
Kevin berlari dengan cepat memegang pinggang Lisa. Lisa tertawa merayakan kemenangannya.
"kamu takut aku jatuh?" tanya Lisa
"apakah itu perlu dipertanyakan??" tanya Kevin Kesal
"berhentilah melakukan hal yang berbahaya" kata Kevin sambil menyentil kening Lisa
Lisa cemberut, wajah nya sangat lucu ketika cemberut membuat Kevin selalu tidak tega menghukum istrinya.
"kamu baik-baik saja?"tanya Lisa
Kevin mengangguk. Mungkin perasaannya mengatakan ia baik-baik saja. Tapi sorot mata yang diperlihatkan sangat jauh dari yang sebenarnya.
"apa kita perlu jalan-jalan malam ini??"
"tidak, diluar sangat dingin. Kamu baru sembuh dari demam. Lebih baik kita dikamar saja malam ini."
Lisa kembali cemberut, "jika aku kedinginan bukan kah seharusnya kamu memberikan kehangatan untuk ku? Apa fungsi kamu sebagai suami Mr K?"
"kamu mau kemana???" tanya Kevin
"berjalan-jalan sekitar hotel saja. Sudah lama kita tidak keluar malam." Lisa menggoyang-goyang tangan Kevin, wajah penuh harapnya membuat Kevin tidak tega menolaknya.
"cepat ganti baju dengan pakaian yang tebal." Kevin akhirnya mengalah
Lisa dengan senang melompat kepelukannya Kevin "gendong sampai kamar.." Lisa melingkarkan tangannya dileher Kevin sambil tersenyum.
"sejak kapan kamu jadi begitu manja seperti ini?" tanya Kevin
"sejak aku mengakui perasaan ku, sejak itu kamu harus bersiap dengan sikap manjaku. Apa kamu sanggup?" tantang Lisa
"bagaimana ya....suami kamu sangat sibuk untuk bisa memanjakan mu setiap saat. Bagaimana??" Kevin menguji Lisa
__ADS_1
"tidak masalah. Kalau di kantor aku akan minta kamu gendong aku dari mulai turun mobil sampai keruangan ku. Kalau kamu pergi dinas aku akan sangat senang." kata Lisa sambil tersenyum
"kenapa kalau aku pergi dinas kamu senang??"
"karena aku bebas dari kamu setidaknya selama seminggu." kata Lisa sambil tertawa senang.
Kevin menggendong Lisa ke dalam kamar dan mendudukkannya ditempat tidur, kemudian menyentil keningnya. "berani sekali kamu, kalau begitu kamu akan ikut denganku setiap kali aku pergi dinas."
"maaf Mr K. Bagaimana pun aku bertugas mengatasi masalah internal perusahaan. Kamu bertugas dengan urusan eksternal. Bukan kah kita sudah sepakat membagi pekerjaan kita??" Lisa mengedipkan mata kanannya kearah Kevin.
Lisa segera mengganti baju dan dengan cepat siap dengan jaket panjang dan sepatu boat. Tersenyum senang melihat kearah Kevin
"ayo kita pergi...."kata Lisa
Udara dimalam hari sangat dingin. Lisa sudah memakai sarung tangan tapi masih terasa dingin. Kevin memasukkan tangan Lisa kedalam kantung jaketnya. "apakah sudah terasa hangat?" tanya Kevin
Lisa melingkarkan tangannya di lengan Kevin dengan erat "berada di dekatmu membuatku lebih hangat."
"Dilondon banyak bangunan castil tua yang menarik, besok kita akan berkeliling. saat ini kita lebih dekat dengan Sungai Thames. Mau kesana ?? " Tanya Kevin.
"Pada malam hari kita bisa melihat cahaya lampu disekitar pinggir sungai yang sangat cantik. Kamu bisa melihat London Eye yang tinggi."
"London Eye?? mata London? bukan kah jam big ben yang terkenal. Kalau berhubungan dengan mata bukannya di turki yang berwarna biru itu??" tanya Lisa
"namanya london eye, kalau nama ditempat kita kincir putar. Lihat itu..." Kevin menunjuk kearah london eye kepada Lisa
Lisa tidak bisa menutupi kekagumannya melihat pemandangan didepannya, cahaya lampu membuat suasana romantis disekitar sungai Thames.
