
"apa kamu yakin... Kevin akan memaafkan ku.." tanya Patrick
"kalau kamu masih memegang tangan istriku, aku akan memotong tanganmu dan tidak akan memaafkan mu selamanya." jawab Kevin yang sudah berdiri tegak didepan Lisa dan Patrick
Lisa segera melepaskan tangannya dari tangan dan kepala Patrick. Sangat berbahaya menganggu manusia serigala ketika ia kurang tidur dan sedang banyak masalah. 'Jangan cari masalah...' batin Lisa
"kamu pindah duduk kesebelah ku..." Lisa menggelengkan kepalanya dengan cepat tanpa berpikir panjang. Situasi disudut ruangan tempat Kevin, Santoso dan dokter Roy sangat tidak nyaman dilihat apalagi kalau Lisa benar-benar ada diantara mereka.
"aku disini saja." kata Lisa sambil tersenyum kepada Kevin
"tidak..." Kevin memegang tangan Lisa dan memaksanya berdiri,
Lisa sebenarnya tidak mau mengeluarkan jurus menghindar dari Kevin, tapi tidak ada pilihan baginya sekarang. Lisa memegang pipi Kevin dan mencium bibinya, semua mata yang sedang menatap mereka berdua secara bersamaan mengalihkan pandangan kearah lain. Pasangan muda ini berani sekali membuat sekian banyak pria yang tanpa pasangan merasa isi kepada mereka.
"aku mencintaimu..." Lisa mengedipkan matanya kepada Kevin
Lagi-lagi wanita ini mampu membuat sang manusia serigala bertekuk lutut. Kevin mencium lagi Lisa lebih dalam, membuat Lisa susah bernafas karena begitu tiba-tiba. Lisa mendorong dada Kevin. Dan menarik nafas dalam-dalam..
"kamu...." protes Lisa.
Kevin tersenyum merayakan kemenangannya.
"mami duduk tengah, kamu sebelah situ" kata Kevin menunjuk kursi Caroline saat ini.
Lisa menatap Kevin dengan tidak senang, jelas-jelas tadi dia hampir memenangkan situasi sekarang. Pria ini benar-benar pandai memutar balikkan keadaan. Lisa menatap Kevin sampai duduk ditempat duduknya, Lisa duduk dengan terpaksa dan memeluk bantal sofa dengan kuat.
Caroline mengulum bibirnya menahan tawa melihat kelakuan anak laki-lakinya dan menantunya. Hatinya sangat senang, tidak lama lagi ia akan mengendong cucu yang lucu. Mata Caroline tertuju kepada lambaian tangan suaminya sambil mengirimkan kecupan jarak jauh. Caroline memutar bola matanya dan menarik otot bibir kanannya pura-pura tidak melihat kelakuan genit suaminya. Sekarang ia paham, suami yang seperti ini benar-benar mewarisi gennya kepada putranya. Sangat mendominasi wanitanya.
Santoso berusaha mencari perhatian istrinya dan Caroline menatap dingin Santoso dan kemudian secara tiba-tiba membesarkan pandangannya dalam waktu satu detik. Santoso sudah membuat kesal istrinya. Ia pun membenarkan dengan posisi duduknya untuk mengalihkan perhatian.
__ADS_1
Polisi menerima sebuah amplop coklat dari pengawal Kevin. Ia melihatnya bersama dengan Kevin dan Santoso.
"apa yang sedang kalian bahas??kalian menghabiskan waktu ku saja." protes Roy.
"aku tidak alasan untuk menahan mu, yang berhak melakukannya adalah mereka." Kata Kevin melihat kepala polisi yang ada disebelahnya.
"kalian mengulur-ulur waktu saja. Aku pergi dulu." Roy berdiri dari kursinya dan anggota polisi yang ada dibelakangnya memegang tangannya dan mempersilahkannya kembali duduk.
"bukankah dia penjahatnya....." kata Roy sambil menunjuk kearah Patrick.
Patrick tidak berkata apapun dan hanya menunduk, ia sudah pasrah dengan keadaannya. Jannie terlihat keluar dari kamar yang ada Cindy dan Leo didalamnya. Kemudian ia duduk dipegangan tangan sofa sebelah Patrick. Tangan kanan Jannie terlihat memeluk bahu Patrick. Bagaimana pun Patrick adalah sepupunya yang baru sembuh dari tidur panjangnya. Tiba-tiba menerima perlakuan seperti ini sungguh diluar kemampuannya untuk bisa menerima semuanya.
