
Lisa masih berbaring di sofa sambil memeluk bantal. Ponsel Lisa berdering berkali-kali dan dia hanya membiarkannya saja.
"kamu tidak angkat?? bagaimana jika panggilan itu penting?" kata Kevin.
Lisa langsung duduk, dan melihat panggilan dari nomor yang belum pernah menghubunginya sama sekali. Lisa menunjukkan layar ponselnya kepada Kevin. "aku tidak kenal nomor ini."
"sepertinya aku pernah melihat nomor itu, kalau tidak salah nomor sekertaris barumu."
Mata Lisa membesar "benarkah?" Lisa langsung duduk dengan tegak dan menghubungi balik nomor tersebut. Ternyata benar nomor itu adalah nomor Angel, ia menyampaikan kalau Khay ingin menemuinya ada hal penting yang ingin disampaikannya. Lisa membuat janji bertemu di restoran hotel sekarang. Lisa langsung berdiri dan mengenakan jaket panjangnya.
"aku mau bertemu dengan Khay, apa kau mau ikut?"
"kenapa kamu harus bertemu dengannya, bagaimana jika Sabrina salah paham lagi denganmu...."
"maka dari itu aku menanyakan padamu, sepertinya Sabrina melakukan sesuatu kepadanya. Kita harus membantunya..."
"kita....'' Kevin mengerutkan keningnya, kenapa harus dia yang menolongnya.
Lisa tidak sabar menunggu Kevin, ia mengambil jaket Kevin dan menarik tangan Kevin dengan paksa "cepat...." perintah Lisa
Kevin berdiri dan berjalan dengan malas mengikuti keinginan istrinya. Apa hubungan mereka sehingga harus terburu-buru menolongnya seperti ini. Keluar dari lift, Lisa masih menarik tangan Kevin untuk mengikutinya. Bukan kah sudah tidak punya hubungan, katanya tidak suka lagi..kenapa harus seperti ini sikapnya,,,sangat semangat mau bertemu dengannya... batin Kevin protes, kecemburuannya meningkat dengan pesat.
'Pria ini benar-benar tidak berperasaan, badan sebesar dan seberat ini....masih bertingkah seperti anak kecil.' Batin Lisa
Lisa melihat Khay melamun melihat kearah luar dari dinding kaca restoran hotel.
"kakak senior..." sapa Lisa
__ADS_1
"Lisa,,,, maaf menganggu..." kata Khay sambil berdiri menyambut mereka.
"sekertaris ku bilang ada yang ingin kakak bicarakan." kata Lisa langsung ke inti permasalahan.
"ya....ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian berdua." jawab Khay
Kevin sedikit tidak percaya dengan apa yang didengarnya, Khay juga mencarinya?? benar-benar tidak percaya dengan apa yang dikatakan pria didepannya.
"bantu aku, rekeningku dibekukan oleh Sabrina, aku harus kembali ke negara kita karena ibuku baru menghubungi katanya mereka diminta meninggalkan rumah sekarang." kata Khay dengan mata berkaca-kaca
"kenapa dia bisa membekukan rekening mu,,,, bukan kah itu bisa dilaporkan ke polisi???" tanya Lisa
"aku tidak pernah berpikir akan terjadi hal seperti ini. Gaji ku masuk ke rekening atas nama pribadinya. Aku jarang memakai uang itu karena ku pikir, setelah menikah aku pasti akan memberikan istriku pendapatan bulanan ku. Walaupun pendapatannya diatas pendapatan ku." Khay menunduk sedih.
"sekarang dimana orang tua kakak?" tanya Lisa
Kevin mendengar cerita Khay, membuat kepalanya pusing. Kenapa percintaan mereka menjadi beban bagi dirinya dan Lisa? Kevin menumpukan kepalanya di tangan kanannya dan memijat keningnya perlahan-lahan. Kevin terus mendengarkan pembicaraan Lisa dan Khay.
"apa yang bisa kami bantu??" tanya Lisa
"apakah kalian memiliki keluarga atau teman didesa bunga? Aku hanya ingin memastikan kalau kedua orang tua dan adik ku baik-baik saja."
Lisa menghadap kearah Kevin yang wajahnya terlihat tidak senang sambil memijat kepalanya. "suami, bisa kah kamu membantu...." pinta Lisa
"ini urusan pribadinya, kenapa kita harus bantu sayang..."
