Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
malam yang panjang


__ADS_3

Santoso datang kekamar Kevin. Tidak jauh berbeda dengan Leo, wajah emosi tidak bisa ditutupi pria paruh baya itu.


"siapa yang berjaga malam ini???" tanya Kevin


"F G H I dan J pak" jawab F


"Siapa saja yang masuk keruangan ini tadi???" tanya Santoso yang masih mengenakan jubah tidur. Rasa kantuknya hilang setelah mendengar berita buruk ini.


"hanya 3 orang yang masuk kedalam ruangan ini. Nona Caroline, nona Jannie dan seorang yang melakukan dekorasi. Sebelum melakukan dekorasi, barang-barang yang mereka bawa sudah kami periksa dan tidak ada barang yang mencurigakan sama sekali. " jelas F


"lantas kalau tidak ada yang mencurigakan kenapa ada barang itu diruangan ini? Apa hantu yang mengirimnya??" kata Santoso kesal.


Frans yang baru tiba diruangan mendengarkan kata 'hantu' mendadak menjadi emosional. Matanya berkeliling keseluruh ruangan, pikirannya mulai berimajinasi 'apa benar ada hantu diruangan ini...'batinnya. Rasa takut mulai menghantui Frans yang tiba-tiba menjadi seorang yang sangat waspada. Walau ia tidak 'melihat' apa pun.


"anggota sudah melakukan pemeriksaan dari cctv. Yang membawa hadiah malam ini ada tuan Kevin dan nona Lisa sendiri. Untuk barang yang dibawa nona Lisa sudah kami periksa tidak ada barang yang berbahaya. Hanya saja kami akui kesalahan kami tidak memeriksa barang yang dibawa pak Kevin." kata I.


Santoso melipat kedua tangannya sambil menatap tajam kearah Kevin. "jelaskan..." kata Santoso sambil merubah  posisi duduk kearah Kevin.


"aku memang meminta pengawal yang menjaga ruangan ini agar pindah keruangan tempat Lisa berada. Aku kembali lebih awal karena masih ada pekerjaan yang harus diurus." kata Kevin, berusaha mengingat apakah ada hal mencurigakan


"periksa cctv." kata Santoso.


'kalau memang benar tidak ada orang lain yang masuk kedalam ruangan ini, berarti dalam kado yang dibawa Kevin sudah ada barang itu." sambung Santoso.

__ADS_1


Kevin bangkit dari tempat duduknya sambil berkata. "Aku mau melihat apa yang ada didalam kotak itu."


Dari kejadian tadi, ia sama sekali tidak ada melihat benda apa yang ada didalam kotak. Kevin sangat penasaran dengan apa yang dilihat Lisa. F membawa Kevin keruangan kamar mereka yang sedang melakukan pemeriksaan sidik jari.


"apa yang kalian temukan??" tanya Kevin


"kami masih melakukan pemeriksaan pak, mohon menunggu. Hasilnya akan segera kami berikan begitu hasil identifikasi kami selesai." jelas A kepada Kevin.


"cctv???" tanya Kevin lagi


"tidak ada orang lain masuk setelah nona Caroline dan team dekorasi masuk kedalam kamar. Anda adalah orang terakhir yang masuk setelah itu nona Lisa."


Kevin memperhatikan troli yang dibawa Kevin, kotak itu memang dibawanya dari ruangan kamar sepupunya. Pertanyaan yang muncul di pikiran Kevin adalah 'apakah ada penyusup diruangan sepupunya?? atau memang ada penjahat dikeluarga nya sendiri? Jika memang benar ada penjahat yang meneror dirinya atau Lisa, apa tujuannya melakukan hal itu??' batin Kevin penuh dengan pertanyaan.


"periksa CCTV diarah ruangan Patrick" kata Kevin.


Selesai mengumpulkan tulisan para keluarga, Santoso mengatakan tujuannya melakukan hal tersebut. "hari ini, ada salah satu dari anggota keluarga kita yang nampaknya tidak senang dengan menantuku dan putraku. Sengaja memberikan teror kepada mereka. Sungguh itu bukan hal baik. Aku akan memeriksa semuanya sampai mengetahui siapa tersangka sebenarnya. Sampai saat itu dilakukan, aku akan meminta team pengawal keluarga melakukan penjagaan dimasing-masing pintu kamar anggota keluarga."


