Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
demi istri


__ADS_3

Kevin masih berdiri membatu memandangi istrinya yang menatap dengan penuh harap kepadanya.Kevin bukan termasuk orang yang suka mencampuri urusan orang lain. Waktu itu dia membatu Khay lepas dari Sabrina karena ia paham betul keinginan istrinya. Dengan berat hati ia pun menolong Khay pada saat itu. Sekarang harus berhubungan dengan Khay lagi.... apa tidak ada lagi orang dimuka bumi ini yang bisa dibantu selain manusia yang bernama Khay.


Kevin tidak tega melihat wajah Lisa yang menatapnya dengan penuh harapan seperti ini. Dengan menarik nafas panjang Kevin mengangguk, mengiyakan permintaan Lisa.


"aku harap ini yang terakhir, aku tidak mau ada lagi kedepannya mengurus masalah dirinya." kata Kevin yang terlihat tidak ikhlas membantu Khay kali ini.


Senyum lebar mengembang diwajah Lisa "terima kasih suamiku.." Lisa mencium pipi Kevin dan berjalan masuk kembali kedalam ruangan dan kembali terlibat dalam pembicaraan seru dengan kaum ibu.


Kevin memanggil Khay keluar dari dalam ruangan. Tanpa menaruh rasa curiga, Khay keluar dari dalam ruangan. Tidak ada yang menyadari Khay keluar ruangan kecuali Lisa dan Valen. Lisa berpura-pura tidak melihat sama sekali ketika Khay keluar bersama Kevin. Ia lebih memilih berbicara dengan para ibu dan membahas mengenai masakan.


"Khay, apa kamu memiliki perasaan dengan Valen.... " Tanya Kevin dengan tatapan lurus kedepan. Sama sekali tidak ada niat melihat kearah Khay.


Khay memasukkan tangannya kedalam saku celana dan melihat jauh kedepan sama dengan arah pandangan Kevin. "maaf pak, aku tidak bisa mengatakan perasaan apa sekarang diantara aku dan Valen sekarang. Terlalu cepat menyimpulkan sesuatu. Masalah perasaan berbeda dengan masalah pekerjaan pak"


"jadi kamu menyetujui hubungan kalian yang dibicarakan oleh para orang tua tadi karena berhubungan dengan urusan pekerjaan??" Kevin bicara sangat ketus dan terdengar tidak berperasaan.


"Valen adalah gadis yang baik, mana berani saya melakukan hal tersebut."


"lantas??"  Kevin melihat kearah Khay sambil memasukkan tangannya kedalam saku celananya.


"aku kenal kedua orang tua dari sejak aku kecil mereka adalah orang yang baik. Para orang tua juga sepertinya sangat senang dengan hal ini. Bagaimana mungkin aku bisa mengecewakan hati mereka semua."

__ADS_1


"kau berniat membahagiakan semua orang tapi dengan sikap kamu itu kau menghancurkan hati Valen dan dirimu sendiri." Jelas Kevin kesal


"aku bisa berpura-pura mencintainya. Tidak sulit...."


Valen tiba-tiba datang dan memberi hadiah tamparan diwajah Khay. "AKU TIDAK PERLU BELAS KASIHAN DARIMU." bentak Valen dengan air mata yang mengalir di pipinya. Ia menatap Khay dengan kesal dan menghapus air matanya dengan satu tangannya.  Valen langsung berlari keluar restoran.


"kamu lihat?? Ini salah satu kebodohan mu yang aku katakan tadi." Kevin menunjuk kepalanya melihat Khay. Ia ingin Khay berpikir sebelum bicara, memikirkan sesuatu dengan baik terlebih dahulu sebelum berbicara dan memutuskan sesuatu.


Khay berdiam diri sejenak, hatinya ragu ingin melakukan apa. Kevin berjalan dan berkata "keputusan ditangan mu. Setelah melakukan hal itu, secara otomatis kedua keluarga akan sangat membencimu. Aku masuk." Kevin berlalu meninggalkan Khay.


