
Pasangan suami istri itu berpelukan. Bagaimana pun pernikahan mereka belum sampai satu bulan suah banyak hal yang terjadi dalam kehidupan mereka. Dibutuhkan banyak pelajaran dan saling menerima satu sama lain.
Lisa menengadahkan kepalanya melihat Kevin." Apakah aku sudah bisa berenang??" tanya Lisa
"kalau itu tidak bisa." Kevin menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"MR K pelit." cibir Lisa
"bukan seperti itu, memang kita ada diluar negeri. Tapi siapa yang bisa jamin tidak ada yang mengenaliku. Bagaimana jika ada yang mengambil gambar mu dan menyebarkannya diinternet?"
"Mr K, kamu kan punya akses kemana-mana dan uang kamu cukup banyak. Kami tinggal menutup akses foto itu. Bukankah mudah??"
"terlihat mudah tapi siapa yang jamin gambar kamu tidak diunduh oleh orang diluar sana kemudian menyimpannya dan dia selalu bisa melihatmu?? Memikirkannya saja membuat kepalaku pusing. Bagaimana jika hal itu benar-benar terjadi? Jika aku mengetahui ada orang yang melakukan hal itu kepada istriku. Aku yakin tidak akan bisa membiarkannya hidup."
"Wah suami, kamu sangat pencemburu." Lisa berbicara sambil membelai pipi Kevin,
Kevin mencium pipi Lisa. "Mari kita nikmati udara pantai yang tenang ini."
Frans terlihat berlari kearah Lisa dan Kevin. Sambil menyerahkan 2 bungkusan kepada masing-masing mereka. Lisa membukanya "ini bukannya baju diving??" Lisa berkata sambil mengeluarkan pakaian itu dari dalam bungkusan. "ini jauh dari perkiraan setiap wanita Mr K. Setiap wanita yang berlibur ke pantai ingin memakai pakaian yang **** untuk diperlihatkan kepada pasangannya. Pakaian ini benar-benar diluar ekspektasi."
Lisa cemberut melihat pakaiannya, "tapi tidak masalah. Dari pada tidak jadi berenang sama sekali." Lisa berjinjit dan mencium pipi Kevin. "terima kasih." Selesai bicara Lisa berlari kearah kamar mandi, dalam waktu singkat Lisa sudah kembali lagi.
Kevin melihat jam tangannya, tidak sampai 5 menit istrinya berganti pakaian. Benar-benar luar biasa. "kamu dimana ganti pakaian?" tanya Kevin
Lisa menunjuk kearah hotel "itu..." Lisa menunjuk kearah toilet umum hotel dan kemudian menyerahkan pakaiannya kepada Kevin. "aku pergi berenang dulu..." Lisa melambaikan tangan sambil berlari kearah pantai.
"wanita ini, kenapa pergi sendiri tanpa suaminya." Kevin menyerahkan bungkusan pakaian Lisa dan bungkusan pakaian renang kepada Frans.
Kevin berteriak . "tunggu, aku ganti pakaian dulu."
Lisa berhenti dipinggir pantai menoleh kearah Kevin. "ya sudah ganti baju sana. Aku akan menunggu disini."
__ADS_1
Kevin menghentikan langkah kakinya. "tunggu, jangan masuk dulu kedalam air tanpa aku." perintah Kevin.
"ia. kamu tenang saja. Sana cepat ganti baju."
Kevin berlari kearah kamar mandi yang ditunjuk Lisa tadi, ketika mengambil baju renang dari Frans, Kevin berkata "kamu lihat Lisa. Pastikan ia tidak masuk kedalam air tanpa aku."
"baik bos" kata Frans.
Lisa duduk dipinggir pantai tubuhnya bergoyang-goyang disapu ombak di pantai. Benar-benar menyenangkan, seperti anak kecil Lisa bermain pasir pantai. Ia menulis huruf L kemudian disapu ombak lagi. Menulis huruf I kemudian tersapu ombak lagi. Lisa melihat kearah Kevin yang baru masuk kedalam kamar mandi.'lama sekali' gumamnya.
Perlahan-lahan Lisa menggeser posisi duduknya sehingga perutnya sudah berendam dalam air, perlahan-lahan bergeser lagi bagian dadanya sudah tertutup air.
Frans berlari kearah Lisa sambil berkata " kakak ipar, jangan masuk dulu kedalam air, Nanti bos akan marah kepadaku."
