Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
imbas dari malam pertama


__ADS_3

Matahari sudah tinggi, Lisa masih berbaring ditempat tidur. Cahaya matahari menyilaukan matanya, Lisa menutupi matanya dengan satu lengannya. Hari ini sebenarnya ia tidak ingin bermalas-malasan, tapi Kevin membuatnya kelelahan semalaman. Seluruh badannya terasa sakit.


Padahal seingat Lisa tadi malam ia hanya mengatakan 'mari tidur' bukan memintanya untuk 'tidur' dan melakukan hubungan seksual. Lisa kesal dengan Kevin, berkali-kali Lisa mengatakan untuk menghentikan semuanya. Tapi bukan berhenti, Kevin malah lebih semangat melakukannya. 'dasar manusia serigala' batin Lisa


"sayang...kamu tidak mau mandi? Sampai kapan kamu berbaring??" Kevin bertanya sambil duduk di kursi samping tempat tidur. Perkataan Kevin membuyarkan lamunan Lisa.


Lisa terlalu lelah menanggapi pria ini sekarang


Energi yang dikeluarkan Lisa tadi malam terlalu besar. Ia terlalu lelah menanggapi Kevin.


"apa kamu, mau aku gendong kekamar mandi??"


Lisa tidak bergerak sama sekali.


"baik aku mengerti." Kevin berjalan kesisi tempat tidur Lisa. "ayo, aku akan mandikan."


Lisa menepiskan tangan Kevin. Lisa duduk ditempat tidur sambil memegang selimut. Tubuhnya tidak mengenakan busana sekarang. Pundak mulus Lisa terbuka tanpa perlindungan. Kulit putih gandumnya bersinar cerah di bawah sinar matahari pagi. Sangat menggoda bagi Kevin. Jika tidak ingat kalau Lisa saat ini kelelahan, ia tidak akan menunda lagi untuk melakukan hal itu lagi kepada Lisa. Kevin kembali duduk di kursi disamping tempat tidurnya.


Lisa melingkarkan selimut ditubuhnya, ketika berdiri Lisa sadar kakinya terlalu lemah menopang berat tubuh nya. Kepalanya serasa berputar. Lisa jatuh pingsan.


Kevin sedang melihat kearah ketempat tidur ada bercak darah, melihat Lisa jatuh Kevin sangat khawatir. Ia berlari kearah Lisa dan menggendongnya kembali ketempat tidur. Tubuh Lisa panas. Kevin menghubungi Frans untuk menghubungi dokter.


Kevin membaringkan Lisa dengan perlahan, seolah-olah Lisa sebuah kaca yang mudah pecah. Hati Kevin dipenuhi perasaan bersalah, bagaimanapun ini adalah kesalahannya. Kevin mengambil air hangat, dan membersihkan tubuh Lisa. Banyak bekas kemerahan ditubuh Lisa. 'apa yang sudah dilakukannya pada wanita yang dicintainya.' Kenapa sampai seperti ini....


Dokter datang memeriksa Lisa. Dokter itu melihat lengan Lisa dan leher Lisa kemudian melihat kearah Kevin sambil menggelengkan kepalanya.


"kamu suaminya?? tanya dokter


"ya.. saya suaminya."


"tolong tunjukkan surat nikah kalian."


Mendengar pertanyaan dokter, Kevin jadi marah "apa maksud anda menanyakan hal itu??"

__ADS_1


"maaf jika saya menyinggung perasaan anda. Tapi, saya hanya ingin memastikan wanita ini berada ditangan orang yang benar. Bukan seorang korban."


Kevin mengerutkan keningnya sambil membuka tas kecilnya. Kevin menyerahkan buku merah kepada dokter.


Dokter tersebut membuka buku tersebut dan melihat foto dibuku dan mencocokkannya dengan wajah Kevin dan Lisa. Dokter itu tersenyum.


"pantas saja, yang mengalami hal seperti ini biasa terjadi pada orang yang sedang mengalami penculikan dan melakukan kekerasan seksual pada wanita. Satu lagi karena pengantin baru."


Dokter itu menyerahkan kembali buku nikah Kevin dan Lisa. "dia sudah jadi istri mu. Perlakukan dia dengan lembut. Mungkin ini adalah pengalaman pertama bagi anda. Jangan membuat istri anda jadi takut berhubungan intim dengan anda."


Kata-kata dokter itu masuk kedalam hati Kevin. Ada rasa penyesalan dalam dirinya. Kenapa ia tidak bersikap lembut kepada Lisa.


Dokter tersebut mengatakan kalau Lisa mengalami kelelahan, dan Lisa butuh istirahat untuk beberapa hari. Dokter itu juga menyarankan agar Kevin lebih santai ketika melakukan hubungan intim dengan istrinya. Setelah selesai memberikan resep obat, dokter tersebut meninggalkan kamar hotel.


