
Kevin mencium bibir Lisa dengan lembut perlahan-lahan menjadi lebih buas. Lisa masih ingat kejadian tadi malam.
Lisa melepaskan pelukan Kevin. "kamu jangan jahati aku lagi." pinta Lisa
"maaf untuk kejadian tadi malam. Aku tidak akan mengulangi lagi."
"kalau kamu ulangi lagi aku akan lapor sama mami dan papa. "
Kevin tersenyum genit. "baiklah. Aku akan lebih lembut kepadamu."
"sebaiknya kita jauh-jauh tidurnya. Aku takut kamu lepas kendali." Lisa bicara dengan jujur. Rasa takut melihat Kevin yang lepas kendali membuat Lisa merinding.
"baiklah mulai sekarang setiap aku menginginkan mu aku akan minta izin dulu."
"semalam aku tidak mengizinkan kamu. Tapi kamu serang aku seperi manusia serigala." Lisa berusaha jujur dengan Kevin dengan wajah manja bercampur kesal.
"apakah aku sudah boleh memelukmu?? Aku janji tidak akan melakukan hal yang lain." bujuk Kevin
Lisa menggeleng cepat. "kita tidur seperti biasa saja. Tidak usah peluk."
"lantas bagaimana aku bisa tidur??"tanya Kevin
"pejamkan saja matamu."
"aku mau peluk istri ku, apakah sesulit itu??"
Sebenarnya dalam hati Lisa, sedikit banyak menikmati hubungan tadi malam. Tapi dominasi Kevin tidak bisa dikalahkan. Diminta lebih lunak tapi dia lebih semangat melakukannya. Membuat Lisa kewalahan.
Lisa memegang tangan Kevin. "kita tidur berpegangan tangan saja". Lisa memegang tangan Kevin.
Kevin menarik Lisa kepelukannya. "percaya kepadaku. Hatiku sangat sakit tadi pagi sampai sekarang. Melihat kulitmu yang mulus menjadi kemerahan karena aku. Sungguh tidak bisa memaafkan diri ku sendiri."
__ADS_1
"mungkin aku terlalu menginginkanmu. Sampai aku lupa diri. Aku akan berusaha berubah sesuai dengan yang kamu inginkan." lanjut Kevin.
Kevin mencium pipi Lisa dan berbisik "aku mencintaimu."
Lisa sangat menyukai perkataan Kevin yang satu ini. Kata-kata nya sangat lembut masuk ketelinga Lisa dan kehangatannya sampai kedalam hati Lisa.
Mereka masih sama-sama belajar memahami perasaan satu sama lain. Memang butuh waktu untuk mempelajari semuanya. Tidak bisa dipungkiri, Kevin sudah memiliki posisi penting dalam hati Lisa. Ia hanya perlu waktu lebih untuk meyakinkan perasaannya adalah cinta. Lisa takut perasaannya hanya karena terpaksa. Terpaksa karena permintaan almarhum mamanya dan satu lagi terpaksa karena musibah yang datang terus menerus setelah mereka menikah. Membuat Lisa harus bergantung dengan Kevin.
Bagaimanapun ia sendiri sekarang ini. Tidak ada orang tua yang melindungi sekarang. Ketika ia ada masalah, tidak ada tempat mengadu. Ketika ia ingin kembali pulang kerumah, ia tidak memiliki tujuan lagi. Sejauh ini hanya Kevin dan kedua orang tua Kevin yang memberikannya cinta. Mereka mengisi kekosongan dihati dan hidup Lisa.
****
Pagi hari menyapa, cuaca di Jepang sangat cerah. Hari ini Kevin dan Lisa sudah memiliki rencana untuk ke Tokyo. Salah satu tujuan Lisa adalah Tokyo tower, melihat bunga sakura, mencoba baju kimono.
Lisa sangat bersemangat pergi bersama Kevin. Membeli baju couple adalah salah satu keinginan Lisa ketika memiliki pasangan. Melihat boneka Mickey mouse, Lisa memutuskan ke Disneyland keesokkan harinya. Bermain seharian, seperi seorang anak kecil yang terbiasa dirumah kemudian dilepaskan ditempat bermain. Lisa dengan riang berlari kesana kemari mencoba semua wahana yang ada di Disneyland.
