Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
mama hilang


__ADS_3

Telepon dari Kevin semalaman tidak terputus, Lisa menyadari ketika bangun pagi da n panggilannya masih terhubung.


"halo..."


"kamu sudah bangun?"


Lisa terkejut... "kamu tidak tidur lagi??"


"aku sulit tidur jika tidak ada kamu."


"sudah pagi ini, aku mau mandi dulu. Teleponnya aku matikan ya.."


Lisa mematikan teleponnya, Dan bergegas kekamar mandi. Lisa melihat mamanya masih tertidur, wajahnya tampak sangat lelah. Tadi malam suster menyuntikkan obat penghilang rasa sakit karena Merry merasa sakit yang luar biasa pada bagian perutnya.


Selesai mandi Lisa membuka tirai jendela kamar dan melihat tembok setinggi 2 meter sudah berdiri mengelilingi rumahnya.


"mama lihat, mereka sudah mengerjakan pagarnya. Benar-benar cepat sekali kerja Mr. K ini."


Lingkar mata hitam terlihat jelas diwajah Merry. Merry hanya mengangguk.


Selesai sarapan pagi, Merry meminta Lisa mengajaknya berjalan kerumah kaca. Lisa sudah menolak keinganan mamanya, karena wajah merry terlihat sangat pucat. Tapi karena Merry sangat menginginkan keluar, Lisa pun mengikuti keinginan mamanya. Setelah memakaikan jeket tebal dan syal ke mamanya, Lisa mendorong kursi roda mamanya ke rumah kaca.


Lisa melihat bagian belakang sudah terpasang tembok, dan terlihat beberapa orang masih bekerja.


Barisan strawberry berwarna merah menarik hati Lisa, Merry juga terihat senang. Hari ini Merry tidak banyak bicara, hanya isyarat mata yang diberikannya.


Lisa mengambil keranjang kecil dan gunting, Dengan semangat Lisa memanen Strawberry ditemani Merry, sebentar saja keranjang Lisa penuh. Lisa permisi sebentar ke mamanya untuk memindahkan strawberry yang dipetiknya kedalam rumah. Merry mengangguk dan Lisa pun bergegas pergi kedalam rumah dan memindahkan strawberry tersebut dan kembali kerumah kaca. Sampai disana, dia tidak menemukan mamanya, kursi rodanya masih ada, tapi kemana mama?? Tidak mungkin mama bisa berjalan sendiri.


Lisa memanggil dua pengawalnya, mereka mulai mencari Merry kesekitar rumah. Lisa hanya pergi tidak lebih dari 2 menit. Tidak mungkin mamanya yang sakit bisa pergi jauh dengan waktu begitu singkat.


Lisa mulai frustasi. Ia menghubungi Kevin.


"Mama....mama......" Lidahnya tidak bisa berkata-kata.


"Kenapa??" Kevin mulai panik


"Hilang...."


"bagaimana bisa hilang?  "aku akan segera kesana, kamu tunggu aku." ujar Kevin


Lisa tidak sanggup menjawab apapun. Ia terduduk ditanah sambil menangis histeris.

__ADS_1


Pengawal memberi informasi bahwa tidak ada yang melihat Merry. Lisa tidak percaya, bagaimana mungkin mamanya bisa hilang begitu saja.


Lisa kembali masuk kedalam rumah kaca, disini tidak ada cctv bagaimana bisa ia melacak keberadaan mamanya? Lisa berkeliling sambil memanggil mamannya, semua orang ikut membantu tapi tidak ada hasil. Lisa mulai menyalahkan dirinya sendiri,


Lisa menanyai semua orang yang bekerja membangun tembok, ada seorang pekerja mengatakan melihat beberapa orang keluar dari dalam rumah kaca sambil membawa kotak besar tidak lama setelah Lisa keluar. Lisa menanyakan kemana jalanya, ia mengatakan kearah utara,hanya saja pekerja tadi tidak ingat plat kendaraannya. Hanya tahu kendaraannya  berwarna hitam denga mobil double cabin.


Lisa tidak habis pikir, untuk apa menculik wanita tua dan sakit. Pikiran Lisa berputar putar. Ia mulai memikirkan hal yang aneh-aneh. Bagaimana kalau mamanya digunakan untuk perdagangan manusia? Bagaimana jika mamanya disiksa? Mamanya tidak bisa bertahan tanpa obat penghilang rasa sakit yang harus diberikan kepadanya secara berkala. Lisa berkeliling sekitar desa untuk mencari mobil dengan double cabin. Tapi dia tidak menemukan apa-pun.


Matahari sudah tinggi Lisa masih belum menyerah mencari keberadaan mamanya.


Kevin berjalan kearah Lisa yang sedang duduk di trotoar jalan, dia sudah putus asa sekarang. Lisa memandangi Kevin dengan tatapan sedih, dia tidak bisa lagi membendung air matanya. Ia berlari kearahnya dan menangis dipelukanya.


