Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
Foto Pernikahan


__ADS_3

Lisa selesai masak dan Kevin pun terlihat turun  dari tangga menuju keruang makan dan berkata. "Selamat pagi semuanya."


Lisa memperhatikan wajah putra yang segar sudah bisa menduga pasti ada hal besar terjadi tadi malam. "Sepertinya kamu tidur nyenyak tadi malam nak" .


Kevin tersenyum puas.


Lisa menyusun makannya kemeja makan, Caroline dan Merry baru menyadari kalau Lisa memakai pakaian Kevin.


Sedangkan Santoso masih sibuk membaca koran tidak memperhatikan kondisi.


"sepertinya tidak lama lagi kita akan mempunyai cucu." Caroline tersenyum senang sambil bertepuk tangan.


Lisa memandang Caroline dan Merry secara bergantian tanpa menyadari kesalahan pakaian yang dikenakannya.


Kevin membatu Lisa membawa makanan kemeja makan, sambil berbisik. "sudah aku katakan, pakaian yang kamu pakai membuat orang salah paham."


Lisa melihat kearah bajunya sampai ke bawah.  "kalau begitu aku ganti baju dulu. Kamu bantu aku dulu."


"sudah terlambat, mereka sudah senang dengan kesalahan yang kamu buat."


Senang dengan kesalahan yang aku buat? Lisa memiringkan kepalanya. Sambil melihat Kevin kemudian melihat kedua ibu tersebut yang sedang berbisik sambil tertawa.


"jadi aku harus bagaimana??" bisik Lisa.


Kevin mengangkat kedua bahunya sambil membawa makanan dari tangan Lisa.


***


Selesai sarapan, Lisa langsung mandi. Begitu keluar dari kamar mandi dan masih memakai jubah mandi, 5 orang wanita sudah menunggunya didepan pintu kamar mandi.


"ada apa ya....."tanya Lisa bingung.


"Hari ini kita akan mengambil foto pernikahan bu, mari kita bersiap dahulu."


"Sekarang?"


Pelayan wanita itu mengangguk


"Kamu tidak salah orang?"

__ADS_1


"tidak bu, pak Kevin sedang bersiap diruangan sebelah."


Caroline masuk kedalam kamar, "kita fotonya disini saja ya.... Karena kondisi mama dalam kondisi  tidak baik sekarang. Apa kamu tidak keberatan?" tanya Caroline


Lisa tersenyum terpaksa, dia tidak menyangka kalau semua akan menjadi seserius yang semalam dibicarakan.


Caroline memberikan satu kotak dari kain bludru,


"ini adalah perhiasan turun - temurun keluarga kami. Sekarang, kami akan memberikannya kepada kamu nak sebagai penerus keluarga kita."


Lisa membuka kotak tersebut, Lisa melihat perhiasan tersebut. Kemudian menutupnya lagi, "ma,,, ini terlalu mahal. Lisa tidak bisa menerimanya."


Caroline tersenyum, wanita ini memiliki sikap yang keibuan dan elegan. Sambil menggenggam tangan Lisa, Caroline berkata. "Kamu bisa menerimanya karena kamu pantas menjadi istri Kevin dan menantu keluarga kami, ini juga ATM Kevin yang dari semalam tidak mau kamu terima"


Lisa terdiam, otaknya terus berputar mencari alasan untuk menolak. Alasan tak masuk akal pun diucapkannya.


"Lisa suka menghilangkan barang, bagaimana jika perhiasan ini hilang?"


" Tidak mungkin bisa hilang, perhiasan ini ada sertifikatnya, hanya bisa dijual oleh keluarga kita. Siapapun yang berani menjualnya tanpa izin dari keluarga kita akan berakhir dipenjara nak."


Lisa makin tertekan. "bagaimana jika aku khilaf dan menjualnya? Lisa anak nakal ma."


Caroline tertawa sambil menutup mulutnya dengan tangannya. Ia paham Lisa sedang mencari-cari alasan,


"mama yakin? Lisa jahat lo ma..." Lisa berusaha meyakinkan agar Caroline mengurungkan pikirannya.


Pelayan yang melihat Lisa berbicara dengan berapi-api merasa lucu dan tersenyum simpul.


"tidak apa-apa, mama suka kamu jujur. Karena mama juga jahat kok nak. Percayalah."


Lisa menarik nafas dalam-dalam, bagaimana pun para orang tua sangat berbahagia dengan pernikahan ini. Tidak ada salahnya coba mejalankan sesuai dengan skenario mereka.


Para pelayan dari toko pakaian pernikahan tersebut selesai mendandani Lisa dan  memakaikan gaun pernikahan dengan jenis  Ball Gown,dengan kerah berbentuk V-neck. Feminim tapi tidak  terbuka. Terlihat mewah dengan taburan batu swarovski. Head piece bunga dirambut Lisa membuatnya semakin terlihat cantik. Make up minimalis benar benar terlihat sempurna disetiap mata yang memandang.


