Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
pulang kerumah


__ADS_3

Lisa, Leo, Cindy, dan Kevin keluar dari kantor polisi. Ada perasaan yang sulit Lisa ungkapkan. Rasa khawatir dalam hatinya hilang, selama ini Lisa selalu merasa menjadi seseorang yang memiliki darah seorang penjahat. Melihat Leo disampingnya, seperti tidak seburuk seperti apa yang ada dipikirannya selama ini.


Lisa mengangkat tangannya tinggi-tinggi jemari tangannya mengepal. Lisa menarik nafas perlahan sambil menutup kedua matanya. Leo tersenyum melihatnya kemudian mengusap rambut Lisa dengan kasar sehingga rambut Lisa berantakan.


Lisa membesarkan matanya "kamu..." kata Lisa kesal


Leo menyentil kening Lisa "bicara yang sopan kepada paman."  Leo berjalan dengan bangganya meninggalkan Lisa.


Lisa terdiam, bagian tersulit adalah bersikap sopan kepada paman. Lisa berlari kearah Leo dan lompat dipunggung nya "bagaimana pun aku tidak pernah digendong oleh papaku. Kau sekarang harus menggantikan posisi itu paman." Kata Lisa sambil tersenyum kemenangan.


"Kevin, aku rasa kamu terlalu memanjakannya. Ia jadi tidak sopan dengan pamannya." protes Leo


Kevin menaikkan pundaknya. "aku rasa memang sudah sepantasnya paman memanjakannya." Kata Kevin sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Lisa


"Lihat....paman terlalu perhitungan dengan keponakan sendiri."


"kalian pasti sudah bersekongkol untuk menjatuhkan ku." Kata Leo sambil menunjuk kearah Kevin dan Lisa.


"sudahlah,,,, mari kita pulang." sambung Leo sambil tersenyum


"oke....." jawab Lisa dengan semangat


"pulang kemana???" tanya Lisa lagi.


"kerumah kita. Nenek sudah menunggumu dirumah."


Perkataan Leo sangat lembut terdengar ditelinga Lisa, sangat menyenangkan akhirnya ada keluarga yang menunggunya dirumah. Akhirnya ia memiliki seorang nenek yang baik hati. Sepanjang perjalanan senyum tidak pudar diwajah Lisa.


"kamu senang?" tanya Kevin

__ADS_1


"ya..." Lisa mengangguk dengan senang.


"kamu mau kita menginap?"


Lisa mengangguk dengan cepat "apakah boleh??"


"tentu saja. Ini pertama kalinya kamu menginap dirumah nenek. Bukan kah sangat menyenangkan?"


Lisa tersenyum malu, benar kata Kevin. Ini adalah pertama kali Lisa berkunjung kerumah nenek. Rasanya sangat menyenangkan, hati Lisa berbunga-bunga.


"apa aku perlu memberikan hadiah untuk nenek??"


"kamu mau membeli apa???"


"tidak tahu." jawab Lisa singkat


"kamu hubungi mami saja, tanya oleh-oleh apa yang cocok untuk nenek."


Sampai dirumah Lisa disambut oleh Leo dan Nancy. Lisa sangat mengenal wanita ini dari dulu. Ia sangat lembut dan hangat. Bagi Lisa ia suah seperti ibu kedua. Melihatnya berdiri menyambut Lisa, hati Lisa bergetar. Kelopak matanya dipenuhi air mata. Lisa berjalan dengan cepat dan menghampirinya. Tangan Nancy sudah terbuka lebar menyambut Lisa.


Lisa memeluk Nancy sambil menangis. Nancy mengusap pundak Lisa dengan lembut sambil berkata "selamat datang nak,,,, maaf selama ini tidak bisa mejadi keluarga yang baik bagimu."


Lisa menggelengkan kepalanya "aku yang berterima kasih sudah menjagaku dengan cara yang sangat hebat."


Mereka berdua saling berpelukan dan menangis bersama.


"apa kalian berdua tidak lelah berpelukan terus? Ini waktunya makan siang" omel Leo


"Lihat la dia,,,,selalu saja mengganggu kehidupanku." protes Lisa

__ADS_1


"sudah pandai mengadu sekarang?" cibir Leo. Leo merangkul Kevin dan mengajaknya masuk kedalam rumah.


