
Malam hari tiba, Lisa berdiri menghadap ke balkon kamar. Kevin dari sore masih sibuk dengan Frans menyelesaikan urusan kantor dikamar Frans. Lisa menghabiskan sore sampai malam didalam kamar sendiri.
Suasana sangat tenang, bintang di pantai Okinawa sangat terang. Berbeda dengan dikota tempat Lisa tinggal. Cahaya perkotaan membuat bintang tidak terlihat jelas. Lisa terlalu fokus dengan keindahan malam di Okinawa, sampai ia tidak menyadari Kevin masuk kedalam kamar.
Kevin memeluknya dari belakang, dan mencium leher Lisa. Lisa mendorong tubuh Kevin, "kamu buat aku terkejut."
"maaf." Kevin kembali memeluk Lisa. "maaf mengabaikan kamu dari sore ini."
"tidak masalah. Aku sudah terbiasa dengan dirimu yang selalu sibuk. Sama seperti aku yang sudah terbiasa sendiri " Lisa membalikkan badannya melihat kearah langit.
"kamu marah padaku?" tanya Kevin sambil memeluk Lisa dari belakang.
"aku sedang menikmati liburanku, tidak ada waktu untuk marah padamu."
"aku mencintaimu." bisik Kevin.
Lisa tidak membalas perkataan Kevin, bisikan lembut Kevin terlalu merdu ditelinga Lisa. Lisa menahan dirinya untuk tidak tersenyum mendengar perkataan Kevin.
"apa kamu tidak lapar??" tanya Kevin
"aku sudah makan." jawab Lisa
Kevin membalikkan badan Lisa. "kamu makan tanpa aku??"
"aku belajar satu hal Mr K. Walau tanpamu aku harus tetap hidup. Untuk bisa tetap hidup aku perlu makan. Apa kamu paham..."
Kevin mencium lembut bibir Lisa yang mengomelinya. Kevin membungkam bibir istrinya agar tidak berbicara lebih panjang. "apa kamu mencintaiku??" tanya Kevin sambil menciumi Lisa
Lisa mendorong tubuh Kevin. "jangan begini"
Kevin tidak menyerah. Ia mendekat lagi kearah Lisa membuatnya terperangkap didinding balkon. Kevin kembali mencium pipi, mata, bibir dan leher Lisa. Lisa merasakan sensasi yang berbeda. Tapi kesadarannya mengatakan ia belum cukup waktu mengenal Kevin dengan baik. Lisa berusaha mendorong Kevin, tapi tenaga pria ini lebih kuat dari biasanya.
Nafas Kevin memburu. Lisa merasa harus dengan cepat mencari cara menghindari suasana ini. Untungnya ponsel Kevin berdering.
"ponsel kamu....."
"biarkan saja, ini adalah bulan madu kita." Kevin semakin buas menciumi wajah dan leher istrinya.
__ADS_1
Lisa memegang wajah Kevin sambil menatap wajahnya. "bagaimana kalau ada yang penting??"
"tidak ada yang lebih penting selain kamu. " Kevin mencium bibir Lisa lebih dalam dan lama Membuat Lisa susah bernafas. Lisa memukul dada Kevin dan mendorongnya.
" kamu...." Lisa dengan cepat bernafas. Pria ini membuatnya tidak bisa bernafas. Benar-benar manusia serigala. Sangat buas dan liar.
"sepertinya kita harus lebih sering melakukanya. Agar kamu tahu bagaimana melakukannya dengan benar."
Lisa menyipitkan matanya. "pergi sana." Lisa melepaskan diri dari perangkap lengan Kevin kemudian masuk kedalam kamar.
Kevin melihat wajah dan telinga Lisa yang memerah. Kevin tahu saat ini Lisa sangat malu padanya. Kevin tersenyum nakal melihat Lisa. Semakin hari ia sudah tidak bisa menahan keinginannya untuk memiliki Lisa secara utuh.
Lisa menghidupkan televisi dikamarnya. Lisa bersandar di bantal dan sibuk mencari siaran televisi yang menarik.
Kevin masuk ke kamar mandi. Ia tahu memaksa Lisa saat ini hanya membuat keadaan tidak bersahabat dengannya. Selesai mandi, Kevin masuk kedalam kamar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Jubah mandi yang diikat sembarang, menggoda mata Lisa untuk melihat. Tapi Lisa berusaha tidak melihat kearah Kevin, Lisa berusaha fokus dengan acara televisi yang ditontonnya walau ia tidak mengetahui arti pembicaraan acara itu.
