Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
harga diri


__ADS_3

Suara hentakan sepatu Sabrina sangat nyaring terdengar. Kevin yang sedang dipeluk Lisa merasa ada ancaman yang sedang mendekat kearah istrinya. Ketiga pengawal Lisa langsung berdiri dihadapan Kevin mencegah Sabrina untuk mendekat.


"minggir kalian." perintah Sabrina.


Ketiga pengawal Lisa tidak bergerak. Tetap diposisi nya. Kevin yang dari tadi hanya berdiri tidak membalas pelukan Lisa tiba-tiba memeluk Lisa dengan kuat, mata Lisa langsung terbelalak karena kuatnya pelukan Kevin.


Kevin memberi isyarat gerakan kepala kepada pengawalnya agar menghindar dari hadapan Kevin. Mereka bertiga langsung bergerak bersama dengan melayang nya tubuh Lisa kebelakang Kevin dalam satu gerakan memutar dari Kevin.


"jangan melindungi istrimu yang sedang berselingkuh.'


"jaga ucapan mu. " kata Kevin mulai kesal dengan Sabrina.


Khay berhasil menyusul Sabrina dan menarik tangannya "tidak ada hubungannya dengan Lisa. Ini murni perasaan aku kepada dia. Bukan dia ke aku."


"kalau dia tidak ada perasaan kepadamu. Kenapa ia mendekati mu... Kau kira aku tidak mata." Sabrina menunjuk kepala Khay dengan kesal.


Lisa mengintip dari celah jaket Kevin, ia tidak menyangka keadaan akan menjadi sangat buruk seperti ini. Hati Lisa jadi merasa tidak enak, jika tadi ia duduk saja bersama Frans dan Angel. Mendengar mereka berdebat walau membosankan, akan lebih aman dibandingkan mendapatkan keheningan sejenak kemudian mendapat kan kemurkaan.


"kamu.... kalau kamu bukan seorang pengecut sebaiknya jangan bersembunyi dibalik suamimu." protes Sabrina.


Kata kunci telah disebutkan, emosi Lisa langsung bangkit dengan sendirinya. Lisa berdiri dengan tegak dan berjalan ke depan Kevin dengan gagah berani. Kevin menarik Lisa agar kembali ke posisi tadi . Lisa menghempaskan tangan Kevin dan tetap berdiri dihadapan Sabrina dengan berani.


"kamu wanita bersuami, masih menggoda tunangan orang apa tidak malu..."


"tidak." jawab Lisa singkat


Kevin mengerutkan keningnya melihat Lisa, apakah benar selama ini ia menjalin hubungan diam-diam dengan Khay tanpa sepengetahuannya. Jika hal itu benar terjadi, sungguh tidak bisa diampuni.


Sabrina tersenyum menghina. "ini istri yang kamu bela... sungguh kasihan nasib kita. Mati-matian mempertahankan cinta, ternyata dikhianati pasangan masing-masing. Sungguh tidak punya hati dan perasaan." Mata Sabrina mulai berkaca-kaca. Kekesalannya sudah tidak bisa ditutupi nya lagi

__ADS_1


Sabrina mengangkat tangannya hendak menampar Lisa. Satu gerakan cepat, Lisa menangkis tangan Sabrina dan menatapnya dengan tajam.


"aku tidak malu mengahadapi kamu atau Kevin karena kami memang tidak memiliki hubungan apapun lagi."


Lisa menghempaskan tangan Sabrina dengan kasar. "berhenti membuat dirimu sebagai korban. Tanyakan kepada tunanganku apa yang terjadi Jangan karena kau merasa sebagai nona besar bisa bertindak sesukamu."


Lisa membalikkan badan dan melihat Kevin. "kamu percaya aku....." tanya Lisa


"tentu saja."


"baguslah.. Segera cari tempat untuk bicara. Berdebat disini hanya membuat kita seperti bahan candaan banyak orang." kata Lisa sambil berjalan menjauh dari Sabrina.


Sabrina menangis tersedu-sedu, ia merasa dikhianati sebagai seorang wanita yang memberikan seluruh cintanya kepada Khay.


"ikut aku ...." kata Kevin sambil melihat kearah Khay dan Sabrina.


Kevin memakai ruangan rapat hotel tempatnya menginap. Hotel ini adalah milik Sun Group dibawah pimpinan papa Patrick. Ruangan yang besar hanya berisi 4 orang saja, pengawal Lisa, Frans dan Angel menunggu diluar pintu rapat.


