
Lisa dibawa kerumah sakit. Karena Kevin tidak bisa dihubungi, M yang bertugas menjaga Kevin masuk kedalam ruangan rapat dengan mempertaruhkan pekerjaannya. M masuk dengan mengetuk pintu kemudian berdiri disamping Kevin sambil berbisik. Kevin terlihat tidak senang melihat M yang menganggu rapat pentingnya
Kevin langsung berdiri dan permisi kepada semua orang diruangan itu untuk meninggalkan rapat. Frans mengambil alih rapat dan Kevin pergi ke desa bunga. Dalam mobil Kevin menghidupkan ponselnya dan 83 panggilan tidak terjawab dari Lisa. Pesan dari Lisa yang begitu banyak terabaikan begitu saja olehnya. Kenapa ia melakukan hal ceroboh seperti ini lagi. Istinya dalam keadaan membutuhkannya, dan ia mengabaikan orang yang penting bagi hidupnya begitu saja.
Kevin sampai dirumah sakit, jarum infus masih menggantung ditangan Lisa. Lisa masih tertidur pulas dengan tenang, Kevin menggenggam tangan Lisa dan meletakkannya di pipinya, kemudian menciumnya "maafkan aku"
Kata maaf penuh penyesalan dari dalam hatinya terucap di bibirnya.
"masih berani kamu minta maaf setelah mengabaikan ku" kata Lisa dengan mata tertutup dan air matanya jatuh disudut matanya.
"sayang...kamu sudah sadar...." Kevin yang terkejut mendengar suara Lisa langsung berdiri dan mencium kening istrinya.
Lisa membuang wajahnya kesamping, matanya masih tertutup rapat. Ia sangat kesal dengan Kevin dari pagi dihubungi sudah tidak bisa bahkan sampai di makam pun dia juga belum merespon apapun. Lisa menjadi orang yang terabaikan, padahal selama ini ia selalu menjadi prioritas dalam hidup Kevin.
"sa..."
"aku lelah..." jawab Lisa dengan cepat untuk memotong pembicaraan Kevin.
Disaat yang bersamaan bibi Nita datang dengan membawa makan siang untuk Lisa. "nona saya memasak bubur ayam untuk nona. Ayo segera dimakan, nona belum makan dari pagi" kata bibi Nita sambil meletakkan diatas meja dan kemudian melihat Lisa dan Kevin secara bergantian. Suasana sangat dingin, membuat Nita merinding. Nita meletakkan makanan diatas meja dan dengan gerak cepat keluar dari kamar Lisa.
Bibi Nita melihat dari kaca pintu ruangan Lisa, dalam hatinya khawatir melihat Lisa. Tapi terlalu takut melihat tatapan mata Kevin yang sangat dingin dan tajam. Bibi Nita bisa mengingat segalanya dan membuat ia kembali merinding mengingat tatapan mata Kevin. Ia lebih memilih menyingkir dari ruangan Lisa dari pada harus berurusan dengan Kevin.
Kevin berdiri kedepan meja mengambil makanan untuk Lisa. Lisa yang melihat Kevin berdiri didepan matanya memilih memunggunginya.
Kevin melihat Lisa memunggunginya, ia tidak menyerah dan berputar kearah tempat duduknya tadi sambil membawa mangkuk berisi bubur ayam.
"kamu mau makan..." tanya Kevin
Lisa malas menjawab Kevin rasa kesalnya mengalahkan rasa laparnya. Kevin menyeruput panjang bubur ditangannya, "benar-benar enak masakan bibi nita, kamu tidak mau makan sayang???" tawar Kevin
__ADS_1
Lisa masih tidak bergerak, aroma sedap dari makanan susah untuk ditolak masuk ke hidung Lisa. Jual mahal membuat hati Lisa galau, mendengar suara Kevin memasukkan makanan ke mulut lebih membuat hatinya sakit dibandingkan kejadian tadi pagi.
'benar-benar berani sekali ia memakan makanan ibu hamil. Ia harus memberi makan 2 anak dalam rahimnya.' batin Lisa sambil membuka selimut dengan kasar hingga terjatuh kelantai. Lisa menatap kesal Kevin sambil berkata " Mr K... itu makanan ku. Bukan untuk mu."
Kevin menahan senyum diwajahnya. Kalau ia tertawa disaat seperti ini, amukan dari sang istri hanya memperburuk keadaaan saja.
