Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
kembali lagi ...


__ADS_3

Liburan seminggu sangat menyenangkan. Lisa sangat menyukai pesona keindahan Jepang.


Lisa memegang tangan Kevin sambil menggoyangkan tangannya.


"kapan kita akan pergi lagi ...." tanya Lisa dengan manja


"bulan depan akan aku atur jadwal untuk kita berlibur." jawab Kevin.


"benarkah??? " Lisa melompat kegirangan.


"tentu saja, selama itu membuat kamu senang sayang." Kevin mencium punggung tangan Lisa.


"berikutnya aku mau ketempat yang ada saljunya."


"apapun yang kamu katakan akan kita lakukan. "


Lisa tersenyum senang "terimakasih."


Sampai di pintu masuk apartemen, resepsionis memberitahu kalau ada paket yang diterima Lisa. Lisa menatap Kevin. "aku tidak pernah memberikan informasi tempat tinggal ku. Bahkan kepada Leo."


Kevin melihat nama pengirimnya "namanya Leo ."


"tidak mungkin Leo mengirimkan paket kepadaku. Jika ada yang mau diberikan kepada ku, biasanya dia akan datang ke rumahku langsung. Dia akan membuat keributan sampai aku membuka pintu." Lisa berusaha meyakinkan Kevin.


"ya sudah kita buang saja"


"jangan, aku penasaran" kata Lisa.


Lisa membawa paket itu. "kenapa isinya berat sekali??" lanjut Lisa.


Kevin mengambil paket dari tangan Lisa dan membawanya.


"biar aku yang bawa. kamu tekan tombol liftnya." Lisa, Kevin, Frans dan beberapa pengawal yang ikut masuk kedalam lift bersama mereka.


Kevin merasa ada yang aneh dengan paket ditangannya. Ia mencium bau tidak sedap dari paket ini, walau ada aroma parfum yang kuat. Tapi aroma amis sangat menyengat


sebaiknya nanti kalian saja yang buka paket ini. "kata Kevin kepada pengawalnya.

__ADS_1


A mengangguk dan mengambil paket itu dari tangan Kevin. A nampak berbisik kepada B. Lisa memperhatikan mereka dengan curiga. "apa ada yang salah?"


Kevin merangkul Lisa. "tidak ada masalah. Kamu tidak perlu khawatir."


"benarkah??? "tanya Lisa berusaha meyakinkan.


Pintu lift terbuka dilantai 10. J,K, L dan M berdiri menjaga rumah mereka. Lisa tidak hafal nama mereka, karena terlalu banyak anggota keamanan Lisa. Maka dari itu Lisa meminta di setiap baju mereka ada huruf abjad yang menandai mereka. Data pengawal Lisa dan Kevin memang dirahasiakan namanya. Tujuannya tidak hanya melindungi diri mereka sendiri tapi juga keluarga mereka.


Lisa mau membawa paket itu kedalam, tapi Kevin melarangnya. "kita buka disini saja. A akan membukanya." kata Kevin sambil menatap Lisa.


Lisa melihat wajah Kevin yang berubah menjadi serius membuat Lisa takut. "kamu membuat aku takut. Wajah kalian semua tegang. Aku jadi...."


"tidak ada apa-apa Kakak ipar." Frans berusaha menghibur Lisa.


"kalau tidak apa-apa kenapa bukan aku saja yang buka??" tanya Lisa penasaran.


Frans melihat kearah Kevin. Perasaan Kevin selalu tepat. Apabila ia merasa ada yang salah. Maka sudah pasti ada kesalahan didalamnya. Frans tidak berani mengambil keputusan sendiri.


"bagaimana???" tanya Lisa sambil melihat kearah mereka semua yang terlihat tegang.


"ayolah hanya sebuah kotak paket...." Lanjut Lisa berusaha memecahkan ketegangan suasana.


Kevin dengan cepat menarik Lisa kedalam pelukannya. "sudah aku katakan jangan membukanya."


"Segera tindak lanjut masalah ini. Aku tunggu laporan nya segera." kata Kevin sambil membawa Lisa masuk kedalam rumah.


Kevin membawakan minuman kepada Lisa yang duduk termenung dikursi tamu. agar lebih tenang. Mata Lisa menerawang jauh.


Kevin paham, Lisa pasti sangat terpukul melihat boneka kepala manusia yang ditusuk dengan pisau. Di wajah bonekanya diberikan darah. Bau amis darah tercium sangat kuat ketika paket itu dibuka.


"minumlah, setelah ini mandi dan beristirahat lah."


