
Semua rencana Lisa untuk berbicara dengan Kevin gagal. Seharian Lisa habis kan bersama mamanya. Sedangkan Caroline dan Santoso pergi ke desa bunga untuk mencari tempat tinggal Lisa dan Merry.
Kevin mengatakan pergi ke kantor barunya.
Pagi hari menyapa, Lisa bersiap ke kantor. Kevin pergi lebih awal. Setelah memastikan mamanya sarapan dan suster penjaga mamanya sudah datang, Lisa pergi bekerja. Didepan pintu, sudah ada 2orang penjaga yang bersiap mengantar Lisa ke kantor.
Lisa semula menolak, tapi 2 orang ini tetap menempel dibelakang Lisa. Mobil sedan putih yang biasa digunakan Kevin terparkir menunggu Lisa.
"aku naik taksi saja." Lisa merasa tertekan berada didekat mereka.
"maaf nona, kami tidak bisa. Silahkan naik, kami akan menghantarkan anda kekantor."
Lisa kesal karena orang-orang ini "kenapa sih, aku sudah besar. Dan bisa melakukannya sendiri."
"Nona, mohon tidak mempersulit kami. Pak Kevin akan marah dengan kami jika kami tidak menjalankan pekerjaan kami. Mohon pengertiannya."
Sepertinya memang tidak ada yang bisa kabur dari mereka saat ini. Mau tidak mau, Lisa harus mengikuti.
Lisa naik kedalam mobil. Seorang supir dan seorang lagi duduk didepan. Lisa merasa tertekan saat ini. Lisa membuka handphone nya. Wallpaper foto pernikahan Lisa dan Kevin. Lisa dan Kevin saling tersenyum sambil berpelukan dimana kepala Lisa bersandar didada Kevin. Dan Kevin mencium rambut Lisa.
'ternyata hasilnya bagus sekali. Tapi kapan foto di handphone ini berubah? Tersangkanya hanya satu. Pasti dia. Pikir Lisa.
Lisa memeriksa buku telepon sudah ada 4 nama. Mama, suami, papa dan mami. Berani sekali pria ini membajak handphone miliknya.
Lisa menghubungi Kevin. Tidak ada jawaban.
Begitu telepon Lisa mati, Leo menghubungi Lisa.
"kamu segera kekantor. Ada meeting dengan direktur baru." Leo
"ia...aku sudah dijalankan. Bapak tunggu saja." jawab Lisa ketus
Begitu panggilan Leo terputus, panggilan dari Kevin masuk.
"ya..."
__ADS_1
"aku tidak nyaman pergi kerja kekantor anggota mafia kamu. Kenapa tidak membiarkan aku sendiri." ujar Lisa kesal.
Kedua pengawal itu melihat Lisa dari spion, mata mereka saling beradu. Lisa merinding dibuatnya.
"aku sibuk dulu, nanti kita sambung." jawab Kevin sambil menutup telepon.
"berani kali kamu matikan teleponku. Mr. K M E N Y E B A L K A N" Lisa berteriak marah
.
"kalian juga sama menyebalkan seperti bos kalian." Lisa melampiaskan kemarahannya pada pengawalnya.
Kekesalan Lisa saat ini mengalahkan rasa takut pada mereka. Lisa membuang pandangannya kearah luar jendela sambil berusaha meredam emosinya.
Sampai dikantor Lisa menjadi pusat perhatian. Bukan hanya karena 2 pengawal yang setia mengikutinya, tapi juga penampilan nya. Hari ini Lisa tidak mengenakan pakaian kerjanya. Lebih tepatnya semua bajunya tidak ada lagi. Hanya baju dilemari yang bisa digunakannya.
Dress berwarna hitam, dengan panjang lengan tiga perempat. Rok bagian bawah bermotif bunga mawar berwarna pink. Sepatu high heels berwarna hitam dan tas jinjing berwarna senada dengan baju yang dikenakan. Rambut Lisa diikat kuncir kuda dengan poni di dahinya.
Sangat cantik, anggun dan menawan. ini adalah 3 kata yang cocok menggambarkan Lisa saat ini. Beberapa rekan kerjanya mulai berbisik melihat penampilan nya.
Semua divisi nampak sibuk mempersiapkan kehadiran direksi baru. Katanya akan ada pergantian direktur pelaksanaCEO di kantor ini.
Lisa dan Leo mempercepat langkahnya karena meeting akan dimulai setengah jam lagi. Sampai diruangan Lisa memeriksa kembali laporan yang dikerjakannya dan meminta Leo untuk mengecek ulang laporan. Setelah dilakukan revisi. Lisa dan Leo segera berjalan keruang rapat.
Pandangan Leo tertuju pada cincin yang dikenakan Lisa.
