
Mobil masuk kedalam basemen yang sudah familiar bagi Lisa.
"kenapa kesini??" tanya Lisa tidak puas
"karena hari ini kamu terlalu cantik. Sudah cukup pria lain menikmati kecantikan istriku."
Jantung Lisa berdebar mendengarkan perkataan Kevin, pria ini jarang sekali memuji penampilannya. Perkataan Kevin sangat lembut terdengar ditelinga dan sangat nyaman masuk kedalam hatinya. Sebagai wanita normal, mendapat pujian seperti ini bisa membuat hati Lisa terbang keatas langit.
Kevin membuka pintu mobil dan membawa Lisa keluar dari dalam mobil. "Disebelah hotel ini ada supermarket, bagaimana kalau kita berjalan kaki ketempat itu??"
Senyum Lisa mengembang dengan cepat, tidak bisa dipungkiri perkataan Kevin membuat moodnya naik dengan cepat. Kevin mengambil jas nya dan memakaikan kepada Lisa.
"kenapa??" Lisa tidak merasa dingin, dia tidak membutuhkan jas Kevin untuk melindungi tubuhnya,
"Cheongsam yang kamu kenakan terlalu pas dengan tubuhnya. Aku merasa terganggu ketika ada orang yang memperhatikan tubuhmu." Kata Kevin sambil merangkul Lisa dan berjalan kearah lift.
Lisa memperhatikan pakaiannya, bukan kah ini sangat bagus. Sayang sekali kalau baju sebagus ini disembunyikan dengan jas besar Kevin. Padahal harga bajunya sangat mahal. Batin Lisa protes dengan perbuatan Kevin. Tidak ada pilihan baginya selain mengikuti keinginan suaminya.
Sampai di supermarket Lisa seperti melihat surga dunia. Dengan semangat Lisa berjalan kearah troli dan menyerahkan kepada Kevin. Sudah lama kali Lisa tidak berbelanja seperti ini. Jiwa semangat Lisa mengalir ke tangannya memilih makanan kesukaannya. Memasukkan berbagai biskuit, coklat dan keripik kesukaannya tanpa beban. Karena disebelahnya ada ATM berjalan yang akan membayar berapapun belanja yang dihabiskan Lisa.
Kevin membawanya Lisa kebagian sayur dan buah. Lisa melihat Kevin, untuk apa berbelanja semua ini. Bukan kah ada Nita, Rita dan Juli yang biasanya menyiapkan makanan dan belanjaan dirumah. Tidak perlu berbelanja semua ini.
Kevin mengusap kepala Lisa "kita akan menginap di hotel selama beberapa hari."
__ADS_1
"tapi....aku"
Kevin meletakkan jari telunjuk di bibirnya sambil mengedipkan mata. "buku kuliah, pakaian, laptop dan semua kebutuhan sudah disiapkan bibi terbaik kita."
Lisa tercengang, pria ini dari tadi sudah berada bersama dengan dirinya. Kenapa ia bisa tidak mengetahui semua rencananya. Jantung Lisa berdebar-debar, pasti pria ini punya rencana lain.Menyesal tiada guna, jika tahu akan begini seharusnya ia tidak mengatakan ingin pergi menonton bersama Kevin. Kenapa dia cepat sekali mengambil keputusan tanpa bertanya dahulu.
Lisa masih berdiri dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang didengarnya. 'apa sebaiknya aku berkata ada tugas yang belum selesai dari dosen' Lisa berbicara sendiri. Kevin sudah sibuk memilih buah jeruk. Beberapa ibu melihat seorang pria tampan sedang berbelanja terlihat mendatangi Kevin dan mengajaknya berbicara. Pria tampan berbelanja kebutuhan sehari-hari merupakan pemandangan langka di zaman sekarang.
Lisa masih sibuk mencari strategi untuk bisa kabur dari situasi ini tapi kemungkinannya sangat kecil. Mata Lisa menjelajahi seluruh rak di supermarket dan berhenti di kerumunan wanita yang sedang mengelilingi suaminya. Lisa mengerutkan keningnya, pria ini memang seperti gula. Dibiarkan sebentar saja sudah dikelilingi semut.