Lisa menoleh kearah Frans sambil menjawab "ombak yang membawaku kemari. Mana mungkin itu menjadi salahmu. Tenang saja tidak akan ada apa-apa,"
Selesai bicara ombak besar menggulung tubuh Lisa dan ia terseret kedalam laut. Frans mencampakkan bungkusan pakaian dan berlari kearah pantai. Tubuh Lisa tidak nampak dipermukaan. A dan B langsung masuk kedalam air mencari Lisa.
Kevin melihat dari kejauhan Lisa sudah tidak ada dipinggir pantai, dua pengawal dan Frans terlihat masuk kedalam air. Firasat Kevin tidak enak,dengan cepat ia berlari ke pantai.
Mereka merinding mendengar Kevin berteriak, karena jika ada terjadi sesuatu dengan istrinya sudah pasti hidup mereka akan dalam bahaya.
A dan B menyelam kedalam air dan tidak menemukan Lisa, mereka mencari lebih jauh dan lebih dalam, tapi tidak menemukannya juga. Frans ikut mencari dengan melihat dipermukaan pantai, berharap ada tanda-tanda keberadaan Lisa, tetapi sama saja, tidak ada tanda-tanda dari Lisa.
Kevin berlari dengan cepat dan sudah sampai di pantai, "mana istriku?" tanya Kevin.
"tadi ada ombak besar datang, kemudian kakak ipar....." Frans terlalu takut mengucapkan kata hilang kepada Kevin.
Kevin masuk kedalam air, mencari Lisa.
Dari permukaan air, Frans melihat tubuh seseorang mengapung, dari pakaian yang dikenakan sangat mirip dengan baju yang dibelinya tadi. "sebelah sana, kakak ipar..." Kevin, dan kedua pengawalnya melihat tubuh Lisa mengapung langsung menuju kearahnya.
__ADS_1
Lisa terkejut ketika A menarik tubuhnya. "apa yang kamu lakukan..." Lisa marah karena A mengganggunya sedang berenang.
Kevin dan kedua pengawalnya melihat kearah Lisa. Lisa bingung dengan sikap mereka semua. Dengan polos ia berkata "apa yang terjadi??"
Lisa tidak sadar jantung keempat pria ini mau lepas karena ulahnya. Lisa masih menatap bingung kearah dua pengawalnya dan Kevin. "Apa ada yang salah??" tanya Lisa.bingung sambil berenang.
"aku sudah bilang, jangan pergi berenang tanpa ku."
"ombak yang membawaku berenang." Lisa bicara tanpa merasa bersalah.
Kedua pengawalnya berenang kearah pinggir pantai karena keadaan sudah aman menurut mereka.
"kenapa kamu mengapung?" tanya Kevin.
"berenang sambil melihat awan biru yang membentang sangat menyenangkan, kamu boleh coba. Aku sangat suka melakukannya."
"aku harap kamu jangan melakukan hal yang membuat orang khawatir. Karena aku hanya punya 1 jantung."
Lisa tertawa, "Mr K. Aku bisa berenang, kamu jangan khawatirkan aku "
Kevin berenang disamping Lisa sambil melihat ke awan. Benar yang dikatakan istrinya, berenang dengan cara seperti ini benar-benar menyenangkan. Membuat pikiran menjadi tenang. Seolah-olah hanya ada mereka dipulau ini.
"kamu tahu, dulu aku tidak pandai berenang. Leo mengajarkan banyak hal padaku. Dulu aku takut tenggelam, kemudian dia berkata 'takut hanya benteng yang membuatmu tidak berani melakukan apapun.' Dari perkataannya membuatku mau belajar banyak."
"kalian sangat akrab ya...."
"dia sudah seperti kakak bagiku. Dia mengajarkan banyak hal padaku. Terkadang ia seperti seorang papa yang menasehati ku seperti pak tua."
"kamu tahu.... kenapa aku suka berenang dengan cara seperti ini...." lanjut Lisa
"kenapa...."tanya Kevin
__ADS_1
" Waktu itu aku sangat sedih karena rindu kepada papaku. Mama bilang papa mengawasi kita dibalik awan biru. Jadi tidak perlu merasa sedih dan kesepian. Saat itu Leo rupanya mendengarkan pembicaraan kami. Dia mengajariku berenang gaya punggung ini. Leo bilang, kamu perlu tunjukan kepada papaku kalau aku bisa berenang sambil melihatnya. Jadi lihatlah kepintaran putrimu ini. Bukan kah dia terkadang seperti kakek tua??"
Kevin tersenyum, persahabatan mereka memang murni. Selama ini mungkin ia terlalu berlebihan memikirkan hubungan mereka. Tapi dihati Lisa, Leo adalah seorang kakak.