Lisa keluar dari kamar dan Kevin berdiri menunggunya dianak tangga. Kevin terlihat berbicara dengan fotografer dengan Frans.


Begitu pintu terbuka, mereka semua berhenti bicara dan melihat Lisa keluar dari dalam kamar. Sejenak mereka membeku. Kecantikan Lisa membuat mereka terpesona.


Kevin berjalan kearah Lisa sambil mengulurkan tangannya. "kamu sangat cantik."

__ADS_1


Pipi Lisa merona karena pujian itu. Lisa menerima tangan Kevin, sang fotografer mulai dengan pekerjaannya.


Frans memperhatikan Lisa, pesona Lisa membuatnya tidak bisa mengalihkan pandangannya kearah yang lain. Sebagai pria normal, ia sangat mengagumi kecantikan wanita. Dan Lisa adalah salah satu tipe idamannya.


Kevin merasa terganggu dengan pandangan Frans kepada Lisa. Kevin mendekati Frans yang sedang berdiri di anak tangga paling atas. "Berhenti memandanginya. Sepertinya kamu terlalu senggang belakangan ini.." Frans segera mengalihkan pandangannya dan berkata


"bos, anda sangat tampan hari ini." Kevin menggelengkan kepalanya, ia mulai tidak percaya dengan asisten pribadinya yang diam-diam mengagumi istrinya.


Suara riuh dari Caroline membuat suasana rumah jadi ramai.


"cantik sekali kamu nak...." Caroline memeluk Merry yang berdiri disebelahnya.


"akhirnya keinginan kita bisa tercapai, menikahkan anak kita berdua."


Caroline mengangguk dengan semangat.


Lisa sangat canggung dengan pose yang diminta oleh fotografer yang menginginkan kontak fisik yang lebih romantis.  Belum lagi tatapan mata para orang tua membuat Lisa malu,


Apalagi ketika Lisa diminta menatap mata Kevin.


"apa kamu takut kepadaku??" bisik Kevin


"kenapa harus takut"  jawab Lisa


"kamu saja tidak berani melihat ku."


Lisa sangat benci ditantang, ketika ada sesorang yang menatangnya jiwanya akan langsung menjawab tantangan itu.  Lisa menutup matanya, menarik nafas panjang sambil menguatkan hatinya. 'oke, hanya berfoto. Tidak ada yang susah. Lihat ya lihat. Peluk ya peluk. Tidak  ada yang salah. Aku tidak salah.' batin Lisa


Lisa mengikuti semua permintaan fotografer menunjukkan sisi romatis sebagai pria dan wanita yang saling mencintai.  Berbeda dengan Lisa yang bersusah payah menghilangkan perasaan canggung dengan sesi foto ini. Kevin justru sangat menikmati semua prosesnya.


2 jam lamanya dihabiskan untuk berfoto. Kata dari fotografer "oke, kita selesai. terima kasih untuk kerja samanya." Seperti udara segar yang datang kearahnya. Dengan cepat Lisa melepaskan pelukan Kevin dan berjalan kearah kamar untuk berganti baju.


Lisa segera melepas baju pernikahannya dan kemudian mandi, tubuhnya habis berinteraksi dengan Kevin membuatnya merasa harus segera mandi.Terlalu banyak adegan berpelukan, Lisa yang tidak pernah berpacaran merasa melakukan hal itu adalah tabu.


Lisa berendam dalam bathtub, menenangkan dirinya.


Sambil memejamkan mata dan menikmati parfum aroma terapi dari lilin yang dipasang Lisa dikamar mandi. Pikirannya mulai lebih tenang.


'apa yang berbeda dengan pria ini. Lisa mengingat semua adegan foto tadi. Sepertinya dia sangat terlatih, walau Frans pernah mengatakan kalau dia tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun. Bagaimanapun Frans dan Kevin tidak bersama selama 24 jam. Tidak ada garansi bahwa yang dikatakan Frans 100 persen benar.

__ADS_1


Lisa sebenarnya tidak serius dengan pernah pernikahan ini. Tapi seluruh anggota keluarga merespon positif hubungan mereka. Bagaimana mungkin dia tega menyakiti hati para orang tua itu. Apakah ia harus mengorbankan perasaan dan hidupnya? Bersama seumur hidup dengan orang yang tidak dicintai. Tapi bermain dengan pernikahan bukan hal tepat, tidak hanya berjanji kepada diri sendiri. Ada orang tua yang menaruh harapan besar pada pernikahan ini. Ada campur tangan Tuhan dalamnya juga. Mana mungkin ia bermain-main'


Lisa menarik nafas panjang sepertinya ia harus berbicara dengan Kevin, membahas tentang semuanya. Karena bagaimana pun ia sudah banyak membatu sejak mama dirumah sakit sampai sekarang. Hutang budi itu harus dibalas. Tidak boleh berhutang budi pada orang lain. 'YA' Lisa mengangguk meyakinkan dirinya.


__ADS_2