Ini salah satu rumah yang pernah ditinggali Lisa. Bersama keluarga Leo dulu terhitung sudah 6 kali ia pindah kota. Tapi Lisa tidak pernah merasa tertekan. Bersama Leo dan keluarganya yang sangat menyayanginya semua hal berat yang dirasakan Lisa menjadi ringan.


Lisa memandang Nancy dan Leo wajah haru tidak bisa ditutupi Lisa. Ia sangat senang berkumpul dengan keluarganya. Setelah mamanya meninggal, Caroline dan Santoso sangat menyayanginya. Tapi Lisa masih merasa ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya. Ia selalu merasa berbeda dengan orang lain. Lisa selalu merasa hidupnya tidak sempurna, Sekarang ia sudah memiliki segala yang diinginkannya. 'sekarang mama dan papa sudah jangan memikirkan aku disini lagi, sudah ada orang-orang yang menjagaku.'


Lisa memandang satu persatu wajah orang yang mengelilingi meja makan. Semua tertawa senang sambil bercerita.  Suasana kekeluargaan yang sangat dirindukannya. Kevin mengaitkan jarinya dijemari Lisa. Lisa melihat tangannya sudah digenggam Kevin. Tangan Kevin yang hangat sampai kedalam hati Lisa. Kevin melihat Lisa dengan senyuman manisnya. Membuat hati Lisa meleleh seketika.


Nancy meminta Lisa untuk menginap dirumahnya, Lisa dengan senang hati menerima niat baik Nancy. Nita datang membawa baju untuk Lisa dan Kevin. Anggota pengawal Lisa pun bertambah, Nancy awalnya takut karena sekumpulan pria berbadan besar berada di luar rumahnya. Leo meyakinkan kalau mereka memang orang Kevin yang bekerja untuk melindungi Lisa.


Nancy menunjukkan kamar Lisa. Semuanya masih sama, kamar dengan nuansa warna pink dan wallpaper mawar masih menghiasi dinding kamar Lisa. Tidak ada yang berubah, senyum Lisa mengembang di bibir merahnya.


"terima kasih bu....eh nenek." Lisa mengkoreksi perkataannya. Ia belum terbiasa memanggil Nancy nenek, karena wajah cantiknya masih terlihat sangat muda


Nancy tersenyum dan merangkul Lisa "pelan-pelan saja. Mari kita sama-sama belajar menerima dalam ikatan keluarga kita. Setidaknya kakek mu pasti sangat senang, cucu yang disayanginya dalam kondisi baik. Ketika akhir usianya ia berpesan agar selalu menjaga kalian. Kita yang sempat kehilangan berita selama 2 tahun, rasanya khawatir sekali dengan kamu dan mamamu. Saat itu nenek merasa bersalah karena tidak menjagamu dengan baik. Langsung pergi keluar negeri untuk menemani kakek yang sakit."


Lisa menyandarkan kepalanya dipundak Nancy "tidak... kalian sudah menjaga kami dengan sangat baik. Aku sangat bersyukur ada kalian yang selalu menemani kami."


Nancy mengusap rambut Lisa "istirahat lah, kamu sudah mengalami banyak hal yang menyedihkan belakangan ini. Maaf karena tidak bisa mendampingi dirimu sayang.."


Lisa menggeleng "tidak apa-apa...semua yang aku terima sekarang adalah anugerah dari Tuhan yang tidak bisa aku hitung banyaknya."


Nancy memegang mengusap pipi Lisa dengan lembut. "kelak sering-seringlah menginap disini, Nenek tidak ada teman untuk ngobrol. Leo sangat membosankan orangnya."


"bukankah kita sebentar lagi akan ada anggota keluarga baru..."kata Lisa


"siapa?" tanya Nancy


"Cindy adalah cinta pertama Leo. Aku rasa mereka saling mencintai dan akan segera menikah."

__ADS_1


Mata Nancy membesar "benarkah? Nenek kira dia selamanya akan menjadi budak cinta. Semua wanita hanya dikencani olehnya. Nenek sudah lelah menerima teror dari wanita yang diputuskan olehnya."


Lisa tertawa melihat Nancy, ia paham apa kesulitan hidup bersama Leo. Hidup sebagai sahabatnya saja sudah dibuat repot karena wanita-wanitanya apa lagi ibu kandungnya...


__ADS_2