"sekarang kita berada di jalur Southbank. Kamu lihat disekitar kita, banyak orang berkencan bukan."
Lisa memandang di sekelilingnya pemandangan sangat indah. Mata Lisa benar-benar dimanjakan dengan pemandangan malam London yang luar biasa.
Lisa memandang Kevin dengan penuh harap
__ADS_1
"kenapa sayang??" tanya Kevin
"aku tidak tahu kalau London adalah kota yang sangat romantis. Tapi sebenarnya aku masih belum puas berada di Belanda. Aku belum melihat bunga tulip. kincir angin raksasa, Dan mencoba makanan khas dari negara Belanda." Lisa bicara dengan wajah murung sambil melihat ujung kakinya.
"Baiklah nona Lisa, kita besok akan berkeliling kota London dahulu. Nanti Kita akan mengunjungi Natural Histori Museum, Kensington Palace, Windsor Castle, naik London Eye. Dan ketempat lain yang ingin kamu kunjungi. Aku akan menjadi pemandu wisata untuk istriku yang cantik."
Lisa melompat sambil memeluk Kevin, kakinya bergelantungan sambil memeluknya. "aku sangat senang." Kata Lisa sambil mencium leher Kevin.
"sayang, kamu sangat berbahaya. Jangan lakukan hal itu, aku bisa melakukan hal gila diluar sini nanti," goda Kevin.
Lisa segera turun dari pelukan Kevin sambil cemberut. "kamu benar-benar tidak bisa diajak bercanda Mr K." perotes Lisa
"seorang suami tidak mungkin bercanda untuk hal yang seperti itu sayang." bisik Kevin ditelinga Lisa.
Lisa berlari kearah kursi dipinggir sungai Thames. Lisa duduk sambil menggoyang-goyangkan kakinya seperti seolah-olah sedang bermain air di sungai Thames. Matanya menjelajah kesemua penjuru. Lisa merasa beruntung berada disini saat ini. Bermimpi untuk ada disini saja Lisa tidak berani, karena keadaan ekomoni keluarganya. Tapi sekarang ia bisa pergi ke negera manapun sungguh sebuah anugerah yang tidak ternilai bagi Lisa.
Duduk dipinggir sungai, merasakan hawa dingin yang menusuk tulang. Semua itu tidak terlalu mengganggu Lisa. Lisa melihat kearah Kevin sambil tersenyum. Alangkah baiknya apabila ia bisa sekolah di negara ini. Tempat yang sangat indah. Lisa menoleh lagi kearah Kevin, mulutnya ingin mengatakan keinginannya itu. Tapi hati kecilnya menahannya.
"apa kamu senang?"
Lisa mengangguk dengan pasti "sangat senang...aku tidak sabar melihat kondisi disini pada siang hari. Pasti akan sangat menyenangkan."
"berapa lama kamu tinggal disini??" tanya Lisa
"sekitar 6 tahun. Kebetulan Eropa adalah satu-satunya tempat paling susah ditembus. Keunggulan Sun Group adalah keluarga mami yang berdarah Eropa. Aku belajar banyak dari budaya sekitar dan dari ilmu yang diberikan mami. Bagaimana beradaptasi dengan keadaan mereka. Karena memang jauh perbedaan dengan kebiasaan kita."
jelas Kevin.
"tempat apa yang paling kamu sukai??" tanya Lisa
"disini, aku suka menikmati pemandangan malam disini. Rasanya seperti berada di dunia lain"
Lisa mengangguk "aku rasa juga begitu. Setiap negara memiliki kebiasaan dan keindahannya masing-masing. Aku suka Jepang juga karena mereka sangat ramah. Setiap kali berjalan ada orang yang tersenyum. Ketika kita membungkukkan badan kepada seseorang. Maka orang tersebut akan membalas dengan hal yang sama."
__ADS_1
"bukankah tadi kamu baru katakan suka dengan pemandangan sini?"
"ia...sangat suka. Tapi ketika di Jepang setidaknya aku merasa tidak sendiri. Keindahan pemandangan yang aku nikmati dan suasana kekeluargaan dari penduduknya setidaknya membuat aku merasa seperti dirumah sendiri. Tidak merasa takut apabila aku kehilangan arah. Kalau disini sepertinya berbeda, ketika baru sampai dan bertemu dengan orang sekitar mereka cendrung tidak peduli." jelas Lisa dengan wajah murung