Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
cemburu dengan diri sendiri


__ADS_3

Hari kelima sejak kematian Merry, Lisa masih tidur sendiri dikamar Merry. Lisa terbangun karena haus. Lisa membuka pintu kamar, terlihat Caroline sedang duduk disebelah Kevin.


"lagi-lagi kamu tidak tidur? Sejak kematian mama, mami perhatikan kamu tidak pernah tidur."


"ia, nanti Kevin akan tidur, mami istirahat saja dulu."


"nak, sebenarnya ada yang mami mau katakan. Bagaimana kalau Lisa mami bawa pulang ke rumah kita? Karena kerjaan papa tidak mungkin ditinggalkan terus. Walau papa selalu bilang tidak apa-apa, bagaimana pun harus ada kunjungan kekantor kan.."


"nanti Kevin akan coba bicara dengan Lisa. Apapun keputusan terserah Lisa maunya bagaimana."


Lisa mencuri dengar pembicaraan Kevin da Caroline, dari dalam kamar yang pintunya sengaja tidak ditutup rapat. Hatinya jadi tidak enak, selama ini menjadi beban pikiran mertua nya.


Caroline masuk ke dalam kamar, baru Lisa berani keluar dari kamarnya. Lisa berjalan kearah dapur mengambil air mineral dari dalam kulkas kemudian membawanya ke kamar Lisa dan Kevin dilantai 2. Kevin melihat Lisa.


"mau kemana,,,"tanya Kevin


"tidur, apa lagi yang dilakukan jam segini." ujar Lisa sambil terus menaiki anak tangga.


Kevin mengikutinya kedalam kamar. Lisa duduk ditepi tempat tidur sambil membuka botol air mineral dan meminumnya.


"kamu mendengar perkataan mami tadi?"


"ya.."


"apa menurutmu...."


"besok pagi aku akan berbicara dengan mami dan papa..Kalau mereka ingin pulang ke rumah aku rasa tidak masalah."


Selama beberapa hari terakhir sejak kematian mama nya. Lisa selalu menjadi prioritas utama dalam hidup kedua orang tua itu. Ketika Lisa demam, semalaman mereka menjaga Lisa. Ketika Lisa sedih mereka akan memberikan pelukan hangat membuat Lisa merasa tidak sendirian menjalani hidup ini. Tidak mungkin terus-terusan menjadi anak manja yang selalu mengandalkan mereka. Karena bagaimanapun hidup terus berjalan.


Pilihan hanya 2 : maju atau jalan ditempat. Tentu saja Lisa tidak mungkin memilih pilihan ke 2. Mereka seumur hidup akan mengkhawatirkan nya.


"aku akan menjagamu. Kamu tidak perlu khawatir mereka walau jauh pasti akan selalu membuat mu sibuk dengan diri mereka.


"kau sangat beruntung mempunyai orang tua seperti mereka berdua."


Kevin tersenyum. "mereka orang tua kamu juga."

__ADS_1


"kau harus tidur. Itu menurutku." jawab Lisa.


"apa kamu khawatir aku sakit?" tanya Kevin


"tentu saja. Kalau kamu sakit bagaimana aku bisa membeli handphone baru, belanja tanpa perlu memikirkan kekurangan uang, makan ketempat mana pun yang aku mau." Ujar Lisa santai sambil menarik selimut.


Kevin tersenyum dan ikut naik ketempat tidur.


"kenapa harus ada aku baru kamu tidur? "tanya Lisa.


"aku pernah berobat ke Cindy, katanya aku mengalami kecemasan yang berlebihan."


"apa kamu sering ketempat Cindy..."


"tidak, paling beberapa bulan sekali ketika obat tidurku habis. Mau tidak mau aku harus menemuinya agar bisa dapat resep obat dari ya."


"apa yang kau cemaskan? Apa cinta pertama mu??"


"ya..."Jawab Kevin


Tidak salah kalau setiap hari Lisa melihatnya bekerja tidak kenal lelah.


Cindy juga mengatakan kalau penyebab kecemasan yang dialaminya karena berpisah dari cinta pertama nya. Cinta pertama Kevin yang begitu dalam membuatnya sulit melupakan keberadaannya. Ia berkeliling kebanyak kota ketika liburan sekolah hanya untuk mencari wanita itu. Tapi tidak pernah menemui titik terang. Walaupun begitu Kevin tidak menyerah dan terus berusaha menemukanya.


