
Kevin masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Lisa melihat kearah Santoso dan Caroline. Sejak pertemuan pertama mereka hubungan mereka sangat baik. Bahkan sudah seperti orang tua Lisa sendiri. Tidak ada rasa canggung diantara mereka. Lisa sudah lama mendengar nama Caroline, wanita ini selalu mengirimkan uang sekolah kepada Lisa dari mulai ia kecil sampai kuliah. Lisa tidak pernah menggunakan uang tersebut dari dulu. Merry selalu mengatakan kalau Lisa boleh menggunakan uang tersebut, karena Caroline adalah ibu angkat mereka.
Lisa pernah bertanya kepada Merry kenapa Caroline bisa memiliki nomor rekening dirinya. Ternyata dahulu, hadian dari kelahiran Lisa adalah buku tabungan dari dirinya dan Santoso. Caroline berkata akan selalu mengirimkan uang saku kepada Lisa walau mereka terpisah jauh. Jadi Caroline berpesan kepada Merry agar tidak menghilangkan buku tabungan Lisa.
Lisa tidak pernah memperdulikan hal itu sampai ia masuk Sekolah Menengah Atas, ia mencetak buku tabungannya dan angka didalamnya sangat luar biasa. Ia dan ibunya bisa membeli sebuah rumah dengan uang yang ada di tabungan nya. Tapi hal itu tidak mungkin terjadi karena setelah mencetak buku tabungan itu, Lisa dan Merry harus berpindah rumah lagi.
Lisa tidak paham kenapa mereka harus berpindah tempat lagi. Belakangan Lisa baru mengetahui karena mamanya ingin menghindari adik iparnya yang selalu mengikuti dirinya kemana pun dirinya pergi. Melakukan teror kepada dirinya. Merry tidak ingin anak perempuannya ikut diganggu oleh Roy maka dari itu ia menyimpan semua masalahnya sendri.
Santoso yang mengetahui kalau ada transaksi nomor rekening Lisa segera menuju ke kantor cabang bank tersebut dan menanyakan data Lisa. Tapi alamat yang ada tidak pernah akurat karena Lisa berkali-kali pindah rumah. Pengaruh dari kakek Lisa juga sangat kuat, ia bisa memanipulasi data Lisa sehingga Santoso mengalami kesulitan dalam mencari Lisa.
Pertemuan dengan Caroline sangat tidak terduga, sosok wanita cantik dan keibuan. Lisa langsung akrab dengan Caroline ketika pertaman kali bertemu. Pertama melihatnya akan terlihat sosok angkuh karena pakaian dan gaya berpakaiannya. Begitu Caroline berbicara dengan Lisa, 180 derajat berubah kepribadiannya menjadi sangat bersahabat. Caroline juga sosok wanita yang selalu mendampingi Lisa. Ketika senang dan sedih ia akan selalu ada. Teman cerita Lisa hampir setiap hari. Caroline tidak akan bosan mendengar cerita Lisa satu harian dikantor. Sama dengan Lisa, Caroline juga selalu menceritakan kegiatan sehari-harinya ketika ia berbelanja, ke salon atau sekedar mencoba makanan baru di cafe terkenal di kota nya. Lisa akan menerima puluhan pesan dari Caroline tentang kegiatannya. Apabila Lisa sangat sibuk, tidak sempat mengangkat panggilan darinya.
Hal yang tidak terlupakan bagi Lisa adalah ketika mamanya meninggal, Santoso dan Lisa selalu ada disebelahnya dan memberikan dukungan kepadanya. Walau tidak berbicara secara langsung, mereka berdua bisa membuktikan secara langsung dengan menemani dirinya setiap saat. Peristiwa itu tidak akan pernah dilupakan oleh Lisa. Semalaman Lisa bersandar dipundak Santoso, dan ketika ia lelah ia merebahkan kepalanya di pangkuan Santoso dan kemudian Caroline akan memangku kaki Lisa. Saat Lisa tidak ada kekuatan untuk mengangkat kepalanya. Mereka dengan sabar menemaninya dan menjaganya seperti anak mereka sendiri.
