Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
jangan seperti ini.


__ADS_3

Lisa melihat Kevin naik ketempat tidur, menarik selimut dan berbaring memunggungi Lisa. Lisa tidak tahan dengan sikap Kevin yang tidak memperdulikannya, Lisa berjalan dengan cepat keluar dari dalam kamar keruang tamu. Lisa menghidupkan televisi dan memilih acak acara televisi. Ia memeluk kedua kakinya diatas sofa. Air matanya mulai membasahi pipinya.


Lisa melihat kearah pintu kamar yang tertutup rapat. Biasanya Kevin jika ia seperti ini akan mendatanginya, kemudian memeluknya. Kini hanya harapan yang bisa diucapkan dari dalam hati Lisa. Agar Kevin datang menemuinya.Tapi sampai Lisa tertidur lelap Kevin tidak mendatanginya.


Lisa terbangun karena cahaya matahari masuk dari jendela kamar. Lisa terduduk melihat sekitar. Ia tertidur diruang tamu, Kevin tidak menggendongnya pindah kekamar tidur. Lisa cemberut. Ia tidak bisa menutupi kekecewaannya. Dimeja tidak ada sarapan yang disiapkan untuknya. Kemana kehangatan Kevin yang dulu. Lisa menyisir rambut panjangnya dengan jarinya. Setelah apapun Kevin tidak pernah memperlakukannya seperti ini.


'apakah seperti ini perasaan Kevin waktu itu ...


apakah ia juga merasa kan kecewa kepadanya seperti yang dirasakannya saat ini....'


Lisa berjalan kearah kamar tidur dengan langkah kaki yang diseret, tangannya ragu membuka pintu kamar. Lisa mengepalkan tangannya, membukanya lagi dengan mengerahkan segala keberanian Lisa membuka pintu kamar dan tidak menemukan Kevin.


Rasa kecewa tidak bisa dibendung Lisa. Matanya sudah sembab karena semalaman menangis, kali ini pun ia tidak bisa menutupi kesedihannya. Lisa mendatangi kamar Leo dan Cindy, tapi percuma saja pengantin baru ini sudah pergi berkeliling ketika Lisa menghubunginya.


"ada apa keponakan??" tanya Leo


"tidak apa-apa..hanya ingin ikut berkeliling." jelas Lisa


"kami sudah berjalan dengan bus 2 jam yang lalu. Tidak mungkin kembali lagi, bagaimana jika kamu menyusul??''


"tidak,,,,, aku akan berjalan-jalan sekitar hotel dulu."


"baiklah...selamat bersenang-senang." kata Leo sambil menutup panggilannya.


Lisa melihat ponselnya, hatinya terasa hampa. Ini adalah perasaan yang sama dirasakan Lisa sejak mamanya meninggal dunia. Salju turun terlihat dari jendela kamar. Lisa sangat senang melihat salju pertama kali turun, dengan cepat ia memakai jaket panjang dan sepatu boots dan berjalan keluar dari kamar menuju halaman luar hotel. Tangan Lisa untuk pertama kali memegang salju.

__ADS_1


Kevin terlihat turun dari mobil SUV bersama seorang wanita eropa. Rambut berwarna pirang, tinggi, kulit pucat, rambut pendek sebahu. Mereka berdua terlihat sangat akrab, Lisa bersembunyi dibalik pohon besar di taman.


Lisa menyadari ada yang salah dengan dirinya 'kenapa ia harus bersembunyi???' Lisa melihat kearah 5 pengawalnya yang bingung dengan sikap Lisa. Membuat mereka mengambil tindakan waspada memantau keadaan sekitar.


Lisa membersihkan jaket panjangnya dari salju. Melihat para pengawalnya yang mengelilinginya, Lisa mengintip dari sela salah satu pengawalnya Kevin masuk kedalam hotel dengan wanita itu. Kalau sekarang ia masuk dan mengikuti Kevin pasti akan terlihat ia memata-matai nya.


"aku mau berjalan-jalan sekitar sini. Apakah kalian juga akan mengikutiku?" tanya Lisa kepada A


"tentu saja nona.." jawab A


Udara disini sangat dingin, Lisa mengancing seluruh jaketnya dan menaikkan topi pada jaketnya. Lisa berjalan kearah sungai Amstel, angin bertiup perlahan tapi rasa dinginnya masuk ke tulang. Lisa memasukkan tangganya kedalam saku jaketnya. Tidak terasa, mereka sampai di pinggir sungai dan Lisa  duduk dikursi taman sambil melihat salju turun.