Kevin dipaksa naik wahana yang memicu adrenalin. Ia menolak dengan halus, dengan mengatakan ada telepon dari kantor yang harus dijawab. Frans dijadikan tumbal untuk menaiki wahana itu. Tapi bukannya takut, Frans ternyata memiliki hobi yang sama dengan Lisa.
Puas main mereka makan dengan lahap, Kevin geleng-geleng melihat kelakuan istri da ke 3 bawahannya. Mereka seperti orang yang tidak diberi makan selama berhari-hari. Kevin melihat Lisa berbicara dengan mereka, membahas tentang wahana yang mereka naiki jadi dengan semangat sambil tertawa. Seperti sedang bercerita dengan sahabatnya.
Pulang ke hotel malam sudah larut dan Lisa sangat senang, Lisa menggoyang-goyangkan tangan Kevin ketika berjalan. Lisa terkadang bersikap seperti anak kecil yang sedang dipegang tangan nya oleh orang tuanya.
Selesai mandi seperti biasa Kevin masih menelpon untuk mengecek kondisi kantor. Lisa sudah mengerti kondisi Kevin yang seperti ini. Jadi ketika ia sibuk dengan urusan kantornya, Lisa memilih untuk tidur dan tidak mengganggunya. Kevin merasa menelepon lebih cepat dari pada hari sebelumnya. Tapi Lisa sudah tidur dengan lelap. Kevin tersenyum sambil mencium kening Lisa.
*****
Lisa bangun dan matahari sudah tinggi. Lisa melihat Kevin masih berbaring disebelahnya.
"hari ini kita kemana?" tanya Lisa
Kevin memeluk Lisa, "hari ini biarkan aku tidur lebih lama."
__ADS_1
"jangan tidur saja, jarang-jarang kamu liburan." Lisa cemberut melihat Kevin.
"baiklah nanti kita pergi lagi. Tapi biarkan aku tidur 2jam lagi."
"lama...." Lisa merengek seperti anak kecil yang minta dibelikan ice cream .
Kevin memeluk Lisa dan mengurungnya dengan tubuhnya. Lisa gugup melihat Kevin diatas tubuhnya. "apa.....yang ...."
Kevin mencium bibir Lisa membuatnya tidak bisa bicara. Kevin mencium leher dan kemudian berbisik ditelinga Lisa sambil berkata "kamu mau aku tidur 2jam lagi atau kita melakukannya lagi sayang ...." Kevin tersenyum licik menatap mata Lisa.
Darah Lisa berdesir. Ia sangat ingin melakukannya lagi. Tapi belum cukup berani menghadapi Kevin dalam urusan berhubungan intim. Lisa mendorong Kevin perlahan "kamu tidur saja.....aku tidak akan ganggu." Lisa tersenyum getir melihat Kevin.
Untuk sekarang lebih aman untuk tidak mengganggunya beristirahat. Biarkan sang serigala tidur.
Kevin mencium bibir Lisa dengan cepat. "terima kasih sayang." Kevin memeluk Lisa. "tidurlah sebentar lagi. Agar tenaga kita pulih lebih cepat."
"memang apa yang akan kita lakukan??"tanya Lisa
"tentu saja seperti orang lain yang berbulan madu. Melakukan hubungan **** ditempat tidur, dapur, ruang makan, ruang tamu, kamar mandi, ruang kerja. Pokoknya disemua tempat."
Lisa merinding mendengar perkataan Kevin, pria yang dingin ini ternyata memang sangat buas. Apalagi berhubungan dengan ****.
"dasar mesum" Lisa berkata pelan tapi Kevin dapat mendengar perkataan Lisa dengan jelas.
Senyum licik Kevin mengembang dengan sempurna di bibirnya. "sayang, aku mesum dengan istriku sendiri. Bukan kah itu hal wajar?"
"tidak. Karena kamu sangat buas." Lisa bicara dengan jujur kepadanya sekarang.
"aku sudah bilang akan merubahnya. Apakah kamu mau coba sayang??"
Lisa menggeleng dengan cepatnya. " sudah tidur, jangan banyak bicara."
__ADS_1
Kevin tersenyum kemenangan sambil menciumi kening istrinya.