"aku suap kan...." Kevin memberikan tawaran.
"tidak terima kasih. Aku bisa makan sendiri." kata Lisa dengan ketus sambil menatap tajam Kevin sambil mengambil mangkok bubur dari tangannya.
''baiklah... Kevin duduk disebelah Lisa sambil menyilang kan kedua kakinya kemudian melipat kedua tangannya di dadanya. Pandangan matanya tertuju kepada Lisa yang makan dengan lahapnya.
"ada lagi yang mau kamu makan sayang??" tanya Kevin.
"apel..." jawab Lisa tanpa sungkan
"aku mau kamu yang beli, bukan pakai aplikasi atau suruh bibi Nita yang pergi" protes Lisa
Kevin melipat ponsel nya. Sejak hamil besar, kemampuan Lisa membaca pikiran diatas rata- rata.
"baiklah..." Kevin langsung berdiri untuk pergi ke toko buah. Ketika Kevin akan membuka pintu Lisa bicara lagi.
"anggur tanpa biji juga." katanya Lisa.
"baik, aku pergi dulu ya sayang..." kata Kevin melambaikan tangan kearah Lisa
Lisa tidak mau melihat Kevin, matanya fokus dengan makanan di tangannya. Setelah terdengar suara pintu tertutup Lisa melihat kearah pintu Kevin sudah pergi keluar dari ruangan.
Lisa selesai makan, kemudian melihat televisi, setelah melihat semua siaran tidak ada satupun yang menarik perhatiannya. Lisa mencoba tidur, tapi aroma desinfektan terlalu menyengat di hidungnya. Rasa bosan diruangan rumah sakit membuatnya jenuh. Lisa berjalan sambil menarik gantungan infus. Bibi Nita yang duduk dikursi diluar ruangan langsung berjalan cepat mendekati Lisa
__ADS_1
"kenapa nona keluar kamar???"
"aku bosan"
"nona duduk dulu, saya ambil kursi roda." Setelah menitipkan Lisa ke pengawal Nita berjalan ke tempat perawat berjaga dan meminjam kursi roda.
Sejak masuk bulan ke 7 Lisa sangat suka berada di lapangan terbuka, duduk dibawah pohon sambil menghirup udara segar merupakan hobi baru Lisa. Setelah melakukan hal ini rasanya Lisa mendapatkan semangat yang luar biasa. Kevin tidak menyadari kebiasaan baru Lisa ini.
Lisa memejamkan matanya dan merasakan udara segar berhembus ke tubuhnya. Rasa tenang mulai masuk kedalam hatinya, emosinya mulai redah dan kesedihannya hilang disapu angin.
"nona mengantuk??" tanya Nita
"ya.... sedikit" jawab Lisa jujur sambil menutup mata
"apa kita sebaiknya kembali kekamar...." tanya Nita
"tidak... aku masih mau disini..."
"bagaimana jika tuan kembali dan tidak menemukan Nona diruangan...." Nita khawatir Kevin akan marah kepadanya jika melihat Lisa tidak didalam ruangan.
"dia dan mereka semua ini. Tahu dimana posisiku, sepertinya Kevin sudah menanamkan chip GPS didalam tubuhku." kata Lisa sambil menunjuk semua pengawal yang ada disekitarnya. Lisa mulai mengantuk. Udaranya memang sangat nyaman untuk tidur siang.
Nita melihat tubuh Lisa dari di atas kebawah kemudian melihat pengawal Lisa yang bertubuh kekar. Apakah memang tuan dan pengawal Lisa sangat kejam hingga memasukkan alat pelacak kedalam tubuh nona nya.. Batin Nita penuh tanya.
Lisa membuka matanya "Bi....jika infus sudah mau habis segera bangunkan aku. Aku mau pulang, sangat membosankan berada dirumah sakit." keluh Lisa.
Ia berharap Kevin sampai kerumah sakit ketika ia sudah sampai dirumah. Tapi prediksi Lisa salah, Kevin sudah berdiri dibelakang nya sambil memegang kantung belanja. Ia bisa mendengar dengan jelas perkataan Lisa tadi mengenai mungkin didalam tubuh nya ada chip yang dimasukkan dirinya.
Kevin sangat lucu mendengarkan imajinasi istrinya, jika orang lain mendengar pasti akan mengira apa yang dikatakan ya benar sama seperti pikiran bibi Nita kali ini.
__ADS_1