
Pengawal Lisa B berdiri disebelah Lisa ketika Lisa akan terjatuh ia menahan tubuh Lisa dari benturan lantai. Lisa jatuh di tubuh B. Perut Lisa berbenturan dengan tubuh B. Peristiwa itu membuat perhatian tertuju kepada Lisa karena suara teriakan Lisa. Kevin membuang gelas yang ada ditangannya kearah Lisa. Pengawal Lisa yang lain langsung mengamankan wanita tua itu.Wanita itu berteriak "anak pembawa sial. Kembalikan semua harta Randy kepada kami."
"kamu dan mamamu sama saja, wanita sialan." teriak wanita itu.
"serahkan semua harta peninggalan Randy kepada kami wanita sialan."
Santoso memberi kode dengan tangannya agar mengamakan wanita itu dari ruangan. Pengawal Lisa segera membawa wanita itu keluar sambil terus berteriak "pembawa sial" "wanita murahan" "pelacur" Semua kata-kata buruk keluar dari mulut wanita tua tadi membuat semua orang berbisik melihat kearah wanita tua itu dan Lisa.
Kevin membantu Lisa berdiri "kamu tidak apa-apa?" kata Kevin. Santoso, Caroline, Cindy dan Leo mendekati Lisa. Lisa berdiri, ia merasa ada cairan yang keluar dari sela kakinya. Lisa melihat kearah kakinya begitu juga yang lain. Darah segar mengalir dari kaki Lisa. Kaki putih Lisa dialiri darah membuat tubuh Lisa bergetar hebat, begitu juga semua orang yang melihat Lisa
"bagaimana ini..." kata Lisa dan air mata sudah memenuhi kelopak matanya
Kevin langsung mengendong tubuh Lisa "siapkan mobil" perintahnya singkat. Kevin berlari sambil menggendong Lisa. Sampai didalam mobil Kevin menghubungi dokter kandungan Lisa. Terjadi sesuatu dengan istriku, siapkan semuanya dirumah sakit." Kevin langsung menutup teleponnya.
Tangan Lisa menjadi sangat dingin, perlahan-lahan Lisa menjadi mengantuk. "sayang...jangan tidur...." Kevin memukul perlahan pipi Lisa agar tetap terjaga. Lisa yang ada dipangkuan Kevin menyandarkan kepalanya di dada Kevin. "sayang, bertahanlah kita akan segera sampai rumah sakit." Mobil Kevin dikawal dengan sirine mobil polisi.
"aku tidak tahan lagi..." suara Lisa yang pelan dan perkataan Lisa membuat hati Kevin hancur berkeping-keping. Kali ini ia gagal menjaga keselamatan Lisa. Dalam hati Kevin tidak berhenti berdoa agar Lisa selamat.
Lisa dan Kevin sampai dirumah sakit, perawat dan dokter sudah menunggu di pintu masuk rumah sakit dengan brankar dorong. Kevin meletakkan Lisa ke brankar dengan perlahan. Dokter dan perawat segera membawa Lisa ke ruangan operasi. Kevin sangat panik, ia berjalan mondar-mandir didepan ruangan operasi. Setelan jas putih Kevin dipenuhi darah Lisa. Kevin melihatnya dan kemudian duduk didepan ruangan operasi. Wanita yang dicintainya bisa mengeluarkan darah sebanyak ini membuat hatinya hancur.
Air mata Kevin tidak bisa tertahan lagi. Caroline dan Santoso datang menemui Kevin yang duduk dikursi tunggu. Caroline duduk disebelah Kevin dan memeluk Kevin. Tidak ada kata-kata yang dapat diucapkan saat ini selain pelukan hangat mengawali dukungan agar Kevin kuat melalui semuanya.
Perawat keluar dan menanyakan golongan darah B kepada Kevin. Leo memiliki golongan darah yang sama dengan Lisa. Golongan darah saya O, saya bisa memberikan darah saya kepada istriku. Perawat mengajak Leo dan Kevin masuk keruangan pemeriksaan. Setelah memastikan tidak ada masalah dan golongan darah sesuai, Leo dan Kevin melakukan donor darah langsung kepada Lisa.
"Kita butuh 1 kantong darah lagi" kata perawat.
__ADS_1
"ambil darah saja." jawab Santoso. "Golongan darah saya O." lanjutnya.