Lisa menatap Kevin tanpa berkata. Lisa menghabiskan minuman yang diberikan Kevin. Kemudian menyerahkan gelas kosong kepada Kevin. Lisa naik ke lantai 2 dengan tatapan mata kosong. Kevin mengikuti dari belakang. Benar saja, Lisa tidak fokus ketika berjalan. Ia hampir saja terjatuh. Untung saja Kevin dibelakang Lisa dengan sigap menangkap pinggangnya.


Lagi-lagi Lisa tidak bicara, hanya melihat Kevin dengan tatapan kosong. Lisa melanjutkan langkahnya ke kamar tidur, kemudian berjalan masuk ke kamar mandi. Kevin duduk di kursi sambil memandang ke kamar mandi. Perasaannya sangat khawatir sekarang. Lisa keluar dari kamar mandi lebih cepat dari biasanya. Keluar dari kamar mandi dengan tergesa-gesa, masuk keruangan pakaian. Kevin mendatangi Lisa.


"kamu tidak apa-apa sayang?" tanya Kevin.

__ADS_1


Lisa tersenyum "aku tidak apa-apa."


Kevin tahu ada yang tidak beres dengan senyum terpaksa dari Lisa. Tapi ia tidak mau memaksakan bertanya pada Lisa. "apa aku bisa meninggalkan kamu sekarang?"


Lisa mendekat kearah Kevin dan menarik ujung baju Kevin 'kamu mau kemana??" tanya Lisa.


"aku akan mandi." jawab Kevin


"oh...."jawab Lisa singkat.


Boneka yang dibuka Lisa, aroma bau amis yang diciumnya masih melekat dipikirkannya. Kepala boneka wanita itu sangat menyeramkan. Lisa masih belum bisa menghilangkan ketakutannya. Dengan ragu Lisa melepaskan tangannya dari baju Kevin.


"aku tidak akan lama." hibur Kevin.


Lisa mengangguk pelan.


"oh iya... tadi mami menelepon. Sebaiknya kamu menghubungi mami sambil menungguku."


Kevin menunggu Lisa memakai pakaian sambil menghubungi Caroline. Panggilan video tersambung, Kevin menuntun Lisa ke tempat tidur sambil terus bicara kepada Caroline.


Caroline sudah mendapatkan informasi tentang kejadian yang baru dialami Lisa. Tapi ia tidak mengungkit masalah itu. Caroline sangat pandai membuat Lisa banyak bicara tentang liburannya di Jepang bersama Kevin.


Setelah merasa cukup aman. Kevin meninggalkan Lisa dan masuk kekamar mandi. Kevin mempercepat mandinya. Ketika membuka pintu kamar mandi, Kevin terkejut karena Lisa berdiri didepan pintu.


"sayang...kamu mengagetkan ku." kata Kevin dengan jujur.


"maaf, ponsel kamu mati. Aku hanya.....hanya...." Lisa tidak ingin mengatakan kalau saat ini dia sedang takut. Ia tidak mau membuat Kevin khawatir dengan keadaannya sekarang. Lisa menggenggam erat ponsel Kevin.


"tidak apa-apa. Aku pakaian dulu." Kevin berjalan ke ruangan pakaian.


Lisa memegang ujung lengan jubah mandi Kevin. Satu tangan lain menggenggam erat ponselnya. Kevin mengambil ponselnya, dan menggenggam tangan Lisa.


"kalau kamu seperti ini terus, bisa-bisa kita bulan madu lagi."


Lisa melepaskan tangannya dari jubah mandi Kevin dan mundur satu langkah. Walau paket tadi sangat mengerikan. Tapi Kevin yang sedang berhubungan intim dengannya jauh lebih menyeramkan.


Kevin tersenyum nakal. "aku ini suami kamu, kenapa takut sekali setiap kita membahas masalah itu.??" tanya Kevin

__ADS_1


"dasar mesum." Lisa cemberut dan melepaskan tangan Kevin dengan paksa. Lisa mengehentikan langkahnya dipintu ruangan pakaian. Ia mau melihat kebelakang tapi terlalu malas menghadapi suaminya. Jika ia terus berjalan, bayangan seram boneka tadi masih berputar-putar dimatanya.


Kevin memakai pakaiannya dengan cepat dan memeluknya dari belakang sambil berbisik "ada aku, jangan khawatir." Kevin mencium telinga Lisa dan berbisik "aku mencintaimu." kemudian mencium leher Lisa. Lisa hanya terdiam. Ia menikmati suasana romantis yang diciptakan Kevin.


__ADS_2