Kevin duduk disamping Lisa. Kemudian melihat kearah Lisa, kepalanya bertumpu pada satu tangannya yang diletakkan pada guling yang dipeluknya.
Lisa sangat terganggu dengan kelakuan Kevin. "berhentilah melihat ku."
"hei...Mr Kevin, kamu sedang merayuku??
Kevin tersenyum melihat Lisa. Hati Lisa meleleh melihat senyum Kevin. Pria ini memiliki pesona yang luar biasa. Lisa yang sudah menjadi istrinya tiap hari mengagumi ketampanan Kevin.
Lisa menjadi gugup wajah dan telinga nya menjadi merah, dengan cepat Lisa mengalihkan pandangannya ke televisi. "apa kamu tahu. Kamu sangat lucu ketika gugup seperti ini." Kevin bicara sambil melingkarkan lengannya ke pundak Lisa.
"siapa yang gugup." Lisa menyangkal perkataan Kevin
"ia... mungkin bukan kamu, tapi aku yang gugup." Kevin menarik kepala Lisa bersandar didadanya. Kevin mencium rambut Lisa
"kamu mencintaiku...."tanya Kevin.
"kamu sudah dua kali menanyakan hal itu. Apa kamu tidak bosan...." jawab Lisa.
"kamu belum menjawab bagaimana aku bisa tahu."
Lisa menarik nafas dalam-dalam. Ia suka dengan pria ini. Tapi apakah ini cinta? Lisa belum bisa memastikan perasaannya. Lisa bersandar didada Kevin sambil menonton televisi. Lisa memutuskan untuk berbicara kepadanya "aku... sangat nyaman ketika bersamamu. Tapi apakah ini cinta? Aku tidak berani memutuskan begitu cepat. Apa kamu terburu-buru dengan hubungan ini..."
__ADS_1
Kevin mengusap lembut rambut Lisa "aku tidak terburu-buru dengan perasaan mu. Hanya saja aku hanya seorang pria."
Lisa tidak paham maksud perkataan Kevin. Ia menatap ke mata Kevin "maksudnya...."tanya Lisa.
Kevin memegang dagu Lisa dan menciumnya dengan lembut. "aku takut tidak bisa menahan keinginan ku untuk melakukan hubungan yang lebih dalam. "
Lisa memukul dada Kevin pelan, kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke televisi. Lisa tidak berani menjawab pernyataan Kevin.
"ini adalah bulan madu kita...kamu jangan lupa. " Kevin bersikap manja kepada Lisa. Ia menyandarkan kepalanya di lengan Lisa.
Lisa berusaha mengabaikan Kevin dan tetap sibuk dengan acara televisinya.
"aku sangat lelah apa kamu tidak ingin menyayangi ku..."
"hei...Mr. Kevin. Usia kamu sudah berapa... kenapa manja sekali ..."
"aku hanya bermanja-manja kepadamu."
Kevin tidak menyerah, ia menggoyangkan kepalanya di lengan Lisa, seperti seekor anak kucing yang meminta agar tuannya mau menyayangi nya. Hati Lisa luluh juga, ia mengusap rambut Kevin dengan lembut.
"sudahlah... mari tidur. " Lisa bicara sambil mematikan televisi dan meletakkan remote televisi dimeja sebelah tempat tidur.
Ketika berbalik untuk membuka selimut. Lisa terkejut melihat Kevin sudah telanjang dada. Jubah mandinya sudah mendarat sempurna di sofa depan tempat tidur mereka.
Lisa menutup matanya. "kenakan bajumu.."
Kevin mendekati Lisa dengan perlahan membaringkan tubuhnya. Kevin berada diatas tubuh Lisa.
"apa... yang...kamu.... lakukan?" Lisa sangat gugup dengan Kevin saat ini.
Kevin mencium leher Lisa dengan lembut. "bukankah kamu yang mengatakan mari tidur.."
Lisa memegangi wajah Kevin dan menatapnya
"maksudku....."
Lisa belum siap menjelaskan perkataanya, Kevin sudah menghujani tubuh nya dengan ciuman dan melepaskan baju Lisa dengan sangat kasar. Lisa bisa mendengarkan suara bajunya dirobek. Pria ini benar-benar sangat buas ketika ditempat tidur. Lisa sampai meronta berkali-kali agar Kevin melakukan hubungan intim secara perlahan. Tapi usahanya sia-sia, tubuh Lisa kelelahan dan tidak tahu sampai kapan Kevin menyelesaikan semuanya, Lisa sudah tertidur karena kelelahan.
__ADS_1