"bagaimana ini.. aku membuat mama hilang."


Kevin memeluk Lisa dan mengelus pundaknya. "tenang lah, Aku pasti akan menemukan mama kembali."


"ini salahku, seandainya aku tidak meninggalkan mama sendiri. Pasti...."


"sudah.... jangan memilirkan hal yang tidak-tidak. Anggota kita sudah menghubungi pihak polisi. Semua akan baik-baik saja." ujar Kevin menenangkan hati Lisa.


Lisa mengangguk dan tidak melepaskan pelukan Kevin, hanya dia orang yang bisa dipercayanya bisa menyelesaikan semua ini.


Kevin menggendong tubuh Lisa, tangan Lisa melingkar dileher Kevin dan kepalanya bersandar didadanya. Lisa sudah pasrah. Di hati dan pikirannya hanya bisa menyalahkan diri sendiri. Dan menyisakan pertanyaan "kenapa...kenapa....dan kenapa...."


Lisa melihat didepan rumahnya sudah banyak mobil hitam parkir dan juga mobil polisi.


"apakah kita akan menemukan mama??" tanya Lisa


"pasti. Aku pasti akan membawa mama kembali."


"Apa mama baik-baik saja??" tanya Lisa lagi


"Yakin lah dan berdoa semuanya akan baik-baik saja."


Lisa mengangguk


"Maafkan aku, seharusnya aku ada disamping kalian dan tidak meninggalkan kalian berdua sendiri. Ini adalah kesalahanku" Ujar Kevin sambil mencuim kening Lisa


Lisa tidak melepas pelukannya walau mereka sudah sampai dirumah.


"aku pergi dulu, kita harus cepat bergerak setidaknya sebelum gelap kita sudah menemukan mama"

__ADS_1


Lisa berdiri dan memegang tangan Kevin. "aku ikut"


Kevin menggeleng, sambil memegang wajah Lisa. "kamu harus tetap dirumah. Bagaimana jika mama pulang kerumah dan kita tidak ada dirumah??"


Lisa terdiam. Perkataan Kevin memang ada benarnya.


"Hubungi aku jika menemukan mama." Ujar Lisa


"sudah pasti. Kamu makan dulu dengan bi Nita.  Oke."


Lisa tidak menjawab apapun. Bagaimana mungkin ia ada selera untuk makan. Memikirkan dimana mamanya saja sudah membuatnya kenyang.


Kevin pergi dan Nita menawarkan Lisa makanan. Ia hanya duduk dimeja makan. Memandangi makanannya. 'apakah mamanya sudah makan?" Lisa melihat sudah jam 1 siang, ini adalah jadwal mamanya diberikan obat. Bagaimana tubuh kurusnya bisa menerima rasa sakit lagi.'


"Nona harus makan, setidaknya makanlah sedikit saja." bujuk Nita


Lisa tidak berkata apapun hanya air matanya yang mengalir dipipinya.


"Ibu pasti akan ketemu, nona tidak perlu khawatir. Tidak ada maslaah yang tidak bisa dipecahkan oleh pak Kevin. Percayalah padanya, kami sudah mengenalnya bertahun-tahun lamanya."


Lisa melihat strawberry yang tadi diletaknya masih berada di posisi yang sama. Air matanya kembali keluar.


'Jika strawberry saja masih ditempat yang sama. Ada kemungkinan pasti mama masih ditempat yang sama.' pikir Lisa


Lisa membuka pintu belakang rumah, ada 2 pengawal yang berjaga dipintu.


"maaf nona, pak Kevin melarang anda Keluar."


"Aku perlu memastikan sesuatu."


"Maaf nona, situasi saat ini sedang tidak kondusif. Kami harus memastikan kondisi anda dalam keadaan aman."


"aku perlu kerumah kaca tadi untuk memastikan sesuatu. Kalian kan bisa menemaniku kesana, apa susahnya??"


"maaf nona kami tidak bisa."


"kalian membuatku kesal". Lisa mengambil gunting dari atas tumpukan Strawberry dan mengarahkan kelehernya. "kalian mau membuat aku melukai diriku sendiri atau ikut denganku."


Pengawal tadi mulai panik, "baiklah nona, kami akan menemani anda kesana. Tolong letakkan gunting itu." Pinta seorang pengawal.


"Tidak antar aku kesana baru akan aku serahkan." Lisa orang yang keras kepala. Tidak gampang menyerah dengan hal apapun.

__ADS_1


Pengawal tadi mengangguk dan menemani Lisa berjalan kearah rumah kaca lagi. Tapi mamanya tidak ada disana. Lisa menarik nafas panjang dan berjalan kembali kerumah dengan perasaan hampa.


__ADS_2