Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
kursi kesakitan Leo


__ADS_3

Leo mencuri pandang kearah Cindy dan Lisa secara bergantian. Lisa menaikkan alisnya,sambil bertanya "kenapa kamu sangat takut dengan dokter Cindy?? Apakah kamu ada salah dengan dia???"


"tidak ada" jawab Leo singkat


Cindy membunyikan semua jarinya didepan Leo sambil mengepalkan tangannya. "Boleh aku pinjam 3 pengawal mu Lisa??" tanya Cindy sambil tersenyum licik.


Lisa tersenyum "tentu saja, dokter adalah orang  baik. Berikan saja perintah mereka akan lakukan."


"jangan-jangan...." Leo meringis melihat mereka berdua.


"mungkin waktu itu aku yang tampar, jadi kurang sampai kedalam hati. Aku rasa kalau pakai tangan pengawal kamu akan sampai dengan cepat kedalam hatinya." kata Cindy sambil berdiri disebelah pengawal Lisa.


"apa ada yang ingin kamu katakan???" tanya Lisa


Leo mengangguk cepat. Wanita ketika sedang marah akan menggigit sampai korbannya mati ditempat.


"aku sudah berbohong kepada Cindy." Leo bicara sambil menundukkan kepalanya.


"angkat kepalamu" bentak Cindy


Leo menaikkan wajahnya perlahan dan menatap Cindy "maafkan aku, sudah berbohong mengenai..." Leo berhenti bicara dan melihat kearah Lisa.


"apa kamu punya perasaan lain kepadaku???" tanya Lisa


Leo menggelengkan kepalanya dengan cepat "tidak ada, betul-betul tidak ada. Aku bersumpah. Demi apa pun sumpah yang kalian inginkan akan aku lakukan."


"Siapa pacar kamu sekarang?" Tanya Cindy


"tidak ada" jawab Leo singkat


Cindy dan Lisa melihat kearah Leo dengan tatapan mata tidak percaya.

__ADS_1


"aku serius." jawab Leo berusaha meyakinkan.


"apa jaminannya?" tanya Cindy


"Lihat saja ponselku, pasti bisa dijadikan bukti." kata Leo penuh percaya diri sambil menyerahkan ponselnya kepada Lisa


"hubungi J, dia bagian penyadapan dan pengawasan digital kita. Minta dia memeriksa ponsel ini. Apakah ada pesan atau foto yang dihapusnya dari jangka waktu sejak meninggalnya mamaku sampai sekarang.


Leo menyeka keringat dikeningnya "apakah harus seperti itu?? tanya Leo khawatir


"tentu saja, nama baik ku dipertaruhkan disini." jawab Lisa penuh keyakinan.


J mengetuk pintu dan masuk sambil membawa laptop. Kemudian menyambungkan ponsel Leo ke laptop.


"aku sangat menyukai tim kamu. Benar-benar tidak hanya sekedar pengawal saja. Semua hal bisa dilakukan mereka. Aku rasa mereka lebih layak dijadikan pacar dari pada orang yang ini." Cindy melirik kearah Leo.


"Cindy, aku benar-benar tidak berbohong" kata Leo dengan memelas


"kamu mengatakan mama pacar kamu meninggal itu adalah suatu kebohongan. Lisa dan kamu adalah sahabat. Kamu tadi mengatakan kalau Lisa dan kamu tidak ada hubungan apapun." bantah Cindy


J sudah berhasil memindai ponsel Leo. Ini adalah data yang dihapus oleh pak Leo, semuanya pesan tidak ada foto.


Lisa dan Cindy memperhatikan layar laptop dan membaca pesan yang dihapus Leo. Ternyata adalah pesan dari wanita yang mengajaknya kencan bahkan tidur bersama. Lisa dan Cindy saling melihat, mereka berdua menggelengkan kepalanya kemudian melihat dingin kearah Leo. Ternyata Leo mempunyai kebiasaan tidur dengan para wanitanya.


"bukan....bukan seperti itu, jangan melihatku seperti itu. Aku sudah meninggalkan kebiasaan itu, Betul-betul tidak lagi."


Lisa menarik telinga Leo. "kamu ini, bagaimana jika ada yang hamil dengan wanita yang kamu tiduri???" Lisa benar-benar tidak habis pikir dengan Leo.


"tidak mungkin akan hamil." jawab Leo penuh keyakinan.