"aku tahu selama ini selalu membuat Anda tidak senang, aku pasti akan membayar semuanya."
__ADS_1
"membayar....bukankah rekening mu sudah diblokir oleh...." belum siap Kevin bicara, Lisa menendang pelan kaki Kevin.
Kevin menoleh kearah Lisa, apa salahnya bicara seperti itu. Bukankah itu kenyataanya... batin Kevin kembali berbeda haluan dengan keinginan istrinya. Lisa membesarkan matanya melihat kearah Kevin 'kenapa pria ini tidak berperasaan seperti ini...' pikir Lisa
"aku tahu aku sekarang tidak memiliki apapun untuk membayar Anda, tapi aku pasti akan memenuhi janjiku," kata Khay
"kamu tidak tahu kekuatan apa yang dimiliki oleh keluarga Sabrina?" tanya Kevin
Khay mengangguk, ia paham kondisinya. Ketika keluarga Sabrina marah, mereka bisa melakukan kunci akses kemana pun. Orang tersebut pasti akan kesusahan mencari kerja apalagi memulai bisnis baru. Keluarganya hanya akan membuka akses tersebut ketika orang itu meminta maaf dan bersedia melakukan apapun yang diinginkan keluarganya baru dendam akan terbayar dan semua masalah dianggap tidak pernah terjadi sama sekali.
"kamu paham kan? Aku tahu kemampuan kerjamu luar biasa, berbagai proyek dari perusahaan kalian bisa kamu kerjakan dengan baik. Kamu bukan orang sembarangan, tapi kehebatan yang kamu miliki saat ini akan dianggap tidak ada oleh perusahaan mana pun saat ini. Ancaman pemutusan kerja sama dan tidak diperpanjangnya kontrak kerja sama menjadi bulan-bulanan hidupmu sekarang. Aku yakin kamu tidak akan sanggup."
"kalau dia sendiri tidak sanggup, kenapa kita tidak menolongnya..." tanya Lisa kepada Kevin
"beresiko, hubungan kerja sama Sun Group dengan grup keluarga Sabrina akan berakhir. Kerugian sudah pasti didepan mata." jelas Kevin
"perusahaan kakek ku??"
"Lisa,,,, Leo baru mahir menjalankan usaha. Kamu mau dia diterpa angin dan karam ditengah lautan tak berpenghuni???"
"apa separah itu??" tanya Lisa tidak yakin
"kamu tanya saja sama dia..." kata Kevin sambil melihat kearah Khay yang masih menunduk lesu merenungi nasibnya dan keluarganya.
Lisa melihat kearah Khay. Pandangan Khay beralih keluar jendela. ia mulai bercerita dahulu keluarganya memiliki usaha yang lumayan besar. Pada saat itu kebetulan ia dan keluarganya sedang berlibur di pantai. Sabrina dan teman-temannya kebetulan ada di lokasi tersebut. Mereka berkenalan sekedar saja, setelah saat itu tanpa diketahui oleh Khay keluarga Sabrina yang menanamkan modal di perusahaan menarik semua modalnya karena orang tua Khay menolak menjodohkan Khay dengan Sabrina.
Usaha keluarga hancur dalam waktu semalam. Orang tua Khay berusaha membangun usahanya kembali tapi selalu gagal. Khay yang seorang model juga tiba-tiba tidak mendapatkan pekerjaan. Setelah dicari tahu ternyata keluarga Sabrina dibalik semuanya. Orang tua Khay pada saat itu sudah pasrah dengan keadaan mereka. Sebagai anak paling tua, Khay memiliki tanggung jawab untuk keluarganya. Ia pun akhirnya memutuskan untuk menerima cinta Sabrina. Tidak lama berselang, pertunangan mereka dilangsungkan, walau kedua orang tua Khay merestui mereka dengan berat hati.
__ADS_1
Perlahan-lahan, usaha keluarga Khay kembali berhasil, tapi kedua orang tuanya memutuskan untuk pindah tempat tinggal didesa bunga. Disana, kedua orang tuanya menyewa tanah dan bertani. Walau dengan penghasilan pas-pasan tapi menurut kedua orang tua Khay itu yang terbaik. Karena menjalankan usaha dengan bantuan mereka sama dengan menjual anak laki-laki mereka sendiri,