
Kevin melihat wajah Lisa menjadi pucat, Kevin menjadi panik "kamu tidak apa-apa?"
Lisa terlalu pusing untuk meladeni Kevin bicara saat ini. Dengan cepat Kevin menggendong Lisa dan membawanya kembali ke hotel. Sampai di hotel Lisa langsung tidur, Kevin dengan sabar mengganti baju Lisa dan menyeka tubuh Lisa dengan handuk basah untuk membersihkan tubuhnya.
*****
Sebulan berlalu dengan begitu cepat, Lisa masih sibuk dengan kuliah dan pekerjaan sekaligus. Ia sangat menikmati waktunya sekarang, sangat sibuk. Tapi hatinya sangat senang, karena ini adalah cita-cita Lisa selama ini. Kuliah dan kerja dua hal yang bisa dilakukan secara bersamaan.
Selama sebulan ini Kevin juga menepati perkataannya, ketika Home Run Ltd terpilih menjadi perusahaan konstruksi maka setiap orang harus bisa membuat Lisa berjauhan dengan Arkana. Tidak hanya di kampus, di kantor juga demikian. Arkana juga sepertinya paham dengan keadaan Lisa,. Lisa sudah menjamin, Kevin pasti sudah mengatakan sesuatu kepada Arkana. Syarat mereka bisa diterima adalah apabila ia bisa menjaga jarak dengan istrinya. Jika hal itu dilanggar, Lisa sudah bisa menebak apa yang terjadi. Kontrak eksklusif dengan Growth Ltd akan dibatalkan oleh Kevin. Kemampuan Kevin dalam negosiasi dan melakukan penekanan tidak perlu diragukan lagi.
Setiap kali bertemu Arkana di kampus ia hanya akan mengangguk kemudian pergi menjauh dari Lisa. Tempat duduk juga selalu berjauhan dengan Lisa.
Kevin hari ini sibuk berkemas, Lisa duduk ditempat sambil memperhatikan barang yang diambil Kevin kemudian menyusunnya kedalam tas. Tas pakaian Lisa juga sudah siap. Selama Kevin pergi ia akan menginap di hotel sendirian. Bukan tanpa alasan Lisa melakukan hal ini. Masih teringat jelas di ingatan Lisa, Kevin dinas diluar negeri hanya satu minggu. Tapi tekanan yang dialami Lisa sangat luar biasa. Pria ini ada dimana-mana. Semua televisi tempat Lisa berada akan menyala dan melakukan video call kepadanya. Benar-benar menyebalkan. Tidak ada privasi untuk dirinya sendiri.
Lisa selesai membereskan pakaian Kevin. Malam ini ia akan pergi dengan penerbangan terakhir. Lisa mengantar Kevin kebandara. Setelah memeluk dan berciuman mereka saling melambaikan tangan. Lisa akhirnya bisa bernafas dengan lega selama 2 minggu ini dia akan aman dari Kevin. Tidak akan ada membuatnya marah, kesal dan emosi setidaknya hanya 2 minggu ini.
Tapi jangan tanya berapa pengawal yang mengelilingi Lisa sekarang??? Ada sepuluh orang. Mereka semua bergantian menjaga Lisa. A sampai J akan berjaga pagi hari pada hari Senin, Rabu, Kamis dan Sabtu. Selebihnya mereka akan dapat shift malam.
L sampai T yang biasanya selalu dinas malam, kali ini menjaga Lisa dari hari Selasa ,Jumat dan Minggu pagi hari selebihnya shift malam.
__ADS_1
Kevin memang luar biasa, ketika Lisa memintanya tidak melakukan hal yang sama ketika dinas beberapa bulan yang lalu awalnya ia sangat keberatan. Hasil dari negosiasi mereka tidak semudah yang dibayangkan. Lisa sampai di hotel dan langsung masuk kedalam kamar. Hari keberangkatan Kevin dilepas dengan hujan gerimis.
Hari ini langit masih mendung, sama seperti 3 hari sebelumnya. 3 hari tidak ada pesan dan panggilan dari Kevin. Hanya Frans yang rutin memberikan informasi apa yang dilakukan Kevin selama ada diluar negeri. Sudah bisa ditebak, waktunya dihabiskan dengan rapat dan rapat. Tidak ada kegiatan lagi,
Hari berjalan dengan sangat cepat sudah seminggu dan Lisa hari ini begitu selesai kuliah ia langsung kembali ke hotel dan bermalas-malasan. Lisa merasa tidak enak badan. Mata serasa berat, tapi tugas kampus memaksanya untuk duduk dan mulai menggerakkan jari-jari lentiknya untuknya bekerja.