Khay duduk di deretan tengah barusan kursi rapat dengan posisi berhadapan dengan Sabrina. Sedangkan Lisa dan Kevin duduk diujung meja memperhatikan Sabrina dan Khay bergantian.


"aku tidak berselingkuh dengan Lisa. Dia adalah wanita baik yang menjaga kehormatan dirinya dengan sangat sempurna. Aku yang tadi menyapanya terlebih dahulu. Ketika melihatnya berjalan keluar pintu hotel bersama pengawalnya." Jelas Khay


"apa kamu menyukainya...."tanya Sabrina dengan suara bergetar.


"ya.... Aku kira setelah bersama dengan mu selama ini, aku bisa melupakan perasaan ku kepadanya. Ternyata sangat sulit melupakannya. Ketika melihatnya berjalan di taman waktu itu, hatiku sangat sakit melihatnya terluka dan bersedih."


"sepertinya kalian cukup sering bertemu." sindir Sabrina.


"aku bertemu dengannya tidak sengaja pada waktu itu. "

__ADS_1


"apa kamu senang...ada pria lain yang masih menyimpan rasa cintanya kepadamu...." Suara Sabrina membesar, membuat suasana ruangan menjadi panas.


"tentu saja senang. Ada orang yang mencintai kita tentu saja harus berterimakasih. Apa susahnya...." kata Lisa santai


"ada yang salah dengan istrimu" sindir Sabrina sambil menyeka hidung dan air mata di pipinya.


"jangan membuat ku melakukan perhitungan untuk kata-kata yang tidak suka aku dengar." ancam Kevin kepada Sabrina. Bagaimana pun ia tidak suka dengan cara bicara Sabrina yang menyudutkan istrinya


"orang saling mencintai satu sama lain bukankah hal yang bagus. Permasalahannya adalah apakah dengan cinta itu mereka menikah atau malah berselingkuh seperti yang ada dipikiran kamu, itu yang perlu dipertanyakan. Terimakasih atas rasa cinta kakak senior kepadaku. Tapi aku katakan sekali lagi, aku tidak bisa menerima rasa cinta itu untuk hidup bersama dengan nya. Aku sudah memiliki cintaku sendiri " jelas Lisa.


"sangat menyedihkan... sudah jelas-jelas ditolak. Masih bisa kau mengharapkan cinta wanita itu..."


"setidaknya walau dia tidak menerimaku. Ia berbicara dengan sopan kepadaku. Ia bisa memisahkan masalah pribadi dan pekerjaan denganku. Kau sendiri  bagaimana memperlakukan ku selama ini??" tanya Khay kepada Sabrina


"BRAAAK" Sabrina memukul meja sambil berdiri dan berkata "kurang apa kamu selama ini. Keluarga kamu memiliki hutang yang sangat banyak dan aku yang menyelesaikannya semua. Kamu dan keluarga kamu dapat kehidupan yang sangat baik sekarang ini, kamu kira dari siapa...PIKIR." Sabrina menunjuk kepalanya sambil melihat Khay dengan kesal.


"Semua dari kamu, aku tahu. Kau sangat baik bisa membantu kami yang miskin ini. Tapi kami punya harga diri yang harus kau hormati." sangkal Khay


"berapa harga yang kamu mau...aku bayar...."


"Sayang...aku bisa gila mendengar mereka bertengkar...bawa aku keluar dari sini." bisik Lisa.


Kevin menggeleng pelan dan meletakkan jari telunjuknya dibibir Lisa agar tidak bersuara.


Khay bertepuk tangan... "nona besar Sabrina mau membayar untuk harga diri seseorang  benar-benar luar biasa." Khay tersenyum getir


" Aku rasa aku sudah cukup sabar  menghadapi sikapmu yang arogan seperti ini.. sudahlah,,,, aku akan temui keluargamu sekarang, aku sudah tidak tahan bersama denganmu." Khay berdiri dan membuka pintu ruangan rapat dengan sangat kuat dan membantingnya.


Sabrina berteriak kepada Khay "kembali kau..."

__ADS_1


Suara tangis Sabrina menggema diruangan rapat itu. Lisa dan Kevin masih duduk membatu berusaha memahami kondisi saat ini. Dalam hati Lisa sangat iba kepada Khay, ia kira setelah bersama Sabrina kehidupan yang mapan dan bahagia bisa didapatkannya. Tapi ternyata tidak sama sekali.


__ADS_2