Lisa melihat Kevin terlihat menikmati berinteraksi dengan wanita paruh baya. Kevin terlihat sangat akrab bercengkrama dengan mereka, Lisa merasa suka melihat Kevin yang terlihat ramah dan bersahabat. Lisa akhirnya bisa melihat sisi lain dari Kevin. Sisi manis dari suaminya ketika berbicara dengan para orang tua. Kekaguman Lisa hilang, ketika ada wanita muda yang menyenggolnya. "lihat pria itu sangat tampan, bagaimana jika kita minta kontak chat nya.'' Lisa mendengar mereka berbicara. Mata Lisa dengan tajam melihat kearah mereka.
Naluri kewanitaannya bangkit,Lisa bertolak pinggang melihat kedua wanita itu dengan tatapan kesal bercampur tidak percaya. Apa dia buta, tidak bisa melihat ada cincin putih melingkar dijari manis Kevin. Itu cincin pernikahan. Bagaimana mungkin bisa meminta kontak pria asing yang sudah menikah. Wanita zaman sekarang memang tidak bisa melihat degan baik. Lisa menunggu melihat reaksi Kevin, jika dia memberinya kontak chat nya. Lisa memastikan akan melempar semangka yang ada di rak tidak jauh dari hadapannya kepada Kevin dan wanita itu.
Kevin melihat raut wajah tidak senang dengan segera menyapa Lisa "kamu cemburu??"
Lisa membuka mulutnya lebar-lebar, tidak percaya perkataan yang keluar adalah kalau ia cemburu dengan para wanita tua yang tidak sepadan dengan dirinya. Pria ini benar-benar besar kepala dengan dirinya sendiri. Lisa berjalan meninggalkan Kevin yang masih tersenyum melihat Lisa.
Lisa menoleh kearah Kevin yang masih tersenyum "berhenti senyum atau aku akan marah." ancam Lisa
Kevin merangkul Lisa. "aku tersenyum kepada istriku, apa salahnya." Kevin membela diri.
"terserahlah..." Lisa berjalan kearah temat daging dan berbicara kepada pelayannya agar memberikan dirinya daging untuk steak dengan kualitas yang bagus. Lisa juga meminta pria itu memberikannya seafood yang masih segar. Pria itu menyambut Lisa dengan sangat ramah. Kali ini situasi terbalik, Kevin yang merasa tidak senang. Apa matanya buta tidak bisa melihat kalau lisa memakai cincin pernikahan.
__ADS_1
Kevin mempercepat langkahnya kearah Lisa yang masih sibuk memilih udang dan kepiting segar. Mempertahankan memang lebih sulit dari pada merebut. Disebelah Lisa sudah berdiri 3 orang pria yang ingin membeli seafood juga. Darah Kevin rasa mendidih.
Kevin berdiri tegak sambil melipat kedua tangannya di dadanya melihat kerumunan pria disekitar istrinya. Udara dingin tiba-tiba menyebar disekitar Lisa dan para pria ini. Udara dingin bukan dari freezer daging dan buka juga dari penyejuk udara supermarket. Secara bersamaan mereka melihat kearah belakang. Tubuh Kevin berdiri menjulang bagai gunung es dibelakang mereka. Menatap tanpa ampun dan berdiri dengan sebuah ketegasan 'menjauh dari wanita ku.'
"sudah selesai sayang..." kata Kevin penuh penekanan.
Lisa merasa tidak bersalah melanjutkan memilih lobster "sebenar lagi..." jawab Lisa santai
"bantu aku ambil ini.." kata Lisa kepada pelayan tersebut.
"anda benar-benar pandai memilih lobster segar" kata pria itu.
"suamiku sangat suka lobster panggang." kata Lisa sambil menunjuk Kevin yang berdiri dibelakangnya.
Walau Kevin tidak menyukai pria disekitar Lisa, tapi wanita bisa membuatnya senang karena tidak diabaikan.
Keranjang belanjaan sudah penuh. Lisa baru ingat di hotel tidak ada dapur. Bagaimana bisa memasak. Kasir masih sibuk menghitung belanja mereka berdua.
"bukan kah tidak ada dapur di hotel??" tanya Lisa
"sudah ada. Aku sudah merenovasinya." kata Kevin dengan bangga.
Selesai berbelanja mereka pergi meninggalkan supermaket dengan kantong belanja yang sangat banyak. Lisa menemukan hal aneh lagi, ia tidak melihat pengawal ada disekitar mereka sejak meninggalkan kantor. Begitu selesai pembayaran dan hendak membawa barang belanjaan mereka muncul didepan Lisa dan Kevin.
__ADS_1
Lisa melihat Kevin sambil menunjuk kearah para pengawalnya. Kevin hanya menjawab dengan kedipan mata dan mereka berjalan menuju hotel.