
Lisa sampai hotel dan Kevin terlihat duduk dilobi hotel bersama wanita tadi. Lisa mendekati Kevin "ayo kembali...." sambil mengulurkan tangannya.
"kamu dulu masuk kedalam, aku masih ada urusan." jawab Kevin
Lisa tidak suka menjadi nomor 2. Ia duduk sebelah Kevin dengan wajah cemberut.
"Lisa...." sudah lama Lisa tidak mendengar Kevin memanggil namanya seperti ini. Kalimat perintah, tapi sangat sopan masuk ketelinga Lisa.
Lisa menarik otot bibirnya kesamping, wajahnya cemberut. Ia sangat kesal dengan Kevin yang berani mengabaikan dirinya. Selama ini ketika sesibuk apa pun Lisa selalu menjadi prioritas dalam hidupnya. 2 hari berubah seperti ini sungguh sulit diterimanya.
Lisa meninggalkan Kevin bersama wanita tadi menuju kamar hotel. Sampai dikamar Lisa membuka seluruh pakaiannya dan berendam dalam air hangat. Tubuhnya menjadi lebih rileks tapi tidak dengan pikirannya. Perasaan diabaikan masih menempel di kepala dan hatinya.
30 menit Lisa berendam, kemudian keluar dar dalam bak mandi. Lisa memeriksa ruangan, Kevin belum kembali.
'apa sih yang dibahas dengan wanita tadi...sudah pergi seharian. Masih ditambah mengobrol dengan waktu yang lama. Apa mereka mau menjadi calon presiden dan wakil presiden. Sok sibuk sekali ' Lisa berpikir sambil melihat pintu kamar.
Betul kata pengawal Lisa,hujan salju akan turun dengan lebat sore ini. Jalan sudah putih tertutup salju, atap rumah juga demikian. Lisa mengambil foto dan mengabadikan momen itu dalam ponselnya.
Pintu kamar Lisa diketuk, ia keluar dan melihat seorang pelayan mengantarkan makanan. Pelayan itu memberikan selembar kertas kecil kepada Lisa. Ia tahu itu tulisan tangan Kevin. Lisa mempersilahkan pelayan wanita itu masuk dan meletakkan makanan dimeja Setelah mengucapkan terima kasih, pelayan itu pergi meninggalkan Lisa.
Aroma makanan langsung menyebar keruangan. Lisa membuka penutup piring saji, satu set makanan pembuka, makanan utama dan penutup. Mata Lisa berkilat-kilat melihat makanan. Dalam waktu singkat makanan dimeja habis dilahapnya.
Perut kenyang, mata Lisa pun tidak mau diajak bekerja sama. Selesai menyikat gigi, Lisa naik ketempat tidur. Menyelimuti dirinya dengan baik kemudian tidur dengan lelap. Suasana dingin bagi Lisa sangat cocok untuk tidur seharian pikirnya.
Lisa tertidur dari sore sampai pagi hari. Itu pun terbangun karena ponselnya terus berdering. Ketika diangkat ternyata paman kecil yang memanggilnya.
"halo...."jawab Lisa
"heii keponakan, mau sampai kapan tidur... "
__ADS_1
cuaca dingin seperti ini membuat Lisa malas bangkit dari tempat tidur. Lisa menaikkan selimutnya lagi.
"mm" Lisa malas bicara sekarang.
"kalau kamu tidur terus aku yakin besok kamu akan melihat suami kamu menikah dengan wanita lain." kata Leo.
mata Lisa terbuka seketika. "kamu bilang apa .." tanya Lisa
"bersikaplah yang sopan dengan paman mu. Walau kita seumuran kamu harus tetap menghormati ku."
Lisa menarik nafas panjang "maaf pak tua...sudah menyinggung perasaan paman." sindir Lisa
"kamu memang tidak pernah rela kalau dinasehati oleh paman mu."
"sudah cepat jangan bertele-tele. Katakan ada apa. " Lisa mulai kesal karena Leo menunda waktu nya.
"segera ke restoran hotel. Suami mu sudah hampir satu jam ini bicara dengan wanita cantik berambut pirang. Katanya orang barat mempunyai kebiasaan berbeda dengan kita. Cinta satu malam sudah biasa dilakukan mereka kalau bertemu dengan pria yang dirasanya menarik.' Leo tersenyum nakal sambil menelepon.
