Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
menjauh darinya


__ADS_3

Lisa keluar dari kamar mandi dengan perasaan campur aduk. Ia mendengar seseorang berkata seperti ini, pasti ada orang lain berpikiran yang sama dengan dua orang tadi.


Khay menarik tangan Lisa. Membuat Lisa terkejut.


"kakak senior, kamu membuat aku terkejut."


"kamu yang membuat aku terkejut. Kenapa tadi pagi kamu berlari seperti itu, melompati kap mobilku. Itu sangat berbahaya. Kemana suami kamu, dia sibuk bekerja dan tidak menjaga kamu." Khay terlihat marah.


Lisa mengerutkan keningnya, kenapa Khay marah kepadanya. Bukankah pertemuan sebelumnya sudah dijelaskan kalau Khay tidak boleh menaruh perasaan kepada Lisa.


"maaf, jika mobil Kakak senior ada kerusakan aku akan membayarnya. Kakak bawa saja ke bengkel, berikan tagihan kepadaku." Lisa segera pergi meninggalkan Khay. Dua pengawal Lisa sudah berdiri tegak 1 meter dibelakangnya. Menatap Khay seperti musuh yang akan melukainya.


Khay berlari kedepan Lisa menghalangi jalannya. "katakan jika ada masalah, aku bisa akan melindungi kamu lebih baik."


"hanya Tuhan yang bisa melindungi manusia dengan sangat baik. Jadi kakak senior tidak perlu khawatir. Semua sudah diurus oleh pengawal ku".


"Lisa aku sangat mengkhawatirkan kamu." Wajah Kevin terlihat sangat sedih


"kakak jangan khawatir semua akan baik-baik saja." Lisa menepuk pundak Khay dan berjalan meninggalkan nya.


Leo berlari kearah Lisa. "kami buang air besar atau buang air kecil...Kenapa lama sekali."


"cerewet" jawab Lisa singkat.


"apa..kamu sembelit..." ejek Leo


Lisa memukul dengan keras pundak Leo. "bicara pakai pengeras suara, biar seluruh dunia tahu. Dasar raja kegelapan." umpat Lisa sambil membesar kan matanya.


"kamu ini, aku rasa petinju kelas berat. Sakit sekali pukulan kamu." Leo meringis kesakitan sambil memegang pundaknya yang dipukul Lisa.


"sana cari sahabat penari balet, yang lentur dan lembut setiap gerakannya." Lisa membuang muka dari Leo dan berjalan lebih cepat meninggalkan nya.


"sejak kapan kamu jadi wanita..."tanya Leo


"maksud kamu..." tanya Lisa balik.


"hanya wanita yang sering marah dan memiliki emosi tidak stabil karena pengaruh hormon." jelas Leo.


Lisa menarik nafas dengan kuat sehingga Leo bisa mendengar kan nafas Lisa. "kamu anggap apa aku selama ini.." tanya Lisa kesal.

__ADS_1


"kami jelas bukan seorang dewi. Tapi juga tidak pantas menjadi dewa. lebih cocok menjadi manusia setengah dewa." Leo mengangguk puas dengan jawabannya sambil memegang dagunya.


Lisa kesal dengan perkataan Leo dan menarik telinganya sambil berjalan. "benar-benar teman yang tidak bisa diberi hati. Dan tidak berperasaan."


"Lisa...telingaku mau lepas." keluh Leo sambil memegang telinganya.


"bagus kalau lepas aku akan minta suamiku melakukan operasi transplantasi telingamu menjadi telinga gajah." Lisa tertawa puas setelah menyiksa sahabatnya.


"baik, aku minta maaf." Ucap Leo dengan wajah sedih.


"belikan aku Teh susu sekarang." pinta Lisa


"bukan kah suamimu sudah memberikan minuman untukmu...."


"benarkah...." wajah Lisa bersinar. Jika makanan dari Kevin pasti itu adalah makanan kesukaannya. Lisa berjalan lebih cepat keruangan rapat. Barisan cake dan teh susu sudah tersusun rapi dimeja. Mata Lisa berkaca-kaca melihat perhatian dari suaminya.


Lisa melihat proyektor ada wajah Kevin. Lisa mengusap kedua matanya dan masih melihat wajah Kevin.


"sudah selesai sayang...." sapa Kevin


Ruangan menjadi lebih hangat, mereka diruangan tidak berani memberikan sorakan kepada Lisa dan Kevin.


Kevin tersenyum melihat Lisa makan dengan lahap.


"Leo, terimakasih." Kata Kevin singkat.


