Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
mencari perhatian


__ADS_3

"diam" jawab Lisa sambil menatap tajam A


A ingin menjelaskan kalau hal itu bukan karena kesalahan Kevin. Mungkin Kevin terlibat, tapi tidak ada maksud bagi tuannya untuk memamerkan ketampanannya di depan umum. Kevin hanya ingin memberikan Lisa kejutan, tapi wanita ini sudah keburu marah melihat kegaduhan yang dibuat Kevin. Langkah kaki Lisa dihentakkan dengan kuat sama seperti emosinya yang sedang meningkat.


A dan B saling bertukar pandangan, kali ini akan kembali masuk kedalam kondisi serba salah. Mereka selalu tidak nyaman apabila kedua bosnya ini bertengkar, jika hal itu terjadi salah sedikit saja mereka akan marah. Terkadang berdiam diri membuat mereka merasa tidak nyaman berada didekat mereka.


Lisa naik tangga eskalator, dengan perasaan marah. Kevin menunggu didepan eskalator sambil tersenyum dan merentangkan tangannya menyambut Lisa penuh keceriaan. Melihat wajah Lisa yang kesal, Kevin bingung sendiri dibuatnya. Lisa sampai dilantai 2, dengan senyum sandiwara Lisa memeluk Kevin dan berbisik di telinganya . "kamu sengaja membuat aku marah dengan kerumunan wanita ini??"


Kevin baru memperhatikan ternyata banyak wanita yang ada disekitar dirinya, dari tadi ia hanya fokus melihat jalan dan ponselnya. Memantau posisi GPS Lisa, tidak ada maksud lain. "aku sungguh tidak tahu masalah ini." Kevin membela diri.


Lisa tersenyum menutupi kekesalannya sambil melepaskan pelukannya dan mencium pipi Kevin sambil berbisik lagi.."segera pergi dari sini, sebelum hal buruk terjadi. Tunggu aku dalam mobil. S E K A R A N G" Lisa kembali tersenyum sambil mencium pipi Kevin.


Walau Lisa kesal, bagaimana pun ia harus bisa menunjukkan kepada semua orang pria yang menjadi pusat perhatian banyak wanita sekarang ini adalah miliknya. Jadi berhenti menganggu atau mencoba menarik perhatiannya. Wanita bisa sangat lembut tapi juga bisa sangat kejam ketika marah.


"aku mau menemanimu." kata Kevin dengan lembut


"sepertinya memang kamu sangat suka menjadi pusat perhatian banyak orang. Silahkan saja, tapi malam ini aku akan menginap di hotel. Tidak pulang kerumah." ancam Lisa


Para wanita yang melihat Lisa dan Kevin sangat mesra merasa iri dengan mereka berdua. Yang pria sangat tampa dan wanita sangat cantik, benar-benar pasangan yang serasi. Kemesraan yang ditunjukkan Lisa dan Kevin membuat mereka sangat menginginkan hubungan yang sama dengan mereka. Tapi itu lah pandangan mereka, kenyataan selalu tidak seindah yang dibayangkan. Dimata  banyak orang sekarang mereka sangat mesra, tapi sebenarnya sedang perang argumen.


Lisa mengedipkan matanya kepada pengawal yang ada bersama Kevin agar membawanya pergi dari hadapan Lisa. Mereka sempat ragu dengan apa yang akan dilakukan, untungnya Kevin pasrah dengan keputusan Lisa. Dari pada nanti malam dia harus tidur sendirian dikamar, lebih  baik mendengarkan perkataan istrinya. Kevin mencium pipi Lisa sebelum pergi meninggalkannya.


Dengan berat hati Kevin meninggalkan Lisa, berkali-kali Kevin melihat kearah belakang melihat Lisa. Lisa melambaikan tangannya sambil tersenyum. Setelah tidak melihat Kevin dipandangnya, Lisa mulai mencari buku yang dicarinya.

__ADS_1


'dasar laki-laki, Apa mereka sangat suka menjadi pusat perhatian para wanita.' kata Lisa dengan suara pelan. Suara Lisa sangat pelan, tapi bisa terdengar kelas ditelinga A dan B. Lisa menatap tajam A dan B sebagai sesama kaum adam.


A dan  B hanya menunduk sambil tetap berdiri dibelakang Lisa. Lisa akan mengambil buku di rak paling atas yang  ingin diambilnya. Lisa berjinjit mengambilnya tapi tidak sampai. B akan membatu Lisa mengambilkan buku itu, tapi tidak disangka ada orang lain yang akan mengambil buku yang sama. Lisa dan B melihat kearah tangan yang mengambil buku itu.  "arkana..." kata Lisa terkejut.