Minggu depan adalah jadwal pengecekkan lokasi pembangunan rumah. Jadwalnya akan sangat padat minggu depan. Angel mengirimkan email pekerjaan kepada Lisa. Lisa membacanya dengan serius kemudian ada panggilan masuk yang membuyarkan konsentrasinya.
Lisa melihat panggilan video masuk dari Kevin, ini adalah pertama kalinya Kevin menghubunginya sejak ada diluar negeri. Wajah Lisa berubah menjadi senang menerima panggilan dari Kevin.
"kamu merindukanku??" tanya Lisa begitu panggilan tersambung
"kenapa kamu tidak menghubungi atau mengirimiku pesan??"
"bukan kah kamu sangat sibuk...kamu mengatakan tidak boleh menganggu kamu ketika sedang sibuk.
Lisa menarik otot ujung bibirnya. Pria ini memang disamping sulit diajak kerja sama juga sulit mengerti apa keinginannya. Mana mungkin tidak menghubungi sama sekali.
"kamu kesal??" tanya Kevin
__ADS_1
Lisa mengangguk. Komputer dihadapan Lisa masih hidup dia harus mengerjakan tugas dari dosennya.
"aku ada tugas kuliah. kamu tunggu ya aku kerjakan ini dulu." Kata Lisa
"baiklah.." kata Kevin sambil mematikan panggilannya.
Lisa kesal bukan main,tidak ada perkataan Lisa untuk menutup panggilannya. Pria ini terlalu memilki jari yang lincah dibandingkan orang normal lainnya. Lisa mengerjakan tugasnya dengan cepat. Sebenarnya tidak terlalu cepat, emosi yang membuatnya tidak bekerja lebih cepat dari biasanya. Hati Lisa dipenuhi rasa rindu kepada Kevin. Ketika pria ini tidak ada didekatnya, entah kenapa ada rasa rindu mendengar pria ini mengomel dan menatapnya dengan dingin. Ketika mengalami hal tersebut jujur saja sangat tidak menyenangkan.
Lisa mematikan laptopnya dan kembali menghubungi Kevin, 5 kali panggilan dari Lisa tidak dijawab. Lisa yang sudah lelah mulai merasa mengantuk. Ia melipat ponselnya dan kemudian tidur dengan lelapnya. Sore hari Lisa bangun dan melihat ponselnya ternyata Kevin tidak menghubunginya balik.
Pikiran curiga mulai berputar di kepala Lisa. Pasti saat ini ia sedang bersama wanita berambut pirang. Konon katanya, mereka jauh lebih agresif dibandingkan dengan wanita Asia. Mereka tidak hanya terlihat lebih pintar dan menarik tapi juga dalam urusan bergaul mereka jauh lebih baik.
Lisa kembali menghubungi Kevin dan tidak mendapatkan jawaban. Lisa mulai kesal dengan keadaan ini. Lisa sangat ingin datang ketempat Kevin kemudian memukul kepalanya agar dia ingat ada wanita yang menunggunya disini.
Lisa berjalan dengan malas kearah dapur dan mulai mencari sesuatu didalam kulkas untuk dimasak. Setelah selesai masak, Lisa duduk sambil menghadap keluar jendela. Lisa menghidupkan laptopnya dan mulai membaca email pekerjaan yang dikirimkan oleh Angel. Lisa sangat fokus dengan berkas yang dibacanya sampai tidak menyadari kalau langit sudah sangat gelap. Begitu selsai dengan pekerjaannya, Lisa meregangkan otot leher dan lengannya. Kemudian mematikan laptop dan berjalan kekamar mandi.
Tanpa Kevin waktu berjalan dengan begitu cepat. Senin sudah datang dan sampai sekarang ia belum menghubunginya balik. Lisa pun enggan menghubungi balik Kevin. Hari ini adalah mata kuliah dosen yang terkenal sangat ketat dalam nilai, Lisa mendapat info dari Mei dan Santi katanya hari ini ada dosen tamu yang akan memberikan mata kuliah pemasaran internasional. Semua sangat antusias menunggu dosen tamu tersebut. Lisa mengenakan hand free sambil membaca buku pelajarannya.
Kelas mendadak riuh membuat Lisa mengikuti perkembangan suasana kelas. Lisa tercengang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.....
__ADS_1