Kevin masuk kedalam ruangan tanpa Khay, Lisa menaikkan alisnya melihat Kevin. Kevin menaikkan kedua pundaknya seolah mengatakan ' tidak tahu' kepada Lisa. Lisa mengerutkan keningnya melihat Kevin, bagaimana mungkin tidak tahu. Pasti pria ini lagi-lagi berbicara kasar kepada Khay. Perhatian Lisa terpecahkan karena para ibu masih mengajaknya membahas mengenai liburan keluarga. Lisa pun mengabaikan Kevin sementara waktu.


Tidak terasa sudah satu jam lebih mereka berbicara, hari sudah sore. Ketika akan berpisah mereka semua baru menyadari kalau Khay dan Valen tidak ada ditempat. Para orang tua berpikiran kalau mereka pasti sedang berkencan. Kevin menyelesaikan pembayaran dan ketika akan bergerak kembali pulang, Khay dan Valen muncul didepan pintu dan mengejutkan semua orang.


"tidak ini adalah salahku. Maafkan aku..." Khay juga membungkukkan tubuhnya meminta maaf


Semua orang tidak paham apa yang dilakukan kedua pasangan muda ini.


"jelaskan apa yang terjadi Khay... ayah tidak mengerti" kata Rajak memecah ketegangan situasi diruangan restoran.


Semua orang menunggu jawaban dari Khay dan Valen, semua orang diruangan melihat mereka secara bergantian.

__ADS_1


"salah ku, yang belum siap memulai suatu hubungan karena aku baru putus dengan Sabrina. Aku harap semuanya...." pembicaraan Khay dipotong Valen


"tidak,,, ini adalah salahku yang terlalu memaksakan diri untuk menyukai Kak Khay dan membuat semuanya jadi merasa terganggu. Maafkan salahku." Valen membungkukkan tubuhnya lagi. Air matanya tidak bisa ditahannya lagi.


Kaki Lisa bergerak secara otomatis kearah Valen dan memeluknya sambil mengusap punggungnya "kamu tidak salah, mungkin perasaan yang ada di hatimu datang lebih awal dan kamu belum memastikan apakah itu cinta atau hanya sekedar kagum dengan sosok Khay."


Para orang tua saling memandang dan bingung harus berkata apa.  Papa Valen berbicara "kalian masih sangat muda, jalani hidup kalian saja seperti biasa. Jangan terpaku dengan kami yang sudah tua ini. Tujuan hidup kami hanya satu, melihat kalian hidup dengan bahagia."


"ya betul....kalian bahagia, kami juga akan sangat bahagia bersama kalian. Apapun keputusan kalian, kami akan selalu ada dibelakang kalian untuk mendukung jalan hidup kalian." sambung Rajak.


Valen tidak bisa menutupi rasa kecewanya, ia sangat berharap memiliki kisah cinta yang indah seperti Lisa dan Kevin. Kenapa Lisa bisa melamar Kevin dan langsung diterima. Kenapa berbeda dengan jalan hidupnya bersama Khay?? Ia sangat menyukai Khay pada awal bertemu. Khay adalah sosok pria idaman baginya. Cinta pada pandangan pertama Valen harus kandas diawal perjalanan.


Lisa berbisik ditelinga Valen "kamu gadis yang cantik dan baik, Seseorang pria yang lebih dari dia berhak kamu dapatkan." Lisa tersenyum melepaskan pelukannya dari Valen


Valen mengusap air matanya dengan mengangguk senyum merekah diwajah cantik Valen.


"kalau pun tidak bersama tidak masalah. Kita tetap bisa menjadi satu keluarga, bukan begitu semuanya?" kata Santoso


Semua mengangguk "benar sekali" kata mereka bersamaan.


Hati Valen sudah lebih tenang, Rasa khawatir dengan keluarga yang akan kecewa dengan hubungan mereka yang tidak berjalan lancar ternyata tidak terbukti. Mereka bisa menerima keputusan Valen dan Khay apa adanya.

__ADS_1


Mereka kembali kerumah masing-masing dengan perasaan senang. Sama sekali tidak memikirkan masalah Valen dan Khay. Senyum diwajah Valen membuat hati semua orang tenang. Dalam hati Valen tersembunyi rasa sakit yang ditutupinya dengan senyum diwajahnya, bagaimana pun ia harus berlapang dada menghadapi semua ini


__ADS_2