"kenapa kamu begitu yakin?" tanya Cindy penasaran

__ADS_1


"karena aku tidak pernah memberikan spermaku kepada wanita manapun." Leo menjawab dengan penuh semangat dan percaya diri. Para pengawal yang mendengarkan Leo bicara menahan tawanya, begitu juga Lisa dan Cindy. Mereka saling memandang sambil menahan tawa. Karena wajah Leo sangat lucu membuat mereka tidak bisa menahannya lagi. Lisa dan Cindy tertawa terbahak-bahak mendengar Leo dan melihat ekspresi polosnya,


Lisa tertawa sampai rahangnya terasa pegal dan perutnya terasa keram. Sebagai sahabat Lisa pun tidak tahu apakah harus mendukung kepintaran sahabatnya atau memakinya karena perbuatannya yang memalukan.


"baru kali ini aku merasa kau sebagai sahabat terasa aneh bagiku. Jangan pernah ungkapkan hal itu pada siapapun atau kau akan ditertawakan." kata Lisa kepada Leo


"aku rasa tidak ada yang salah dengan perbuatan ku" kata Leo berusaha membela dirinya.


Leo tidak mengerti kenapa mereka menertawakannya, bukan kah yang dikatakannya adalah hal baik. Walau ia adalah seorang playboy, tapi ia merasa masih punya hati nurani. Tidak boleh merusak keperawanan wanita yang dikencaninya. Ia tergolong playboy yang bermartabat dan mempunyai prinsip hidup yang kuat dan terarah dengan baik. Terkesan berkelas dan berpendidikan. Setidaknya itulah yang dipikirannya.


Berbeda dengan orang yang mendengar pikiran Leo, mereka menganggap Leo adalah orang yang aneh. Merasa dirinya menjunjung tinggi nilai moral tapi sudah melakukan perbuatan tidak bermoral. Bagaimanapun tidur bersama dengan orang yang tidak pasangan sahnya tidak bisa dibenarkan. Kevin dengan bangga menunjukkan sifat buruknya terlihat konyol dimata orang yang melihatnya.


"kamu, sebaiknya berbicara dengan para orang tua kita. Mereka setiap hari menanyakan bagaimana hubungan kita. Aku sudah sangat bosan mendengar pertanyaan mereka. Hari ini kamu ikut aku kerumah, setelah aku selesai dengan Lisa."


Cindy sudah tidak bisa menahan emosinya kepada Leo. Pertemuan mereka adalah karena perjodohan para orang tua. Cindy yang selalu dituntut lebih aktif mendekati Leo. Sedangkan seharusnya Leo yang memulai hubungan ini, Cindy tidak suka menjadi wanita yang memiliki citra sebagai wanita pengejar pria. Tidak cocok dengan profesi dan pribadinya.


"bisakah besok saja."  pinta Leo


Lisa berkata "aku akan meminjamkan 3 pengawal mu kepada ku... " sambil menepuk pundak Cindy. Ia paham wanita ini sangat tertekan karena Leo dan keluarganya.


"Lisa, kenapa kamu begitu tega kepadaku?? Aku adalah sahabat terbaikmu." Leo menatap Lisa dengan tatapan sedih, berharap Lisa bisa iba dan merubah keputusannya.


"aku rasa ini terbaik untuk mu. Aku ingin kau berubah menjadi lebih baik. Terpaksa aku lakukan hal ini."


"tolonglah aku." pinta Kevin.


"oke, sudah diputuskan selesai urusan dengan Lisa, kamu akan ikut denganku kerumah untuk bertemu dengan orang tua ku" kata Cindy sambil tersenyum lega.


"aku ada rapat jam 3 sore nanti." kata Leo


"aku akan menghubungi suamiku agar mengatur jadwal baru untukmu. Atau aku bisa menggantikan sejenak. Atau... rapat virtual bisa dilakukan."

__ADS_1


Leo menatap Lisa dengan sadis. Berani-beraninya dia memberikan pilihan kepadanya, bukan membantu mencari solusi untuk menghindari Cindy. Leo sangat takut dengan komitmen. Keterikatan dengan seorang wanita membuat Leo merasa sulit bernafas. Ketika ia merasa sudah menyukai seorang wanita ia akan meninggalkannya dan mencari wanita lain untuk membangun perasaan baru. Tapi sejauh ini Leo tidak pernah benar-benar menyukai seorang wanita. Karena semua wanitanya selalu mengikuti keinginannya atau hanya sekedar ingin menikmati hartanya.


Berbeda dengan Cindy, wanita ini ketika Leo mengatakan akan putus dengan santai ia mengatakan "oke" pada waktu itu hati Leo menjadi khawatir, mengapa tidak ada perlawanan darinya hanya menyetujui begitu saja.


__ADS_2