Beberapa diantara mereka merasa keberatan, karena merasa ditekan untuk hal yang tidak dilakukannya. Tapi pihak yang lain merasa tidak keberatan dengan usul tersebut.. Karena bagaimana pun keamanan adalah hal yang utama dalam keluarga ini. Tidak boleh ada penjahat didalam anggota keluarga mereka, dan seharusnya sesama keluarga tidak boleh menyakiti satu sama lain.


Diruangan yang berbeda, Kevin melihat siapa saja yang datang kedalam ruangan Patrick. Kevin menghentikan video tersebut. Terlihat Roy membawa boneka beruang yang besar berwarna putih, tapi seingat Kevin tidak ada boneka itu didalam hadiah yang diterima mereka. Setelah itu tidak ada kejadian aneh lagi terekam dalam kamera. Jannie terlihat menyiapkan kotak hadiah dan masuk bersamaan dengan Roy yang membawa boneka beruangnya. Ada 3 orang sepupu Kevin yang ikut masuk kedalam ruangan itu. Mereka keluar disaat yang bersamaan.


Setelah itu ada saudara lain yang datang, tapi hanya membawa kotak perhiasan. Terakhir adalah ibu Jannie yang terlihat membawa tas besar, setelah diperbesar. Isi tas yang dibawa adalah sweater rajutan. Kevin mengerutkan keningnya, tidak ada orang yang membawa boneka selain roy. Dan tidak ada yang mencurigakan orang-orang yang masuk diruangan Patrick.

__ADS_1


Santoso masuk keruangan pengawal Kevin dengan membawa kertas yang diisi oleh seluruh anggita keluarga. "kamu sudah dapat jawabannya?? "tanya Santoso


"sudah dapat garis besar, hanya belum dapat bukti." kata Kevin


"pancing saja dulu, baru cari bukti" kata Santoso sambil menyerahkan kertas kepada Kevin


Kevin melihat kearah Santoso sambil melihat kembali tumpakan kertas yang diberikannya. "kamu sudah periksa kamera pengawas??" tanya Santoso kepada Kevin


Kevin mengangguk tanpa menjawab "kertas ini bisa jadi bukti kita mendapatkan tersangkanya. Papa sudah cocokkan hadiah mereka dengan yang dikertas. Hanya punya Roy yang tidak ada barangnya. Sepertinya ada yang sengaja menukarnya. Ini tugas kita untuk memecahkannya. Hubungi kepolisian, kata Santoso kepada A."


"papa yakin menghubungi pihak polisi, kebanyakan mereka adalah keluarga mami. Lebih baik papa beritahu ke mami dulu."


Caroline masuk kedalam ruangan pengawal masih mengenakan baju tidurnya. Nafasnya tidak beraturan, karena berlari dari kamar setelah mengetahui peristiwa yang menghebohkan malam ini.


"apa yang terjadi??? bagaimana Lisa?? Kamu tidak apa-apa nak??"


"Sayang, kenapa kamu bangun? Aku sudah susah payah tidak bersuara ketika keluar kamar agar kamu tidak terganggu." kata Santoso sambil merangkul istrinya


"bagaimana mungkin mami bisa tenang, ini kedua kalinya terjadi dengan anak perempuan ku. Mami sangat khawatir. Bagaimana Lisa sekarang?"


"Lisa ada dikamar, sedang bersama Leo dan Cindy. Ia masih panik, dan mereka masih berusaha menenangkannya." jelas Kevin


"ooh..." jawab Caroline santai kemudian menatap Kevin dengan tajam.

__ADS_1


"istri kamu sedang panik, kamu malah meninggalkannya sendiri?? Suami seperti apa kamu??"protes Caroline


"sayang... kamu tenang. Kevin disini untuk memecahkan masalahnya. Beberapa hari lagi akan kembali kemasing-masing negara. Kita tidak ada waktu lagi untuk menemukan penjahatnya jika begitu." jelas Santoso


__ADS_2