Hati Kevin dipenuhi rasa bersalah. Lagi-lagi ia menyakiti orang yang dicintainya.


Ponsel Kevin berdering, panggilan masuk dari Caroline.


"kenapa dengan Lisa...." tanya Caroline


"apa yang kamu lakukan???"


"Lisa sakit karena aku." suara Kevin sangat berat. Terdengar sangat menyedihkan.


Caroline tidak tega memarahi putranya. Padahal sebelum menelepon , Santoso sudah mendapat Omelan dari istrinya karena perilaku putranya. Begitu mendengar suara Kevin yang sedih, Caroline jadi ikut merasakan kesedihan hati putranya.


Caroline menarik nafas panjang "ya sudah kamu tahu kan, perjalanan hidup Lisa tidak lah mudah. Kalian baru menikah sudah banyak masalah yang terjadi. Kalau orang lain yang mengalami masalah seperti Lisa, mami yakin perbandingan orang yang bisa bertahan seperti Lisa hanya 1%. Mami minta pada kamu jaga anak perempuan mami ya ...."


"hmm. maafkan Kevin mi."


"ya sudah.... Nanti kalau Lisa sudah bangun, bilang mami telepon ya .."


"hmm" jawab Kevin singkat sambil menutup telepon.

__ADS_1


Lisa perlahan membuka matanya. Kevin duduk disampingnya sambil memegang tangan Lisa. Memijat pundak telapak tangan Lisa dengan lembut.


"maafkan aku" Kevin mencium tangan Lisa.


Lisa membuang pandangannya kearah jendela kamar. Kevin tahu kalau Lisa masih marah padanya.


"aku akan menghubungi service room untuk membersihkan tempat tidur. Kita keruangan tamu dulu ya.... sarapan sudah disiapkan." Kevin berusaha membujuk Lisa.


Lisa masih berdiam diri. Suara lambung Lisa memecah suasana hening dikamar. Kevin tidak berani tersenyum. Wajah Kevin sangat menyedihkan, ini adalah kedua kalinya ia melihat Kevin seperti ini. Lisa duduk ditempat tidur sambil memegang perutnya.


Kevin hanya memperhatikan Lisa, ia tidak berani bergerak tanpa instruksi. Lisa tidak suka Kevin yang terlalu aktif, melihat Kevin yang pasif seperti sekarang juga membuat Lisa geram.


"kamu mau aku mati kelaparan?"


Kevin menaikkan alisnya, "kamu mau apa...."


"aku mau makan. Kenapa kamu tanya lagi,? Gendong aku ke ruang tamu, aku mau makan " jawab Lisa kesal.


Kevin menggendong Lisa keruang tamu kamar hotelnya. Dimeja berbagai makanan terhidang dengan sempurna. Mata Lisa berbinar melihat shabu-shabu dimeja. Daging dan sayuran sangat menggoda dimata Lisa. Seketika itu pula mood Lisa berubah menjadi senang.


Lisa yang masih berada dalam gendongan Kevin mencium pipinya "terima kasih" sambil tersenyum senang. Lisa yang masih melingkarkan tangannya dileher Kevin bersandar manja di pundaknya.


Kevin menurunkan Lisa. "aku siapkan dulu." Kevin menghidupkan kompor mini dimeja, tidak lama berselang aroma kaldu tercium diruangan. Wajah Lisa makin senang, senyumnya semakin lebar berkembang di bibirnya. Lisa sudah bersiap dengan sumpit dan mangkok ditangannya. Lisa menunggu dengan sabar Kevin memasukkan daging dan sayuran dalam kuah shabu-shabu.


Kevin tersenyum melihat Lisa, hanya makanan yang bisa membuat mood Lisa berubah hanya dalam hitungan detik.


"maafkan aku..."


Lisa mengangguk dengan cepat. "lain kali kamu tidak boleh menyakiti aku seperti itu. Ini pertama kali bagiku. Jauh berbeda dari kata orang-orang. Kamu membuatku takut dan sakit. Aku akan minta pertanggungjawaban kamu Mr K."


Wanita ini meminta pertanggungjawaban dari suaminya sendiri, benar-benar aneh. Kata-kata itu harus nya untuk status yang tidak terikat pernikahan. Kevin mengangguk "aku akan bertanggungjawab apabila kamu hamil anak kita".


Lisa mengerutkan keningnya, "cara kamu bicara seolah-olah kamu pacarku. Kamu itu suamiku. Jelas saja harus bertanggungjawab."

__ADS_1


Kevin tidak paham maksud perkataan istrinya, tapi kalau ia bertanya saat Lisa makan dan merubah moodnya akan berbahaya bagi hubungan mereka. Jadi Kevin memutuskan diam saja sambil memastikan istrinya makan dengan banyak.


__ADS_2