"aku rasa tidak ada yang mengatakan kalau dia adalah pelakunya."
Dokter Roy membesarkan matanya "jelas-jelas kamu bilang dia yang punya motif."
"dari mana kamu tahu....Roy.." tanya kepala Polisi.
"dia tadi ada mengatakannya." sanggah Roy
"semua yang terjadi diruangan ini sudah direkam dalam kamera pengawas. Saat ini kamu sedang berada di markas tim pengawal ju yang kamu ragukan kepintaran mereka dalam memecahkan kasus. Aku akui kesalahan kali ini adalah kelalaian ku melindungi istriku. Tapi tidak bisa dipungkiri mereka lebih ahli dalam memecahkan kasus dari pada kamu." jelas Kevin
Roy tertawa getir "kalian mau menjebak ku??"
"berhentilah berpura-pura. Tidak ada siapa menjebak siapa. Yang ada siapa mencari siapa." jawab Kevin
"Patrick apa yang terjadi??" kata Kevin dengan wajah serius
Patrick tidak berani menjawab, ia hanya tertunduk dan menggenggam kuat jari tangannya.
__ADS_1
Caroline memberikan dukungan moral kepada Patrick "tidak apa-apa nak, keamanan kamu terjamin disini. Kami dari dahulu selalu menjaga kamu, sampai sekarang dan kapan pun akan tetap seperti itu."
"dia adalah orang yang 20 tahun lalu..." Patrick menunjuk kearah Roy.
Roy tertawa terbahak-bahak. "ternyata koma sekian lama membuat otakmu rusak." kata Roy dengan kasar.
"otakku tidak rusak." Teriak Patrick.
"kamu sering berbisik di telingaku dan mengatakan mati saja kamu. Aku dengar semua perkataan kamu." Patrick mengeluarkan semua emosinya sama seperti anak kecil yang pemberontak. Ia berdiri dari tempat duduknya berteriak sambil menangis
"kamu yang jahat...kamu penjahat.." teriak Patrick membuat suasana diruangan menjadi riuh, Lisa melihat tubuhnya bergetar hebat.
Lisa tidak tega melihatnya, Lisa memeluknya dan menepuk pundaknya "sudah..sudah,,.. tidak apa-apa. kami akan ada disini untuk menjagamu"
Patrick menangis seperti anak kecil, bagaimana pun dia masih memiliki jiwa seperti anak berusia 15 tahun yang merasa dipojokkan. Lisa mengajaknya masuk keruangan Cindy dan Leo. Lisa berjalan sambil merangkul Patrick, Jannie mengikuti dari belakang.
Lisa memberikan Patrick tisu, ia perlu mengeluarkan segala sesuatu dalam hatinya. 20 tahun bukan hal mudah juga baginya. Tidak hanya Kevin yang terjebak dengan masa lalu, Patrick juga. Kevin dengan insomnia nya sedangkan Patrick dengan tidur panjangnya. Mereka sama-sama tidak bisa melampiaskan rasa takutnya.
Jannie memberikan air kepada Patrick, ia meminumnya dan mulai tenang. Lisa menutup pintu kamar agar tidak mendengar pembicaraan diluar. Seorang pengawal mengetuk pintu dan meletakkan kamera disudut ruangan dengan tripod. Setelah mengecek posisinya dengan tepat ia segera menutup pintu dan meninggal mereka didalam kamar.
Cindy meletakkan tab nya ditempat tidur. kemudian ia mengangkat kursinya kedepan Patrick. "apakah kamu mau menceritakan apa yang terjadi pada saat itu?" tanya Cindy sambil menggenggam tangan Patrick.
Patrick menatap Cindy kemudian menundukkan kepalanya lagi. "kita adalah sepupu jauh. Aku adalah bibi kecil Lisa. Pria itu adalah suamiku."
Cindy menunjuk kearah Leo... Leo melambaikan tangan tanpa tersenyum melihat kearah Patrick
"kamu bisa mempercayai kami disini, tapi jika kamu merasa nyaman berbicara hanya dengan salah satu dari kami. Tidak masalah, kami akan meninggalkan ruangan ini dan kamu bisa berbicara dengan orang itu."
Patrick masih diam sambil menggenggam erat jari tangannya.
__ADS_1