Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
menemui keluarga


__ADS_3

Lisa membawa Rajak dan Fatina menginap dirumahnya. Khay tinggal di tempat yang kecil, ia hanya menyewa satu kamar, mengingat itu lah kesanggupannya saat ini. Setelah lepas dari Sabrina tidak ada uang 1 sen pun tersisa untuknya. Kevin memang memberikan gaji awal kepadanya dengan cukup besar. Khay mengirimkan 80 persen gajinya kepada kedua orang tuanya, adiknya masih kuliah sudah pasti memerlukan banyak biaya. Sementara Valen sudah harus puas tinggal bersama Frans. Keinginannya menginap dirumah Kevin ditolak mentah-mentah oleh Kevin.


Fatina dan Rajak disambut dengan hangat di apartemen Kevin. Sangat berbeda dengan suasana rumah didesa bunga. Begitu masuk orang yang datang akan melihat suasana rumah yang megah dan mewah. Ketika memasuki apartemen Kevin ini suasana sangat minimalis dan sederhana. Tidak banyak perabotan seperti didesa bunga. Masing-masing rumah memiliki kelebihan masing-masing. Di apartemen ini begitu masuk pintu akan langsung terlihat pemandangan luar dari lantai 10. Nuansa putih dan hitam mendominasi rumah ini.


Ketika didesa bunga, warna dinding peach dan coklat muda langsung terlihat menarik mata. Perabotan mahal dan kokoh terlihat di ruang tamu ketika pertama kali masuk. Suasana hangat juga tidak bisa dipisahkan dari rumah di desa bunga. Rajak dan Fatina jadi merasa tidak enak, jika dilihat-lihat rumah desa bunga jauh lebih mewah dibandingkan apartemen mereka.


Selesai mandi, semua berkumpul dimeja makan untuk makan malam. Fatina tidak bisa menyembunyikan rasa malunya kepada Lisa.


"nak, kami rasa sebaiknya kami pindah saja dari rumah kalian yang didesa bunga."


Lisa terkejut mendengar perkataan Fatina "kenapa ibu berkata seperti itu??"


"ibu dan ayah merasa sangat segan tinggal dirumah sebesar dan semewah itu nak. Sangat jauh berbeda dibandingkan rumah ini." Fatina berbicara sambil melihat sekeliling rumah.


Lisa tertawa  sambil menjelaskan "ibu jangan salah, rumah ini memang rumah utama, sebelah sana ada tempat asisten rumah tangga yang tinggal terpisah. Kemudian, dibagian depan ada tempat untuk pengawal kami tinggal. Jadi satu lantai 10 ini adalah milik kami."


"benarkah??" tanya Fatina tidak percaya. Apa Kevin memang sekaya itu?? Tanya batinnya.

__ADS_1


Lisa mengangguk penuh keyakinan.


"rumah didesa kenangan ada ruangan khusus untuk kami. Ibu dan Ayah tidak perlu merasa sungkan. Anggap saja seperti rumah dinas. Kalian bisa tinggal sampai kapan pun kalian mau." Jelas Kevin


Suasana makan sangat penuh keakraban. Walau baru bertemu satu kali dengan Lisa dan Khay tapi mereka bisa menjalin komunikasi yang baik, seperti orang yang sudah berkenalan selama bertahun-tahun.


Ada hal yang mengejutkan bagi Lisa dan Kevin. Permintaan mereka untuk dipertemukan dengan keluarga Valen. Bukan tanpa asalan, mereka sudah pernah menjadi batu sandungan bagi kehidupan anaknya menjalin cinta dengan wanita yang disukainya. Kali ini mengetahui putranya mencintai seorang wanita tetu saja merupakan kabar baik dan harus dilanjutkan dengan hal yang baik pula.


Fatina bercerita ketika kuliah, Khay pernah ingin memperkenalkan seorang wanita yang disukainya kepada orang tuanya. Tapi hal itu selalu batal dengan alasan wanitanya sibuk bekerja. Hingga mereka bertemu dengan Sabrina dan sejak saat ini sosok wanita yang selalu dibicarakan Khay mendadak hilang begitu saja. Tidak terdengar lagi kabarnya, bahkan mereka sebagai orang tuanya lupa menanyakan hal itu kepada putranya.