Cindy sudah pernah menyarankan Kevin untuk memulai hubungan baru dengan wanita lain. Tapi menurutnya itu hanya buang-buang waktu. Cindy bahkan pernah membuat jadwal kencan buta Kevin, akhirnya sudah bisa ditebak. Kevin dan Cindy berdebat hebat. Kevin saat itu mengatakan tugasnya untuk mengobati bukan untuk mencampuri urusan pribadinya.


Di satu sisi Cindy merasa penasaran karena hanya satu pasien nya ini yang tidak bisa disembuhkan nya. Di sisi lain ia pun merasa sudah tidak sanggup menghadapi nya sebagai seorang pasien.


Susah sekali merubah skala prioritas utama hidup nya. Cindy bahkan pemasaran sehebat apa wanita yang dicintai Kevin.


Cindy juga bercerita demi sang wanita itu sejak SMA Kevin sudah mandiri karena dia mau melamar kekasihnya. Biaya sekolah, biaya hidup dan sewa rumah di tanggung sendiri olehnya.


Hal itu karena Santoso berpesan kepada nya, sebelum melamar kekasihnya dia harus menjadi seseorang yang bisa diandalkan tidak hanya dari sisi ekonomi tapi juga kepribadian. Ia memutuskan keluar dari rumah dan membuktikan kemampuan dirinya kepada orang tuanya.


Cindy mengatakan ia tidak habis pikir dengan Kevin yang masih remaja tapi Sudah berpikiran dewasa. Kekuatan dari cinta pertama memang luar biasa. Bertahan dengan satu cinta untuk waktu selama ini bukanlah hal yang mudah. Meninggalkan status sebagai anak orang kaya dan bertarung dengan kerasnya hidup.


Bekerja sebagai manajer restoran diusia 17 tahu. Sampai sekarang masih menjadi manager restoran tempat papanya Cindy. Walau berbeda kota, setiap pagi Kevin selalu melakukan briefing dan membahas apa yang kurang dari segi pelayanan. Benar-benar pria perfeksionis.

__ADS_1


Kevin masih duduk bersandar di dipan tempat tidur.


"apa cinta pertama mu sangat istimewa??" tanya Lisa


"apa Cindy mengatakan sesuatu..." tanya Kevin balik.


"jawab dulu pertanyaan ku," Lisa kesal.


"tentu saja sangat istimewa, bukti nya dia membuatku sampai susah tidur seperti ini." Jawaban Kevin membuat Lisa kesal.


Lisa menarik selimutnya dan membelakangi Kevin tidur.


"aku mau tidur."


"aku ingin merasakan apa yang dirasakan nya."


Lisa menutup kepalanya seolah tidak mau mendengarkan apa pun dari mulut Kevin.


"bagaimana ini, cinta pertama ku cemburu dengan dirinya sendiri." ujar Kevin.


Lisa didalam selimut mencoba mengingat kembali apa yang dikatakan Kevin.


Tidak puas dengan asumsi pikirannya,Lisa membuka selimutnya dan bertanya "maksud kamu??"


"cinta pertama aku ya kamu, orang yang ingin aku nikahi dari dulu ya kamu." jelas Kevin


"kamu tidak salah?" ujar Lisa tidak percaya.


"tentu saja tidak. Itu alasannya kenapa setiap aku berada didekat kamu, aku bisa tidur dengan nyenyak."


"benarkah itu aku? Jadi hal bodoh yang kamu lakukan, meninggalkan rumahmu yang nyaman dan bekerja diusia sekolah hanya demi aku??" tanya Lisa meyakinkan.


"apa kamu perlu bukti?? "Kevin mendekati wajah Lisa dan Lisa cepat-cepat menutup wajahnya dengan selimut.


"kamu jangan menghindari aku, karena aku sudah lelah mencari mu sampai sekarang ini."


ujar Kevin sambil membuka selimut dari wajah Lisa. Wajah Lisa kemerahan menahan rasa malu.

__ADS_1


__ADS_2