"nona...sebaiknya kita kembali ke hotel. Diluar sangat dingin, nanti nona bisa terkena flu" kata A lagi


"kalian kembali saja dahulu. Aku masih mau disini sebentar lagi,"


"Nona sebentar lagi salju akan turun lebih deras. Sebaiknya kita kembali." bujuk B kepada  Lisa.


Lisa berdiri sambil meregangkan otot tubuhnya. Ia berjalan menelusuri sungai, sepertinya meminum kopi sambil menikmati salju di sungai Amstel.


"E tolong pesankan coklat panas untuk ku. Kalian mau pesan apa terserah saja.''


Pengawal Lisa tetap berdiri disekitar Lisa.


'kalian mau membuat liburan ku jadi tidak menyenangkan. Silahkan duduk, atau aku buat masalah."ancam Lisa

__ADS_1


Mereka saling memandang. Tadi malam Kevin memarahi mereka karena mengetahui mereka makan bersama dengan Lisa, tidak ada yang berjaga untuk keselamatan Lisa.


"apa ada masalah?" tanya Lisa yang curiga dengan sikap para pengawalnya.


Mereka menggeleng dengan cepat.


"kami harus tetap bekerja nona.''  jawab A


Lisa mengangguk. 'owh, jadi kalau makananku ada racunnya aku mati sendiri, tidak ada pengawal ku yang memastikan  apakah makanan ini aman atau tidak??'


"bukan begitu nona" jawab A.


"sudahlah terserah kalian mau bagaimana." Lisa terlihat kesal. Para pengawal Lisa jadi serba salah, perkataan Lisa ada benarnya. A akan menguji  minuman Lisa. Lisa menariknya "jangan sentuh. ini urusanku sendiri."


''nona jangan begini, kami akan memastikan keselamatan nona.'' kata B


Lisa mengabaikan perkataan pengawalnya dan meminum coklat yang hangat karena  cuaca yang dingin. Ia fokus memandang sungai yang terlihat sagat indah,struktur bangunan yang tersusun rapi.  Benar-benar kota tua tapi terlihat tidak ketinggalan zaman.


Coklat  hangat sudah habis diminum Lisa, selesai membayar Lisa kembali berjalan menelusuri sungai.


"Nona, arah hotel kita diarah yang berlawanan." Kata A.


"aku sudah katakan, kalau kalian mau pulang lebih dahulu silahkan saja. Aku masih ingin berjalan disekitar sini."


Lisa paham, sepertinya Kevin memaksa mereka agar membawa Lisa kembali ke hotel. Lisa melihat taman bunga, langkah kakinya semakin cepat menuju taman itu. Beberapa anak terlihat bermain di taman itu. Mereka berlarian disekitar taman dengan senangnya, ada yang berlomba menangkap salju. Para orang tua terlihat duduk di kuris pinggir taman sambil mengawasi anaknya bermain.

__ADS_1


Tertawa para anak kecil itu membuat Lisa sedih. Bibirnya tersenyum tapi matanya menangis, Lisa masih teringat dengan 'bintang' nama anak Lisa dan Kevin yang meninggal 6 bulan yang lalu. Tiga minggu setelah Lisa keguguran, ia mendatangi makan Bintang. Ia dikuburkan diantara makan papa dan mama Lisa didesa bunga. Rasa sedihnya masih dirasakan dalam hati Lisa saat ini. Sampai sekarang ia selalu merasa gagal mejadi seorang ibu. Hanya melindungi satu nyawa dalam tubuhnya saja gagal dilakukannya.


Seandainya pada saat itu dia lebih waspada dan cepat menghindar. Pasti kejadian ini tidak terjadi. Lisa melihat kearah langit,bintang pasti sudah menjadi bintang yang bersinar di langit saat ini. Lisa menyeka air matanya, kemudian berjalan lagi kembali ke hotel. Jika disini terus-menerus ia akan terus bersedih melihat anak-anak kecil yang lucu itu bermain riang dengan orang tuanya.


__ADS_2