatnya berkembang dan menjadi lebih hebat seperti sekarang bagai dua sisi mata uang dimata Kevin.
Satu sisi Kevin sangat ingin mendukung istrinya menjadi sesorang yang lebih hebat dan lebih baik dari hari sebelumnya. Satu sisi Kevin sangat takut, banyak orang yang mengatakan kalau wanita sudah terlalu mandiri maka dia tidak akan membutuhkan sosok pria disisnya. Kevin takut Lisa tidak lagi membutuhkan dirinya. Tidak bisa terpikirikan olehnya bagaimana jadinya jika Lisa jauh darinya.
Diluar gedung, Veily dan Kelly sudah menunggu diluar bersama Caroline dan Santoso yang menjaganya. Mereka berlari dan bermain di taman kampus dengan senang.
Caroline dan Santoso sudah tidak tinggal di Paris lagi, sejak ada kelahiran Veily dan Kelly lebih memilih tinggal bersama Lisa dan Kevin. Kehidupan bersama kedua orang tua lengkap sangat menyenangkan bagi Lisa. Santoso dan Kevin pergi kekantor setiap hari bersama-sama. Hanya waktu tertentu mereka pergi masing-masing apabila Kevin ada rapat dipagi hari. Kelly dan Veily akan sangat senang menyambut kepulangan kakek dan papanya dari kantor. Mereka berlari ke seluruh ruangan.
Suasana rumah juga sangat ramai sejak kehadian si kembar. Ruangan rumah sangat jarang rapi. Setiap ruangan dimana pun mereka berdua berada akan bertabur mainan dilantai. Kevin memperkerjakan asisten rumah tangga untuk 3 shift. Kevin paham, mereka akan bekerja sangat keras dengan adanya anak mereka yang super aktif.
Lisa dan Kevin keluar dari dalam gedung setelah selesai acara wisuda. Veily dan Kelly berlari dengan senang kearah kedua orang tuanya yang sudah selesai dengan acara wisudanya. Kelly dan Veily sibuk berebut mendapatkan pelukan dari Lisa. Kevin sudah biasa menjadi orang kedua yang diperhatikan kedua. Bagi anak mereka Lisa ada prioritas utama mereka, walau sibuk bekerja dan belajar sekali pun. Lisa tetap menjadi orang pertama yang akan dicari sikembar setelah selesai bermain,ketika akan tidur, bangun tidur atau pun makan.
Lisa berjongkok dan memeluk Veily dan Kelly bersamaan.
"topi mama sangat keren" puji Kelly"
Veily mencoba topi wisuda Lisa dan ternyata menutupi seluruh wajah Veily. Semua orang tertawa melihat kelucuan Veily.
__ADS_1
"Kelly rindu papa.... " tanya Kevin
"ia, setelah mama.... Kelly rindu papa juga. "
"kalau Veily bagaimana.... " tanya Kevin
"tidak perlu dijawab" Veily menjawab Kevin dengan wajah dingin yang selalu ditunjukkan Kevin.
Kevin menggendong Veily dan Lisa menggendong Kelly. Kevin berbisik kepada Lisa. "kenapa Veily selalu bersikap dingin seperti itu.... "
Lisa tertawa mendengar perkataan Kevin. "bukan kah sikapnya sama seperti kamu Mr K"
"itu kamu rasa. Kenyataannya ya seperti itu. " jawab Lisa tersenyum menyindir melihat Kevin.
Begitu selesai acara wisuda, mereka semua pergi ke desa bunga untuk mengunjungi makam bintang, saudara tertua si kembar dan orang tua Lisa. Hari ini adalah hari peringatan 1 tahun didirikannya Bintang Foundation dan juga perusahaan Bintang. Dua jam perjalanan tidak terasa karena keramaian kembar yang tidak berhenti berbicara. Terutama Kelly. Veily hanya diam dan sesekali berkata hal yang singkat sangat mirip dengan Kevin.
Sore menjelang malam mereka tiba di desa bunga. Si kembar sudah terlelap dalam tidur karena lelah diperjalanan. Rajak dan Fatina menyambut mereka dengan hangat seperti biasa. Acara peringatan akan dilakukan pada malam hari. Lisa dan Kevin langsung bersiap untuk mendatangi acara itu. Tiga puluh menit dibutuhkan Lisa dan Kevin untuk bersiap datang ke acara.
Ketika akan meninggalkan si kembar dirumah mereka bangun tidur, sehingga Lisa dan Kevin ikut mempersiapkan si kembar untuk ikut bersama mereka.
__ADS_1
Ini adalah pertama kalinya si kembar datang ke panti asuhan. Ada banyak anak seusia dengan mereka. Dengan cepat mereka membaur dengan seluruh anak dan bermain bersama.
Valen dan Khay yang membuat acara berjalan dengan lancar dan dikunjungi banyak orang. Hubungan mereka pun sudah sangat baik. Tidak lama lagi mereka akan menikah, setelah Valen meyakinkan hatinya kalau Khay benar-benar serius dengan hubungan mereka berdua. Khay juga sudah banyak berubah. Ia menjadi sangat lembut kepada Valen. Kalau dulu yang Lisa ingat, Valen yang selalu mengejar Khay. Kali ini, Khay yang mengejar Valen habis-habisan.
Lisa berdiri didepan podium sambil memegang microphone untuk memberikan kata sambutan.
Seluruh anggota keluarga ada di barisan paling depan. Menatap kagum kearah Lisa. Perusahaan yang didirikan Lisa sudah sangat maju dari sebelumnya. Ia sudah mengikuti memiliki 100 orang karyawan. Dan berhasil menggandeng usaha kecil menengah untuk menjual hasil karya mereka dengan harga diatas rata-rata. Lisa sangat terkenal dikalangan industri kecil menengah, sebagai seorang berhati malaikat.
Lisa mulai menyampaikan pidatonya. Semua orang sudah menanti kan kata sambutan darinya.
'Terima kasih untuk mama Caroline dan papaSantoso yang sangat menyayangi ku seperti putri mereka sendiri. Ada juga ayah Rajak dan ibu Fatina yang sudah menganggap Lisa sebagai bagian dari kelurga mereka. Untuk Frans dan Valen yang menganggap ku sebagai kakak ipar mereka. " Kata Lisa sambil tersenyum kearah mereka semua.
'' Leo, Cindy dan Nancy tidak bisa hadir karena mereka sedang di Paris. Tapi dukungan dan cinta mereka selalu aku rasakan setiap harinya. Kedua matahari kecil ku yang sangat aktif dan selalu menghangatkan hatiku, Terima kasih. "
"semua pengawal dan staff pembantu di sekitar ku Terima kasih sudah membantu hidupku. Dan untuk teman hidup ku, Kevin. terimakasih memberikan pelajaran hidup dan mengarahkan diriku sampai seperti sekarang ini. Untuk anak-anak asuh ku, semoga kita menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Doakan kami agar selalu bisa mendukung kalian sehingga suatu hari akan ada panti asuhan bintang yang lain. Panti asuhan yang bisa mandiri dari segi keuangan. Ditangan kalian para karyawan bintang ada beban anak-anak kita yang harus kita didik dan besarkan. Kalian tidak hanya mencari nafkah tapi juga sudah menafkahi orang lain. Mohon bekerja bersama demi mereka semua. "
Lisa membungkukkan tubuhnya dihadapan semua tamu undangan. Tepuk tangan yang meriah diberikan untuk sambutan Lisa. Perjalanan memang tidak mudah, tapi jika melakukan bersama pasti akan jauh lebih sempurna.
TAMAT
__ADS_1