Santoso dan Caroline adalah dua orang yang paling berjasa bagi Lisa karena mengijinkan Lisa untuk bekerja lagi. Dan mendukungnya untuk membuat usaha sendiri. Hanya mereka berdua yang sanggup mengalahkan Kevin pada saat itu.
__ADS_1
Kevin yang dulu sangat berbeda dengan Kevin yang sekarang. Dulu, jika ia sudah membuat keputusan maka hal itu mutlak harus dilakukan. Tidak boleh ada sanggahan ataupun penolakan. Sikap ini yang dahulu paling dibenci Lisa, hanya kedua orang tuan Kevin yang sanggup meluluhkan hatinya saat itu. Lisa paham benar dengan keadaan ini dan ia bisa memanfaatkan keadaan dengan sangat baik.
Awal hubungan Lisa dengan kedua orang tua Kevin sempat membuat Kevin merasa diasingkan. Ia juga merasa kedua orang tuanya lebih menyayangi Lisa dibandingkan dengan dirinya. Semua apapun yang dinginkan Lisa menjadi hal prioritas dalam hidup mereka yang harus dilakukan. Kevin awalnya tidak menyukai hal tersebut, dunia memang berputar, sekarang apapun yang diinginkan Lisa menjadi prioritas dalam hidupnya.
Kevin keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kaos berkerah berwarna putih. Pria ini memang sangat menyukai warna putih. Sejak Lisa hamil, pakaian Kevin lebih beragam. Biasanya di lemari pakaian nya hanya ada Kemeja lengan panjang dan lengan pendek. Tidak ada baju jenis lain. Sejak Lisa hamil, Lisa mempunyai hobi belanja yang kuat. Kevin pun jadi bahan incaran Lisa untuk mencoba berbagai jenis pakaian. Hasilnya seperti ini...Kevin terlihat tampan dan lebih santai.
Lisa tersenyum melihat Kevin. Bersamaan dengan itu, kedua bayi mereka dibawa keruangan inap Lisa. Kedua bayi ini menjadi primadona di keluarga. Mereka memutuskan memberi nama Kelly dan Veily. Nama itu diambil dari singkatan nama Kevin dan Lisa. Santoso yang memberi Kelly dan Nancy memberi nama Veily.
Kedua nama itu diambil dari bahasa Irlandia. Kelly berarti peperangan dan Veily berarti diam. Bukan tanpa alasan memberikan nama itu. Veily sang bayi perempuan terlihat lebih tenang. Berbeda dengan sang adik, sang kakak Kelly jauh lebih aktif dan ketika ia menangis suaranya sangat kuat.
Kevin duduk disebelah tempat tidur Lisa dan Lisa menyandarkan kepala nya dipundak Kevin sambil melihat si kembar dikelilingi semua anggota keluarga.
"kamu tahu sayang....dirumah sudah banyak kado dari anggota keluarga yang kita terima. Maaf karena semua kado sudah dibuka terlebih dahulu. Aku tidak mau ada kejadian buruk terulang lagi berhubungan dengan kado."
Lisa hanya mengangguk sambil terus tersenyum melihat kedua bayi mereka yang sedang menjadi rebutan semua orang untuk digendong.
"apakah kita akan hidup bahagia ...." tanya Lisa
__ADS_1
"tentu saja..kita akan hidup bahagia dengan kedua anak kita." Kevin bicara sambil mencium kening Lisa.
"kedua anak kita ..." ulang Lisa
"ya...."
"aku ingin punya 5 anak." kata Lisa sambil melihat Kevin.
"tidak...aku sudah cukup dengan kamu dan kedua anak kita. Tidak mau lagi melihat kamu kesakitan seperti tadi. Tidak mau ....." protes Kevin
"hey Mr K. yang melahirkan anak kamu itu aku. Kenapa kamu bicara seperti itu......" Lisa kesal dengan perkataan Kevin.
"karena...." Kevin enggan mengatakan apa yang dirasakannya tadi.
"karena apa...." kata Lisa dengan suara lantang.
"karena tadi aku merasakan sakit ketika kamu melahirkan Veily dan ketika kamu dijahit aku merasakan semua sakit itu. Aku tidak tahu, Tuhan begitu cepat mengabulkan permintaan ku agar mengganti semua rasa sakit yang kau alami kepada ku." jelas Kevin dengan tegas.
__ADS_1