Kenapa pria ini bisa ada di tempat yang sama dengan dirinya, bukan kah di dekat kampus ada toko buku besar yang terkenal. Apa mungkin ia tinggal di daerah sini... pikir Lisa.


Arkana tampak terkejut melihat Lisa ada di toko buku yang sama dengan dirinya, "kamu juga disini??"


"ya...aku bersama suamiku. Dia sedang menungguku di mobil." kata Lisa dengan jujur


"oowh..." Arkana tersenyum sambil menjawab pertanyaan Lisa dengan singkat. Sangat tidak menyenangkan mendengarkan Lisa ternyata sudah menikah dan suaminya ada bersamanya saat ini. Sebenarnya ia sudah melihat Lisa dan Kevin berpelukan tadi, Hanya saja ia pura-pura tidak melihatnya.


A dan B saling bertukar pandangan, kemudian mereka mendekati Arkana. "anda mengikuti kami sampai kesini?" kata A tanpa basa-basi.


"maksudnya??" kata Arkana tidak paham.


"ia, itu memang nomor dan jenis kendaraan saya. Tapi anda jangan salah sangka. Tujuan saya memang tempat ini. Saya tidak mengetahui kalau kalian ada disini." Arkana berusaha menjelaskan semuanya walau tidak terdengar seperti kejadian sebenarnya menurut A dan B.


Lisa berada ditengah-tengah mereka berdua yang sedang berargumen satu sama lain.


"saya harap anda menjaga jarak dengan no.... maksud ku adik perempuan kami." A memberi kode dengan telapak tangannya agar menjauh dari bosnya. Hampir saja A mengatakan kalau Lisa adalah bosnya. Kecepatan mulut dalam merubah perkataannya membuatnya selamat dari amarah nona besar yang sudah tidak sengaja membesarkan matanya melihat A.


"kami sudah memperhatikan anda sejak keluar dari kampus mengikuti mobil kami. Jadi wajar bagi kami untuk mencurigai anda" kata B dengan cara yang berwibawa lebih mirip menjawab seperti seorang kakak laki-laki yang melindungi adik perempuannya.

__ADS_1


Arkana mundur satu langkah, ia tidak mungkin bisa menang melawan kedua orang dihadapannya. "aku minta maaf jika sudah membuat kalian tidak nyaman. Aku benar-benar tidak tahu kalau kalian ada di mobil didepan ku tadi." Arkana berusaha membela dirinya.


A yang mendengar Arkana bicara langsung menunjukkan ekspresi wajah tidak percaya dengan semua yang dikatakan Arkana. A terbiasa dengan bahasa tubuh. Ia bisa mengetahui seseorang bicara jujur atau tidak dari bahasa tubuh yang ditunjukkannya. Senyum tidak percaya langsung terlihat jelas diwajah A.


Lisa merasa terjebak diantara ketegangan pengawal dan teman kuliahnya.  Lisa hanya bisa melihat mereka berbicara saling berargumen.


B menengahi mereka berdua "sudah...adik, kamu harus segera bekerja. Pilih buku yang kamu mau. Kita segera pergi meninggalkan tempat ini."


Lisa masih tidak percaya kedua pengawalnya sangat totalitas dalam berakting sebagai kakak laki-lakinya. Lisa sedikit gugup sambil menunjuk buku yang ingin diambilnya di rak paling atas.


"hanya ini..." tanya B


Lisa mengangguk dengan cepat.


"ada lagi??" tanya B lagi dengan lembut


"tidak ada..itu saja." kata Lisa dengan gugup.


"Arkana, kami pergi dulu ya, aku harus bekerja lagi" kata Lisa sambil berpamitan.


Arkana mengangguk dan tersenyum melihat Lisa. Wajahnya sangat terlihat kalau ia menyukai Lisa. Senyumnya memancarkan ketulusan seorang pria kepada seorang wanita.


A dan B saling bertukar pandangan melihat wajah Arkana. Sebagai seorang pria mereka  paham sikap Arkana saat ini. Ada perasaan lebih dari sekedar teman yang ditawarkan Arkana kepada Lisa.

__ADS_1


"Pak Arkana, terima kasih sudah menjadi kenalan adik kami. Kami harap anda bisa menjaga jarak dengan Lisa mulai sekarang." B menyodorkan tangan kanannya. Arkana membalas jabatan tangan B.


A masih menatap Arkana dengan tajam dan tidak ada niat sama sekali untuk berjabatan tangan dengan seseorang yang sudah jelas-jelas ketahuan berbohong tapi tidak berkata dengan jujur setelah kebohongannya terbongkar.


__ADS_2