Santoso pun diperiksa dan melakukan donor darah untuk Lisa. Dua jam sudah berlalu, tapi dokter masih belum keluar dari dalam ruangan.
Hati semua orang yang menunggu Lisa sudah sangat kacau. Perawat terlihat keluar masuk keruangan operasi. Perasaan Kevin mulai kacau. Dia merasakan perasaan tidak tenang. Ia berdiri kemudian berjalan mondar-mandir didepan pintu ruangan operasi.
Semua membeku memandang pintu ruangan operasi. setelah menunggu selama 4 jam, dokter keluar dari ruangan operasi. Kevin mendatanginya "bagaimana keadaan istriku...."
"pak Kevin, anda sebaiknya masuk." wajah dokter kandungan Lisa sudah bisa menjelaskan semuanya kalau ada yang tidak beres dengan kondisi Lisa.
Kevin masuk kedalam ruangan dan mensterilkan tangan nya kemudian memakai pakaian pelindung diri dan masker. Lisa terbaring, dari detak jantung monitor terlihat Lisa sudah tidak normal lagi.
"kami sudah melakukan hal terbaik untuk menyelamatkan nona Lisa. Coba anda berbicara kepadanya untuk terakhir kalinya."
Mendengar kalimat dokter Kevin rasanya ingin menjahit mulut dokter itu. Tapi Kevin lebih memilih mendekati Lisa. Air matanya berkali-kali menetes karena wanita yang sedang terbaring didepannya. Wajah pucat pasi, Lisa terlihat seperti sudah tidak bernyawa.
Monitor jantung tiba-tiba berbunyi, Kevin melihat monitor garis lurus terlihat membuat Kevin menangis dengan kuat.
"KEMBALI KATAKU" Kevin berteriak diruangan operasi. Suara Kevin terdengar sampai keluar ruangan operasi. Kevin menggoyangkan tubuh Lisa dengan kuat.
"aku tidak mau sendiri. bangunlah." Kevin menggoyangkan tubuh kaku Lisa.
"lakukan sesuatu..." teriak Kevin
"tenang lah pak." kata salah satu perawat
__ADS_1
Kevin menatap tajam kearah orang itu. Ia tidak terima saran yang diberi orang itu. Mereka menunduk, mereka terharu melihat Kevin.
"kamu masih berhutang kata cinta padaku. jika kau berani pergi meninggalkan ku, aku tidak akan memaafkan mu. " Kevin tidak putus asa, ia menggoyangkan tubuh Lisa lagi.
Kevin membisikkan sesuatu kepada Lisa dan tiba-tiba Lisa menarik nafas panjang, kemudian mesin detak jantung kembali menunjukkan adanya kehidupan. Dokter menyingkirkan Kevin dari tubuh Lisa dan memeriksa detak jantung Lisa.
"istri anda kembali..." kata dokter tersebut.
Kevin mencium tangan Lisa "terima kasih sayang." Kevin tersenyum.
"kami akan melakukan pemeriksaan akhir dan nona Lisa akan dipindahkan keruangan." kata dokter kandungan Lisa.
"Anda sudah bisa keluar" kata perawat
"tidak ada yang bisa mengusir aku dari rumah sakit ku sendiri." Kevin menatap perawat itu dengan tatapan tajam.
Kevin tetap didalam ruangan melihat dokter dan perawat memindahkan Lisa ke brankar dorong. Kevin dan dokter keluar bersama Lisa yang masih terbaring lemah.
"sayang kamu tidak apa-apa." kata Caroline sambil mengikuti perawat mendorong brankar menuju ruangan inap.
Pandangan Lisa masih kabur, ia bisa melihat Caroline, Leo, Santoso dan Cindy ada disampingnya. Wajah mereka terlihat mengkhawatirkan Lisa. Lisa melihat Kevin memakai baju operasi. Lisa masih terlalu lelah dan mengantuk.
"jangan tidur sayang...." Lisa mendengar seseorang mengucapkan kata itu. Tapi ia tidak tahu siapa yang mengatakannya.
Lisa sampai diruangan inapnya. Kevin duduk disebelahnya.. Menggenggam tangannya dan mencium keningnya dengan lembut.
__ADS_1
Dokter yang memeriksa Lisa kemudian mengatakan "maaf, bayi dalam kandungan nona Lisa tidak bisa diselamatkan. Nona Lisa selamat kembali lagi.."