Leo dan Cindy terlihat sedang makan, Lisa langsung bergabung dengan mereka. Leo menunjuk kearah belakang Lisa. Kevin dan wanita berambut pirang pendek yang semalam. Hebat sekali mereka bicara tidak kunjung selesai walau sudah seharian. batin Lisa tidak terima dengan Semua nya.
Lisa menarik piring makan Leo, sandwich dalam waktu hitungan detik habis dimakan Lisa. Kemudian Lisa mengambil piring buah Cindy dan menghabiskan nya juga. Semua makanan dimeja habis dilahap Lisa. Cindy dan Leo saling bertukar pandangan. Selera makan Lisa melebihi perkiraan Cindy. Leo mengangguk dan menaikkan alisnya seolah memberi kode kepada Cindy hal itu adalah biasa dan sebaiknya menyiapkan makanan lagi untuknya.
Cindy bangkit dari tempat duduknya "aku akan mengambil makanan lain...." kata Cindy bicara dengan perlahan seolah mengatur bicaranya agar tidak salah bicara.
Lisa mengangguk dengan semangat. " tolong beri aku makanan yang banyak." Lisa bicara sambil menaikkan alisnya.
"apa Kevin ada urusan bisnis disini...." tanya Leo
Lisa hanya menggeleng kan kepala.
__ADS_1
"tidak ada atau tidak tahu ...."
Lisa menaikkan pundaknya.
Leo kesal menyentil kening Lisa "kamu ini.... sampai kapan tidak dewasa seperti ini... harusnya kamu menjaga suami kamu dengan baik. Kamu malah memberikan ijin suami mu mendekati wanita lain."
Lisa memegang keningnya yang sakit karena sentilan Leo. Lisa cemberut melihat Leo.
"aku mendengar kamu bicara kamu bicara kepada Kevin. Kamu suruh dia mendekati Lucy, wanita yang dulu berkasus dikantor kita.Aku tidak habis pikir dengan mu, kenapa berani sekali bicara seperti itu. Seorang pria mempunyai harga diri yang tinggi. Kamu seolah membuat dia seperti pria hidung belang."
Mendengar perkataan Leo, Lisa mendadak lupa cara menelan makanan. Leo menepuk pundak Lisa perlahan. "makan pelan-pelan, sangat tidak lucu kalau masuk berita seorang wanita meninggal karena tersedak melihat suaminya bersama wanita lain. Martabat keluarga kita bisa hancur karena mu. " sindir Leo
Lisa menghabiskan air minum Leo dan Cindy datang dengan dua piring makanan ditangannya.
"apa kalian sudah bicara....."tanya Cindy
Lisa menggeleng sedih sambil terus mengunyah makanan.
"mau sampai kapan berdiam diri ..." tanya Leo
Lisa lagi-lagi menaikkan pundaknya. Ia sendiri tidak punya keberanian berbicara dengan Kevin sekarang.
"Lisa... masalah tidak akan selesai hanya dengan berdiam diri. Ini sama halnya seperti gunung es. Terlihat indah, tapi ketika panas melelehkan salju diatasnya. Maka akan terjadi banjir dan merusak kehidupan disekitar gunung." kata Cindy sambil memberikan sepiring sandwich tuna kepada Lisa.
"kemana Lisa yang biasanya berani menghadapi segala sesuatu. Kali ini kamu seperti seorang prajurit yang kabur dari Medan perang." kata Leo sambil mengambil 1 sandwich dari piring Lisa.
"berdiam diri juga bukan solusi terbaik. Kamu sakit begitu juga Kevin. Kamu terluka begitu juga dengan Kevin. Jadi berhentilah menyakiti dia dan dirimu sendiri. Ayo kembalikan Lisa yang dulu selalu berani mengeluarkan isi hati dan pikiran. Bersembunyi bukan membuat kita semakin berani, tapi hanya membuat kita menjadi seorang pengecut."
Lisa menatap Cindy yang sedang berbicara sambil terus makan. Kemudian melihat kearah Leo yang mengepal kan tangannya, memberikan semangat kepada Lisa untuk memperjuangkan cintanya.
__ADS_1
Lisa mengepalkan tangannya kearah Leo dan Cindy.
"semangat..." kata Lisa sambil berdiri dan melihat kearah Kevin. Lisa mulai melangkah dengan penuh percaya diri ........