Leo mengangguk sambil mengedipkan sebelah matanya. Menaikkan ibu jarinya kepada Kevin.


Lisa yang sibuk makan memperhatikan Kevin dan Leo bergantian. Apa yang direncanakan mereka berdua. Kenapa ia bisa tidak mengetahuinya.


Khay masuk kedalam ruangan rapat dengan wajah murung. Ia tidak bisa menepati janjinya untuk menjauhi Lisa dari perasaan pribadi nya.


"selamat datang kembali pak Khay. Jika semua sudah berkumpul mari kita mulai rapatnya." Khay juga terkejut melihat Kevin muncul di proyektor.


Khay menutupi kegundahan dihatinya. "mari kita lanjutkan rapatnya." jawab Khay sambil tersenyum melihat Kevin.


Rapat akhirnya selesai pukul 6 sore. Semua draft hasil keputusan pembuatan game sudah diputuskan secara final. Sebenarnya bukan tanpa alasan Kevin ikut dalam rapat kali ini. Semakin cepat draft penyelesaian dengan para pengembang maka waktu Lisa bertemu dengan Khay akan semakin singkat. Untuk selebihnya hanya Leo yang akan berhubungan dengan Khay tanpa melibatkan Lisa lagi.


Lisa tersenyum puas... "akhirnya selesai juga...." Lisa mengangkat kedua tangannya dan melakukan peregangan.

__ADS_1


Leo tersenyum melihat Lisa seperti seseorang yang keluar dari tahanan. "bagaimana kalau kita makan diluar..." tanya Leo.


Lisa menggoyangkan jari telunjuknya tanda tidak setuju. "hari ini aku sudah ada janji." kita Lisa dengan bangga.


"memang ada orang lain yang lebih penting daripada aku...." Leo merasa tidak puas dengan jawaban Lisa yang mulai mengabaikannya.


"aku sudah ada janji dengan bibi Nita. Hari ini ia terluka karena melindungi aku. Jadi aku harus memberikan makanan yang banyak agar ia cepat sembuh." Lisa penuh semangat ketika mengatakan akan membeli makanan.


Leo mengusap kepala Lisa dengan kasar, membuat rambut Lisa berantakan.


Lisa memukul lengan Leo. "menjauh dariku. kamu merusak rambutku."


Lisa memperbaiki rambutnya. Sementara Khay yang terlihat sedang merapikan laptopnya mencuri pandang kearah Lisa. Hatinya benar-benar tidak tenang melihat Lisa sekarang.


"Kakak senior, aku permisi pulang dulu ya" kata Lisa sambil melambaikan tangan kearah Khay. Didepan ruangan rapat, C dan D sudah berdiri tegak menunggu Lisa. Lisa menyerahkan tas laptopnya kepada D.


"mari kita pulang." ucap Lisa santai.


D membungkukkan tubuhnya dan berjalan mengikuti Lisa berjalan bersama Leo.


"saat ini aku merasa sedang suting mission impossible. Bukan kan ketampanan ku seperi Tom Cruise? Aku hanya perlu memakai kaca mata hitam."


Lisa menarik ujung bibirnya, pria ini sudah benar-benar terlalu tinggi dalam berkhayal.


"Pengawal mu membuat kita memang mirip seperti mafia, atau agen man in black"


"haiiiiihhh... Kamu terlalu banyak menonton daripada berpikir. Jadi hidup serba mengambang." protes Lisa


"apa yang mengambang.... Aku jelas tampan, ramah, kaya, berwibawa, cerdas, disukai banyak wanita, tipe idaman dijadikan menantu, semua hal terbaik di dunia ini ada padaku." Leo memuji dirinya sendiri dengan bangganya.


Lisa hanya geleng-geleng melihat kelakuan Leo yang kekanak-kanakan.


"tapi aku rasa, kamu bukan orang yang tepat untuk dijadikan sebagai calon menantu. Karena kamu adalah seorang playboy kelas atas. Mereka tidak akan percaya menyerahkan anak gadisnya kepada hidung belang seperti kamu."


"berhentilah berbicara seperti wanita tua sahabat " protes Leo


Sepanjang jalan dari lift sampai didepan pintu kantor Lisa dan Leo tidak berhenti berdebat. Kedua pengawal Lisa tersenyum melihat kelakuan mereka berdua yang terlihat seperti anak kecil yang sedang berkelahi. Berdebat tentang hal yang tidak penting.


Tapi memang cara inilah yang bisa membuat Lisa lupa dengan masalah nya. Berdebat dengan Leo tentang hal yang tidak penting. Kemudian perlahan-lahan suasana hati Lisa pun berubah menjadi lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2