"kamu tidak ada menghubungi aku. Apa aku masih sahabatmu?" Leo kesal karena Lisa mulai mengabaikannya sebagai sahabatnya.
"maaf, semalam aku sibuk. Intinya aku sudah menikah. Dan ini cincin pernikahan ku." Lisa berkata sambil memamerkan cincin pernikahan nya.
"apa pekerjaan suamimu?" selidik Leo.
"mafia " ujar Lisa santai.
"apa aku tidak salah dengar???" Leo tidak percaya.
__ADS_1
"lihat dua orang didepan pintu meeting ini. Mereka mengikutiku sampai kemari. Apa kamu tidak berpikir aku menikah dengan anggota genk?" Lisa tersenyum licik. Saat ini ia ingin menakut-nakuti Leo,
"wah .. keren sekali." puji Leo. Ia bukannya takut tapi malah kagum dengan kehebatan Lisa yang sudah punya pengawal.
"kalau mau sindir ya sindir saja. Tidak perlu berpura-pura."
"tidak. Aku yakin suami kamu memang bukan orang biasa." "kamu pakai guna-guna ya??" tanya Leo
"seperti nya kamu tidak cuci rambut pagi ini. Kepala kamu sampai isi kepala kamu kotor semua." Lisa kesal dengan sahabatnya yang jarang sekali menjaga perasaannya.
Semua divisi sudah berkumpul, tidak lama masuk CEO yang lama kedalam ruangan rapat. Semua orang berdiri menyambut kehadiran mereka. Termasuk Lisa.
Sesosok pria mengenakan setelan jas biru Dongker dengan kacamata besar bingkai emasnya, ikut termasuk rombongan. Sosoknya tidak asing bagi Lisa. Matanya tertuju pada Kevin. 'apa itu dia.....' Lisa mulai bertanya pada dirinya.
"selamat pagi semua. Perkenalkan ini adalah CEO yang baru kita. Namanya Pak Kevin Santoso.
Karyawan wanita terpesona dengan ketampanan Kevin. Kulit putih gandum, bibir merah walau tanpa lipstik, hidung mancung. Benar-benar membuat hati meleleh. Apalagi kalau tersenyum. Rasanya ingin menyimpan nya dalam lemari, hanya untuk konsumsi pribadi.
Lisa gugup, bagaimana mungkin dia yang menjadi CEO yang baru. Kenapa ia tidak mengatakan apa-apa tentang hal ini. Satu sisi Lisa merasa dibodohi tapi disisi lain ia menyalakan dirinya sendiri. Kenapa tidak menanyakan pekerjaan nya dengan detail.
Kevin memandang tajam kearah Leo yang duduk disamping Lisa. Pria ini adalah orang yang paling ingin disingkirkan saat ini.
Meeting berjalan cukup lama. 3 jam membahas semua tentang kinerja selama setahun ini. Plan jangka pendek, panjang dan menengah masing masing divisi dibahas. Serta keberhasilan masing-masing divisi dari plan yang dibuat.
'untung aku resign hari ini. Jika tidak kepalaku bisa botak dengan kebijakan baru ini 'pikir Lisa
Selesai meeting diadakan sesi tanya jawab kepada direksi baru. Semua pertanyaan untungnya membahas tentang keluarga, latar belakang pendidikan, pengalaman bekerja. pencapaian terbaik.
Dari semua pertanyaan itu Lisa baru sadar kalau ternyata ini kali pertama ia mengetahui semua hal tentang Kevin. Ternyata ia memiliki gelas master dari luar negeri. Dan menghabiskan waktu bersekolah di Inggris dengan biaya sendiri, dan berusaha hidup mandiri. Lisa kagum dengan. Secara tidak sadar Lisa memandangi Kevin dengan rasa kagum.
Satu pertanyaan yang membuat Lisa terkejut adalah mengenai status pernikahan. Ketika ditanyakan masalah ini, Lisa memberi kode untuk tidak menjawab dengan jujur. Lisa menggelengkan kepalanya sambil menunjukkan wajah memohon.
Kevin menaikkan alisnya sambil tersenyum. Tanda bahwa ia tidak menyetujui keinginan Lisa.
Kevin menunjukkan cincin pernikahan nya. Sejenak ruangan menjadi riuh karena pria idaman sudah menikah. Ketika ditanyakan siapa istri bapak.... Dengan santai Kevin berjalan kebelakang Lisa.
__ADS_1
"perkenalkan namanya Lisa. Dia adalah istri saya. Kami sudah kenal lama dan baru menikah beberapa hari yang lalu. Mohon doa restunya." Kevin dengan penuh keyakinan. Sedangkan Lisa menutupi wajahnya dengan satu tangannya. Pria ini benar-benar membuatnya malu.