Kevin langsung memancarkan aura dingin mendengar perkataan Fatina, ia tahu sosok yang dimaksud adalah Lisa. Sudah pasti Lisa. Tidak mungkin wanita lain. Lisa yang tiba-tiba merasa merinding dari arah sebelah kiri sudah bisa menebak, aura ini datang dari Kevin. Lisa meletakkan tangannya di paha Kevin sambil mendengar cerita Fatina.


Dengan penuh hati-hati Kevin meminta Frans mengatur agar kedua orangtuanya mengunjungi kota ini. Tentu saja sebelumnya Kevin memberi tahukan kalau orang tua Khay ingin bertemu dengan keluarga Frans. Walau awalnya menolak, tapi rencana Kevin terlalu sempurna untuk ditolak Frans. Dengan berat hati ia menghubungi kedua orang tuanya untuk datang mengunjungi mereka.


Satu hari sebelum hari ulang tahun pernikahan Santoso dan Caroline, kedua keluarga berhasil dipertemukan. Diluar perkiraan ternyata mama Frans dan Fatina adalah sahabat waktu sekolah. Hubungan mereka terputus sejak bisnis keluarga Rajak runtuh. Kevin dan Lisa yang sangat khawatir dengan pertemuan makan siang ini akan menjadi perang argumen antara Frans dan Valen ternyata tidak terjadi.


Kedua keluarga melebur menjadi satu. Frans terlihat lebih membuka diri setelah bertemu Rajak. Dulu Frans pernah bekerja sebagai tangan kanan Rajak. Sejak usahanya bangkrut, Frans susah payah mencari pekerjaan. Secara kebetulan bertemu dengan Kevin yang merupakan kakak senior waktu di kampus. Sekali melihat Frans ketika wawancara kerja, Kevin sudah menyukai cara Frans bicara dan bersikap. Pilihannya tidak salah. Ia sekarang adalah tangan kanan Kevin, salah satu pengusaha terbaik.

__ADS_1


Mereka semua sibuk berbicara, Lisa pun sibuk makan sambil mengamati suasana kekeluargaan yang muncul. Sangat menyenangkan bisa berkumpul seperti ini. Secara tidak terduga Santoso dan Caroline ikut bergabung bersama mereka setelah mengecek gedung acara untuk besok.


Valen sibuk berbicara kepada Khay, sedangkan Khay hanya menjawab pertanyaan Lisa seperlunya. Tapi Valen tidak menyerah begitu saja, ia tetap mendekati Khay dan bicara tanpa rasa beban apa pun.


Pertemuan keluarga kali ini membahas hubungan Valen dan Khay. Keluarga memutuskan akan menikahkan mereka berdua jika mereka setuju melakukannya tanpa paksaan. Valen jelas senang, tapi Khay...ia juga tidak menolak sama sekali.


Lisa sebenarnya sangat ingin berbicara dengan Khay untuk masalah ini. Tapi ia terlalu malas berhubungan dengan Kevin. Bukan hanya malas berhubungan dengan kecemburuan Kevin, Khay juga pasti akan mengalami masa sulit bekerja dengan Kevin. Ia tidak akan membiarkan seseorang yang mendekati istri nya berada didekatnya.


Lisa mengajak Kevin keluar ruangan sejenak. Diluar Lisa membahas masalah Khay dan Valen.


"sayang... apa kamu merasa Khay sepertinya tertekan dengan pertemuan keluarga ini....''


"istriku membahas pria lain dihadapan suami nya..." protes Kevin tidak senang.


"tidak... aku hanya kasihan pada Valen apabila dia terpaksa menjalin hubungan dengannya. Seumur hidup menjalani cinta bertepuk sebelah tangan, benar-benar tidak menyenangkan." Lisa mencoba memutar otak agar Kevin tidak cemburu kepada Khay.


"kamu yakin karena alasan itu ...." Tanya Kevin tidak yakin

__ADS_1


"terserah kamu mau percaya atau tidak. Tapi bagaimanapun Khay mungkin terbiasa berhati batu bersama dengan orang yang tidak dicintainya. Tapi Valen adalah seorang wanita, membuang-buang waktu sungguh sangat disayangkan." jawab Lisa


Kevin diam sejenak, kemudian melihat kearah pintu ruangan restoran VVIP yang dibooking Kevin. Kemudian melihat kearah Lisa. Perkataan Lisa memang ada benarnya. Valen sudah seperti adik baginya. Mana mungkin membiarkan dirinya menderita....


__ADS_2